
Sungguh, ini menyakitkan Sai Ail. Kenapa sebegitunya kamu marah kepadaku. Jika ada hal yang aku sembunyikan darimu, bukankah kamu juga sama menyembunyikan suatu hal lain dariku. Sebelum kau mengtakannya kepadaku. Aku tidak akan menyinggungnya. Aku akan menunggu kau mengatakannya Sai Ail.
Arani berusaha menahan tangisnya.
...----------------...
Ditempat lain. Seorang lelaki muda, gagah, dan tanpan menggebrak meja, sampai meja kayu itu patah.
"Sial.... Gagal.... Akan aku pastikan kalian menderita. Kalian semua melupakan keberadaanku. Lihatlah bagaimana orang yang kalian kasihi menderita." kata lelaki itu berapi-api dengan senyum yang menakutkan.
...----------------...
Setibanya dikota BBB di kediaman Derriel, Arani langsung lari menuju kamarnya dulu, sebelum ia menikah dengan Derriel.
Derriel hanya diam melihat kepergian Arani diambang pintu mobil.
"Tuan Derriel....." ucap sang sopir
"Kita menuju ke kantor."
Lalu Derriel berpamitan kepada kakek Alexsandros. Dan berpesan kepada kepala pelayan untuk melayani Kakek sebagaimana mereka melayani Derriel dan Arani.
Melihat situasi yang kurang baik diantara Derriel dan Arani. Kakek Alexsandros hendak menghampiri Arani .
"Tuan besar mau kemana?" tanya kepala pelayan dirumah Derriel
"Aku mau menemui Arani. Sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja hubungannya dengan Derriel."
"Tuan Besar, maafkan saya lancang. Bukan bermaksut saya melarang Tuan. Jika Nona Muda Moodnya sedang tidak baik, alangkah baiknya dibiarkan saja. Ia memang seperti itu. akan menyendiri dan tidak mau diganggu. Ia akan keluar kamar jika ia sudah mengendalikan emosionalnya."
Di tempat kerja. Derriel begitu sibuk menyelesaikan masalah kerjasama bisnis yang gagal dalam pencapaian karena ia tinggal begitu saja demi menjemput Arani dikota CCC.
Sampai jam menunjukkan pukul 11 malam, Derriel masih berkutik didepan leptopnya ditemani sang sekertaris setianya, Rio.
Sedangkan Arani masih saja menangis sampai kantung matanya muncul. Membengkak, tidak biasanya Derriel akan mengabaikannya meski sesibuk apapun. Jika pun mereka sedang bertengkar, Derriel masih sempat dan mau mengirim chat untuk mengingatkan Arani makan. Namun saat ini satu pesan pun tidak Arani terima.
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak mengantarkan makanan pada cucuku. Setibanya kami dirumah ini Arani belum makan sama sekali sampai jam sebelam malam ini. Apa seperti ini kalian melayani tuan kalian. Tidak peduli haahk?" kecewanya Alexsandros kepada para pelayan dirumah Derriel.
"Tidak seperti itu, kami sudah menyediakan makanan makanan yang disukai Nona Muda di dapur untuk makan malamnya tuan. Sebentar lagi Nona muda akan keluar kamar. Karena pasti makanan ringan di dalam kamarnya sudah habis. Lebih baik kita amati saja dari kejahuan yang tidak dilihat Nona muda saat keluar kamar. Kemari sini tuan." Ajak sang kepala pelayan sambil menarin lengan kekar Alexsandros.
"Hai apa apan ini. Lancang kau menarik lenganku hah?".
"Maaf maaf maafkan saya tuan." kepala pelayan segera melepaskan lengan Alexsandros, sambil membungkuk berkali kali.
Dan benar saja Arani keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Dan didapur para pelayan yang sudah ditugaskan sudah bersiap siap menyambut kedatangan Arani.
Setibanya di dapur para pelayan sudah siap ditempat perannya masing masing. Ya mereka sudah hafal betul dengan kebiasaan tuannya.
Jika Arani seperti ini. Tengah malam pasti ia akan mencari makanan yang ia suka. Namun ia tidak akan memintanya. Karena ia tidak mau dilayani. Jadi jika makanannya tidak ada didepan mata ia akan benar benar tidak makan.
Kepedulia para pelayan kepada tuannya sangat tinggi. Maka untuk menghindari hal seperti itu. Mereka berpura pura hendak makan ditengah malam. menyajikan makan makanan yang disukai tuannya.
Ada tujuh pelayan yang bersiap untuk menyantap hidangan yang ada dipiring, didepan mereka masing masing. Ada Sate lontong, ketoprak, gado-gado, bakso, mie ayam, bubur ayam, dan Burjotan. (bubur kacang ijo ketan hitam) semua adalah makan makanan yang disukai Arani.
"Selamat malam Nona Arani. Selingan makan malam nona." sapa salah satu pelayan lalu di ikuti yang lainnya.
" Ah ini nona saya makan bakso. Nona mau?. Sebentar saya ambilkan mangkok."
"Nona mau ketoprak. Saya ambilkan piring." tawar para pelayan yang lainnya silir bergantian.
"Sini piringnya." pinta Arani.
Lalu bergantian Arani mengambil makanan yang ada di piring para pelayan yang ukuran porsi jumbo .Ya mereka sengaja menyiapkan makanan ukuran lebih dari biasanya agar tuannya ikut makan juga
Nona ambilah lagi. Ini ketopraknya masih banyak. batin pelayan yang makan ketropak.
Nona kenapa disisakan tiga bakso besar besar. ambilah lagi nona. Makan dua bakso ukuran besar seperti ini saja pasti saya engap nantinya. Batin pelayan yang makan bakso
Nona tidak salah hanya mengambil segitu saja, bahkan mie ayam yang ada di piringku ini lebih dari setengah porsi. Ambilah lagi nona . Dipiring nona masih secuil itu. Eh tidak secuil sih itu, porsi yang wajar dijual abang abang keliling. Tapi dipiringku banyak banget ini. Kalo bisa untuk makanan cadangan ini bisa 3x makan yang ada dipiringku nona. Batin lainnya.
Empat puluh tusuk sate tiga lontong kenapa nona hanya mengambil tujuh belas tusuk sate dan satu lontong. Saya tuju sate pun juga sangat cukup nona. Sepertinya aku akan tidur dengan perut buncit karena penuh makanan diperutku.
__ADS_1
Eh kenapa Burjotan nya nona hanya mengambil sedikit sekali bagi ukuran makan nona. Yang nona ambil itu ukuran makan saya mona. Batin pelayan bertubuh mungil.
"Mari kita makan bersama." Kata arani .
Sebelum menyantap makanan para pelayan menghela nafas sedalam dalamnya.
Karena mereka akan tidur dengan rasa kenyang yang berlebihan.
Apakah Tuan Derriel dan Nona Arani sedang bertengkar hebat sampai porsi makan Nona berkurangnya cukup banyak. Yang dimakan Nona saat ini bisa dibilang porsi satu setengahnya dari yang biasanya tiga porsi makan nona.--
Batin Tujuh para pelayan itu bersamaan sebelum menyantap makan malam mereka .
Ya Arani mempunyai selera makan yang banyak. Baginya makan yang disantap kesehariannya, tiga porsi makanan itu sudah cukup untuk mengisi perutnya. Jika mau kenyang butuh lima porsi makan. Namun Derriel selalu melarang Arani makan lebih dari tiga porsi. Lebih baik makan tiga porsi nanti beberapa jam makan lagi. Dari pada harus mengkenyangkan perutnya sampai lima porsi.
...----------------...
Di kantor.
"Tuan Derriel, ini sudah jam 12 malam. Lebih baik Tuan istirahat kembali kerumah. Pasti Nona Arani sedang menunggu Tuan." kata Rio mengingatkan waktu sudah begitu larut.
Tidak ada jawaban dari Derriel. Namun ia segera menyambar HP nya. Lalu mengirimkan chat kepada kepala pelayan dirumahnya. Menanyakan apakah Arani sudah makan. Dan kepala pelayan membalas chat dari Derriel.
Jika Arani baru saja selesai makan. Dengan porsi lebih sedikit dari biasanya. Kantumg matanya sangat bengkat. Seperti habis menangis sepanjang hari.
Melihat balasan chat dari kepala pelayannya. Derriel pun menghela nafasnya.
"Rio, sudahi pekerjaan ini. Kita lanjutkan esok pagi."
"Baik tuan Derriel."
Derriel kembali kerumah jam satu kurang dini hari. Ia memasuki kamarnya. Namun ia tidak mendapati Arani ada di dalam. Ia segerah membersihkan badan mengguyur kepalanya dengan air . Derriel sudah paham betuh Arani seperti apa.
Selesai membersihkan diri. Derriel memasuki kamar Arani. Betapa kagetnya ia setelah masuki kamar, ada noda tetesan darah dan mengarah ke dalam kamar mandi berceceran di lantai. Bergegas Derriel memasuki kamar mandi. Dilihatnya Arani duduk diatas kloset. Dengan telapak tangan berlumuran darah....
...----------------...
__ADS_1
to be continu