Yang Menyatukan Cinta

Yang Menyatukan Cinta
BAB 32 : Daniel Dibuat Jengkel


__ADS_3

Setelah penanganan yang cepat dan tepat, dari dokter pribadi Derriel, kondisi Arani saat ini berangsur membaik.


(Yuk sambil belajar IPA sedikit saja)


Kembar identik atau tidak identik ditentukan oleh jumlah sel telur yang dibuahi oleh sel ****** dan proses pertumbuhannya di dalam rahim sang ibu. Kembar identik terbentuk dari pembelahan satu sel telur, sedangkan kembar tidak identik terbentuk dari dua sel telur.


Dalam kehamilan triplets (kembar tiga) dari tiga janin yang dikandung, biasanya terjadi dari kehamilan tiga telur.


Nah jadi itulah kenapa,


Daniel, Derriel, dan Delisa memang kembar tiga. Namu tidak ada diantara mereka yang kembat identik. Namun Derriel dan Daniel hampir mirip.


Mereka bertiga berbincang di ruang kerja Derriel


"Tidak bisa. Bagaimana mungkin orang yang ingin mencelakaimu menginjakkan kaki di kediaman Kakek Dirdja."


"Say Ail..." Sambil memperlihatkan mimik imut dan memelasnya. "


"Tidak sayang....."


"Wah sepertinya menarik nih pertengkaran pasutri di depanku ini." Cletuk Daniel sambil memakan brownis.


Arani dan Derriel terdiam mendengar ucapan Daniel dan saling melirik satu sama lain.


"Kenapa berhenti. Lanjutkan ini sangat menarik untuk dinikmati."


Arani mengedipkan mata kepada Derriel sebagai kode. Dan Derriel pun tersenyum kecil di sudut bibirnya.


Arani mulai mendekat duduk di sebelah Derriel dan menggelayut manja di lengan kekar Derriel.


"Aaaa... Ayolah Say Ail, Bang Daniel kan keluarga kita juga."

__ADS_1


"Tidak ara. Aku bilang tidak , ya tidak."


"Apapun yang Say Ail mau akan Ara turuti tanpa membatah satu katapun ya.. boleh ya say. Ya ya ya." Lalu bertubi tubi menciumi pipi Derriel."


"Tidak. Titik !"


"Say Ail sayangku ayolah dibolehkan. Bagaimana kalo di lipat gandakan apa yang Say Ail mau. "


Lalu Arani mulai mencium bibir Derriel. Sekilas. Dan berulang ulang.


Membuat yang memandangi kelakuan mereka berdua jengkel.


Dan mencengkeram erat softdrink yang ada di tangannya.


"Kekanak kanakan sekali kalian melakukan hal seperti ini di depanku."


Arani menghentikan aktifitanya.


"Huufl... Sudah sering aku melakukannya bahkan lebir dari yang kalian lakukan saat ini."


"Benarkah... Kukira kau hanya terfokuskan untuk mencelakai istriku sampai tidak ada waktu untuk bersenang senang dengan. Lawan jenismu".


"Sialan kau ini. Berani beraninya kau meremehkanku."


"Wkwkwk benarkah begitu. Perempuan mana yang sudi dengamu,Bang ?"


"Derriel kau. Baiklah lihat saja nanti malam aku akan datang di kediaman Dirdja. Kalian yang memaksaku untuk datang."


Daniel bangkut dari duduknya.


"Waktuku terbatas disini. Aku banyak urusan. by..!"

__ADS_1


Daniel pergi meninggalkan Arani dan Derriel.


"Sayang, kau sangat usil. Lihatlah betapa jengkelnya raut wajah Bang Daniel."


"Hahaha, Abis resek banget sih Bang Daniel. masa perdebatan kita malah bikin asyik buat dia."


"Apakah ini keputusan baik sayang?. Bagaimana jika dia mencoba mencelakaimu lagi ?. Aku tidak akan bisa maafkannya jika ia berani mencoba menggoreskan luka sedikitpun di kulitmu, meskipun ia kembaranku."


"Say Ail. sejahatnya Bang Daniel terhadapkun. Ia tak akan bisa menggoreakan luka di kulitku, sedikitpu. Karena ada Say Ail yang gagah dan kuat, yang selalu melindungiku." Arani memeluk erat Derriel.


"Sayang...."


"Eemmmm.... Izinin Ara memeluk Say Ail lebih lama lagi. Ara mulai terbayang kejadian di lift tadi, Say Ail". Arani memeluk Derriel erat sambil memejamkan matanya.


"Baiklah. Peluklah yang erat sayang."


Derriel menggendong Arani ala bridal style menuju kamar di sebelah ruang kerjanya tanpa Ara sadari ia sudah terbaring di atas ranjang super king size dan mewah.


"Say Ail...."


Derriel sekilas mencium bibir Arani.


"Aku sangat mencintaimu Araniku." ucap Derriel sambil membelai pipi mulus Arani.


dan .


.


.


.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2