Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Episode 35.


__ADS_3

Cerita berlanjut.


Setelah para murid pergi meninggalkan tempat ini, Yue Yi pun datang mendekat pada ku. Dia berjalan menghampiri diriku yang berada disini.


"Da Jie!" sebutbya untuk menyapaku. Lesung pipinya terlihat melengkung ketika senyuman itu terpancar.


"Da Jie ada di tempat ini? sejak kaoan Da Jie memperhatikan ku disini?" tanyanya untuk menagwali pembicaraan kami.


"Aku hanya sedang lewat saja. Tanpa sengaja aku melihat mu disini jadi aku memutuskan untuk singgah sejenak disini!" Aku membalas dan menjawab pertanyaan.


"Uuu!" menganggut kepalanya dua kali keatas dan ke bawah.


"Lalu kau apa kau ingin latihan Da Jie?" Ungkapan nya yang tidak bisa ku jawab.


"Eeem?" bingung.


Sebenarnya kedatangan ku kesini bukan untuk berlatih, melainkan hanya ingin jalan-jalan saja. Bagaimana ini aku tidak sedikit pun tahu tentang ilmu bela diri?


Jangan kan untuk bela diri. aku saja sering di tindas oleh orang lain!


"Da Jie!" tegurnya karena aku yang terdiam.


"Apa Da Jie sedang melamun?" tuturnya tepat di hadapan wajahku.


"Tidak! Tidak! Tidak!" cakap ku dengan cepat. Namun, sedikit gugup terdengarnya.

__ADS_1


Aku bingung harus menjawab apa? Melihat pedangnya yang berada di ikat pinggang nya saja aku sudah ketakutan. Apa lagi aku yang memegang nya, mungkin aku langsung jatuh pingsan.


"Da Jie kau kenapa?" herannya.


"Mengapa kau terlihat berkeringat? Sebelumnya kau tidak sedikit pun berkeringat? Apa kau sedang sakit?" tanya nya yang bertubi-tubi, dan membuatku semakin tegang saja.


Glek!" Aku telan sendiri salivah ku berat-berat. Memang benar yang di katakan oleh Yue Yi, aku sangat berkeringat.


Bukan keringat biasa yang sering keluar dari pori-pori tubuh. Namun ini adalah keringat dingin. Terasa seluluruh tubuhku menggigil. Bergetas disetiap anggota tubuh.


Jika seperti ini terus maka Yue Yi bisa mengetahui bahwa aku ini bukan lah Zhuge Liying yang sesungguhnya.


Tetapi mau di apa. Aku sudah sangat ketakutan ketika melihat pedang yang sangat panjang itu. Walau belum di keluarkan, tapi dari luarnya saja sudah sangat menyeramkan. Apa lagi dalamnya pasti benda lebih tajam dari yang di duga.


***


Hub!" Shangguan meloncat dan hadir tepat dihadapan Zhuge Liying dan Yue Yi.


Dia datang dari udara dan mendaratkan kakinya disana. Wajahnya terkihat sangat serius ketika menatap murid kesayangan, dan putri saja mata wayangnya.


"Ayah!" kata Yue Yi.


"Paman guru!" tutur ku.


Aku merasa samakin ketakutan saja, karena pasti orang tua ini datang untuk mengajak ku latihan ilmu bela diri bersama.

__ADS_1


"Dimana pedang mu?" kata singkatnya yang ketus, dan seperti nya ucapan nyabitu di tunjukan kepada diriku.


"Ayo kita bertarung satu lawan satu!" Ssst.


Di kekuarkan oleh Shangguan Yun pedang miliknya. Lalu diangkatnya pedang itu tepat di wajah Zhuge Liying.


Hm!" membuka bulat kedua mata ku. Tubuh ku langsung lemas dan semua tulang tiba-tiba menghilang dari dalam tubuh.


Nyali ku turun. Tiba-tiba aku drop seperti lorrelkoster yang nelaju cepat turun. Aku benar-benar mati rasa. Setelah ini aku akan terciduk ketahuan oleh banyak orang.


Bagaimana ini?


Kebingungan. Wajah ku memucat ketika melihat ujung mata pedang itu tepat berada di ujung pelupuk mata ku.


"Ayo Murid Zhuge! Dimana kekuatan mu yang hebat itu!" tantang Shangguan Yun itu kepada ku.


Aku menatap matanya.


Ah!" aku tidak ingin lagi bersembunyi.


Baiklah. Ku kumpulkan kekuatan dan keberanian ku.


Ssssstttt...


Ku tarik pedang milik Yue Yi, dan.

__ADS_1


Hub! Kuarahkan ini langsung kepada pedang mikik Shangguan Yun itu.


...


__ADS_2