Yang Menyatukan Cinta

Yang Menyatukan Cinta
BAB 21 : Keponya Kakek


__ADS_3

Di dalam kamar Kakek Dirdja, Arani bersama Kakeknya duduk berdua di sofa sambil melihat acara di TV.


"Kakek, apa dulu kakek begitu sedih kehilangan Nenek kandungku ?"


"Kenapa kamu menanyakan hal itu. Dari sekian purnama, tahun demi tahun kita lewati bersama, baru kali ini kamu menanyakan orang dimasa lalu kakek. Bahkan ya orang tuamu sendiri kau tidak pernah tanyakan sekalipun."


"Aku hanya ingin tahu rasanya ditinggalkan oleh orang yang sangat kita cintai. Kakek kan sudah pernah mengalaminya. Sedangkan Ara , hanya Om Ail seorang yang Ara tahu dan selalu ada sedari kecil sampai sekarang. Yang paling Ara cintai Om Ail di dunia ini."


"Kau tidak mencintaiku sebagai kakek kandungmu hah ?"


"Kakek bukan orang yang aku cintai. Tapi yg Ara sayang nomor ke dua setelah Om Ail."


"Cih sebegitunya kau dengan kakek kandungmu. Dinomor duakan."


"Ya kan menyesuaikan realita. Sejak bayi hanya Om Ail seorang yang selalu disisi Ara. Sedangkan Kakek , meskipun kakek adalah kakek kandungku, tapi kakek hadir dikehidupan Ara, sejak Ara remaja. Wajarlah sayangnya Ara ke Om Ail lebih besar dari pada kakek yang baru beberapa tahun Ara kenal. Jangan cemburu ya. Tetap Ara menyayangi kakek. Orang tersayang nomor dua ya."


"Ya ya ya. Sesuai expetasimu sajalah ." Cemberut Kakek Dirjda atas penuturan cucu satu satunya itu.


"Udah sih, jangan cemberut gitu, gantengnya kakek jadi luntur. Jadi bisa diceritakan kek. Sebelumnya maaf ya kek Ara membuka masa lalu kakek yang menyedihkan."


"Tidak masalah." Sambil mengusap pucuk kepala Arani.


"Seperti katamu sebelumnya. Itu hanya masa lalu yang kelam tidak perlu berlalut dalam masa lalu. Sambut saja masa sekarang dan yang akan datang denga penuh suka cita yang akan membahagiakan kita."


"Jadi....."


"Sangat menyakitkan semakin di ingat dan di kenang semakin menyiksa kita. Dan setelah kita menemukan orang baru membuka lembaran baru untuk kita gambarkan dengan kesan kebahagiaan masa lalu akan memudar begitu saja seiringnya waktu."


"Bagaimana jika sekarang kakek kehilangan Ara atau Nenek Dona, orang-orang yang kakek sayangi pergi meninggalkan kakek.,?".


"Semua di muka bumi ini, yang kita miliki kita akui punya kita, itu hanya titipan. Dimana suatu saat bisa saja hilang dan diambil jika masanya sudah usai, oleh yang maha kuasa. Sedih sudah pasti. Namun tidak perlu berlarut larut. Dan kakek sudah mengalami itu semua. Akhir hasil yang kita dapat ya harus mengikhlaskan."


"Ya bener juga apa kata kakek. Semua yang kita miliki memang titipan. Semua ada masanya tidak bisa kita genggam dan miliki lagi. Masalah ikhlas, Ara belum tau rasanya kehilangan atau tidak bisa kita miliki. Selama ini apa yang Ara dapat dan inginkan. Om Ail selalu bisa memberikannya kepada Ara."

__ADS_1


"Apa masalahmu dengan Derriel ? . Kalian bertemgkar hebat ? Tidak sampai hampir menyiram air panas kan ?"


Arani mengerutkan keningnya karena mendenga penuturan kakeknya barusan.


"Gara gara salah membelikan rok, kau hampir menyiran Derriel dengan air panas yang baru saja kau masak. Ingat kejadian itu dimasa lalu?"


"Ahkk itu ya. Ya enggak lah kek. Ya kali Ara tega nyiram air panas ke suamiku sendiri. Yang ada nanti Ara tidak bisa ngelus ngelus tubuh bidang atletis Om Ail."


"Hai otakmu sekarang sudah mulai mesum rupanya".


"Ya wajar kek, udah nikah mah bebas kali. Hehehe"


"Uuullff gitu dulu susah bener dibujuk untuk nikah sama Derriel. Tapi baguslah, jadi enggak dosa berhubungan dengan laki laki yang sudah hahal untukmu. Mau melakukan apapun juga bebas."


"Hehe iya kek. Terima kasih ya sudah menuntun Ara ke jalan yang yang baik."


"Jika kalian ada masalah bicarakan baik baik. Cari waktu dan momen yang pas untuk di diskusikan sampai menemukan solusi bersama."


"Em itu ya. Gini kek Ara minta ditemani kakek hari ini. Karena Ara mau kabur dari cengkraman Om Ail. Dia begitu buas kek."


"Iiichhh kakek mah sama aja."


"Sama apanya sih?"


"Sama kaya Om Ail gak mau jauh jauh sama istrinya. Pasti kakek juga mengekang nenek di atas ranjang kan. Kalian para lelaki tidak ada puasnya kalau masalah ranjang."


"Hey. Wajar lah. Itu naluri laki-laki."


"Tapi kan kakek sudah tua. Emang tu encok enggak kambuh apa main kuda kudaan di atas ranjang mulu".


"Iiiiicchhh kau ini ya. Apa kau tidak ingin mempunyai uncle or aunty?"


"What.......???"

__ADS_1


"Kami sedang berusaha mempunyai keturunan diantara kita Ara. Apa kau tak suka?"


Ara hanya nyengir kuda.


Bukannya tidak suka kek, hanya saja masa iya Ara punya aunty or uncle beby. Yang usianya terpaut jauh tua dari pada keponakannya. Yang bener aja.-- ucap Arani dalam hati. Karena bisa saja ucapannya ini menyakiti hati kakeknya jika di ucapkan secara lantang.


Ara ingatlah usiamu saat ini. Dan sudah menyandang status sebagai istri. Kau harus berbesar hati Ara. Jangan bertingkah seperti anak kecil jika ada keinginan orang lain yang tidak kau sukai maka orang itu tidak boleh memilikinya. Berbesarlah hati Ara.... -- sambung Arani lagi dalam hatinya.


"Jika itu membuat kalian bahagia, maka Ara juga bahagia kek. Semakin banyak anggota keluarga semakin ramai bukan."


"Benarkah ?" Kau tidak keberatan mempunyai uncle or aunty Beby?"


Ara menggelengkan kepalanya sambil tersenyum bahagia. Melihat kakeknya juga merasa bahagia.


"Ya sudah kek Ara kembali ke kamar Ara disini ya. Jangan ganggu Ara dikamar siapapun itu termasuk Om Ail."


Lalu ia pun melenggangkan kakinya keluar kamar.


"Hey sudah nih apa yang kita bahas?" tanya Kakek Dirdja sambil mengikuti langkah kaki Arani keluar kamar.


"Ara sudah menemukan jawaban dari masalah Ara kek. Laki-laki sama aja. Mau tua maupun muda."


"Hey apa Derriel begitu hebat di atas ranjang hem ?. Berapa lama durasi yang kallian mainkan?"


"iicch... Kepo banget sih kek. Itu privasi. Udah sana temui Nenek . Eh iya. Kek boleh nanti malam Ara pinjam Nenek Dona sebentar ya. Mau curhat masalah cewek."


"iiichhh sekarang saja sana. Jangan malam menggangu saja."


"Ahhh kek, Ara lelah . Masih mengantuk mau bobok cantik dulu lah ya."


"Kau ini ya. Ya sudah sana tidur dulu. Jangan lama lama nanti bersama Nenek sabmbungmu itu."


Mereka pun melanjutkan kesibukan masing masing pagi ini. Mengenai kejadian antara Nenek Dona dan Kakek Alexsandros, bisa ia tanyakan secara langsung. Ara tidak mau merusak mood bahagia kakeknya saat ini.

__ADS_1


Disisi lain Derriel yang sedang menghadiri acara meeting, tidak bisa fokus karena ia tidak dapat salam hangat perpisahan dengan istrinya seperti biasa. Alhasil Rio yang memimpin Meeting kali ini.


__ADS_2