
CERITA BERLANJUT.
_____________________,,,__________"________
Kesudut lain. Yang, Yu, Liu dan Zhao sedang berjalan santai seraya mengobrol asyik di jalan setapak taman Dao Bao Hu.
Pagi yang cerah untuk berjalan-jalan di taman. Keempatnya pun mulai mengobrol dengan topik pembicaraan "Zhuge Liying menjadi guru baru mereka".
" Menurut kalian mengapa paman guru memilih si?...??? Si???, pen...?" Kata Liu yang terlupa akan sesuatu.
" Maksud mu Zhuge Liying! ". Sahut cepat dari Zhao Yi yang menyambung kata-kata dari Liu.
" Iya. Maksud ku Zhuge Liying! ". Teriaknya dengan semangat, dan memandang kesemua teman-temannya yang lain.
" Menurut kalian mengapa paman guru memilih nya untuk menjadi guru di Dao Bao Hu ini?". Penuh tanda tanya darinya, dan di tanyakannya satu persatu kepada Yang, Yu, dan Zhao.
"Aku tidak ingin memikurkan nya!". Kata dingin Yang. Sahutnya singkat saja dari ujung kanan. dengan raut datar dan acuh memandang kesiapa pun.
" Ayolah Yang!". Liu datang mendekat. "Kau ini memang tidak asyik di ajak bicara". Lanjutnya bertutur pada Yang Leng, tangan kirinya langsung merangkul kedua bahu Yang Leng.
" Lepaskan tangan mu dari bahu ku!". Pintanya dengan dingin. Di angkat tangan kiri Liu dan di singkirkan tangan itu dari kedua bahunya.
Liu pun memandang wajah kakak pertama yang nampak kesal itu. "Aku tahu kau Ini memang dingin, tetapi tidak usah terlalu acuh kepada ku seperti ini!". Tuturnya kesal ketika kakak pertama dengan acuhnya menyingkirkan tangan kiri nya dari kedua bahunya itu.
" Sudahlah!. Kalian tidak usah bertengkar seperti itu". Sambung Yu yang mencoba menjadi titik penengah diantara keduanya.
"Ini semua sudah menjadi keputusan paman guru untuk menjadikan Zhuge Liying sebagai guru kita. Mungkin paman guru memiliki alasan nya tersendiri". Lanjutnya berkata. " Mungkin karna kehebatan nya itu sangat di butuhkan di Dao Bao Hu ". Menerka-nerka.
" Atau mungkin Zhuge Liying salah satu murid paman guru yang di ajarinya secara diam-diam!". Sambut saja oleh Zhao Yi yang menyambung pembisaraan ini.
"Itu mungkin saja." Sahut cepat Liu. " Jadi di luar sana paman guru benar-benar memiliki murid hebat yang dia ajari secara pribadi, dan saat ini murid tersebut telah menjadi murid yang sangat hebat dan sudah waktunya murid pribadi itu menjadi guru di Dao Bao Hu ini. Bagaimana menurut kalian?". Tuturnya yang mencoba menebak-nebak.
Liu melangkah kesana kemari, melewati ketiga temannya dan mengitari mereka. Terkadang dia di depan dan terkadang dia di belakang. Lalu meloncat-loncat kecil dengan riang.
"Terserah kau saja!". Sahut Kakak pertama kembali. Seperti biasa jawaban nya singkat dan tidak banyak kata. Sikapnya dingin dan acuh setiap kali berbicara.
__ADS_1
Yu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat Liu yang meloncat-loncat kesana kemari seperti anak kecil, melewati mereka tepat dihadapan nya.
" Tetapi bagaimana dengan nasib Su Ling Hua, jika benar Zhuge Liying akan menjabat juga sebagai pemimpin sektor Lotus? ". Tutur Zhao Yi dengan banyak pertanyaan di pikirannya.
" Kau benar saudara ku." Sambut cepat Liu, dia menghentikan langkah yang meloncat-loncat itu. "Bagaimana nasib adik Su, akan kah nantinya akan ada pertempuran disini?". Terbayang-bayang sesuatu di dalam pikirannya.
" Sebelumnya perang antar wanita yang memperebutkan hatinya Yang Leng. Mungkin nanti akan ada pertempuran antar wanita yang memperebutkan kekuasaan!". Tuturnya yang sangat jauh.
Semuanya pun menggelengkan kepalanya ketika kata-kata Liu yang telah melewati topik pembicaraan ini.
Keempat laki-laki ini masih berjalan disana dengan suasana pembicaraan yang semakin asyik saja, walau sedikit meleset dari pembicaraan awal.
"Ha. Memikirkannya saja sudah membuat ku tertawa". Tertawanya dia dengan lepas dihadapan orang banyak, tidak perduli seluruh pasang mata memperhatikan dirinya dia tetap melangkah bebas tanpa beban, dan perasaan yang riang selalu membuatnya senang.
" Astaga!". Tiba-tiba berhenti.
Dia berhenti sejenak dan berteriak ketika seseorang baru saja melewati dirinya tanpa permisi.
Liu meloncat kecil lalu kepada Zhao Yi, dan segera marangkul tangan kirinya. Seseorang yang baru saja lewat adalah Su Ling Hua.
"Adik!". Tegur Kakak pertama yang memanggil gadis Su itu.
Teriakan kakak pertama ini tidak mampu di dengar oleh Su Ling Hua, dia masih tetap melangkah melewati saja mereka tanpa tahu bahwa Kakak pertama sedang menyapa dirinya.
"Ah?.Yang Dage!". Tutur Su kepada Yang Leng ketika dirinya tahu bahwa Kakak pertama sedang menyapa nya.
Dia berhenti melangkah dan memandang wajah kakak pertama secara langsung. Keduanya saling berhadapan satu sama lain.
" Yang Dage. Maap kan aku!". Mohonnya kepada Kakak pertama. "Tadi aku sudah mengabaikan mu". Lanjutnya berkata.
" Tidak masalah adik. Apa kau baik-baik saja?". Tanyanya kepada adik bermarga Su tersebut.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Dage! " Kata Su menjawab pertanyaan Yang Leng. "Sesaat pikiran ku menghilang dan tidak fokus, hingga aku tidak menyadari bahwa kau sedang berada di tempat ini". Jelasnya lebih lanjut. " Maapkan aku, Yang Dage! " Katanya kembali memohon.
Keduanya asyik berbincang disana dan ketiga teman lainnya sedang memperhatikan kedua sejoli tersebut.
"Astaga!. Apa yang dia lakukan?. Apa dia sedang mencari simoati dari seorang wanita?". Kata santai dari Liu yang kembali berbicara.
Tangan karinya menyiku pada salah satu bahu Zhao Yi, dan mengajak kembali mereka untuk berbincang dengan topik pembicaraan Yang Leng dengan gadis bermarga Su.
__ADS_1
" Diamlah!". Kata Zhao Yi menghentikan pembicaraan ini. "Lihat disana!". Unkapnya yang menunjuk kesuatu arah. Dia tidak menunjuk secara langsung, tetapi dari sorot mata yang mengatakannya kepada Liu.
" Dimana?". Jawab cepat Liu yang memandang sesemua arah, untuk mencari kemana arah pembicaraan Zhao Yi ini.
Kedua matanya mencari di tengongnya kesana kemari, dan akhirnya dia menemukannya. Sesuatu yang tunjuk Zhao Yi tadi.
"Astaga kau benar saudara ku!. Ada disana!". Kedua matanya mengarah pada seseorang yang ada di ujung lorong sana.
" Zhuge Liying! ". Terianya memanggil Zhuge Liying yang telah terlihat oleh matanya itu.
Liying dan Yue Yi berada di ujung sana tepatnya diantara bangunan ruang kelas belajar para murid Dao Bao Hu.
Tidak mau membuang waktu lagi, dan berbasa basi. Liu segera berlari menuju Zhuge Liying itu. Gadis cantik itu tengah asyik berjalan santai sambil menikmati suasana tenang di Dao Bao Hu.
Liu berlari melewati semua orang yang ada disana, dan yang ada disana pun memperhatikan tingkah konyol Liu tersebut. Dia berlari seperti anak kecil yang bebas kemana saja dia melangkah.
Akhirnya Liu yang ceria ini telah berada di dekat Zhuge Liying dan Yue Yi. Dia berdiri berhadapan langsung dengan kedua wanita yang luar kota tersebut.
" Bagaimana Apakah kau sudah melihat-lihat Dao Bao Hu? ". Tanyanya kepada Zhuge Liying.
" Sudah! ". Singkatnya Liying menjawab.
" Aku dan yang lain belum sempat memperkenalkan diri kami kepada mu." Lanjutnya berkata. "Perkenalkan Nama ku Liu." Katanya menyambut. Tangan kanannya mengulur pada Zhuge Liying. Sebagai tanda perkenalan awal mereka.
Zhuge Liying tidak menjabat tangan itu. Namun Yue Yi yang langsung menjabatnya. "Salam kenal Liu. Perkenalkan Nama ku Yue Yi". Kata cepat nya dengan senang.
" Baiklah!." Jawab singkat Liu dengan jelas dan padat. "Mari!." Ajaknya dengan sopan. " Ku kenalkan kalian kepada saudara-saudara ku yang lainnya".
"Hm!." Gumam Liying saja. Sebagai tanda jawab singkat darinya.
Ketiganya melangkah bersama-sama, menuju Yang, Su, Yu, dan Zhao Yi yang ada disana.
Bersambung.
Apakah setelah ini mereka akan berteman?.
Next Episode.
Jangan lupa Like+Coment.
__ADS_1
jika suka Vote+Favorit.
Salam hangat dari pendekar perbatasan.