
Kepanikan dirumah sakin semakin menjadi jadi dikala guncangan semakin kencang dan tiada henti.
Arani hampir saja terinjak injak oleh beberapa orang yang begitu panik. Syukur ia ditolong Delisa . Ditariknya tubuh mungil Arani dalam pelukan Delisa. Dan segera menghindari krumunan orang yang mengalami kepanikan berlebihan.
...****************...
...----------------...
Di dalam rumah sederhana namun masih kokoh berdiri meski gempa telah mengguncang wilayah TA, yaitu rumah Delisa dan Daniel.
Mereka hanya hidup berdua. Sedangkan ibu mereka sudah tiada saat usia mereka 10 tahun.
"Abang selamat dari kejaran satpam rumah sakit? Eh, dimana bayi yang abang bawa ?" tanya Delisa setibanya dirumah sambil menggendong Arani yang tertidur.
"Em....." sambil menelisik kehadiran Delisa dan anak kecil yang digendongnya.
"Aku taruh dipinggir jalan . Membawa bayi saat dikejar-kejar, sungguh merepotkan.
Lalu bagaimana denganmu. Anak Siapa yang kau gendong itu?"
"Ah iya. Gak papa bang, misi kita kali ini gagal. kita mendapatkan mangsa penggantinya . Anak ini anak orang kaya. Ada beberapa pengawal dan Nani yang menjaganya, pertanda anak ini dari kalangan elit. Kita bisa memeras begitu banyak dari keluarganya. "
Delisa membaringkan Arani di kasur .
"Seharusnya kau cari informasinya terlebih dahulu. Kenapa kau tidak mematuhi SOP yang kubuat hah". kesal Daniel.
"Jangan gegabah kamu Del, tindakanmu yang ceroboh bisa jadi bumerang untuk kita."
"Ok ok. aku salah. Maaf... coba kita lihat isi tasnya. Selama aku mengikutinya di rumah sakit, ia selalu membawa tas ranselnya ini. Siapa tau ada yang bisa kita gunakan."
__ADS_1
"Lihatlah ada HP keluaran terbaru dan juga ATM bang."
"Berikan HP itu kepadaku. Benda ini bisa melacak keberadaan kita saat ini."
flashback off
...****************...
...----------------...
"Say Ail ingat saat Ara diculik oleh saudara saudari Say Ail waktu itu dan memeras Say Ail dan Kakek Dirdja."
"Iya kejadian yang tidak akan pernah aku lupakan."
"Saat Kakek Dirdja dan Say Ail melacak keberadaanku dan memenukanku, mereka meloloskan diri. Sialnya bagi Kak Delisa ia tertangkap oleh suruhan Kakek Dirdja. Namun ia bisa meloloskan diri. Tapi saat ia meloloskan diri ia menghilang tanpa jejak. Dan suruhan yang mengejarnya melaporkan hal tersebut kepada Kakek Dirdja. Dan disitulah Kak Delisa dan Bang Daniel terpisah.
"Ah kau benar. Mereka memang menghilang tanpa jejak. Andai waktu itu aku tahu mereka adalah saurada saudariku, mungkin kejadiannya akan berbeda . Tapi bagaimana kau tahu akan hal ini.? Jangan bilang Ardian temanmu itu yang memberi informasi mengenai mereka berdua."
"Ia itu benar Ardian lah yang memberikan informasi itu kepadaku . Itu sebelum Say Ail mengetahui hubunganku dengan Ardian dan teman temanku lainnya ya. Kan Say Ail sendiri yang telah memblokir interaksiku dengan mereka. Sampai sekarangkan Say Ail tidak mengizinkanku untuk menemui mereka ataupun membalas pesan dari mereka tanpa izin darimu." ucap Arani lalu menciumi bibir Derriel sekilas sampai beberapa kali.
Derriel merasakan junior dibawahnya bangun lagi karena ulah istrinya yang menggemaskan ini.
"Kau membangunkan Junior sayang."
Arani membolakan matanya dan menutup bibir dengan jemarinya.
"Uuppss... Maaf ayo kita tidur. Ara lelah Say Ail." Bergegas Arani memakai selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
"Ayo kita lakukan sekali lagi sayang."
__ADS_1
"Say Ail besok bekerja. Ini sudah tengah malam ayo tidurlah. Bisa-bisa besok Say Ail tidak berangkat bekerja karena akan menggempurku lagi. Jika kita melakukannya lagi, selesainya sampai menjelang pagi . Aku gak mau."
"Aiiiichhh... kau tahu, menolak keinginan suami dosa lho."
"Aaaaaaa Say Ail mah gitu". Lalu membuka selimut yang menutupi kepalanya.
Derriel tersenyum melihat mimik muka istrinya yang imut.
"I love you sayang...." Tanpa menunggu jawaban daru Arani, Derriel me*lu*mat bibir ranum istrinya. me*remas salah satu gunung kembar milik Arani. Dan perlahan tapi pasti membuka helaian pakaian yang melekat di tubuh istrinya.
"Aaahh Say Ail..." ******* terindah yang didengar Derriel saat tangannya menyentuh bagian inti Arani.
"Kau sudah basah sayang. Kau siap memulainya lagi".
Muka Arani memerah karena malu atas perlakuan suaminya yang membuai . Membuat sekujur tubuhnya bergetar.
"Lakukanlah Say..."
Derriel mulai mengukung istrinya. perlahan membuka kedua paha istrinya. Memberikan sentuhan lembut milik istrinya dengan miliknya.
"aaah Say Ail. Ara sudah tidak tahan. Lakukanlah."
Derriel tersenyum kecil atas apa yang ia perbuat. Sentuhan yang amat membuaikan untuk iatrinya.
"aachhh..." ucap mereka bersamaan saat penyatuan mereka dimulai.
perlahan Derriel menggerakkan pinggulnya. dan mereka menghabiskan waktu malam sampai menjelang pagi.
...****************...
__ADS_1
...----------------...