Yang Menyatukan Cinta

Yang Menyatukan Cinta
BAB 7 : aktivitas malam Part II


__ADS_3

Flasback on


Pertama kalinya Derriel bertemu Ara yang dibawa oleh seorang ibu yang tertembak dikakinya, ternyata ibu itu adalah adik pengasuh Arani yang telah tewas di tembak mati oleh orang orang yang tak lain orang yang sama saat Arani temui. Orang orang bertato elang di setiap pergelangan tangannya dikanan maupun dikiri.


Tragedi sebelum dan saat penembakan adik pengasuh Arani sampai tewas, ada saksi mata yang melihatnya. Yang tak lain adalah sepupu dari pengasuh Arani, Bapak Antok. Keberadaannya waktu itu bersembunyi dengan baik sampai orang-orang jahat itu tidak mengetahui keberadaannya. 


Terakhir kabar yang didapat kakek Dirdja setelah sekian tahun mencari, saat kejadian itu yang dibawa ibu Arani di dalam mobil hanya sebuah kain yang tertutup selimut bayi. 


Ternyata Arani dititipkan kepada adik pengasuhnya Arani, sebelum ibu, ayah dan nenek Arani pergi menaiki mobil yang dikejar  oleh segerombolan orang bertato elang .


Naasnya mereka mengalami kecelakaan saat pelarian. Dan semua penumpang tewas. Termasuk sang sopir. 


Saat penjahat bertato elang memeriksa para penumpang di dalam mobil yang ditumpangi keluarga Arani, mereka tidak menemukan mayat Arani.


Namum mereka dapat petunjuk dari surat yang tercecer di bangku belakang, ternyata Arani dibawa oleh pengasuhnya.


Penjahat itu tidak menemukan keberadan Arani di pengasuhnya. Jadi orang-orang jahat itu membantai semua keluarga si pengasuh. Sampai akhirnya mereka tahu bahwa Arani dibawa kabur lagi oleh Adik pengasuh Arani. 


Sial bagi para penjahat,  mereka tetap tidak tahu keberadaan Arani setelah membunuh adik pengasuh Arani.


Syukurlah saat pencarian identitas Arani, Derriel dan kakek Dirdja bertemu Bapak Antok. Menanyakan keluarga pengasuh Arani. 


Saat Pak Antok ditanya mengenai keberadaan Arani bayi, awalnya ia enggan bercerita. Dan mengatakan bahwa tidak tahu menahu.


Namun saat kakek Dirdja menceritakan semua kisahnya dan sampai akhirnya kehilangan harapan hidup satu-satunya yaitu cucunya yang tidak kunjung Kakek Dirdja temuai, Pak Antok pun menceritakan apa yang ia lihat.


Dan saat Derriel menunjukan foto dirinya sewaktu kecil sedang menggendong seorang bayi yang wajahnya membelakangi kamera, disitulah Pak Antok mengenali bocah laki-laki yang mebawa pergi bayi itu. Tak lain Derriel.


Flasback off


...****************...


"Maaf kan aku sayang, kami masih menyembunyikan kebenaran akan kematian kedua orantuamu dan juga nenekmu. Kecelakaan itu memang disengaja oleh musuh kakekmu, orang bertato elang.


Dan mengarang cerita saat kejadian itu kamu terlempar dari dalam mobil. Dan aku temukan. 


Dan kebohongan itu berlanjut sampai akhirnya Kakek Dirdja merekayasa cerita kalau wajahmu saat beranjak remaja hampir mirip dengan menantu perempuannya. Alih-alih agar kamu mau coba tes DNA dan hasilnya cocok. 


Itu semua hanya karangan cerita kami. Karena cerita sesungguhnya begitu menyedihkan." ucap Derriel penuh penyesalan. 


Karena ia sendiri yang mengatakan kepada Arani untuk tidak menutupi suatu hal apapun diantara mereka. Tapi ia sendiri yang mengingkari ucapannya.

__ADS_1


"Lebih-lebih jika kamu tahu kebenaran tetang siapa orang-orang bertato elang itu. Aku tidak sanggup kehilanganmu Arani."


Tanpa sadar keluarlah air mata Derriel membahasi pipinya. Begitu pahit kenyataan sebenarnya dalam kehidupan antara ia dan Arani


...****************...


Arani tidak mendapatkan keberadaan kakeknya itu di kamar. Ia pun bergegas turun menuju kamar Dona.


Tanpa permisi maupun mengetuk pintu, Arani langsung mendobrak kamar Dona. Dan disanalah ia menemui kakeknya yang sedang bermesraan berpelukan dan akan menyatukan bibir mereka.


"Kakek, apa apan ini hah?." Marah Arani dengan apa yang ia lihat .


"Arani ! ." Kata kedua sejoli bersamaan yang sedang dimabuk cinta itu. 


Arani sudah berkecak pinggang melihat kakek dan Dona yang sudah duduk diatas ranjang tidur sambil menundukan muka .


Kepala pelayan, Pak Yadi bergegas mendatangi kamar tamu utama setelah mendengar laporan dari salah satu pengawal penjaga lantai utama jika Arani mendobrak pintu kamar.


"Pak Yadi tolong persiapkan semua keperluan pernikahan kakek besok pagi-pagi buta."


"Apa ?." Kata Pak Yadi, Kakek Dirdja, dan Dona serempak dan memandang wajah Arani dengan seksama. Mencoba menilai apakah perkataannya serius akan pernikahan ini


"Ara tidak mau rumah ini jadi tempat mesum mereka berdua".


"Apa Ara serius dengan ucapan Ara ini ?" Tanya Dona.


"Ya, sangat seriuslah. Melihat kalian berdua yang sudah tidak sabaran main sosor-sosoran. Pak Yadi tolong ya persiapkan besok semuanya. Persiapkan seperti pernikahan Ara dan Om Derriel waktu menjalani pernikahan.


Dan kakek sekarang ikut Ara kembali ke kamar kakek. Untuk nenek, tetap berdiam diri dikamar ini." Ajak Arani menuntun tangan kakeknya bergegas pergi dari kamar Dona.


Yes kawin, kawin, kawin. Ah ternyata tidak begitu sulit untuk minta restunya. Hehe kejadian yang tidak direncanakan malah mendapatkan izin nikah dari cucuku....-Kakek Dirdja


Bocah tengil itu ya. Begitu bar bar. Berhasil 1 langkah. Setelah ini aku akan menjadi nyonya besar di rumah megah ini. Ah indahnya hidup ini. Tidak perlu repot repot membujuknya untuk menerimaku menjadi nenek sambungnya. Besok pagi gelarku sudah berubah. Nyonya besar Dirdja. Hahahah -Dona


Arani meminta tolong kepada 1 penjaga untuk menjaga kamar Kakek Dirdja sampai esok pagi acara pernikahan dimulai. 


Dengan sangat patuh dan bahagia terpancar diwajah Kakek Dirdja menuruti aturan Arani untuk tidak keluar kamar sampai besok tiba waktunya.


Sebelum ia kembali kekamarnya, tidak lupa Arani memeluk Kakek Dirdja dan meminta maaf atas keegoisannya menunda-nunda keinginan Kakek Dirdja untuk menikah lagi.


Saat hendak Arani membuka pintu kamarnya, pintu itu sudah dibuka oleh Derriel dari dalam.

__ADS_1


"Sayang kenapa lama sekali?."


"Tadi ada drama sedikit saja."


"Ayo masuk. Besok kita harus bersiap siap dengan acara pagi yang sakral." Ajak Arani sambil menarik lengan Derriel masuk kekamar.


"Acara pagi yang sakral? Maksutnya?".


"Besok pagi kakek dan nenek donat akan dinikahkan."


"Apa? Kok bisa secepat itu."


Ara pun menceritakan apa yang terjadi tadi.


"Jadi sekarang kita yang gantian melakukannya. Melakukan hal yang sama seperti mereka".


"Apa ? ". 


Tanpa aba-aba Derriel pun mencium Arani. ******* bibir Arani dengan lembut. Semakin lama semakin dalam ciuman yang mereka lakukan sampai hawa panas merasuki tubuh mereka masing-masing.


Lalu tiba-tiba Arani melepaskan ciumannya dan mendorong tubuh Derriel perlahan.


"Say Ail, tolong hentikan tubuhku merasa tidak nyaman. Ada rasa panas di dalam tubuhku."


"Itu suatu hal yang wajar. Rasakan saja dan nikmati, ikuti kata nalurimu." Lalu Derriel pun mulai mendekatkan bibirnya lagi namun tiba-tiba Arani menahannya.


"Ada yang ingin Ara ceritakan kepadamu Say. Ara pernah bermimpi adegan berciuman seperti ini bahkan sampai lebih dari sekedar ciuman denganmu. Dan rasanya tuh seperti nyata. Sama seperti saat ini  kita lakukan. Apakah enggak ada perbedaanya ya antara mimpi dan kenyataan".


"Memangnya kapan kamu memimpikan hal tersebut?".


"Saat terakhir kita tidur di kos-kosan."


Seketika Derriel tersenyum lebar menampakan deretan giginya yang rapi, bersih, dan putih.


"Itu bukan mimpi. Sebenarnya aku memang benar-benar melakukanya kepadamu tapi hanya mencium sampai bagian dadamu yang tidak tertutup kaos. Aku tahu kamu belum siap jadi aku urungkan untuk meneruskanya. Hehehhehehe. Maaf ya sayang. " Kata Derriel lalu mengecup pipi kanan kiri dan juga kening Arani.


"Jangan marah ya sayang. Aku sangat mencintaimu." Derriel memeluk istri kecilnya itu .


"Emmm, iya Say. Kedepannya kita lakukan saat Ara dalam keadaan sadar."


Arani lalu menggiring Derriel keatas tempat tidur. Agar esok pagi tidak kesiangan.

__ADS_1


Sebelum tidur Derriel meminta untuk mencium bibir Arani. Lalu mereka pun tidur bersama dengan posisi saling memeluk.


__ADS_2