
Berlanjut kembali.
"Da Jie!" kata Yue Yi yang melepaskan pelukan erat nya kepada Zhuge Liying.
"Iya," membulat besar mata Zhuge Liying yang menatap wajah Yue Yi itu.
"Kau membuat ku takut. Jangan lakukan itu lagi sekarang, aku takut Da Jie terluka kembali!" merengeknya dalak memeluk tubuh mungil Zhuge Liying.
"Apa kau khawatir dengan nya?" tanya Shangguan kepada Yue Yi, sambil tangan kanannya itu menyentuh dan mengacak-acak rambut Yue Yi.
"Tentu saja!" manja kata Yue Yi dalam pelukannya.
"Aku selalu khawatir dengan nya, karena bagiku dia segalanya untuk ku." Yue Yi terdengar manja dalam ucapannya itu. Dia terus memeluk mungilnya tubuh Zhuge Liying.
Sayangnya gadis belia 21 tahun ini kepada Zhuge Liying. Dia yang selalu mengikuti kemana Zhuge Liying pergi. Sudah hampir 7 tahun lamanya Yue Yi mendampingi Da Jie nya itu.
Sudah puluhan tahun pula Yue Yi bersama-sama dengan gadis betmarga Zhuge tersebut. Dari masa kanak-kanak, remaja, belia, hingga sekarang Yue Yi selalu bersama-sama dengan Zhuge Liying.
Mereka tidak bersaudara kandung, tapi ikatan yang selama ini di jalin telah membuat ikatan mereka melebihi ikatan saudara kandung.
...
Next.
Melihat keakrapan mereka, Liu, Yang, Yu dan Zhao memilih untuk pergi mendekat. Melangkah diantara ringannya awan-awan ini.
Mereka mencoba datang dan mendekat. Namun, sebelum sampai tiba-tiba suara dentuman keras kembali terdengar.
Dwarrrr!!!! Suara ledakan terdengar keras kembali. Suara itu berasal dari bawah di bagian selatan, dan terlihat pula cahaya merah menyala mengudara.
Semua orang yang ada disini pun melihat kearah selatan tersebut. Mereka melihat cahaya merah menyala itu, dan kepungan asap tebal nya.
"*Apa yang baru saja terjadi?" membulat besar mata Zhuge Liying.
__ADS_1
Dia pun melepaskan pelukan Yi*. Mimik wajahnya pun serius ketika menatap itu. Bukan Liying saja yang melihat terkejut, tapi Shangguan Yun, Yue Yi, dan para murid Dao Bao Hu sama-sama kaget dengan suara keras tersebut.
"Hub!"
Zhuge Liying tidak mau diam saja. Dia meloncat keudara lalu dia terbang turun kebawah.
"Da Jie!" panggil cemas Yue Yi, ketika Zhuge Liying yang telah melompat kebawah.
"Ini tidak bisa dibiarkan!" geram Yang Leng. Dia yang sebagai seorang laki-laki tidak mau kalah dengan Zhuge Liying itu.
Hek!" Yang Leng pun meloncat kebawah. Terbang bebas terjut melewati awan.
Jika sudah seperti ini maka tidak ada cara lain selain pergi mencari tahu siapa kah yang baru saja membuat serangan itu?
Yang lain pun ikut terjun bebas ke bawah, melewati awan-awan putih ini dan mendarat bersama-sama ditanah, tepat di depan gerbang utama Tian Kong.
...
...
...
Bruk!!!
Murid-murid Tian Kong pun terpental dan terhempas ke semua tempat yang ada.
Tubuh mereka terlihat penuh luka, dan berlumur darah. Mungkinkah ini karena ledakan kecil-kecil tersebut.
Dwar!!! serangan kembali dilancarkan.
Brak!!! Murid-murid pun terhempas menabrak pohon, dinding, dan benda-benda lain yang ada disana.
"Hentikan ini!" Teriak kesal dan marah serta geram dari Zhuge Liying.
__ADS_1
Asap mengepung. Liying pun tidak bisa melihat dengan jelas siapa dalang dari balik penyerangan besar-besaran ini.
"Da Jie!" panggil Yue Yi. Dia datang dan mendekat pada Zhuge Liying.
"Guru!" sebut Liu, Zhao, dan Yu. Mereka datang sambil mengibas-ngibaskan tebalnya asap ini.
Mereka membuka jalan untuk bisa melihat dengan jelas. Wajah dan pandangan mata mereka terhambat karena asap ini.
Mencoba mendekat pada Zhuge, tapi sebelum itu dari balik tebalnya asap yang disudut sana, tiba-tiba seseorang muncul dari sana.
Langkah itu terdengar semakin mendekat, dan semakin dekat.
Asap yang sedang mengepung ini, secara cepat dan bersamaan menghilang keudara. Pandangan pun mulai terlihat cerah.
Siapa kah seseorang yang ada disana itu? Mungkin kah dia dalang dari balik penyerangan besar-besaran ini?
Liying menatal orang itu dengan serius dan tajam. Mata indah itu tidak sedikit pun berkedip. Dia sangat tahu siapa orang yang ada disana itu.
Thek!
Berdiri tegak, gagah dan garang.
Dia membusungkan wajahnya di hadapan semua orang yang memperhatikan dirinya.
Sebuah pedang panjang pun tergenggam erat di tangan kanannya. Wajahnya tampan rambut panjang putih terurai. Jubah hitam dengan ikat kepala hitam pula.
Siapa dia itu?
Penasaran!
Next Episode.
...
__ADS_1