Yang Menyatukan Cinta

Yang Menyatukan Cinta
BAB 20 : Kejutan dari arah manapun


__ADS_3

Hampir seminggu lamanya setelah pasang KB. Tiada waktu untuk absen bagi Derriel untuk menjamah istri mungilnya. Ya bahkan sehari bisa tiga kali ronde permainan. Pagi sebelum berangkat kerja. Siang waktu istirahat kerja. Dan malam waktu yang seharusnya untuk beristirahat digunakan Derriel untuk membelai istrinya sampai tengah malam berlalu. Sungguh keperkasaan Derriel tiada tara. Namun Arani sudah mulai menyeimbangkan hasrat yang dimiliki suaminya itu. Meski ia koalahan meladeni hasrat suaminya. Heran pada suaminya yang begitu berstamina menjamah dirinya. Padahal pola makan dan aktifitas keseharian sama denganya. Pola makan yang sehat. Olahraga yang teratur.


"Say Ail, Ara mengantuk Sai" sambil memejamkan mata


"Tidurlah jika kau mengantuk sayang. Muuuacch, aku sangat menyayangimu Arani." Derriel memeluk erat tubuh mungil istrinya itu dalam dekapannya yang sudah bugar setelah mandi bersama. Setelah pergulatan panas diatas ranjang.


.....


Esok paginya Arani meminta Derriel untuk mengantarkan kerumah Kakek Dirdja. Sudah lama setelah kepulangan mereka dari rumah kakek Alexsandros, Arani belum berjumpa dengannya.


Meskipun Kakek Alexsandros juga ikut tinggal bersama Derriel dan Arani. Tapi beliau lebih sibuk dengan kerjaannya yang ada di kota ini. Dan jarang sekali kembali kerumah Derriel.


Setelah tiba di depan gerbang kediaman Dirdja, Arani meminta penjaga agar tidak memberi tahu kakeknya. Karena ia ingin memberi kejutan kepada beliau.


Siapa sangka, malah ia dikejutkan dengan pemandangan dimana Kakek Alexsandros sedang memeluk Nenek Dona.


"Kenapa kalian berpelukan disini ? Apa maksutnya ini ?" Tanya Arani penuh dengan penekanan. Setelah ia mendekan ke kedua insan tersebut.


"Arani.....!" Sahut mereka berdua bersamaan dan melepaskan pelukan diantara mereka.


Terlihat Nenek Dona menangis.


"Sayang, lebih baik masuk dulu". Ajak Derriel dan menuntut Arani masuk kedalam rumah.


Di ikuti Kakek Alexsandros dan Nenek Dona .


"Wah, cucu datang juga setelah sekian lama tidak pernah menjenguk kakekmu ini." Sambut kakek Dirdja .


Arani berlari kecil menghampir kakeknya itu. Dan langsung memeluk erat-erat Kakek Dirdja.

__ADS_1


"Ada apa Ara, ?" Tanya kakek Dirdja.


Karena ini kebiasaan Arani jika ia ada masalah. Maka ia akan memeluk Kakek Dirdja dengan sangat erat.


Kakek Dirdja beralih memandangi Derriel. Berharap mendapatkan jawaban dari cucu menantunya itu. Nihil. Yang ditatapun tidak memberikan respon.


"Apakah ada masalah denganmu?" tanya Kakek Dirdja sambil mengusap punggung Arani.


Arani menggelengkan kepalanya di pelukan kakeknya itu.


"Apakah Derriel menyakitipu?"


Dijawab anggkan oleh Arani.


Seketika itu Dirdja dan Derriel membola matanya. Derriel yang terkejud dengan pengakuan Arani. Kakek Dirdja yang marah atas pengakuan Arani.


Nenek Dona dan Kakek Alexsandro menatap Derriel dengan lekat.


"Derriel pergilah biarkan Arani disini."


"Tapi kek, aku tidak..."


"Segera pergi !" pinta Kakek Dirdja penuh tekanan.


"Beb, hari ini aku akan bersama cucuku dulu. kamu bebas melakukan apapun hari ini. Jika ingin shopping, pergilah. Diantar sopir dan ada beberapa pengawal akan bersamamu." Tutur Dirdja lembut kepada istrinya, Nenek Dona. Dibalas dengan anggukan dan senyum di wajahnya.


"Alexs, jika kedatanganmu kesini ada kepentingan , lain waktu saja kita bahan. Sekarang pergilah." pinta Kakek Dirdja.


"Cih. Kau mengusirku...!" Namun segera Alexsandros melangkahkan kakinya keluar dari kedianman Dirdja.

__ADS_1


Kakek Dirsja menuntun Arani masuk kekamarnya.


Derriel yang melihat kepergian Arani darinya tanpa berpamitan , begitu sedih danatung sejenak dimana ia berdiri.


Kenapa Arani berkata seperti itu tadi. Aku tidak pernah menyakitinya. Atau jangan jangan ia ingin membahan kejadian tadi diluar rumahengenai Nenek Dona dan Kakek Alexsandron? -- batin Derriel.


...****************...


Dilain tempat


Seorang pemuda gagah dan tanpan, sedang bermain golf dengan apik dan memecahkan rekor.


"Wah tuan Muda, ada pemenangnya kali ini. Tidak saya sangka permainan tuan muda sungguh luar biasa." Puji lawan main si Tuan Muda.


"Kau benar. Dan sampai kapanpun akulah yang akan menjadi pemenang . Tidak hanya di permainan golf ini. Namun di manapun aku berada dan dipermainan apapun yang aku mainkan. Hahaha." ucap tuan muda itu dengan bangganya pada dirinya sendiri.


"Permisi tuan Muda, sudah waktunya Tuan Muda menemui klien yang Tuan inginkan." ucap pengawal sang Tuan Muda.


"Ahh begitu. Baiklah. Tuan Elmi. Terima kasih sudah menemanika bermain golf hari ini. Lain waktu kita luangkan waktu untuk nermain bersama lagi."


"Dengan senang hati Tuan Muda" jawab Tuan Elmi.


Sesampainya didalam mobil


"Bagaimana ?" Tanya sang tuan Muda pada pengawalnya yang duduk di kursi depan.


"Pagi ini mereka menyambangi kediaman Dirdja, Tuan. Dan Derriel menuju kantornya seorang diri tanpa mengajak Istrinya seperti biasa."


"Baiklah. Mungkin akan aku beri kejutan dilain waktu kepada mereka berdua secara bersamaan. Tidak menarik jika mberikan kejutan kepada mereka jika dalam keadaan tidak bersama sama."

__ADS_1


"Baik tuan Muda. Saya mengerti."


__ADS_2