Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 19.


__ADS_3

Episode sekarang.


Akan ada kejadian yang akan membuat seluruh penghuni Dao Bao Hu terkejut. Apa itu?.


SEBELUM ITU LIKE+VOTE YA TEMAN-TEMAN.


******________Sebelumnya.


Wen Huo Long meminta para murid senior nya yaitu Yang, Yu, Liu dan Zhao untuk datang menemui dirinya di ruangan pribadi miliknya.


______________


Di ruangan pribadi milik Wen Huo Long.


Ruangan luas dengan buku-buku dan kitab-kitab pusaka yang tersusun rapih dan beraturan dalam rak-rak besar yang mengelilingi setiap sudut nya.


Meja bundar besar berbentuk lingkaran dan beberapa kursi kayu yang mengelilinginya.


Di sudut itu Wen Huo Long sedang berdiri gagah dan di dampingi oleh dua orang gadis yang berpakaian seperti seorang pendekar. Mereka bertiga sedang menunggu kedatangan para murid senior itu.


"Paman Guru!". Sapa bersamaan oleh mereka, ketika Yang, Yu, Liu dan Zhao yang baru saja memasuki ruangan secara bersama-sama.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya mereka yang di tunggu-tunggu pun tiba.


" Ada Apa paman guru memanggil kami?". Tanya pertama Yang Leng kepada Wen Huo Long.


Keempatnya berdiri berdampingan di sudut kiri dari Wen Huo Long. "Aku memanggil kalian..." Kata Guru Wen. Namun terpotong sejenak. Karna Liu yang tiba-tiba berbicar di tengah-tengah perbincangan.


"Kau si pendekar bertopeng!". Teriaknya. Dia terkejut jari telunjuknya menunjuk tegak lurus kepada seorang gadis yang berdiri di samping kanan Guru Wen.


Pada awalnya kedatangan mereka tidak memandang gadis tersebut, semuanya tetap fokus pada Wen Huo Long. Namun sekarang sesudah Liu berteriak seperti itu, semuanya pun memandang ke arah gadis pendekar tersebut.


Semua pasang mata tertuju padanya, dan wajah itu sangat mereka kenal. Dia gadis yang waktu itu.


Malam kemarin dia yang telah melukai adik kedua, lalu seseorang yang telah membunuh Chen Min dan telah membuat Chen Tong terluka parah. ***Siapa kah gadis ini*, yang berpakaian seperti seorang pendekar itu**?.


" Astaga!. Dia menegetahuinya!". Kata cepat salah seorang gadis dengan berteriak terkejut. "Bagaimana ini Ying'er, dia mengenali penyamaran mu itu?". Berbisik pada teman wanita nya yang berada di samping kirinya.


Dia lah gadis yang di maksud Liu adalah " Si pendekar bertopeng ". Lalu wanita yang di maksud itu hanya bisa diam tidak menjawab satu patah kata pun, dan memandangi keempat pria-pria tampan yang ada di hadapan nya.


" Perkenalkan dia Zhuge Liying! ". Kata Guru Wen, untuk memperkenalkan Liying kepada Yang, Yu, Liu dan Zhao. " Dia guru baru disini, dan sekaligus komandan baru di sektor Lotus". Katanya lebih lanjut.


"Apa?". Ungkapan dari Yu. " Paman!". Tegas Yang. "Benarkah?". Liu yang bertanya-tanya, dan " Hm?". Bergumam saja dari Zhao Yi.

__ADS_1


keempat nya memberi tanggapan yang berbeda-beda. Semuanya menanggapi dengan heran atas ucapan tuan Wen yang mengatakan bahwa "Zhuge Liying akan menjadi guru baru mereka*".


" Paman Guru, kau tidak serius dengan ucaoan mu bukan?". Lanjut kakak pertama bertanya kepada guru Wen.


"Tentu saja aku serius ini adalah keputusan ku". Jawabnya yang tidak main-main.


" Apa alasan paman guru untuk menjadikannya seorang guru di Dao Bao Hu? ". Yu mempertanyakan keputusan Wen Huo Long itu.


Beberapa orang ini sangat mempertanyakan keputusan dari guru mereka. Namun Zhuge Liying sendiri hanya memperhatikan keseluruh orang tersebut. Dia tidak ingin berbicara karna bukan dia yang membuat keputusan sebesar itu.


Aku yakin ini jawaban mereka. Namun bukan aku lah yang menginginkan ini, tetapi dia lah yang telah mngajak ku untuk datang ke tempat ini, dan dia juga yang telah telah memasukan ku kedalam masalah ini.


_________________FLASH BACK ON___________


Pagi ini di pasar tradisional. Setelah Zhuge Liying yang telah menurunkan pedangnya dari hadapan Wen Huo Long.


" Sudahlah. Aku tidak ada lagi urusan dengan mu!". Kata tegasku kepada pria ini. Aku malas memandang dia untuk waktu yang lama, apa lagi berbicara empat mata dengan nya. Karna itu hanya akan membuang waktu ku saja.


"Ayo. Yi'er!." Berkata dan mengajak Yue Yi. "Tinggalkan saja pria lemah ini. Aku sudah tidak lagi memiliki urusan dengan nya!". Kata ku lebih lanjut.


Ssst. Di masukkan pedang ku, dan telah aman pedang ini dalam ikat pinggang ku.


" Tapi, Da Jie!. Apakah kita tidak bisa bertanya tentang keberadaan ayah mu kepada pria itu?". Katanya untuk menghadang langkah ku, dan kata-katanya mencoba untuk membujukku untuk tidak segera beranjak dari tempat ini.


"Tidak usah kau tanyakan!". Dingin ku menjawab, dan aku memutuskan untuk melanjutkan saja langkah ku ini. " Tetap jalan, dan jangan pernah berbicara kepada siapa pun! ". Tegasku meminta padanya. " Tentang misi kita ini!". Lanjut ku dengan begitu dingin.


" Baiklah. Ying'er!". Kata setuju nya dengan merunduk kebawah. Dia pun diam dan menutup mulutnya itu.


Anak ini sangat baik dan sangat patuh di setiap kata-kata ku. Jika ku berkata A, maka dia akan mematuhinya


Liying telah melangkah, dan begitu pula dengan Yue Yi yang juga mengikuti langkah nya. Namun sebelum beranjak lebih jauh.


"Tunggu!". Wen Huo Long memanggil, dan terhentilah kedua langkah kaki itu.


" Tinggallah di tempat ku!. Telah lama aku mencari mu, dan kini kita telah bertemu. Apa kau tidak ingin menyapa ku?". Lanjutnya berkata.


Tek.


Aku telah berhenti. Langkah ku tidak ingin lanjut kembali. Mengapa?.


Ada Apa?. Kenapa aku harus berhenti disini?.


kedua mata ku membulat, telinga ku berdengung, dan dada ku terasa sesak ketika dia berkata.

__ADS_1


Jantung ku berdetak kencang tidak beraturan tubuh ku lemas dan ku teringat kembali dengan nya. Kasih sayang ibu yang tidak pernah ku rasakan. Aku berbalik badan dan memandang kembali wajah nya itu.


"Tinggallah di tempat ku, dan jadilah guru di perguruan ku!". Ungkapan dari Wen Huo Long yang meneriaki Zhuge Liying.


Aku dan Yi'er mendengar teriakan itu. Aku diam sejenak. Namun adik seperguruan ku ini langsung menanggapi kata-kata itu, dan segera membujukku dengan rayuan mautnya.


" Dengan Liying!. Dia manawari kita untuk tinggal di tempat nya". Katanya. " Kau pikir kan saja kesempatan ini tidak datang untuk yang kedua kalinya. Kita baru di kota sebesar ini tanpa tahu pasti akan tinggal di mana, dan sampai sekarang kita pun belum mengetahui di mana ayah mu tinggal, dan seperti Apa wajahnya itu?. Lanjutnya membujuk.


"Ayolah Da Jie!." Merengek. "Jika kau tidak mau, maka sekali saja pikirkan lah aku. Aku sudah mulai lelah. Apa kau tidak merasa iba kepada adik seperguruan mu ini?". Lanjutnya terus membujuk.


Tangannya menggenggam erat kepada tangan kanan ku. Aku bingung harus Apa?. Dia adik seperguruan ku dan aku tidak akan membiarkan nya kelelahan. Namun jika ada pilihan yang lain maka aku ingin menolaknya.


Aku tidak ingin tinggal satu atap dengan pria tua itu. Aku menatap tajam dia dengan mata ku ini.


" Terserah kau saja. Kemana pun kau pergi maka aku akan mengikuti di belakang mu!". Tegasku menjawab nya.


Sikap ku memang selalu diam dan tidak banyak bicara. Perkataan ku selalu dingin dan acuh kepada siapa pun. Namun hati ku sangat lembut. aku tidak akan membiarkan orang yang paling berharga bagi ku terluka. Aku akan berusaha agar sahabat ku ini selalu bahagia.


"Benarkah?. Astaga kau memang baik". Unkapan nya menyambut dengan bahagia dan ceria. Dia tersenyum lebar untuk mengexpresikan nya.


Dia adalah adik ku, jadi sudah menjadi tugas ku untuk melindunginya walau dia terkadang cukup menyusahkan. Namun dia tetap lah adik ku, adik kesayangan ku.


Tangan kanan Zhuge Liying di genggam erat oleh Yue Yi yang tengah bahagia itu.


" Baiklah paman. Kakak pertama ku ini telah setuju untuk tinggal di tempat mu. Jadi dimana tempat tinggal mu, Paman?". Tanyanya dengan senang karna Zhuge Liying yang bersedia menerima tawaran tersebut.


Dan laki-laki yang bernama Wen Huo Long itu tersenyum kecil ketika mendengar sendiri jawab gadis belia tersebut. Hati kecinya tertawa bahagia.


Tidak banyak basa basi lagi, dan tidak ingin membuang waktu lagi, Wen Huo Long segera berjalan menghampiri Liying Yue Yi.


"Ayo!. Mari ikuti aku!". Ajaknya dengan sopan kepada Zhuge Liying yang dingin dan Yue Yi yang ceria.


Tuan Wen menunjukan jalan, Dia mulai melangkah untuk mengantar dua gadis ini ke kediaman dirinya.


Yue Yi segera mengikuti langkah laki-laki dewasa tersebut yang berjalan ke selatan. Namun tidak dengan Zhuge Liying. Dia masih terdiam dan tertahan disana.


Apa yang sedang mengganggu pikirannya, hingga dia masih tertahan disana?.


" *Kami datang tanpa ada tujuan pasti. Kemana aku dan Yue Yi harus pergi?. Siapa kah yang harus aku temui?. Tidak ada tujuan pasti dalam diriku ini. Aku hanya mengikuti kemana langkah kaki membawaku dan langkah ku terhenti di tempat ini. Di kota ini dan di suasana ini".


______________ **FLASH BACK OFF***.


Bersambung.

__ADS_1


Next Episode.


__ADS_2