
Takdir kehidupan yang kujalani ini tak bisa kuelakan. Keselamatanku terancam. Tapi dari sinilah aku menemukan keluargaku yang tercerai berai. Dulu aku merasa hidup hanya bersama Om Ail saja. Dimulai yang namanya keluarga itu mencul, bertemu Kakek Dirdja
yang ternyata kakek kandungku sendiri. Lalu Nenek Dona. yang menikah dengan kakekku. Siapa sangka jika Nenek Dona ada hubungan masa lalu dengan ayah mertuaku, Alexsandros. Yang dulunya Kakek Dirdja dan Alexsandros bermusuhan. Setelah Kakek dan Ayah mertuaku saling memaafkan , dan kami merasa bahagia tanpa was was akan keselematanku, kami masih di uji lagi dengan terancamnya keselamatanku karena ulah kembaran suamiku, Daniel. Apa dengan di ujinya keselamatanku, kami akan mendapatkan tambahan keluarga baru? Jika jalannya seperti itu apakah aku juga yang akan menyatukan mereka dan yang menyatukan cintan diantara mereka. Akankan kali ini bisa semudah aku menyatukan Kakek dan Ayah mertuaku? Dan saat ini ceritanya menyatukan suamiku dan kembaran yang lainnya. Oh tuhan kumohon mudahkanlah masalahku kali ini. Aku mohon !! -Harapan Arani dalam hati. Sembari ia berjalan menuju Mall untuk menghilangkan penat di kepalanya.
...****************...
...----------------...
Pergi ke Mall ia memakai baju santai yang sangat biasa sesuai kenyamanan Arani.
Kali ini Arani meminta para pengawal tidak terlalu mencolok untuk mengawalinya.
Seakan akan Arani masuk kesalah salah satu outlet baju hanya sendiri saja.
Arani melihat lihat, memilih, lalu datanglah pramuniaga mendekatinya.
"Ada yang bisa saya bantu kak?". tanya pramuniaga tersebut.
"Oh ini kak saya mau lihat lihat dulu kak." jawab Arani singkat.
"Oh ya lihat saja dulu..."
"Ada kaos sepasang yang warnanya kalem kak?"
"Bisa dipilih disini kak. dilihat aja."
melihat mimik wajah pramuniga itu tidak bersahabat membuat Arani tak suka. Pramuniaga yang kurang baik itu dilihatnya oleh pengawal Arani. Dimana pramuniaga itu selain jutek , memandang rendah, dan tidak adanya etikan mengarahkan si pelangan memilih dan mencari baju yang di inginkan membuat sang pengawal jengah.
Tiba tiba datang pramuniaga lainnya mendekat.
"Kak ! " samar panggilan tersebut sambil mencoleh lengan pramuniaga senior yang menyapa Arani tadi.
"Layanin gih. males banget orang gak punya kaya gini masuk ke sini. ujung ujungnya cuman liat doang." Ucap sang Senior kepada pramuniaga yang baru saja datang dengan sangat lurih. Samar samar tapi Arani maaih dengar. ucapan oramuniaga tersebut.
"Selamat pagi kak, Ada yang bisa saya bantu ?" Kata pramuniaga yang baru.
"Pagi, ini saya mau mencari kaos kople dengan warna kalem ."
"Baik kak, untuk kaos yang kaka inginkan ada di rak sebelahnya. Nah ini, mungkin kakak suka warni ini !" sambil memperlihatkan salah satu kaos sepasang, mengambilnya dan memperlihatkannya ke Arani.
"Ada warna lain lagi?"
__ADS_1
"Warna apa yang kakak suka?"
" Biru dan abu abu boleh !."
"Untuk yang warna biru seperti ini kak. Dan warna abu abu hanya ini saja kak."
Dilihat dan disentuhnya kaos yang di berikan pramuniaga tersebut kepada Arani.
"Eh.... Saya pilih pilih dulu ya kak. Motif lain ada? kalo ada yang sesuia selera saya. baru saya pilih.
Dengan telaten dan sabar pramuniaga tersebut mengarahkan Arani memilih kaos yang lainnya.
Dan pada akhirnya Arani memilih kaos abu-abu yang direkomendasikan awal tadi oleh pramuniaga tersebut .
Tidak hanya itu, Arani memilih salah satu sepatu olah raga dengan brand terkenal.
Melihat itu pramuniaga senior yang tadi sempat melayani Arani, menghampirinya.
"Ada lagi kak?" tanyanya.
"Enggak !" ketus Arani.
Merasa ada penolaka dari Arani, pramuniaga senior itu mengisyaratkan lirikan matanya kepada juniornya untuk pergi. Biar ia saja yang melayani.
"Kak ayo bisa tunjukan.?" tanya Arani lagi.
"Mari ikut saya kak. Akan saya tunjukan."
"Saya gak butuh kamu. Sedari tadi saya sudah dilayani sama pramuniaga ini. Dengan telaten ia melayani saya. Bukannya awal tadi kamu melayaniku. tapi kamu pasrahan ke kakak ini. lalu pergi kan."
"Maaf ataa ketidaknyamanan kakak."
"Saya enggak butuh maaf kamu juga kok. Sudah sana pergi . Enggak perlu repot repot melayaniku. Sedari awal memang kamu meremehkan aku sebagai pembeli disini kan. Toh Kakak ini sudah melayaniku dengan senang hati, baik banyak senyum. Saya lebih suka pelayanannya.
Pramuniaga tersebut terus saja minta maaf sambil mengikuti Arani. Membuat Arani jengah. dibentaknya Pramuniaga itu.
Arani keluar dari outlet tersebut membawa beberapa paper bag ditangannya. Tidak lupa ia jugaembelikan pramuniaga yang melayaninya dengan baik itu beberapa tas sepatu baju dengan brend ternama di kota ini.
Sunggu perasaan kecewa dan menyesal tidak melayani Arani dengan baik. Dan tidak ada yang menyangka setelah Arani pergi, Pramuniaga itu kena peringatan oleh managernya dan mendapatkan peringatan keras sampai di scorsing seminggu.
Saat jalan sambil melihat tentengan paper bag berisi jas untuk Derrile, tidak sengaja Arani menabrak seorang laki laki.
__ADS_1
" Aduuh maaf saya tidak sengaja. Saya tidak melihat ja--lan" ucapan jalan terdengar lirih dan terputus saat Arani melihat wajah seorang yang ia tabrak.
" Tidak masalah, sepertinya kau sangat menikmati keseriusanmu saat melihat paper bag yang kau jinjing itu. Memang apa isinya sampai jalan saja bisa teralihkan seperti ini." Ucap Daniel.
Arani hanya diam memandangi wajah Daniel yang sangat jelas di depannya. Pengawal Arani yang tadinya menjaga jarak langsung merapat dan mengelilingi Arani.
"Hey kalian ini, tidak sopan sekali. aku sedang berbicara kepada adik iparku ini. kenapa kalian menghalangi kami."
"Tidak apa apa. bersikaplah santai saja." ucap Arani kepada pengawalnya.
"Baiklah nona..."
"Maaf aku tidak melihat jalan sampai menabrakmu Bang Daniel."
"Baiklah baiklah aku akan menerima maafmu. Bagaimana kalau kita makan bersama di sini. Ini awal pertemuan kita loh . Sudah sekian lama tidak bertemu."
"Baiklah."
"Nona Arani...."
"Tidak apa-apa. Ini tempat umum.".
Merekapun mendatangi restoran steak ternama di mall teesebut.
Setelah mereka duduk di meja dan memesan makanan tiba tiba saja seorang lelaki menghampiri Arani.
"Arani ...." panggil lelaki itu lalu duduk disamping Arani
"Kau ......"
Kaget Arani melihat siapa yang datang. Dan yang pasti para pengawal Arani tahu siapa lelaki itu....
Gawat ini. - ucap para pengawal Arani dalam hati bersamaan...
.
.
.
-to be continued
__ADS_1