Yang Menyatukan Cinta

Yang Menyatukan Cinta
BAB 31 : Fobia Arani karena trauma


__ADS_3

Selesai makan siang Arani berbicara sebentar kepada Ardian mengenai pencarian Kak Delisa. Berharap Ardian dan teman-teman yang lain bekerja sama dengan orang-orang Derriel.


Jika mereka terlebih dahulu menemui Delisa dari pada Daniel, ada kemungkinan bisa meluluhkan hati Daniel.


...****************...


Mobil sedan yang di tumpangi Arani melaju masuk ke halaman kantor Derriel .


Arani masuk ke lobby tanpa di dampingi pengawal, dan satu hal ia lupakan tidak menutupi penampilannya seperti memakai masker, kacamat dan jaket hoodie, seperti biasanya. Alhasil ia dikenali satpam kantor sebagai karyawan yang beberapa bulan lalu masuk , namun sedang di tugaskan di luar kota.


"Bukankah kamu karyawan administrasi yang sedang ditugaskan ke luar kota ya?. Kenapa kamu ke kantor pusat dengan pakaian santai seperti ini. Peraturan di kantor ini, harus berpenampilan rapi dan tidak asal asalan. kamu mau main atau bekerja?"


Ya ampun kenapa aku lupa kalau aku kesini bukan sebagai karyawan.. -Batin Arani.


"Maaf pak ini , saya, em apa ya"


"Apa apa. kamu ini anak baru ...


"Arani....."


"Ah tuan Rio..." ucap sang satpam saat tiba tiba Rio menghampiri mereka di Lobby.


"I-iiya tuan Rio."


"Baguslah. Kau bisa tepat waktu sesuai permintaanku. Segera ke ruang meeting. Aku mau lihat laporan darimu secara langsung tugas yang aku berikan saat di luar kota."


"Eh... ii-iya tuan. Tapi penampilan saya...."

__ADS_1


"Aku toleransi kesalahanmu kali ini karena kau telah datang tepat waktu sesuai permintaanku. Wajar jika dalam perjalanan kembali dari luar kota tiba-tiba aku memerintahkanmu datang ke kantor sesuai jam yang aku tentukan. Segera kau keruang meeting. Tunggu aku disana. Aku ada urusan sebentar."


Hanya itu alasan yang tepat untuk kehadiran Arani di kantor ini tanpa harus membuka identitas aslinya.


"Baik tuan..."


Huuuulllfff, syukurlah kehadiran Om Rio tepat banget. Ara bingung harus alasan apa .


"Permisi ya Pak Satpam, saya ke atas terlebih dahulu."


"Ya , ya , ya. segeralahZW ce naik. Perintah Tuan Rio harus segera dilakukan."


Jam makan siang sudah usai. Banyak karyawan yang ingin kembali kelantai kerjanya masing-masing.


Saat Arani menunggu lift, dan pintu lift terbuka, tanpa sengaja banyak orang yang ikut masuk kedalam. Dan posisi Arani tepat di depan pintu lift. Alhasil Arani masuk terlebih dahulu karena dorongan dari belakang. Dan posisinya berada di bagian pojok belakang.


Orang-orang yang ada di dalam postur tubuhnya lebih tinggi dan besar dari pada Arani yang hanya memiliki tinghi 147cm.


Baru beberapa lantai dilewati dan hanya beberapa orang saja yang keluar dan ada yang masuk lagi .


Arani mempunyai fobia ruang sempit. Fobia yang ia alami dikarena trauma masa kecilnya.


Fobia adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang biasanya tidak membahayakan. Ketakutan tersebut dapat timbul saat menghadapi situasi tertentu, berada di suatu tempat, atau saat melihat hewan dan benda tertentu. Fobia termasuk ke dalam kondisi gangguan kecemasan.


Pandangan Arani mulai kabur dan di iringi nafasnya yang tersengal-sengal. Dimana ia mulai lemas. Tiba-tiba saja ada tangan kekar meraih tubuh mungil Arani.


...****************...

__ADS_1


Di dalam ruang kerja Derriel, ia merasa sangat senang sekali akan kehadiran Arani. Apalagi sebelum Arani tiba di kantor, mereka sempat berbalas chat. Dimana Arani berkata membawakan sebuah hadiah untuk Derriel.


Apapun yang akan diberikan Arani adalah suatu hal yang sangat beharga dan membuat hati Derriel bahagia, meski yang diberikan sesuatu hal yang tidak ada nilainya sekalipun.


Derriel memerintahkan Rio membelikan kue brownis kesukaan Arani sebelum Arani datang. Karena itu kehadiran Rio di lobby tadi suatu hal yang tidak disengaja dan sangat tepat untuk memberikan alasan kehadiran Arani.


"Apa yang dibawakan istri mungil untuk ku. Aku sudah tidak sabar menantikan kehadirannya." Gumam Derriel di ruang kerjanya. Sambil duduk di sofa dan memandang ke langit langit ruangannya.


Tiba-tiba. Suara ketukan pintu diruangannya terdengar.


"Masuklah ! "


Masuklah asisten sekertaris Rio keruang kerja Derriel


"Tuan Derriel maaf, CEO dari Perusahaan Double 'D datang tanpa ada janji. Dan kehadirannya membawa seorang perempuan yang kondisinya lemas sesak nafas. Katanya ia Adik iparnya. Dan meminta kehadiran dokter pribadi Tuan Derriel."


"Apa.."


"Tuan Derriel. Segera hubungi dokter pribadimu, adik iparku sedang sesak nafas." Ucap Daniel diambang pintu ruang kerja Derriel sambil menggendong bridal style seorang wanita yang wajah dan sebagian tubuhnya tertutup jas kerja"


Daniel, dia ..... ternyata CEO Double 'D. Dan itu, wanita yang di gendongnya... apa Arani....- Batin Derriel


"Keluarlah, dan panggil dokter pribadiku untuk segera datang. Cepat !" perintah Derriel dan segera menghapiri Daniel.


"Baik tuan."


"Apa yang terjadi dengan Araniku." ucap Derriel sembari mengambil tubuh mungil istrinya dari gendongan Daniel dan membaringkannya di ruang kamar pribadi sebelah ruang kerja Derriel.

__ADS_1


"


__ADS_2