Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 26.


__ADS_3

 


Kata orang satu raga satu jiwa, akan tetapi tidak dengan Zhuge Liying. Dirinya bisa membelah jiwanya dan memasukan jiwa lain dari masa depan kedalam tubuhnya. Bagaimana bisa?.


 


Mungkin saja ini tidak masuk di akal. Namun tidak ada hal yang mustahil bagi Zhuge Liying, murid terhebat dari perguruan perbatasa dua Negeri.


Dia terlahir dari dua pendekar hebat, dan di didik dengan exlusif secara ketat di perguruan nya. Dengan tekat kuatnya Zhuge Liying sudah mampu memiliki 5 jurus elemen alam di usianya yang menginjak 10 tahu.


Lalu jurus dua pedang miliknya yang sekarang dia miliki, mampu dia kuasai hanya dengan berlatih selama dua tahun saja.


Dia hebat diantara semua teman-teman nya dulu, dan menjadi murid termuda yang mampu menguasai semua jurus.


Akan tetapi Zhuge Liying memiliki satu kelemahan, yaitu cinta pertama nya kepada seorang laki-laki yang sekarang sudah tiada.


Dia adalah kakak pertama dari perguruan Tian Kong perguruan dimana Zhuge Liying di didik. Cinta nya itu harus mati ditangan seseorang yang sangat jahat, dan membuat luka mendalam bagi Zhuge Liying, hingga sebagian kekuatan dirinya menghilang karena dirinya yang terlalu bersedih, akibat ditinggal Feng Li Qian.


Karena kesedihan nya itu akhirnya Zhuge Liying memutuskan untuk mengembara, dan dia telah mengembara selama 7 tahun lamanya.


Dari pengembaraan nya itu dia dapat menguasai ilmu membelah jiwa yang dia kuasai dari perguruan Bae He.


Sekarang kekuatan itu sedang dirinya gunakan untuk membelah jiwanya dari dalam raganya, dan Zhuge Liying memutuskan memasukan jiwa baru ke dalam raganya tersebut.


Pilihan nya jatuh kepada jiwa seorang gadis dari masa depan yang tidak bisa apa-apa, dan sangat payah. Apa alasannya Zhuge Liying yang hebat itu memilih jiwa Hwang Chen He yang lemah itu untuk mengisi raganya?.


____________________FLASH BACK OFF.


Di tengah hutam bambu lebat, siang hari dengan satu raga yang sedang membelah kedua jiwanya.


Zhuge Liying dan Chen He. Keduanya saling berdiri dan memandang satu sama lain.


Zhuge Liying baru saja selesai bercerita, dia menceritakan sebagian kisahnya kepada Hwang Chen He ketika dirinya yang baru tiba di Negeri Ming tersebut.


"Itu sebagian dari kisah ku, perjalanan hidup ku yang tidak pernah ku ceritakan kepada orang lain". Katanya kepada Chen He yang berada di dalam raganya tersebut.


" Lalu Apa maksudmu menceritakan sebagian kisah mu kepada ku?"


"Apa dengan menceritakan itu, aku akan menyetujui kesepakatan ini".


" Kau meminjam jiwa ku, lalu nantinya aku akan mendapatkan keuntungan".


"Apa itu maksud mu?".


Tutur dan ungkap Chen He itu kepada Zhuge Liying, untuk mengartikan maksud dari kisahnya tersebut.


" Itu adalah pemikiran mu, aku tidak bermaksud seperti itu. Kisah ku adalah hidup ku".


"Sekarang aku hanya meminta pertolongan mu"


"Kedua Negeri ini sedang dalam bahaya, aku tidak lagi bisa membantu Negeri ini untuk terbebas dari bahaya tersebut".


" Akan tetapi kau. Kau yang dari masa depan bisa menghadang bahaya itu". Ucap gadis ini penuh dengan harapan.


" Apa buktinya, jika aku memang bisa menghadanga bahaya yang kau maksud itu?" Tanganya yang sangat mempertanyakan.


"Sekarang aku sendiri tidak dapat membuktikan kepada mu bahwa kau adalah pahlawan bagi Negeri ini."


"Namun percaya lah pada ku. Aku akan membuktika. bahwa kau memang takdir yang dikirim oleh Dewa untuk menyelamatkan Yuan dan Ming dari bahaya." Lanjutnya dengan memohon.


"Ah!. Itu hanya omong kosong mu saja!". Mengelak dirinya.


" Aku tidak percaya dengan alasan mu itu. Perkataan mu tidak lah masuk di akal".


"Apa yang kau katakan?." Kata Chen yang memajukan wajah nya lalu memandang secara dekat kedua mata Zhuge Liying.


"Aku!". Menunjuk dirinya sendiri.


" Aku adalah utusan Dewa yang akan menyelamatkan dua Negeri dari bahaya? " lanjuya yang merendahan perkataan Zhuge Liying.


"Ha!. Ha!". Tawanya yang menertawai kata-kata Zhuge Liying yang sangat serius itu.

__ADS_1


" Kau pasti bercanda!"


Memalingkan wajahnya dan berdiri membelakangi Zhuge Liying tersebut.


"Tidak mungkin gadis bodah dan payah seperti ku ini, dapat menyamatkan kedua Negeri itu. Apa mungkin?" Mempertanyakan darinya.


"Kau sendiri saja yang sangat hebat itu, tidak bisa menjaga kedua Negeri ini. Apa lagi dengan diri ku yang tidak bisa Apa-apa?" Merendah nya.


"Jangan kan untuk menjaga dua Negeri, bahkan menjaga diri ku sendiri ku saja, aku tidak bisa".


Katanya yang tidak memiliki rasa percaya diri. Kepalanya merunduk malu dengan dirinya, karena telah menjadi orang yang tidak bisa apa-apa.


Chen He mengatakan semua Apa yang dia rasakan itu kepada jiwa Zhuge Liying yang sesungguhnya. Sambil dirinya yang berdiri membelakanginya.


" Kau salah, Chen He." Kata Zhuge Liying. Dia melangkah mendekati Chen He itu.


"Pemikiran mu salah Chen He". Menyentuh bahu kanan dari raganya sendiri.


" Yang membuat seseorang hebat bukan lah dari bakat atau pun kekuatan nya. Namun dari tekat dan mimpinya." Liying berkata pada Chen He.


"Kau berpikir kau selalu lemah, akan tetapi kau memiliki tekat yang kuat. Aku bisa .melihatnya dari dalam dirimu".


" Kau mengizinkan jiwa mu untuk masuk kedalam raga ku, dan kau juga ingin diri mu bisa menjadi kuat seperti diriku".


"Aku benar bukan?" Katanya yang bertanya langsung pada diri Chen itu sendiri.


"Bagaimana kau bisa tahu?" Berbalik dia dengan cepat, dan menatap penuh pertanyaan kepada Zhuge Liying.


Zhuge Liying berbalik menatap Chen He, dan dari tatapan nya itu dapat di simpulkan bahwa Zhuge Liying mengetahui hal yang hanya dapat diketahui oleh Chen He seorang.


Inti kecil nya Zhuge Liying dapat membaca isi pikiran dan hati dari dari Chen He, walau dirinya sendiri hanya berupa sebuah jiwa yang sedang terlepas dari dalam raga.


kedua nya saling memandang. Gadis bernama Hwang Chen He itu memandang banyak pertanyaan kepada jiwa Zhuge Liying.


Lalu Liying yang hanya berbentuk roh itu menatap penuh rahap pada jiwa barunya tersebut.


"Aku mempercayakan semuanya kepada mu, Hwang Chen He".


_,____,,,,______


Di tanah didikan Zhuge Liying, tanah dimana Zhuge Liying kecil tumbuh, sebuah tempat yang telah melahirkan seorang wanita hebat dengan berbagai macam keahlian.


Disini lah Zhuge Liying tinggal dahulunya, perguruan Tian Kong, terletak di kota Ji. Sebuah kota besar yang berada tepat di tengah-tengah dua Negeri, maka dari itu kota Ji di sebut juga kota perbatasan Negara.


Lali Tian Kong, tempat ini adalah tempat yang telah membesarkan Zhuge Liying, dan sekaligus rumah kesayangan nya.


Disana, di ujung gerbang masuk. Yue Yi sedang terlihat sangat gelisah dia berjalan kesana kemari seperti setrikaan. Wajahnya terlihat sangat cemas seperti seseorang yang sedang mengkhawatirkan sesuatu, dan munggu kedatangannya.


Bibirnya bergumam tidak jelas,sesekali tangan nya bertolak pinggang sambil berkata seperti ini.


" *Dimana kau, Da Jie? " Cemasnya.


"Kemana kau pergi?"


"Bagaimana jika ayah tahu kalau kau tidak ada di kamar mu?" Bergumam cepat bibirnya itu.


"Mati lah aku!" Berteriak kecil dengan kecemasan nya itu*.


Kedua tangannya menepuk diantara kedua pipi yang bulat itu. Expresinya cemas bercampur ketakutan yang sangat besar.


"Da Jie! Dimana kau?" Kesal dia yang sangat menunggu-nunggu kedatangan dari Da Jie yaitu Zhuge Liying.


***Tek*.


Di tengah-tengah kehawatiran Yue Yi, secara mengejutkan Zhuge Liying datang dari arah timur. Expresi wajah Liying sangat kebingungan.


"Bagaimana ini Chen He, jika mereka tahu bahwa kau bukan lah Zhuge Liying yang sesungguhnya, maka matilah kau!." Pikirnya yang menggerutu.


Berjalan cepat menuju kearah gerbang utama, dan disana Yue Yi yang sudah sangat menunggu pun telah melihat dirinya**.


"Da Jie!" Teriak kesal gadis itu, kepada Zhuge Liying yang sekarang berjiwa baru.

__ADS_1


Adik Yi'er itu berlari menghampiri Da Jie nya yang masih berjalan cepat disana. Expresi raut wajahnya tidak dapat di tebak.


Dia menunjukan mimik wajah kemarahan, akan tetapi ada kecemasan besar dalam dirinya, dan rasanya dia ingin sekali memarahi Zhuge Liying itu.


Karena tidak kenal siapa-siapa, jiwa Chen He pun tidak menggubris teriakan dari Yue Yi tersebut. Telinganya mendengar bahwa ada seseorang yang sedang memanggil. Namun dia sendiri tidak tahu siapa kah orang tersebut.


Kedu matanya melihat kedepan dan menapaki seorang wanita yang seperti nya sebaya dengan dirinya, sedang berjalan dengan tergesah-gesah menuju kepada dirinya.


Wanita yang berpakaian aneh seperti ku ini berjalan cepat semakin dekat kepada ku, dan ku berhenti melangkah lalu berdiri mematung disini. aku ketakutan melihat gadia yang mengacung-acungkan tangan nya itu.


Expresi wajah nya sangat marah dan memerah, seakan-akan dia akan menerkam ku seperti hewan mangsaan nya.


Aku ini lari, akan tetapi aku tidak bisa karna aku telah berjanji dengan Zhuge Liying, jiwa yang telah meminjamkan raganya ini kepada ku.


_________DALAM SEDIKIT INGATAN.


"*Berjanjilah Chen He, setibanya kau disana kau tidak akan lari dari semua orang. Temui lah mereka Karena mereka akan segera menjadi keluarga baru mu". Kata Zhuge Liying, sebelum Chen He yang datang ketempat tersebut.


" Baiklah aku berjanji. Namun ku berharap kau tidak mengingkari perkataan mu itu". Jawab Chen He, meminta kepastian kepada Zhuge Liying.


"Kau tidak usah khawatir. Aku tidak pernah mengingkari perkataan ku". Tegas, singkat dan padat dari Zhuge Liying, terhadap Hwang Chen He*.


___________"_"_____


Mengingat kata-kata keyakinan nya itu, maka aku mempercayai nya dan sekarang aku telah berdiri disini dan tidak akan lari seperti janji ku kepada nya.


"Da Jie!".


Di peluk langsung dengan erat tubuh ku ini.


" Kau pergi kemana? Semua orang khawatir mencari mu! dan untung saja ayah tidak mengetahui kepergiam mu ini".


Tutur gadis ini ketika dia yang sangat memeluk ku.


Thek.


Aku terdiam seribu bahasa. Bibir ku seakan-akan terkunci dengan rapat. Aku bingung harus berkata Apa?.


Aku tidak mengetahui dengan jelas Siapa wanita yang sebaya dengan ku ini?.


Akan tetapi Zhuge Liying itu telah memberi tahukan sedikit tentang gadis ini kepada ku.


_____ Sedikit pengingat.


"*Jika setibanya kau disana. Maka pasti kau akan disambut oleh seseorang yang terlihat usianya sebaya dengan ku".


" Namanya adalah Yue Yi. Dia putri dari guru besar ku. Dia itu sangat manja dan selalu mencemaskan diriku."


"Pasti dia akan segera memeluk mu dengan erat, hingga kau tidak bisa berbicara".


Memberi penjelasan dari Zhuge Liying.


" Lalu aku harus Apa? Ketika aku telah berhadapan dengan nya?" Tanya bingung Chen He.


"Kau berkata saja seperti ini!".


" Yi'er Sudahlah! Aku sudah tidak apa-apa*".


___________


"Yi'er!". Menepuk bahunya.


" Yi'er Sudahlah! aku sudah tidak apa-apa". Kata ku yang mengikuti kata-kata nya.


"Benarkah?" Jawab dia yang seperti nya tidak percaya dengan kata-kata ku ini.


Percayakah atau tidak Yue Yi dengan Zhuge Liying yang sekarang?.


Penasaran.


Next Episode.

__ADS_1


Jangan lupa coment+Like.


jika suka Vote+Favorit.


__ADS_2