
Episode sebelumnya.
Seorang pendekar bertopeng datang ke tempat itu, lalu seperti Dewi yang turun ke bumi dan dengan tangan-tangan ajaibnya pendekar bertopeng tersebut mulai memberi pengobatan kepada putri cantik tersebut.
***
"Uuuaaaeeee!".
Sebagian racun pun terus keluar dari tubuh itu, dan perlahan warna kulitnya kembali berwarna normal.
Thek... Thek...
Terus menerus memberi totokan tanpa henti, hingga gumpalan hitam terus keluar lalu di selang dengan cairan merah pekat yang begitu segar.
Namun. Thek... Di totokan terakhir.
Uueee!.
Sebuah jarum panjang dan tajam keluar beriringan dengan cairan merah pekat tersebut**.
" Jarum?". Sebut Liu ketika matanya melihat sebatang jarum keluar dari dalam tubuh putri tuan itu.
"Pendekar Bertopeng!". Kata sang ayah yang sangat terkejut melihat itu, Dia tidak akan menyangka bahwa di dalam tubuh putrinya akan keluar sebatang jarum besar. **Dari mana masuknya jarum itu?.
Semua orang yang hadir pun di buat terkejut bukan main ketika ada sebatang jarum yang keluar bersamaan dengan gumpalan darah.
Namun Pendekar bertopeng hanya diam, Dia tidak memberi penjelasan menngenai hal tersebut. Dia tetap fokus untuk menyelesaikan pengobatannya itu.
Perlahan warna kulit yang tadinya membiru bengkak mulai berangsur menjadi normal**.
" Baringkan Dia!". Pinta Sang pendekar bertopeng, ketika semua proses pengobatannya telah selesai.
Di baringkan tubuh yang kini telah cantik itu. Semua pasang mata di buat takjub dengan pengobatan dari pendekar bertopeng, terutama Liu. Nampaknya Dia lah yang sangat tidak percaya dengan ini semua.
Ternyata Dia lebih hebat, dari adik keempat." Katanya yang bergumam terheran-heran. "Jika adik keempat ada disini pun, pasti Dia tidak akan bisa mengaobati putri tuan itu. Aku yakin itu!".
Sang ayah tidak bisa berkata apa pun, ketika Dia melihat bahwa putrinya telah kembali normal walau belum sadar seutuhnya. Namun setidak-tidaknya Dia dapat bernafas dengan lega, setelah beberapa saat Dia harus menahan nafasnya sendiri.
" Minumkan ini padanya!". Menyerahkan kantung kecil berwarna cokalat, kepada tuan yang adalah Sang Ayah dari putri tersebut.
"Baik!". Terima dengan senang hati oleh nya. Tangan kanan itu mengulur untuk menerima pemberian dari pendekar bertopeng tersebut.
" Kantung ini berisikan obat-obat herbal penangkal racun. Minumkan satu kali dalam satu hari. Dalam beberapa hari putrimu pasti akan kembali sehat." Katanya untuk menjelaskan.
"Baik pendekar!.". Ucap dengan bahagian. " Terima kasih, atas bantuanmu pendekar. Jika tidak ada dirimu, maka apa jadinya putriku ini. Pasti Dia telah tewas sekarang ". Ungkap Tuan tersebut penuh haru dan syukur.
Hanya kata-kata ini yang bisa Dia sampaikan pada Sang penolong hidupnya. Tuan ini tidak memiliki apa-apa. Jadi Dia hanya bisa berkata. " Terima kasih ".
" Tidak usah berlebihan seperti itu. Inj sudah menjadi kewajibanku membantu yang lemah, dan memerlukan bantuan ku". Tutur pendekar itu dalam topeng yang menutupi Wajahnya.
Para masyarakat lain menyambuatnya dengan haru. Banyak dari mereka yang meneteskan air mata karna kemurahan hati dari pendekar yang selalu memakai topeng itu, tetapi sepertinya Sang pendekar merasakan sesuatu yang aneh. Apa itu?.
__ADS_1
**Dia terdiam sejenak di sana. Telinganya itu sedang meraskan sesuatu yang melaju cepat menuju mereka.
Apa itu**?.
"Awas!!!". Peringatan darinya dengan berteriak.
" Ada apa?". Sahut ke khawatiran dari semua orang termasuk Liu yang sedang berdiri disana.
" Merunduk!". Pintanya sangat tegas kepada Semua orang. "Aaaaaa!!!". Banyak yang berteriak,dan merunduk dengan cepat seperti yang di aba-abakan oleh pendekar bertopeng tersebut. Semuanya pun merunduk dengan kepanikan.
**Hub...!
Meloncat keatas.
Pendekar itu meloncat dan melayang keatas untuk menangkap sesuatu, dan benar saja ada yang ingin memberi serangan cepat kembali.
Siapa itu?.
Tidak tahu. Yang jelas setelah Dia meloncat dan turun kembali ketanah, diantara jari jemarinya pendekar bertopeng ini berhasil menangkap beberapa butir jarum yang sama persis seperti jarum yang baru saja keluar dari tubuh wanita cantik itu.
Ssst.
Pandangannya tajam keseluruh arah. Matanya menyorot tajam memandang ke setiap orang yang ada disana. Dia berubah menjadi ganas seperti harimau yang siapa menerkam siapa saja.
" Siapa yang melakukan ini?". Teriak dari nya**.
" Chen Min!". Sahut cepat Liu, yang berdiri tepat di samping Sang pendekar.
Di tengah gentingnya suasana ini, Liu tiba-tiba berteriak memanggil seseorang.
Jurus peringan tubuh kembali. Liu tak banyak bicara, dan segera pergi dengan meloncati atap-atap kedai para pedagang.
"S*al!". Gumam seseorang yang tadi dipanggil oleh Liu. Dia yang berada di sudut sana segera bergegas pergi dari tempat ini setelah Liu yang telah melihat dirinya itu.
" Jangan lari kau. Chen Min!". Liu berteriak keras hingga teriakan nya pun sampai ketelinga pendekar bertopeng.
**Krek.
Tangan kanan itu meremas hingga hancur butiran jarum yang beracun itu. Dia marah. Jika saja dapat dilihat maka wajah itu pasti akan memerah karna marah.
Dia melihat dua orang yang berlari tadi. Tidak ingin berdiam diri, tidak perlu banyak basa basi Dia segera pergi mengejar orang-orang yang berlari tadi.
Hub.
Dirinya melincat keatas atap salah satu kedai, tidak perlu berhenti lama-lama, dan banyak diam. Kedua kaki itu segera berlari lalu, Hub, Hub**, **dan meloncati setiap atap.
***
**Pelarian ini pun sampai pada hutan bambu yang rindang. Bambu-bambu ini tumbuh besar, lebat dan tinggi menjulang keatas diatas tanah yang luas jauh dari pemukiman para penduduk.
Di hutan ini, tepatnya di sudut sana Liu sedang berhadapan langsung dengan seseorang yang sejak tadi di kejar olehnya.
__ADS_1
Keduanya saling bertarung diantara beberapa batang bambu, kedua kaki mereka saling berpijang kuat pada setiap pohonnya.
Ya!.
Meninjun dengan tangan kanan, lalu mengarah tepat pada wajah Liu.
Hu.
Tidak ambil diam, kepalanya segera merunduk kebawah untuk mengelak. Tubuhnya merunduk setengah bagian agar tidak terkena tinju tersebut.
Ya!.
Kaki kanan Liu menyapu di udara. Dia mencuba untuk memberi serangan dari bawah. Namun.
Hub.
Serangannya meleset, karna orang itu mengelak sapuan kakinya itu dengan meloncat keatas.
Hu. Hu.
Tubuh itu mundur menjauh dari Liu. Dia mengelak dari serangan Liu dengan terbang melayang kebelakang. Namun masih dengan kedua kaki yang berpijak pada barang-barang bambu.
Yatc. Yatc. Yatc.
Dari jari jemari orang itu banya mengeluarkan jarum-jarum, dan dilemparkan olehnya tepat kepada Liu sambil dirinya yang mencoba menghindar dari sapuan kaki Liu tadi.
Tek. Tek. Tek.
Di tendangi jarum-jarum itu dan terlempar ke arah lain.
Dwar.
Jarum yang terlembar menusuk ke pohon bambu, lalu meledak dengan keras dan hancur menjadi debu**.
"Astaga!".
Liu terhenti, dan betapa di buat terkejutnya Dia ketika pohon-pohon bambu yang hancur melebur menjadi debu ketika jarum-jarum itu menancap pada mereka.
Liu melamun saat melihat itu. " Hebat sekali senjatanya itu, hanya dengan sekali tusukan maka pohon-pohon bambu tersebut langsung hancur lebur menjadi debu.". Terbesik di pikirannya.
"Aku harus hati-hati dengan serangan jarum-jarum nya itu!". Gumamnya yang berjaga-jaga.
**Ya... Hu. Ha.
Dia melayang kembali untuk mengejar orang itu, orang yang telah menyerangnya dengan banyak jarum yang dapat meledakkan sebuah benda hanya dengan satu jarumnya saja.
Orang itu memang hebat. Namun Liu adalah seorang Pendekar, jadi pantang baginya untuk mendur, maka dari itu Dia melayang-layang dengan cepat untuk mengejar orang yang tadi di teriakinya dengan nama Chen Min itu.
Bersambung.
Siapa Chen Min itu?. Mampukah Liu menghadapinya?. Lalu dimana pendekar bertopeng akan kah Dia datang di tengah-tengah pertarungan ini?.
__ADS_1
Tunggu Next episode.
Jangan Lupa Like+ Coment. Jika suka Vote+ tambahkan ke favorit**.