
Satu setengah jam berlalu. Arani mencapai kepuasan dalam tidurnya yang selama ini berkurang karena aktifitas suaminya yang memang wajib ia memberi pelayanan yang memuaskan, sebagai istri.
Setelah bangun tidur, mandi, dan makan. Ia bingung harus berbuat apa lagi. Karena penghuni rumah disini sudah pada sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
Ia mencoba berkeliling rumah kakeknya itu. Dan menegur sapa pada para pelayan. Dan ia mencoba mengorek informasi kejadian apa saja yang terjadi disini selama ia tidak tinggal bersama kakeknya setelah ia menikah.
Arani terkejut dengan apa yang ia dengar dari penjaga gerbang, bahwasanya Kakek Alexsandros hampir setiap hari kesini.
Apa perlu Arani menemui Kakek Alexsandros ya. Ara bener-bener tidak sabar untuk tahu apa yang terjadi diantara mereka. Karena saat ini enggak mungkin juga Ara tanya ke Nenek Dona.Tu akik-akik pasti sedang mengurungnya dikamar. Hulff. Laki -aki mah belum puas, hajar terus. -- batin Arani.
...----------------...
...****************...
Setelah menghubungi Kakek Alexsandros, dan mengatur waktu janjian mereka bertemu, Arani bergegas menuju lokasi janjian mereka. Tidak lupa Ia berpamitan kepada suami untuk keluar rumah . Tadinya Derriel ingin menemani Arani, dan Arani menolak untuk ditemani Derriel. Beralasan Ini hanya hal kecil yang bisa ia atasi sendiri. dan mengingatkan Derriel harus mengutamakan pekerjaannya saja.
"Aku temani saja. Pekerjaanku tidak begitu padat." Ucap Derriel antusias.
Hulf bagimu tidak Tuan .Tapi akan membuatku lembur untuk mengerjakan pekerjaan yang Tuan Derriel tinggal. -- Batin Rio dalam hati. Mendengar tuannya berbicara by HP bersama istri tercintanya itu.
"Baiklah jika Sai Ail memaksa ikut. Tapi jangan harap tidur seranjang nanti malam. Ara akan siapkan bantal, guling, dan selimut untuk Sai Ail tidur di sofa."
Derriel seketika membola matanya mendengar ancaman istri mungilnya itu. Bukannya tidur yang ada akan menyiksa dirinya jika tidak bisa tidur sambil memeluk istrinya.
"Baiklah sayang. Pergilah. Aku mau kamu dikawal dengan penjagaan ketat . Aku tidak mau ada hal yang tak terduga bisa menimpamu lagi. Karena kita belum bisa menangkap saudaraku yang ingin menyakitimu."
"Baiklah Sai Ail. Siap laksanakan. Muaachh. Sai Ail memang lelaki terbaik yang Ara punya."
...----------------...
...****************...
Tanpa basa basi Arani langsung bertanya ke inti pembicaraannya setelah bertemu Kakek Alexsandros
"Jadi apa hubungan Kakek dengan Nenek Dona?"
"Dulu Dona adalah gadisku yang aku tinggal sehari sebelum kami mau nikah."
"Wah mengejutkan sekali. Dan Kakek Dirdja tahu tentang ini?"
"Sepertinya Dona belum menceritakan kisah kita kepada Dirdja".
"Kenapa Kakek memeluknya hari ini?. Kudengar kakek selalu datang ke kediaman kakek Ara. Apa setiap Kakek Alexsandros kerumah kakekku selalu berpelukan dibelakang Kakek Dirdja?".
"Baru tadi aku memeluknya. Karena aku sangat merindukannya."
"Cih, sudah menjadi milik orang lain tak sepantasnya kakek masih menaruh rasa pada neneku." penuh tekanan saat mengucapkan Neneku. Arani hanya menegaskan jika Dona sudah menjadi neneknya.
"Maaf...!"
"Minta maaflah pada kakek dan nenekku. Mengemai masa lalu kakek dengan nenek, selesaikan dengan sebaik mungkin. Ara tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan kebahagiaan Kakek Dirdja saat ini."
Tidak ada jawaban dari Kakek Alexsandros. Ia hanya diam menundukkan mukanya. Dan ia tersadar saat ada pelukan dari belakang punggungnya. Tak lain adalah Arani.
__ADS_1
"Kek Ara memohon secara baik-baik. Kumohon ikhlaskan Nenek Dona untuk Kakek Dirdja. Ara senang akhirnya Kakek Dirdja bisa bahagia dengan pasangannya. Dulu Ara sangat khawatir setelah Ara tinggal menikah apakah Kakek Dirdja akan berada dalam kesendiriannya lagi. Setelah mereka menikah, kekawatiran Ara hilang. Melihat Kakek Dirdja begitu bahagia bersama Nenek Dona.
"Arani...." kata Kakek Alexsandros sambil membalikan badan berhadapan dengan Arani.
"Tentu saja, aku akan mengikhlaskannya. Aku tidak mau merusak hubungan diantara kami lagi. Cukup dengan masa lalu. Tidak dimasa sekarang."
"Sungguh....?"
"Iya. Memang sepantasnya Dona bahagia bersama orang yang tepat"
Arani begitu senang dan bahagiae
mendengar penuturan Kakek Alexsandros.
"Terima kasih Ayah." Kata Arani jelas . Dan penuh kebahagiaan."
Alexsandros mengangkat satu alisnya mendengar ucapan Arani,
"Ayah?". sambil melepaskan pelukan Arani dan memandangi Arani dengan insten
"Ya panggilan Ara kepadamu harus diperbaiki dengan benar. Kau memang Ayah mertuaku. Apa Om Ail belum mengatakannya kepada ayah, kalu Ayah Alexsandros adalah ayah kandung Om Ail."
"Apa?" kaget dan tidak percaya akan penuturan Arani.
"Hey Ara tahu kakek ini mantan Casanova. Yakin jika benih ayah tidak ada yang tertinggal di salah satu wanitamu itu hem?".
Beberapa saat Alexsandros mengerutkan keningnya. Lalu beberapa detik kemudian ia membolakan matanya mengingat satu hal.
"Derriel anakku dengan Gadis kampung Desa TA itu?".
"Arum bukan Wanita penghibur. Ia gadis desa yang sangat baik. Tapi aku yang memaksanya untuk menikah denganku. Karena aku tergoda dengan kecantikannya. Tapi tidak ingin menjadikannya istri sahku. Kami hanya menikah siri saja. Setelah beberapa hari aku puas merasakan tubuhnya, aku meninggalkannya. tidak lupa aku memberihan harta untuknya ya meski tidak banyak sih. Tapi waktu itu aku sangat yakin jika saat bermain dengannya aku selalu memakai pengaman agar tidak ada anak yang akan aku tinggalkan."
"Dih seyakin itu, Dan Ara sudah melihat hasil Tes DNA ayah Dan Om Ail. Seratus persen Om Ail adalah darah dagingmu."
"Benarkah?"
"Ya mereka anak-anak kandungmu".
"Mereka?" kata Alexandros semakin mengerutkan keningnya
"Ya Om Ail punya kembaran. kembar tiga malah?"
Alexandros semakin tidak bisa berkata apa apa. Mengetahui Derriel adalah anak kandungnya. Ditambah mereka kembar tiga. Jadi dimana anak yang lain?
"Dan tahu, kembaran Om Ail adalah orang yang ingin mencelakaiku atau mau membunuhku di saat Ara berada dirumah Kakek Alexsandros waktu itu."
Semakin rumit, dan sangat mengejutkan bagi Alexsandros.
"Jadi dia anakku juga."
"Iya, ayah mnyelidikinya juga kan siapa yang melakukan kekacauan dirumah ayah beberapa waktu lalu."
"Iya. Aku menyelidikinya siapa dalang kekacauan dirumahku. Tapi aku tidak menyangka jika ia anakku. Aku harus menemuinya."
__ADS_1
"Apa ayah bisa menemuinya?"
"Tentu saja bisa. Aku memang kenal dengannya di dunia bisnis".
"Wah benarkah. Baguslah. Sampai saat ini kami sangat sulit mendekatinya bahka menangkapnya.? Penjagaan untuk dirinya begitu ketata."
"Tapi kenapa ia ingin mencelakaimu. Apa tujuannya. Apa ia tidak tahu jika kamu istri kembarannya."
"Sepertinya ia tahu. Karena itu ia ingin mencelakai ku ."
"Kenapa begitu?"
Arani mengangkat kedua bahunya. Menandakan ia juga tidak tahu tujuan dari kembaran Suaminya tersebut.
"Katamu kembar tiga. Dimana satunya lagi?"
"kami juga belum tahu kembaran Om Ail yang satunya. Yang jelas ia seorang gadis."
"Jadi aku mempunya dua putra dan satu putri, selama ini?".
Alexsandros benar-benar terkejut akan kabar yang disampaikan Arani. Selama ini ia yakin, tidak sembarangan memakai wanita untuk memuaskan hasratnya. Ia tidak ingin ada anak yang lahir. Siapa sangka gadis desa berparas ayu nan cantik yang ia tinggalkan begitu saja setelah beberapa hari ia nikahi bertujuan hanya ingin menikmati tubuhnya dengan kesan secara baik baik. Malah membuahkan hasil. Dan hasinya tidak tanggung tanggu.
Ada rasa bersalah. Ada rasa tak percaya . Namum ada rasa takut akan dimana ia bisa saja dibenci oleh anak anaknya karena ia telah meninggalkan ibu mereka begitu saja.
Pantas saja Derriel diajak berbicara dengan Alexsandros hanya seadanya saja. Lebih sering berusaha menghindar sesegera mungkin tanpa harus berinteraksi lama lama. Apa iya selama kami bersama sekarang, Derriel ada rasa tidak suka atau membenci Alexandros.
Yang jelas ia akan mendapatkan jawabanya setelah menemui dan berbicara baik baik padaa anak anaknya.
Dan saat ini yang ada dibenaknya, terlebih dahulu ia akan menemui kembaran Derriel. Karena Alexsandros tahu bagaimana jeleknya watak asli dari rekan bisnisnya itu. Alexsandros tahu jika sesuatu yang ingin didapat belum tercapai ia tidak akan menyerah untuk mendapatkannya.
Siapa yang menyangka jika rekan bisnisnya selama ini adalah anak kandungnya sendiri.
...****************...
...----------------...
Setelah selesai pertemuannya dengan Arani. Segera Alexsandros menuju tempat kembaran Derriel.
Hari sudah senja. Arani kembali ke kediaman Kakek Dirdja. Dan ingin memberikan kejutan untuk suaminya tersebut.
Sedangkan Derriel di kantor. Meski ia mengerjakan pekerjaannya namun tidak ada semangat untuknya.
"Tuan waktunya jam pulang kerja." kata Rio mengingatkan Derriel.
"Em.... turunlah terlebih dahulu. 10 menit lagi akan aku susul. Siapkan mobilnya saja."
"Baik Tuan Derriel."
Rio pun meninggalkan Derriel diruangannya yang sedang memandangi HP nya.
Ya Derriel galau sejadi jadinya karena sejak tadi Arani tidak membalah chat darinya.
Setelah mendapat kabar dari pengawal yang menjaga keamanan Arani, Bergegas ia turun dari ruangannya. Ingin secepatnya sampai di rumah dan menemui istri mungilnya itu setelah mendapat kabar Arani sudah tiba di kediaman Kakek Dirdja.
__ADS_1
Tidak lupa dijalan ia membelikan bunga anggrek kesukaan istri tercintanya itu.
Berharap ia mendapatkan sambutan hangat dari istrinya. Karena tadi pagi Arani tidak memberikan salam kepergiannya ke kantor seperti biasanya.