Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 11.


__ADS_3

Episode sebelumnya.


**Malam ini telah terjadi keributan di Dao Bao Hu, dengan Sang pengusik yang bernama Chen Tong. Dia datang dengan membawa dendam kepada salah seorang murid senior Dao Bao Hu yaitu Liu.


Terjadi pertarungan disana karna Chen Tong yang menuduh bahwa Liu telah membunuh putra nya yang bernama Chen Min. Namun Liu membantah tuduhan tersebut, Dia menolak keras apa yang dituduhkan Chen Tong kepada dirinya. Karna bukan Dia lah pelaku pembunuh Chen Min**.


****


Di sudut lain sebelum terjadi nya keributan di Dao Bao Hu.


Di langit-langit rumah warga. Seseorang yang mengenakan topeng putih bergambarkan hewan beruang dan jubah panjang berwarna putih senada dengan topeng nya tersebut.


Lalu dipinggulnya tersimpul indah ikat pinggang berwarna Emas dengan kedua pedang yang berada di kiri dan kanannya.


Di bawah sinar rembulan Dia pun berkata.


"Penjahat murahan hanya akan menjadi sampah masyarakat di Negeri ini . Jika dibiarkan mereka akan menjadi lintah darat yang hanya bisa menyusahkan!".


Hub.


Meloncat keatap yang lain. Lalu, Tek... Tek... Berjkan cepat diatasnya tanpa membuat kebisingan di setiap langkahnya..


Ingin kemana Dia pergi?. Dari katanya tadi sepertinya seseorang yang memiliki sebutan pendekar bertopeng ini ingin merbuat sesuatu kepada seseorang. Namun siapa Dia, hingga membuat pendekar bertopeng itu bergegas berlari seperti ini?.


***


Dao Bao Hu.


Di salah satu atapnya, pendekar bertopeng baru saja tiba di Dao Bao Hu. Dia duduk tersungkur dengan posisi memperhatikan apa yang terjadi dibawah dari atas sana.


Di bawah. Halaman luas Dao Bao Hu.


" Sudah ku katakan bahwa aku tidak membunuh nya!. Pendekar bertopeng itu lah yang telah membunuh putra mu! ". Kata Liu yang kekeh akan penjelasannya.


" Ah!. Aku tidak percaya dengan kata-kata mu itu!. " Namun Chen Tong masih kekeh dan bersikeras bahwa Liu lah yang telah membunuh putra nya.


Ketika Dia yang teramat tidak percaya pada perkataan Liu, dan sekarang Chen Tong lebih memilih untuk melangkah mundur kebelakang menjauh dari Liu.


Ingin pergi kemana Dia?, dan apa yang sedang di pikirkan nya itu?. Mengapa harus mundur beberapa langkah kebelakang?.


Sikapnya menimbulkan Spekulasi mencurigakan dari banyak pihak. Semua orang yang hadir pun memiliki pikiran yang sama, yaitu. (Apa yang ingin dilakukan Chen Tong itu?).


POSISI CHEN TONG PUN TELAH JAUH DARI LIU.


Pergelangan tangannya pun di kuatkan. Ujung mata pedang yang sejak tadi membuat garis tegak lurus di permukaan tanah yang datar ini pun di kuatkan pegangannya.


"Apa yang ingin Dia lakukan?". Cuap penasaran Pendekar bertopeng yang bertindak sebagai penonton dari atas atap itu.


Kedua mata yang tertutup topeng itu memandang penuh pertanyaan kepada Laki-laki yang sedang memegang pedang itu.


Mengapa Laki-laki tersebut bergerak menjauhi pemuda yang tidak bersenjata itu?. Bukankah sejak tadi mereka sedang berdebat?. Apa yang mereka debatkan?. Kenapa Pria tua yang ada disana dan ketiga Laki-laki yang ada disampingnya hanya diam?.

__ADS_1


***Pikirnya yang penuh dengan banyaknya pertanyaan*.


Dia memandang dan memperhatikan keseluruh arah, tidak ada satu pun yang luput dari pandangannya termasuk, pria tua yang bernama Huo Long dan ketiga murid nya yang bernama, Liu, Yu ,dan Zhao.


(Namun untuk sekarang pendekar bertopeng itu belum mengetahui nama mereka masing-masing**).


*Kembali pada Chen Tong yang telah berdiri jauh dari Liu itu.


" Siapa pun yang telah membunuh putra ku. Maka terima lah pembalasan ku ini! ". Ucapnya dengan setiap penekanan disetiap kata*.


Yaaaaaa!!!!.


Berteriak sekeras-kerasnya lalu langkah yang pada awalnya melambat sekarang mulai cepat dan nampak semakin cepat.


Ssst...


Tangan yang menggenggam pedang itu mengayun-ayun diudara seraya dengan Dirinya yang berlari cepat membelah dunia.


Liu terdiam terpaku di sana.


" Adik keempat!!!". Teriak kakak pertama dari sudut sana. "Adik!". Yu pun ikut beretriak. " Liu!". Sahut beriringan oleh orang yang bernama Huo Long. "Awas!!". Teriak terakhir dari adik keempat sebagai pengingat bagi Liu.


" Gawat!". Cuap Respec dari pendekar bertopeng.


Dia memandang cepat ayunya pedang itu, lau Hu. Dia meloncat saja dari atas atap.


Tek. Mendarat dengan sempurna, dan Cling. pedang yang tadinya masih terbungkus tiba-tiba dikeluarkannya dengan cepat dan Krek Cling. Menahan dan memblok ayunya pedang dari Chen Tong itu.


Kedua pedang saling mengacung diudara dengan bagian tegahnya saling tertahan satu sama lain.


iiikk. Yang lain pun ikut memejamkan mata, karna tidak sanggup untuk melihat Liu yang tak berdaya itu.


" Aaaaa!!". Liu masih berteriak dengan kedua matanya yang masih terpejam. Namun Dirinya cepat tersadar, Dia merasakan ada yang janggal dari ini semua?. *Apa itu?.


Dengan keberanian diri. Liu mencoba untuk membuka matanya kembali dan betapa terkejutnya Dia ketika melihat ini*.


"Pendekar bertopeng!". Sebutnya sesaat Dia tahu bahwa benar-benar ada yang janggal dari serangan ini.


Serangan itu tidak mengenai dirinya seharusnya jika ayunan pedang itu tepat mengenai bagian tubuh, maka ini adalah hari terakhir Dia melihat dunia.


Namun seseorang yang memakai topeng telah berdiri dihadapan nya, dengan salah satu pedangnya menghadang pedang milik Chen Tong.


" Oh. Jadi kau yang bernama pendekar bertopeng itu! ". Ucap Chen Tong ketika Dia tahu bahwa dirinya telah berdiri dihadapan dengan seseorang yang di panggil pendekar bertopeng tersebut.


" Sepertinya kau sedang mencariku". Jawab dari pendekar bertopeng itu sambil memandang serius wajah Laki-laki yang ada di hadapan nya itu.


"Sebenarnya siapa kau?". Tanya Chen Tong.


Pedangnya digerakkan memutar kebawah untuk memberi perlawanan terhadap pendekar bertopeng tersebut.


" Siapa aku. Kau tidak perlu tahu". Kata Pendekar bertopeng.

__ADS_1


"Oh, Jadi kau memang benar kau yang telah membunuh putra ku". Tutur Chen Tong.


" Aku tidak tahu sudah berapa banyak penjahat murahan seperti mu ini yang ku bunuh. Jadi aku tidak tahu siapa kah putra mu itu? ".


Tek dilepaskan oleh Chen Tong, lalu Dia kembali melangkah mundur kebelakan.


" Ingin apa kau?". Tanya pendekar bertopeng yang heran mengapa laki-laki itu selalu melangkah mundur kebelakang di tengah-tengah pertarungan?.


"Bertarunglah satu lawan satu dengan ku!".


Pedangnya mengangkat kedepan ketika Dia yang telah menjauh itu. Chen Tong menantang dengan berani pendekar bertopeng tersebut untuk duel satu lawan satu.


" Baik!". Terimanya dengan senang hati. Jika ada yang mengajakkannya untuk bertarung, maka dengan lapang hati pendekar bertopeng ini menerima nya.


Hub.


Ilmu tanpa gravitasi Chen Tong meloncat dan terbang keatas atap. Dia pun berdiri tegak dan berpijak disana.


Melihat musuh yang telah berada di atas maka pendekar bertopeng itu segera menyusulnya.


He.


Meloncat Dia keatas atap dan berdiri dengan gagah menghadap laki-laki yang telah mengajakkanya berduel itu.


Para pasang mata pun telah siap dibawah untuk menyaksikan pertarungan mereka berdua diatas sana.


Ssssssss.


Angin malam cukup bertiup kencang diatas sini. Namun ini tidak akan menyulitkan Chen Tong untuk membalaskan dendam putranya itu, dan angin ini pun tidak akan menjadi sebuah penghalang bagi Pendekar bertopeng untuk memusnahkan sampah masyarakat yang merepotkan ini.


Yaaaaaa...!


Teriak Chen Tong. Dia memilih untuk menyerang pertama dan membuat serangan mengejutkan.


Hhhh!.


Namun Pendekar bertopeng pun tidak mau kalah dari musuhnya. Dia berlari dengan pedang ditangangn kanan nya yang siap mengayun itu.


*Di titik tertengah.


Cling.


Keduanya beradu dan pedang mereka yang saling berbenturan.


Bagaimana pertarungan mereka selanjutnya. Apakah Chen Tong dapat mengalahkan pendekar bertopeng tersebut?, atau sebaliknya. Dia akan terbunuh di tangan Sang pendekar bertopeng?.


Tunggu Next Episode.


*Bersambung.


Jangan lupa coment+Like.

__ADS_1


Kalau suka Vote+favorit.


Salam hangat dari ku**.


__ADS_2