Yang Menyatukan Cinta

Yang Menyatukan Cinta
BAB 13: Arani Dan Alexandros


__ADS_3

Di suatu kamar yang megah, Arani tergeletak di atas tempat tidur karena efek dari obat bius.


Masuklah seorang laki-laki tua kedalam kamar yang tak lain adalah Alexandros. Meskipun sudah tua, tapi postur tubuhnya masih gagah.


"Ternyata cucu Dirdja cantik juga." kata Alexsandros sambil membelai pipi Arani dengan jari telunjuknya.


"Dirdja kau beruntung masih ada waktu menikmati kebersamaanmu dengan cucumu ini. Sedangkan aku, satu pun anggota keluargaku tidak ada disisiku.


Sekarang aku sudah memiliki segalanya. Namun semuanya tidak ada artinya tanpa ada keluarga.


Jika kau tidak memulainya pasti aku masih bisa bersama keluargaku. Dan kau pun juga . Namun kau masih beruntung imbas dari ambisi kita masing masing dimasa lalu, masih ada satu anggota keluargamu yang hidup.


Awalnya aku ingin membunuh cucumu ini, agar kau benar-benar merasakan apa yang aku rasakan.


Tapi seiringnya waktu aku mengintai cucumu, kebersamaan yang kau miliki dengannya, membuatku iri.


Kenapa, kenapa kau selalu beruntung dari pada aku.


Kau sudah memiliki Harta, tahta dan kekuasaan. Tidak ada salahnya bukan jika aku juga ingin merasakan bermain bersama dengan cucumu ini. Aku juga ingin merasakan waktu kebersamaan dengan keluarga.


Dirdja dulu kau pernah mengatakan apapun yang terjadi kau dan aku akan menikmati segala hal bersama sama. Senang maupun duka. Sekarang waktunya aku merasakan kehadiran anggota keluarga."


Ujar panjang lebar Alexandros disisi Arani yang sedang berbaring.


"Perketan penjagan rumah ini. Saat ini orang-orang Dirdja pasti sudah dalam perjalanan kemari. Jangan melakukan apaun sebelum aku perintah. Aku tidak ingin ada Keributan. Perintah Alexandros kepada anak buahnya.


" Baik Tuan." Kata ajudannya


...****************...

__ADS_1


Setengah jam berlalu seusai makan siang.


Diruang kerjanya, Derriel yang sibuk didepan leptopnya mendapatkan kabar, jika Arani tidak kembali ke kantor.


Lantas segera ia kerahkan orang orangnya untuk melacak keberadaan Arani terakhir terlihat. Setelah mendapatkan informasi akurat keberadaan Arani, tanpa mengulur waktu ia segera menuju kesana.


Bahkan Derriel pun membatalkan beberapa pertemuan penting dengan kolega bisnisnya. Yang dampaknya bisa mendapatkan kerugian bagi perusahannya.


Di tempat lain. Kakek Dirdja yang mendapatkan kabar Cucunya di culik oleh orang yang sangat ia kenal, lantas ia segera menyusul Derriel.


"Ini kenapa aku tidak mau mempublikasikan status kita atau memperkenalkanmu dimuka umum, dan teman bisnisku. Ini yang aku takutkan, Beb." Ujar Dirdja pada istrinya


"Iya darling, aku mengerti."


"Tunggulah dirumah. Penjagaan akan aku perketat dirumah ini. Jangan kemana mana dulu ya."


"Iya darling. Hati hati di jalan. Dan segeralah kembali bersama Arani." Kata Dona memeluk Dirdja dengan erat. Tidak ketinggalan ritual menyatukan bibir diantara mereka .


Ditambah sekarang mendadak para karyawan mendapatkan informasi kalau Arani mendapatkan tugas khusus dari Sekertaris Rio untuk mengerjakan pekerjaan AD Group di luar kota. Ini hanya untuk pengalihan masalah yang sebenarnya terjadi pada Arani.


"Aiiisss apa apa sih, gue yang udah lama kerja disini, enggak pernah tuh dapat tugas kerja langsug dari Sekertaris Rio. ini bocah baru netes udah dapat tugas itu."


"Iya. Gue yang ijazah S1, kalah telak sama ijazah SMK, kayanya sia sia banget gue kuliah."


Keluh beberapa karyawan lain yang sudah lama bekerja di AD Group.


"Hadeh, menghandle kerjaannya si Arani lagi dah ni, baik lah. Demi beresnya pekerjaan. Makin numpuk, semakin riwuh ea . Semangat semangat semangat. Ani bisa. Ani bisa. Ani bisa." Kata Ani menyemangati dirinya sendiri.


Ani karyawan terbaik dibagian Administrasi. Ditambah royalitas dan totalitanya dalam bekerja, menjadi poin Plus untuknya.

__ADS_1


Didalam mobil, Derriel yang begitu khawatir dengan Arani, terus menghubungi HP Arani. Meskipun HP-nya aktif namun tidak ada jawaban dari Arani bahkan diangkat pun tidak. Inilah kenapa sangat mudah menemukan keberadaan Arani dari. melacak GPS HP Arani.


Namun di sisi lain Derriel juga begitu cemas akan nasib Arani saat ini. Jika Alexandros berniat untuk menyelakai Arani, ia tidak akan mungkin segegabah ini, mengaktifkan HP Arani agar mudah dilacak.


Sayang, maafkan aku, masih belum sempurna untuk melindungimu. Aku harus kehilanganmu lagi.


Tuhan, aku mohon, jaga istri kecilku. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika terjadi suatu hal kepada Arani.


Jika Alexandros menggores sedikit saja kulit Arani, Aku tak akan pernah memaafkanmu, tanganku sendiri yang akan membalaskan rasa sakit yang dirasakan istri kecilku.


"Rio kenapa belum sampai juga. Ini terlalu lama .Istriku pasti sudah menungguku, Dia pasti ketakutan. Aku tidak ingin terjadi suatu hal apapun padanya."


" Tuan Derriel, saya melajukan mobil ini dengan kecepatan tinggi sebentar lagi akan tiba, bersabarlah."


"Tambahkan kecepatannya lagi. Aku ingin segera menemui istri kecilku."


"Tuan Derriel, jika kita menambah kecepatan lagi itu akan membahayakan keselamatan kita."


"Sayang kenapa kamu tidak mengangkat teleponku, kumohon jangan buat aku cemas." Derriel terus saja mencoba menghubungi HP Arani.


...****************...


"Aaaaakk, kepalaku pusing sekali. Di mana aku?. Kamar siapa ini, kamarku nggak seperti ini." Perlahan Arani bangun dari tidurnya dan memposisikan duduk di atas tempat tidur sambil bersandar.


"Nona sudah bangun. Perkenalkan saya Susi yang akan melayani kebutuhan Nona. Makanan untuk nona sudah saya siapkan. Nona mau mandi terlebih dahulu atau makan ?."


"Ini rumah siapa?".


"Ini rumah Kakek nona."

__ADS_1


"Aku cukup ingat betul, bagaimana rumah kakekku."


__ADS_2