
Di episode sebelumnya.
Penyerangan secara berutal oleh para mayat hidup tengah berlangsung di seluruh desa di Negeri Ming ini.
Sudah ada 15 desa yang hancur akibat serangan secara besar-besaran itu. Banyak pendekar sakti dari seluruh penjuru Negeri yang gugur dari pertarungan tersebut, tidak ada satu pun diantara mereka yang dapat menghentikan para mayat hidup itu.
Bayangkan saja orang yang sudah mati sekarang di hiduplan kembali, itu berarti mereka adalah para imortale yang tidak bisa hancurkan kembali, dan akan percuma saja jika melawan mereka dengan menggunakan serangan fisik, karena itu tidak akan membuat mereka mati kembali.
Lalu bagaimana cara menghentikan mereka, dan menyelamatkan desa-desa yang masih tersisa di Negeri ini?
Apakah Zhuge Liying dan para pendekar Dao Bao Hu dapet menghentikan penyerangan berutal yang tidak berakhir itu?
Mampukah Zhuge Liying itu menghentikan serangan ini?
________,,,,_____,
Cerita berlanjut.
***
"Jadi paman guru, Apa yang harus kita lakukan? Dao Bao Hu tidak akan diam saja melihat satu persatu desa hancur seperti ini!" Yang Leng bertutur pada Wen Huo Long.
Kakak pertama memandang wajah paman guru nya itu, dan nampaknya Wen Huo Long sedang terbeban pikiran. Dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa? Karena kali ini musuh yang akan mereka hadapi itu adalah para mayat hidup yang tidak dalat mati.
"Apakah kita harus menyerang mereka secara besar-besaran, seluruh murid Dao Bao Hu pasti bisa mengalahkan para mayat hidup itu!" Ucap Liu, yang ikut berkata dalam hal ini.
"Hm!". Tuan Wen menganggutkan kepalanya sambil otaknya yang licin itu berpikir keras. Di letakkan tangan kanannya itu di dagunya, dan di pandangi olehnya peta besar yang ada di hadapan nya itu.
" Apakah mereka akan dapat di kalahkan dengan serangan biasa?" Bergumam dia serupa dengan dirinya yang sedang berpikir.
"Tidak!" Zhuge Liying menyahut cepat di belakang.
Liying melangkah maju mendekat pada mereka semua.
"Apa maksud guru?" Tanya cepat Yu pada Zhuge Liying itu.
"Apakah guru Zhuge pernah melawan mereka, para mayat hidup yang di bangkitkan kembali itu?" Lanjutnya bertanya.
Wen Huo Long memandang Liying yang berdiri di samping kanannya, dan begitu pula dengan Yang, Yu, Liu, Zhao Yi, dan Su Ling Hua. Mereka semua melihat kearah Zhuge Liying yang baru saja berkata itu.
"Penyerangan di Negeri ini tidak lah cukup besar, dari Negeri asal ku!" Tuturnya kepada semua orang.
"Apa maksud mu?" Ling Hua bertanya.
"15 Desa yang terdampak penyerangan ini, tidak lah besar jumlahnya dari kehancuran di Yuan!"
"10 tahun yang lalu seluruh desa di Yuan di bantai semua oleh para mayat hidup ini".
" Total ada 30 desa yang hancur dan musnah dalam penyerangan besar-besaran tersebut". Kata Zhuge Liying menjelaskan nya.
"Apa?"
"30 Desa?" Terkejut Liu. Wajahnya itu membulat besar ketika mendengar bahwa ada 30 desa di Yuan yang hancur karena para mayat hidup yang menyerang itu.
"Iya. Itu terjadi 10 tahun yang lalu, ketika aku yang masih berada di Tian Kong". Lanjutnya dengan bercerita.
___________,,FLASH BACK.
10 tahun yang lalu di Negeri Yuan, tepat nya di kota Ji kota berbatasan antara Ming dan Yuan.
Di desa K. Disana Zhuge Liying yang berstatus murid Tian Kong tengah melawan para mayat yang di bangkitkan kembali dari kuburnya itu.
" Ya!"
"Hub!"
Teknik serangan tangan. Dia menggunakan tangan kosong untuk melawan salah satu mayat hidup tersebut.
"Ya!"
Tangannya mengepal, lalu meninju kuat-kuat mayat hidup itu.
__ADS_1
"Bruk!"
Satu tinju, seorang mayat pun terjatuh.
"Krek!" Yang lainnya pun mendekat.
"Hub!" Liying meloncat tinggi-tinggi.
"Ya!" Di tendang saja dengan kedua kakinya itu mayat hidup yang mendekati dirinya itu.
"Bruk!" Terlempar dia kebelakang, akibat tendangan keras Zhuge Liying.
"Ha!"
"Ha!"
Liying mulai kelelahan. Nafasnya itu mulai terlihat tidak beraturan, akibat tenaganya yang hampir terkuras habis itu.
Dia yang masih muda itu terdiam sejenak di sana, hanya dirinya seorang yang masih melawan para mayat hidup itu. Sedangkan seluruh teman-teman nya dari Tian Kong telah gugur berjatuhan di tempat tersebut.
Api berkobar dimana-mana, semuanya terlihat hangus di lalap oleh api dan darah para teman-teman nya mengalir deras di bawah kakinya.
Dia yang memandang itu begitu sedih, tidak satu pun dia berpikir bahwa teman-teman satu perguruan nya ini akan gugur satu persatu persatu.
Sekarang hanya tinggal Zhuge Liying seorang diri disana. Dia berjuang sendiri dengan musuh yang tidak akan pernah mati itu.
"Krek!" Mayat hidup itu mendekat pada Zhuge Liying yang sedang melamun itu.
"Krek!" Berjalan mendekat. Liying tertunduk kebawah.
Akan tetapi. Tangan kanannya mengulur kedepan. "Ssst!" Sebuah pedang yang jauh disana tiba-tiba melayang dan mendekat pada nya. Lalu dengan mudah pedang itu tergenggam di tangan kanannya.
"Cling!" Mengayun Cepat tanpa ampun.
"Bruk!" Terbekah menjadi dua bagian mayat hidup yang mendekati nya itu.
Walau kepalanya itu tertunduk, tetapi keakuratan ayunan pedang nya sangat lah hebat dan cepat. Tidak ada satu orang pun yang dapat menandingi kecepatan ayunan pedang Zhuge Liying itu.
Liying memandang kelangit, lalu kedepan. Tidak berpikir panjang lagi. "Hub!" Dia melayang ringan di udara.
"Hub! Hub!" Mengayun-ayun cepat kedua kakinya itu di udara. Dia berjalan cepat melalui jalur udara menuju kedepan, lokasi yang masih banyak para mayat hidup itu.
THEK.
Mendarat dia di tanah. Dengan sebuah pedang di tangannya Liying pun langsung membuat serangan mendadak bagi para mayat hidup yang sangat banyak itu.
"Cling!"
"Cling!"
Mengayun terus pedang itu.
"Bruk!"
Beberapa dari mereka mulai jatuh berguguran.
"Whusss!"
Api menyembur dari salah satu mayat hidup, dan tepat mengarah pada Zhuge Liying.
"He!"
Merunduk dia ketika api yang berkobar itu ingin menyambar dirinya.
Berdiri tegak Kembali.
"Ya!"
Marahnya. Kedua mata indah nya itu membulat besar. Wajah ayunya pun telah bersimbah darah, akibat terkena tetesan dari darah para mayat hidup yang di lawannya itu.
"Cling!"
__ADS_1
"Cling!"
Mengayun terus pedang itu tanpa henti.
"Bruk!"
Sudah banyak mayat hidup yang telah di lawannya, dan banyak pula yang hancur oleh ayunan pedang nya itu.
Namun sekeras apapun Zhuge Liying melawan, pada akhirnya para mayat hidup itu kembali hidup. Bukan mengurang jumlah mereka, akan tetapi semakin bertambah saja jumlahnya.
Zhuge Liying sudah merasa lelah, seluruh tenaganya telah terkuras habis. Tubuhnya yang mungil mulai terasa lemas.
"Bruk!"
Pedangnya pun terlepas dari genggaman nya, dan terjatuh ke tanah.
Dia yang masih berdiri pun sesaat lagi akan menjadi sasaran empuk bagi para mayat hidup itu.
"Krek!"
"Krek!"
Para mayat hidup tersebut semakin banyak jumlahnya, dan semakin membuat Zhuge Liying terpojok. Dia berada di tengah-tengah para mayat hidup yang terus mengepung dirinya.
"Bruk!"
Kedua kakinya telah lemas tidak lagi dapat menopang tubuhnya yang mungil itu. Dia duduk tersungkur di sana, di tengah-tengah para mayat hidup yang akan mengepung dirinya.
"Berakhir sudah!"
Pasrahnya yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ini lah akhir dari hidup ku!"
Tidak kuat lagi baginya untuk menyerang. Seluruh tenaga dalamnya telah habis terkuras, tidak ada lagi tersisa untuk melawan banyak nya para mayat hidup ini.
Wajahnya yang ayu itu telah beumur darah, dan pakaian sutra yang indah itu telah kotor berwarnakan darah.
Dia memandang langit dan pasrah dengan semua ini.
*
Inilah akhir dari perjalanan hidupnya. Dia sudah tidak melawan lagi, atau pun memberi perlawanan.
Terpejam kedua matanya Ketika semua ini akan berakhir.
"Krek!"
Seluruhnya mengepung. Dan...
"ZHUGE LIYING!"
???
Bagaimana nasib Zhuge Liying?
Selamat atau tidak dia?
Jawaban nya ada di Next Episode.
JANGAN LUPA LIKE+COMENT.
KALAU SUKA VOTE+FAVORIT.
SAMPAI DISINI DULU PERJUMPAAN KITA.
SAMPAI BERTEMU DILAIN KESEMOATAN.
SALAM HANGAT DARI KU.
PENDEKAR PERBATASAN.
__ADS_1