Yang Menyatukan Cinta

Yang Menyatukan Cinta
BAB 18 : Keluarga baru lagi


__ADS_3

Sesuai permintaan Arani. Derriel memasuki cafe yang dikamsut Arani. Dan memesan makanan dimeja biasa. Entah mengapa tidak memilih ruang VIP seperti biasanya. Yang jelas Derriel tidak akan menolak apapun keinginan istrinya itu. Karena moodnya saat ini sedang tidak baik.


Dan yang pasti Monika dan temannya juga ada di cafe itu. Memesan makanan di meja yang tidak jauh dari Derriel duduk.


Selang beberapa saat terlihatlah Arani berjalan menghampiri Derriel memakai masker. Saat posisinya sudah hampir dekat dengan meja Derriel , Arani membuka maskernya. Tapi posisi Arani sudah membelakangi Monika dan temannya. Jadi wajah Arani tidak terlihat oleh mereka berdua.


"Siapa wanita itu?" Tanya Monika kepada temannya.


"Sayang kenapa berpenampilan seperti ini?" Tanya Derriel tidak terima jika kaki mulus istrinya terexspos begitu saja.



Sebelum duduk Arani mengecup bibir Derriel beberapa saat.


"Apa?" Tercengangnya Monika dan temannya bersamaan melihat mereka ciuman dan juga Derriel memanggil wanita itu dengan panggilan sayang.


"Apa Sai Ail tidak suka?" Lekas Arani duduk di hadapan Derriel.


Lalu Derriel membuka jas kerjanya untuk menutupi bagian paha sampai ke kaki yang tidak tertutup bahan itu.


Ah, sepertinya istriku sudah tidak marah lagi. Sudah memanggil nama kesayangan sebelumnya.


"Aku sangat tidak suka jika ada bagian tubuhmu yang terbuka. Tapi setidaknya dengan jas ku ini bisa ditutupi."


"Apakah Sai Ail sudah memesan makanan?"


"Belum sayang aku menantimu datang."


"Baiklah pesan makanan yang biasa Sai Ail suka. Sama kan saja punyaku."


"Baiklah... " Lalu Derriel mengangkat tangannya untuk memanggil waitress.


"Aku ingin memilikimu seutuhnya." Kata Arani manja sambil memperlihatkan mimik wajah yang sangat mengagumi Derriel.


Senyum Derriel mengembang


"Tanpa kamu minta aku memang sudah menjadi milikmu seutuhnya sayang." Kata Derriel sambil mencium tangan punggung Arani . Dan membelai pipi Arani.


Tidak sedikitpun Derriel berpaling memandangi wajah Arani sambil menunggu makanan mereka datang.


Terlihat jelas dari raut wajah Derriel penuh dengan cinta kepada wanita yang saat ini ada di depan Derriel.


Monika yang melihatnya, sangat geram dan mengepalkan telapak tangannya.


"Sai Ail, bolehkah nanti malam aku tidur bersama di kamar hotel milikmu.?"


"Tentu saja. Apapun yang kau inginkan sayang semua akan kau dapat."


"Benarkah?".


"Selesai makan aku mau ke galeri pakaian sebelum ke hotel." Pinta Arani dengan imutnya.


"Untuk apa?. Apakah kau tidak lelah sayang !. Lebih baik kita langsung istirahat saja di hotel."


"Aku ingin membeli lingerie".

__ADS_1


Derriel menaikan satu alisnya.


"Untuk menyenangkan Sai Ail ".


"Sayang, kau selalu disisiku sudah menyenangkan aku sayang."


"Aku ingin lebih menyenangkan mu."


Derriel pun tertawa...


"Baiklah apapun yang kau inginkan sayang. Semua akan terkabul".


Dan masih banyak lagi percakapan mereka yang didengar monika dan juga temannya. Membuat Monika panas. Dan tidak terima jika dirinya sudah kalah telak. Namun itu semua tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mendapatkan Derriel.


Sesuai kesepakatan mereka pergi ke galeri pakaian lalu menuju hotel . Yang pasti Arani tidak lupa memakai masker agar wajahnya tidak terlihat oleh Monika dan juga temannya yang mengikuti mereka sampai ke hotel.


Sesampainya di hotel sudah memasuki waktu malam.


Dan apa yang dikatakan Arani sore tadi benar adanya.


Ya malam ini Arani memuaskan untuk menyenangkan suaminya itu. Meski ia sedang datang bulan. Namun tidak menyurutkan niatnya untuk meberikan kepuasan untuk suaminya itu.


Arani keluar dari ruang ganti memakai lingerie.


Benjalan menghampiri Derriel yang terlebih dahulu membersihkan diri.


Derriel duduk di sofa hanya menggunakan celana boxer. Memperlihatkan otot lengan, perut, dan pahanya yang begitu gagah. Membuat Arani puas memandangnya.


Begitupun sebaliknya. Melihat penampilan Arani saat ini membuat harsat Derriel bangkit..


Arani duduk diatas paha Derriel. Membelai dada bidang Derriel . Lama Arani membelainya , karena itu kebiasaan yang ia sukai kepada Derriel setelah menikah.


Tempat favorit Derriel untuk memanaskan telapak tangannya.


"Sayang si kembar milikmu begitu menggiurkan. Puas dengan ukurannya."


"Sejak kapan Sai Ail puas dengan gunung kembarku ini?"


"Sejak pertama kali aku mencicipinya."


"Yakin ? Apa dulu sebelum menikahiku, Sai Ail tidak tertarik dengan kemolekan tubuh Ara. Bukannya Sai Ail sering ya melihat Ara berpenampilan baju kurang bahan di depan Sai Ail. Seperti memakai celana pendek sekali. Memakai tengtop saja. Bahkan setiap tidur Ara kan selalu minta dipeluk . Dan tidak segaja tangan Sai Ail menyenggol sikembar ini. Tapi tidak ada respon apapun dari Sai Ail."


"Kau tau itu membuatku tersiksa sayang. Selepas kamu pulas dengan tidurmu. Aku harus menyalurkan harsatku di dalam kamar mandi. Tapi sekarang bisa aku lampiasakan di milikmu ini." Kata Derriel


Lalu ia pun membuka lingerie Arani dan melahap satu gunung kembar itu. Dan satunya lagi dimainkan dengan jari jemarinya. Membuat sang empunya mendesah tidak karuan.


"Seeettsshh aaahhh sai aaah ail..."


Sampai pelepasan Arani, Derriel melepaskan Arani. Dan membopong Arani ketempat tidur. Meski Derriel hanya bermain di bagian badan Arani, tidak sampai ke lembah kenikmatan, membuat Arani tak berdaya.


Dan Derriel sendiri pergi ke kamar mandi untuk melepaskan hasratnya yang tidak bisa ia lampiaskan, karena Arani sedang halangan.


Selesai dengan hajatnya ia segera kembali ke tempat tidur. Dan tidur disamping Arani. Merasakan ada seseorang di sampinya, Arani memeluk tubuh Derriel.


"Sai Ail..." Suara manjanya Arani.

__ADS_1


"Sayang, kamu belum tidur."


"Sudah, sebentar tadi. Merasa ada seseorang disamping Ara, jadi bangun."


"Maaf aku membangunkanmu" tangan Derriel membelai pipi Arani yang berbaring di sisinya.


"Niat acara malam ini kan Ara memuaskan Say Ail. Tapi nyatanya malah Ara yang mabuk kepayang." Kata Arani lemah sambil memeluk Derriel.


"Cukup hanya akulah laki-laki yang selalu ada untukmu. Yang selalu kau ingat dalam hidupmu aku sangat bahagia sayang."


"Maafin Ara juga ya Say Ail. Semenjak perjalanan kembali dari rumah Kakek Alexsandros, Ara kecewa sama Say Ail. Hanya perkara temen Ara, Ard...."


"Jangan menyebut nama laki laki lain selain aku sayang. Aku tidak menyukainya." Ucapan Arani langsung dipotong Derriel.


"Ok baiklah.."


"Aku mohon kepadamu sayang. Kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali. Ok !" Sambil mencium tangan punggung Arani.


"Maafkan aku telah mendiamkanmu waktu perjalanan kembali dari rumah Kakek Alexsandros. Hatiku gundah. Kenapa kau lebih percaya laki laki lain daripads aku. Sampai-sampai fikiran jelek tentang kamu yang tidak mencintaiku menyelimuti hati sayang."


Arani membelai pipi Derriel.


"Say Ail. Apakah Ara juga harus menyatakan cinta setiap saat kepadamu. Membosankan tahu. Jika pun Ara sangat mencintai Sai Ail tidak harus menyatakannya setiap saat kan. Kan Sai Ail tahu sendiri kepribadian Ara seperti apa." Mengecup bibir Derriel.


"Hanya Say Ail yang selalu di hati Ara. Laki-laki yang sempurna dimata Ara. Laki-laki yang selalu Ara dambakan. Sosok laki-laki pertama yang ada di hati Ara." Sambil menarik telapak tangan Derriel dan meletakannya di dada Arani


"Sai Ail jangan pernah lagi meragukan cinta Ara ke Say Ail. Meskipun Ara jarang menyatakan cinta seperti Say Ail kepada Ara. Hanya Say Ail seorang yang bisa membahagiakan Ara. "


Derriel membelai pipi dan sesekali ibu jarinya membelai bibir Arani. Terlihat begitu bahagia pacaran mata Derriel.


"Sayang, bolehkan diceritakan bagaimana kamu bisa mencintaiku? Dan kapan itu terjadi."


"Harus ya diceritakan. Membosankan sekali. Intinya Ara sangat menyukai mencintai Sai Ail kan sudah cukup".


"Kamu ini, orangnya kurang romantis." Kata Derriel mencubit hidung Arani pelan.


"Dih kalau kurang kenapa Say Ail Mau sama Ara, wleeeck." Kata Arani menjulurkan lidahnya.


"Aiiich kenapa sih kalau urusan beginian Say Ail lebay deh... Udah ah bahas perasaannya. Emang Say Ail enggak mau bahas yang lain nih."


"Bahas apa lagi. Aku sedang mengaguminu sayang".


"Yakin tidak ada yang di sembunyikan. Bukannya kita sama sama sepakat untuk tidak menyembunyikan sesuatukan."


Hilang senyuman kebahagiaan di wajah Derriel setelah Arani menyelesaikan kalimatnya. Beberapa saat ia terdiam.


"Iya baiklah. Maaf jika aku juga menyembunyikan suatu hal darimu sayang. Sebenarnya..."


"Say Ail mengetahui berita lain kalau tidak hanya Kakek Alexsandros seorang keluarga yang masih hidup . Melaikan ada lagi ya".


"Sayang.... Kamu mengetahuinya juga."


"Ya bagaimana lagi suamiku sendiri tidak memberitahuku ya aku mencari tahu sendiri dengan di bantuuuuu...." Langsung membungkam bibirnya sendiri. Karena sudah sepakat Arani tidak boleh menyebutkan nama laki-laki lain.


"Iya sayang. Apa yang kau ucapkan benar. Dan saat ini orang suruhanku sedang mengintai saudaraku itu karena ia lah yang mencoba mencelakaimu dirumah Alexsandros."

__ADS_1


"Apa...!" Kagetnya Arani jika saudara suaminya sendiri yang ingin ia mati saat ini.. Mungkin awalnya kalek Alexsandros ingin mencelakainya namun setelah bertemu pertama kalinya , Arani bisa menyadarkan Kakek dari suaminya itu. Nasib yang belum bisa di ubah . Nyawanya masih saja terancam . Lebih-lebih dari keluarga suaminya lagi dan lagi.


"Orang-orangku sudah mengetahui siapa dalang peristiwa kemarin. Meski sudah mengintainya namun mereka belum berhasil mendekatinya bahkan menangkapnya." Ucap Derriel menyesal


__ADS_2