Yang Menyatukan Cinta

Yang Menyatukan Cinta
BAB 33 : Status Daniel berubah.


__ADS_3

Pergulatan panas itu terjadi di gedung AD grup yang menjulang tunggi di tengah ibu kota.


"Terima kasih sayang...."


"Emmm. Capek Say Ail."


"Tidurlah. Nanti aku bangunkan jika sudah waktunya pulang. Aku tinggal ya untuk menghadiri meeting."


"Em... Iya Say Ail."


Derriel mencium kening dan bibir Arani. Setelahnya ia bergegas membersihkan dirinya.


*****


Di hunian apartemen elit dan mewah,


Di dalam lift Daniel begitu jengkel dengan kejadian tadi di ruang kerja Derriel. Tak hayal membangkitkan hasratnya. Sebelum tiba di apartemen miliknya, ia menyewa seorang wanita untuk memenuhi hasratnya.


Setelah melewati pintu apartemennya dan masuk kedalam. Tidak sengaja ia melihat asisten rumah tangga didalam kamar yang biasa asisten rumah tangga itu tidur .


Ia seorang gadis desa yang baru saja lulus sekolah yang mengadu nasipnya ke ibu kota ini setelah ia kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan.


Kulit putih, rambut panjang, badan yang langsing, dan tinggi badan yang hanya 155cm membuatnya terlihat menawan dengan penampilannya saat ini memakai tengtop dan celana selutut saja.


Membuat Daniel semakin bergairah melihat Asisten rumah tangganya saat ini gejolak birahi didalam dirinya sedang meninggi.


Karena pintu kamar sang asisten rumah tangga itu hanya terbuka setengah. Dibukalah pintu itu selebar lebarnya oleh Daniel.


Braaaaakkk.. terdengar cukup keras pintu itu dibuka oleh Daniel.


"Tuan...." Kaget sang gadis yang ada didalam kamar itu atas kedatangan majikannya yang tidak biasa pulang siang bolong seperti ini.


Buru-buru ia memakai handuk yang tergeletak di atas ranjangnya untuk menutupi badannya. Dimana ia selesai mandi siang karena cuaca yang panas.


Sekejap langkah Daniel sudah dekat dengan sang gadis itu. Lalu menarik handuk yang melekat di tubuh sang gadis dan membuangnya segala arah.


"Tuan, apa yang sedang kau lakukan."


Ucapnya kaget segera ia hendak mengambil handuknya. Namun usahanya di halangi Daniel.


Daniel menarik lengan sang gadis. Dan memaksa mencium bibir sang gadis.


Sang Gadis pun meronta minta tolong saat ciuman itu terlepas dan memohon kepada sang tuan agar tidak melecehkannya.


Daniel mendorong sang gadis ke atas ranjang. Dan menciumi jenjang leher yang begitu mulus


"Tuan Daniel, kumohon hentikan. Jangan lakukan ini kepadaku. Aku tidak mau melakukan dosa besar ini. Tolong lepaskan." Sambil meronta dan terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman Daniel.


"Kau harus melayaniku. Bukankah kau sendiri yang bilang jika kau siap melayaniku sampai kapanpun untuk membalas budi kebaikan yang kuberikan kepadamu." Lalu lanjut merobek tengtop yang dikenakan gadis itu . Terlihatlah betapa mulusnya tubuh gadis itu di mata Derriel. Kecuali gunung kembar yang tertutup dengan penutupnya. Mencium tubuh sang gadis dengan kasar bagian yang terlihat dengan mata.


"Tapi bukan melayani nafsu seperti ini tuan. Melayani kebutuhan sehari harimu pakaian, makan, minum, membereskan tempat tinggal anda saja. Tidak seperti ini. Kumohon lepaskan aku tuan."

__ADS_1


"Aaaaccchhh. Sakit tuan. Lepaskan aku." Sambil menangis tersedu sedu. Kecupan Daniel membuat bekas merah di tubuh sang gadis.


"Nikmati saja honey."


"Lepaskan aku. Aku tidak mau. Jangan lakukan ini. Ini tidak benar Tuan Daniel. Kumohon. Hentikan.. aahh.. kumohon hentikan inn aaaach."


"Lihatlah kau menikmatinya bukan."


"Tidak, aku tidak mau. Lepaskan ! . "


Sang gadis menggigit bahu dan mencakar punggung Daniel sampai terluka.


"Aaakkk." Pekik Daniel kesakitan.


Dan di saat itulah tubuh Daniel di tendang. Karena pertahanan tubuhnya melemah. Daniel pun tersungkur ke lantai.


Si gadis ini lalu mengambil jas kerja yang tadi dikenakan Daniel. Dan menutupi tubuhnya.


Ia pun menjauhi tubuh Daniel. Disudut ruangan itu ia pun berlutut dan menangkupkan tangan kedepan.


"Ampun tuan. Maafin saya telah melukai tuan. saya tidak ingin lah ini terjadi pada saya. Kumohon ampuni saya." Sambil menangis tersedu-sedu.


"Berani-beraninya kau melukaiku."


Daniel berdiri dan mendekati si gadis itu.


"Tuan Daniel kumohon ampun. Saya hanya berusaha melindungi diri saya dari hal dosa besar. Apun tuan ." Sambil menangis dan menggelengkan kepalanya.


"Jika kau kubiarkan saat itu sudah pasti nasipmu lebih buruk dari ini. Bagaimana jika aku tendang kau keluar dari tempat ini hah."


"Tidak . Tidak. Tidak !. Kumohon jangan tuan. Ampuni saya ampun ."


"Huh !." Melepas cengkraman tangannya di dagu sang gadis lalu berdiri.


"Pergi dari sini kau !".


"Tidak kumohon ampun, ampun." Sambil memeluk kaki Daniel.


"Kau tidak menepati ucapanmu dulu. Kau tidak mau melayaniku, pergi dari sini." Ucap Daniel lantang dan menendang sang gadis sampai tersungkur ke lantai.


"Baik. Baik baik tuan . Saya akan melayani tuan seutuhnya. Akan menyerahkan segalanya untuk melayani tuan."


Daniel tersemun kecil di sudut bibirnya. Dan mendekati sang gadis. Berlutut dan memposisikan mata mereka dengan sejajar.


"Kau yakin dengan ucapanmu. Serius dengan apa yang kau katakan barusan."


Mata yang sudah memerah karena menangis dan penuh ketakuta itu, terlihat jelas di mata Daniel.


"Iya tentu tuan, tentu. Saya akan melayani tuan semuanya, yang tuan mau. Saya mohon jangan tinggalkan saya di luar sana. Jangan usir saya tuan. Saya takut. Tapi." Sambil sesenggukan dan menangis,


" Tapi, tapi saya hanya minta satu sarat, tolong nikahi saya. Agar saya bisa melayani tuan seutuhnya. Saya tidak mau berbuat dosa besar. Saya janji saya janji tidak akan ikut campur dengan urusan pribadi tuan dengan hubungan wanita lain seperti biasanya. Disini saya akan melayani tuan. Tidak lebih dari istri.

__ADS_1


"Huh PD sekali kau memintaku untuk menikahimu."


"Ka, ka, karena , karena saya bukan wanita murahan yang biasa dijajah banyak lelaki tuan." Ucapnya yang masih sesenggukan."


"Saa, sa, saya akan melayani tuan sampai kapanpun dan semua yang tuan butuhkan, setidaknya jika di nikahi secara agamapun, saya tetap bisa melayani tuan. Dan dengan begitu saya tidak melakukan dosa besar."


"Se,se sebelum ibu meninggal , be, beliau berpesan kepada saya , saya harus menjaga kehormatan saya . Dan hanya kepada suami saya lah nantinya akan saya berikan kehormatan itu. Saya janji saya janji tidak akan meminta hak sorang istri sebagaimana kalanya. Disini saya hanya melayani tuan. Tidak lebih. Meskipun dinikahi siri, tuan."


Saat mendengar kata IBU, Daniel pun teringat dengan sang mendiang ibu dan juga Delisa.


"Baiklah. Persiapkan dirimu. satu jam lagi kau sudah harus siap didepan penghulu dan juga wali hakim."


Dan terdengarlah bel berbunyi . Pertanda ada yang datang.


Daniel pun meninggalkan sang gadis di kamar itu. Dan membuka pintu apartemennya. Datanglah wanita bayaran yang tadi ia sewa.


"Sayang Daniel. Kau merindukanku..." Ucap sang wanita.


"Pergi kau dari sini."


"Sayang, kenapa ? Aku berikan servisan terindah dan memuaskan untukmu." Ucap sang wanita panggilan itu sambil bergelayut manja di leher Daniel. Dan mengendus endus leher Daniel.


"Pergi. Aku bilang pergi ya pergi..." Bentak Daniel keras. Membuat sang wanita penghibur itu ketakutan.


"Baiklah baik. Aku pergi."


Sang wanita melangkah pergi dan terdengar keras pintu yang ditutup dengan cara seperti dibanting.


"Jika Daniel sudah marah mengerikan sekali. Hiiii." Ucap sang wanita lalu sesegera mungkin meninggalkan tempat itu.


"Segera datangkan penghulu dan wali hakim ke apartemenku. Dan urus data nikah ku dengan gadis yang kita tolong waktu itu." Ucap Daniel kepada asistennya lewat telpon.


"Baik tuan." Dan Daniel pun memutuskan panggilan itu.


"Angin apa yang membuat Tuan Daniel memutuskan untuk menikahi gadis desa itu. Ah sudahlah setidaknya ini lebih baik dari pada ia bermain wanita diluar sana. Semoga gadis ini bisa merubah sang Casanova ini lebih baik lagi. Sekiranya latar belakang gadis ini cukup baik meski dari desa. Nasip malangnya bisa bertemu dengan tuan Daniel semoga berubah jadi bahagia." Harapan sang asisten yang setia pada Daniel


" Ssseeiittt perih sekali cakarannya." Ucap Daniel dalam kamar mandi ketika air mengguyur tubuhnya.


Setelah Daniel mandi dan baru memakai celana panjang berwarna hitam saja, terdengar ketukan pintu kamarnya.


"Tuan, ini saya."


.


.


.


.


.to be continue

__ADS_1


__ADS_2