
Di kediaman yang megah, fasilitas mewah dan serba canggih, yaitu rumah Daniel. pembisnis muda dan berbakat di dunia alat-alat canggih. Daniel menatap tajam sosok di depannya, yaitu Alexandros ayah kandungnya sendiri.
"Tuan Alexandros, kehadiran anda ke sini mengenai bisnis atau ada tujuan lain ?" ucap Daniel to the poin.
"Daniel anakku....." ucap Alexandros lirih karena terharu ia memiliki anak. Namun ucapannya masih terdengar oleh Daniel.
"Ciiiieeh..... bisa-bisanya Tuan Alexandros beranggapan aku ini anakmu. Jangan harap. setelah apa yang menimpa ibu dan adik perempuanku."
"A..a-aku minta maaf atas masa lalu mengenai ibumu. Ini semua bukan mauku jika,...."
"Jika kami bisa hadir di dunia ini." Tatapan mata Daniel penuh amarah.
"Huueh, aku tak berharap diakui olehmu. Dan juga jangan harap aku mau mengakuimu sebagai ayahku. Itu tidak akan pernah kau dapatkan."
"Daniel..." tatapan yang penuh dengan kesedihan dan penyesalan terpancar di wajah Alexandros.
__ADS_1
"Kurasa sudah jelas jawaban yang kau dapat untuk menemuiku hari ini. Dan cukup sampai disini waktu yang aku luangkan untuk mu Tuan Alexandros. Aku masih banyak urusan."
Daniel bangkit dari kursi kebesarannya dan mulai melangkah meninggalkan Alexandros.
Alexandros bangkit dari duduknya melihat Daniel ingin pergi meninggalkannya.
"Baiklah tidak masalah jika kau tak bisa menerimaku sebagai ayahmu. Setidaknya janganlah kau melukai saudara kembarmu yang lainnya. Aku mohon jangan ada pertumpahan darah diantara kalian. Aku mohon...." ucap Alexandros memelas, di iringi tetesan air mata yang membasahi pipinya. dan menangkup kedua telapak tangan di dada . Ia berharap anak anaknya tidak saling melukai maupun membunuh satu sama lain.
Daniel menghentikan langkahnya. Dan sekilas menolehkan kepalanya ke samping
"Itu pantas ia dapatkan. Agar ia tahu bagaimana rasanya terluka dan kehilangan orang yang sangat ia sayangi. Kau tidak pernah tahu apa yang aku rasakan dan alami setelah kehilangan ibu dan adik perempuanku. Keluarga yang aku punya dan amat aku sayangi." Daniel melangkah pergi meninggalkan Alexsandros.
Arum kenapa kau tidak mencariku saat sedang mengandung anak-anakku. Padahal aku sudah bilang kepadamu jika membutuhkan apapun bisa menemuiku.
Jika aku tahu kau mengandung anakku, aku akan sangat menjagamu dan memberikan yang terbaik untukmu.
__ADS_1
Aku sudah merasakan yang namanya kehilangan istri yang sangat aku cintai sebelum kehadiranmu Arum dan juga kehilangan calon buah hatiku karena demdam diantara aku dan Dirdja.
Kami saling menyakit, saling menghancurkan dan saling membunuh anggota keluarga yang kami cintai tapi kami tidak mendapatkan apapun kecuali luka dan kesedihan.. Karena itu aku tidak ingin itu terjadi kepadamu meski aku menikahimu secara siri.
Arum saat ini aku dan Dirdja sudah saling memaafkan dan melupakan masa lalu kami. Tapi kenapa harus terjadi kepada anak-anak kita permusuhan dan dendam yang seharusnya tidak ada diantara mereka. Apa ini karmaku Arum?.
Arum, aku tidak biaa membahagiakanmu dimasa lalu. Tapi akan aku usahakan anak-anak kita hidup bahagia tanpa diselimuti dendam dan pertikaian diantara mereka. Itu janjiku kepadamu Arum.
...****************...
...----------------...
"Tuan Daniel, sepertinya Tuan Alexsandros mencari informasi keluarga anda dimasa lalu." ucap orang kepercayaan Daniel.
"Tutup akses apapun mengenai informasi keluarga. Aku tidak ingin siapapun tahu masa lalu keluargaku."
__ADS_1
"Baik tuan..."
Sekian lama aku mencari keberadaanmu Delisa. Dimana sebenarnya kamu berada saat ini. Apakah kau baik baik saja?. sungguh aku benar benar tidak akan bisa memaafkan Derriel jika terjadi sesuatu kepadamu Delisa adikku sayang. Semua ini karenanya kita terpisah..-batin Daniel sambil mengepalkan telapak tangannya