Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 28.


__ADS_3

Di episode sebelumnya.


Akhirnya Zhuge Liying kembali ke Tian Kong. Betapa senangnya para murid Dao Bao Hu itu ketika kedua mata akhirnya dapat melihat kembali guru tercinta mereka.


***


__________._______MELOMPAT SEJENAK KE MASA LALU, TEPATNYA DIMANA ZHUGE LIYING MASIH BERADA DI DAO BAO HU DAHULU.


Setelah penobatan Zhuge Liying dan sebagai guru baru di Dao Bao Hu.


Ke esokan harinya. Ini hari pertama dirinya menjabat sebagai komandan tertinggi sektor Lotus, dan sekaligus guru di Dao Bao Hu.


Di dalam ruangan luas, tetapi cenderung gelap. Ini adalah ruangan kerja milik Wen Huo Long dan tempat rapat pribadi untuk para murid senior.


Di dalam sana sudah hadir, Wen Huo Long, Zhuge Liying, Su Ling Hua, dantidak ketinggalan empat Detective terkenal kita. (Yang, Yu, Liu, dan Zhao Yi). Semua telah berkumpul dalam satu ruangan yang sama, dan di bawah satu atap yang sama pula.


*


"Tuan Wen! Tuan Wen!" Seorang murid laki-laki tiba disana dengan bereteriak dan tergesah-gesah cemas.


Dia pun duduk tersungkur di hadapan para petinggi Dao Bao Hu itu.


"Ada Apa?" Tanya cepat Wen Huo Long, terhadap salah satu muridnya itu.


"Gawat tuan! Ada masalah darurat Tuan, dari desa tetangga!". Ucapnya dengan kepalanya yang tertunduk kebawah.


" Jelaskan!" Pinta Wen Huo.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada desa tetangga, jelaskan kepada kami semua". Katanya lebih lanjut.


Yang lain pun diam dan ikut menyimak seperti penonton.


" Ini sangat buruk Tuan! "


"Desa tetangga telah hancur."


"Menurut laporan desa itu di serangang oleh mayat hidup, yang berkekuatan besar!"


Murid itu berkata dan menjelaskan semua nya kepada para pendekar hebat yang sedang berkumpul itu. Tangan kanannya yang menekuk kedepan dan menyembunyikan wajahnya.


Penjelasannya begitu cepat dan terpatah-patah akibat cemas dan gelisah, itu menandakan bahwa situasi dan keadaan desa tetangga tersebut sangat buruk.


"Apa yang kau katakan? Desa tetangga di serang oleh para mayat hidup?"


Tanya terkejut Wen Huo Long, dan yang lain nya pun sama ikut terkejutnya dengan dirinya saat mendengar laporan dari murid itu.


"Iya Tuan!. Mata-mata kita melaporkan, desa M di serang secara brutal oleh para mayat yang hidup kembali".


" Akan tetapi para mayat hidup itu, sangat kuat sampai-sampai seluruh pendekar yang ada disana pun dibandai habis oleh mereka ". Katanya lebih jauh dan jelas.


" Sungguh sehebat otu?" Liu berkata dan hadir bertanya di tengah-tengah laporan ini.


"Its diamlah!" Zhao Yi segera menegurnya. Di tekan nya lepala Liu yang keras itu, agar dirinya yang banyak bicara itu dapat diam tiada usah ikut campur terdahulu dalam pembicaraan serius ini.


"Aduh!". Teriaknya yang tidak keras, sesaat bagian kepalanya itu di tekan dengan keras oleh Zhao Yi.


Wen Huo Long memperhatikan Zhao Yi dan Liu itu, dan bukan hanya dia saja Su Ling Hua dan Zhuge Liying pun ikut melihat dan memperhatikan mereka berdua.


" Apa hanya ini saja loparan mu?" Tanya Wen Huo Long untuk memastikan.


"Iya Tuan. Hanya ini yang dalat saya sampai kan kepada Tuan, dan para komandan semua!". Jawabnya, dan masih kepalanya yang tertunduk kebawah, beserta wajah yang di tutupi oleh tangan.


" Baik. Kau bisa pergi! " Perintah Pemimpin Wen tersebut.


"Terima kasih informasi mu ini".


" Dan kau dapat kembali ke posisi mu". Katanya kepada murid nya tersebut.


"Siap Tuan!" Menyahut dengan tegas. Di terima olehnya dengan begitu baik perintah tersebut.


Tubuh yang masih membungkuk. Di pun mulai melangkah mundur. Lima langkah kebelakang, dan dia pun berbalik badan. Lalu pergi meninggalkan ruangan.


Laporan telah selesai, dan kini tinggal para petinggi Dao Bao Hu memikirkan bagaimana cara memusnahkan para mayat hidup tersebut. Karena bukan hanya desa M saja yang hancur akibat serangan mayat hidup tersebut.


Akan tetapi dalam kurun waktu satu bulan terakhir sudah ada laporan 15 desa tetangga yang hancur dalam serangan para mayat hidup itu.


"Paman guru ini sudah ridak bisa di diam kan lagi"


"Dalam satu bulan terakhir sudah ada laporan 15 desa yang hancur, di karenakan para mayat yang hidup kembali". Tutur Kakak pertama.


Dia berdiri tepat di samping kiri dari Wen Huo Long, lalu dengan peta besar yang terletak diatas meja bundar yang ada dihadapan mereka.


Itu peta besar yang berisikan lokasi-lokasi desa yang berada di bawah kekuasaan Negeri Ming.


"Iya kau benar sekali".


" Di sini kota A!" Ungkap sedikit dari Wen Huo. Dia menggenggam sebuah batang bambu kecil, dan Dirinya jadikan batang bambu tersebut sebagai penunjuk pada peta besar tersebut.


"Satu bulan yang lalu, kota A ini menjadi kota pertama yang di seranga oleh para mayat hidup tersebut!". Tuturnya. Sambil membimning dan mengarahkan pandangan semua orang kepada peta besar itu.


Dan semuanya menyimak dan mengikuti arahan dari Wen Huo Long itu dengan seksama. Tanpa ada kata dan hanya keheningan yang ada.


" Menurut laporan, semua pendekar yang ada disana pun tidak dapat mengalahkan para mayat hidup itu ". Lanjutnya berkata.


____________*


Di rumah kepala desa, dari desa A tersebut.


Di dalam sana kepala desa yang adalah seorang laki-laki yang sudah paru baya, sedang mondar-mandir bingung harus berbuat apa


Dirinya tengah gelisah, cemas dan gundah. Pikiran nya sedang terpecah belah, akibat memikirkan tentang nasib desanya di luar sana.


Dia yang hanya berdiam diri disana tidak bisa berbuat apa-apa hanya menunggu laporan dari lapangan.


Akan tetapi dia tidak mau diam dan terpaku begitu saja, saat di luar sana desa tanah kelahiran nya itu tengah di serang secara berutal oleh para mayat hidup.


Di luar sana.


" Whuuussss!" Semburan api yang berkobar-kobar menyala. Api yang menyembur itu keluar dari dalam mulut salah satu mayat hidup, lalu menyambar ke rumah-rumah warga.


Bum.

__ADS_1


Terbakar atapnya dan secara cepat merampat sampai kedalam-dalam nya.


Para penghunu nya pun keluar dengan cepat, semua orang berhamburan ke luar rumah akibat rumah-rumah mereka yang di semburkan api secara tiba-tiba.


"Wwhhuuss!" Di tiup kan api itu kembali. Namun sekarang skala semburan nya lebih besar, hingga dalam satu rumah dalat langsung terbakar.


"Tolong!. Tolong!" Tetiakan para warga yang mencari pertolongan.


Mereka, tua muda, anak-anak, remaja, laki-laki, perempuan, semuanya berlari sangat kencang menjauh dari desa, dan menuju ke luar desa untuk mencari perlindungan.


"Tolong!. Tolong!". Teriak mereka yang sangat ketakutan.


" Eeeeekkkk!" Seorang bayi pun menangis dalam pelukan Sang ibu, di saat Sang ibu yang mencoba berlari menghindari ini semua.


"Ayah!. Hiks."


"Ayah bangun lah!"


"Ayah!"


"Hiks!" Tangisan seeorang gadis kecil yang menangisi ayahnya, yang telah tiada.


Ayah nya telah terkapar tidak sadar kan diri di atas tanah, dengan tubuh ayah gadis itu yang telah di penuhi darah. Wajah dan kulit nya pun menghitam seperti arang, terlihat dia mati akibat terpanggang.


"Ayah!!!!!" Tangis histeris gadis kecil tersebut. Dia duduk tersungkur sambil memeluk tubuh ayah nya yang sudah tidak bernyawa itu.


Bukan hanya gadis kecil itu saja yang menangis pilu akibat di tinggal oleh Ayah nya. Namun masih banyak anak-anak lain yang bernasib sama dengan dirinya.


"Ayah!" Tangisan dari sudut sana.


"Ibu!". Menyahut dari arah timur.


" Kakak!". di arah selatan.


"Hiks!"


Semuanya menangisi anggota keluarganya yang telah tiada tersebut. Mereka menangisi tubuh-tubuh yang sudah tidak bernyawa itu. Sekarang nasib mereka sama, sama-sama menjadi yatim piatu dan tidak lagi ada keluarga yang dapat melindungi mereka.


"Tolong!"


"Tolonh!"


"Tolong!"


Semuanya berteriak, dan semuanya mencari perlindungan.


."Whuuussss!" Api itu kembali menyembur dengan kuat, sampai-sampai sekarang seluruh desa delah di tutupi dengan kobaran api.


"Cepat! Cepat!"


"Pergi ke tempat yang aman!"


Para pendekar pun akhirnya datang, dan mereka yang datang pun segera meminta para warga desa yang masih selamat untuk mengungsi.


"Mari ikuti kami!" Mengarah kan jalan.


Secara tergesah-gesah para warga itu pun keluar dari desa, dan pergi ke tempat yang lebih aman di luar sana.


Dia meneriaki temannya yang berada di area luar. Tugas temannya itu adalah membawa para warga yang selamat untuk pergi ke tempat yang lebih aman.


"Baik kakak!" Sahut dengan berteriak, pendekar Wu tersebut.


"Ayo!. Ayo!. Ikuti diriku!"


Arahkan nya kepada semua orang.


Dengan mengikuti aturan, semua nya pun ikut kemana pendekar Wu itu pergi.


***


Di rumah kepala desa.


Dia sudah sangat menunggu laporan tentang desanya tersebut.


"Tuan!" Seseorang akhirnya datang, dan akan menyampaikan semua laporan nya kepada kepala desa tersebut.


Dia pun duduk tersungkur di belakang kepala desa, dan ketika mendengar bahwa sudah ada yang datang. Tuan kepala desa itu segera membalikkan badannya kebelakang.


"Cepat katakan!" Dia langsung berkata.


"Para pendekar telah tiba disana, dan sebagian warga kita telah di arahkan ketempat yang lebih aman." Katanya yang menjelaskan.


"Ha!" Mendengar itu akhirnya kepala desa tersebut dapat bernafas lega.


"Syukurlah jika para pendekar sudah datang membantu."


"Setidak-tidaknya kita memiki harapan untuk dapat mengalahkan para mayat hidup itu". Pikirnya yang tah tenang.


" Iya Tuan!"


"Tetapi sebaiknya Tuan a


segera meninggalkan tempat ini, karena desa kita ini sudah tidak aman lagi!" Tuturnya.


"Iya kau benar!. Sebaiknya kita segera pergi!" Jawab kepala desa itu.


Keduanya pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Berlari secara cepat mencari tempat yang lebih aman.


Namun ketika ingin melangkah lebih jauh, tiba-tiba.


Dwaarr.


Serangan mengejutkan menimpa mereka berdua, dan.


Bum.


Meledak semuanya, lalu hancur dengan cepat tanpa menyisahkan apa pun.


Rumah itu hancur berkeping-keping akibat terkena serangan itu, dan bukan hanya rumah yang hancur. Namun seisi rumah pun ikut hancur, dan beserta dengan penghuninya yang ikut menjadi butiran debu.


***

__ADS_1


"Ini tidak bisa di biarkan saja!" Ungkap pendekar ini, ketika matanya itu melihat langsung kehancuran secara berutal desanya.


"Whhhhuuuss". Api terus-menerus di semburkan.


" Dwaaar!" Dan serangan bertubi-tubi pun di terus di lakukan oleh para mayat yang hidup kan kembali itu.


"S*al! Dasar payah!" Kesalnya. Dia tidak terima desa nya harus hancur seperti ini.


Keadaan desa telah terkepung eh si jago merah, dan suasa disana pun panas seperti sedang memanggang diatas baranya api.


"Hei kalian itu siapa? Mengapa kalian menyerang desa kami?" Dia meneriaki para mayat hidup tersebut.


Dengan dirinya yang mencoba melindungi wajahnya dari panasnya api ini.


"Krek"


"Krek."


Para mayat hidup itu tidak bisa berbicara, mereka hanya dapat bergumam seperti itu saja.


"Krek!."


"Krek!" Mereka berjalan mendekati pendekar desa itu. Langkah mereka begitu lambat, akan tetapi tubuh mereka itu tahan akan terhadap panasnya apu.


"Panas sekali disini!" Katanya yang sudah kepanasan itu.


Tubuh manusia yang masih bernyawa pasti akan merasakan panasnya api yang membakar desa ini. Namun tidak dengan para mayat hidup itu, mereka semua tahan akan kobaran api ini karena mereka adalah mayat yang hidup kan kembali.


"Ini panas sekali, tubuh ku tidak bisa berbuat sesuatu".


" Aku tidak bisa bertarung di tengah-tengah kobaran api ini".


"Aku harus Apa? Bagaimana cara nya melaean mereka di tengah-tengah panasnya api ini?" Dia nya yang terus bergumam mengeluh.


Tubuhnya kaku tidak bisa di gerakan. Dia merasakan kepanasan yang sangat hebat.


Bayangkan saja seseorang berada di tengah-tengah kobaran api yang sedang menyala itu, Apa kah dia bisa bertahan?.


Di atas api pembakaran biasa saja, siapa pun sudah merasakan panasnya. Akan tetapi ini, satu desa terbakar bagaimana panasnya api ini?.


Tidak bisa di bayangkan atau di rasakan, karena itu pasti sangat panas rasanya.


______


"Kakak!" Wu Qing pun datang, dia siap untuk membantu.


Berdiri dengan gagah di samping kakaknya.


"Bagaimana, Apakah semua warga telah kau selamatkan?" Tanyanya kepada Wu Qing.


"Iya kak. Semuanya sekarang tah berada di tempat yang lebih aman."


"Bagus lah, kai


lau semuanya telah selamat".


" Baiklah sekarang giliran kita menyerang para makhluk-makhluk aneh itu!". Semangat nya.


"Iya." Sahut sangat semangat dari Wu Qing.


"Saatnya kita hancurkan mereka, karena mereka telah berani mengusik ketenangan desa kita ini!" Tuturnya.


"Kau benar!. Telah membuat ku marah!".


Keduanya telah siap dengan kuda-kuda mereka. Sebuah pedang panjang pun telah siap di tangan kanan mereka.


" Krek!"


"Krek!"


Lara mayat hidup itu terus mendekat pada para pendekar pemberani dari desa A ini.


Tidak goyah atau pun takut, keduanya telah siap untuk mati demi melindungi desa ini.


Di pedang erat-erat pedang tersebut, dan.


"Yaaaaaaaaaa!" Berlari bersama-sama, dan menyerang bersama lula.


"Whuuuuuuuussssssa!" Api berkobar begitu besar, menutupi suruh desa dan menelan kedua pendekar perberani itu.


Desa A pun telah hancur, bersama dengan keberanian para pendekar hebat yang mereka miliki.


________ KEMBALI KEPADA DAO BAO HU.


"Jadi paman guru, Apakah kita bisa melawan pada mayat hidup itu? Sedangkan para pendekar terkuat pun tidak dapat mengalahkan mereka?" Kata Yang Leng.


"Kau benar!" Wen Huo Long menjawab.


" Ke 15 desa ini hancur, karena mayat hidup itu yang tidak dapat di musnahkan".


"Atau pun di lawan dengan kekuatan". Binging nya.


" Jadi bagaimana cara melawan mereka?" Tanya dari Liu.


Mungkin saat ini semuanya satu pemikiran dengan Liu. Mereka bingung bagaimana cara memusnahkan para mayat hidup tersebut.


"Ada satu cara untuk melawan mereka!" Kata Zhuge Liying.


Tampaknya gadis belia ini mengetahui cara agar para mayat hidup tersebut musnah.


**BAGAIMANA CARA NYA?


NEXT EPISODE.


PANTENGIN TERUS KISAH INI.


JANGAN LUPA LIKE+COMENT.


JIKA SUKA VOTE+FAVORIT.


SALAM HANGAT DARI KU

__ADS_1


PENDEKAR PERBATASAN**.


__ADS_2