
3.
Di mulai.
____________
"Ayah!" Yue Yi berteriak, sambil melangkah mendekat pada Zhuge Liying yang di datangi oleh Shangguan Yun itu.
Situasi memanas. Shangguan Yun mendatangi Zhuge Liying dengan wajah garang dan terlihat seakan-akan ingin memarahi Sang gadis polos tersebut.
"Murid Zhuge!" Shangguan berkata singkat, tapi terdengar tegas dan berwibawa.
Dia yang adalah laki-laki dewasa itu, sangat dihormati oleh para murid perguruan Tian Kong ini.Dirinya guru yang hebat dan di jadikan ketuan dalam perguruan ini.
Sekarang dia sedang berdiri dan memandang langsung murid nya kembali, setelah murid nya tersebut pergi mengembara selama 7 tahun lamanya.
Memandang wajah Zhuge Liying dengan serius. Tatapan nya sangat tajam pada gadis belia berusia 21 tahun tersebut.
Sedangkan Zhuge Liying sendiri hanya bisa membuat senyuman kecil di bibir manis ya itu. Tidak ada hal yang dapat di perbuatnya selain tersenyum dan tersenyum.
"Paman Guru." Tersenyum ku sambil merundukan kepala ini, dan memberikan kesan baik kepada laki-laki tua ini.
Mungkin Zhuge Liying sangat mengenalnya, tapi aku ini jiwa baru dalam raganya. Jadi wajar saja aku harus memberikan kesan baik kepada siapa pun, agar mereka tidak menaruh curiga pada ku ini.
Pria tua ini terus memandangi ku seperti seseorang yang sedang mengkhawatirkan ku saja. Nampak jelas dari sorot matanya bahwa dia sangat menaruh rindu pada raga Zhuge Liying ini.
Namun, mengapa ketika dia berbicara seakan-akan dia ingin memarahi ku saja? Apakah benar yang sedang ku pikirkan ini?
"Ayah!" Yue Yi memanggilnya dengan dirinya yang hampir mendekat kepada mereka berdua.
Tek. Thek.
Situasi menegang. Saling menatap satu sama lain. Namun,...
"Murid Zhuge!" Shangguan Yun berkata cepat, tapi terdengar pelan.
Bruk!
__ADS_1
Dia memeluk cepat mungilnya tubuh Zhuge Liying. Di rangkulnya dengan erat Zhuge Liying itu. Shangguan Yun melepaskan kerinduannya kepada salah satu murid kesayangan nya tersebut.
Di peluknya dengan hangat murid yang telah lama menghilang itu. Pelukan itu sangat nyaman dan pas pada Zhuge Liying, seakan-akan pelukan tersebut memang di tunjukan kepada Zhuge Liying itu sendiri.
Thek. Aku terdiam. Kedua mata ku membulat besar. Seketika perasaan ku berubah menjadi sebuah kenyamanan. Aku merasakan kasih sayang yang selama ini tidak pernah aku rasakan.
Mungkin kah raga Zhuge Liying ini tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah? Apakah benar selama hidupnya ini dia tidak pernah mendapatkan cinta dari seorang ayah?
Jika di bayangkan nasibnya ini lebih buruk dari pada diriku. Walau pun aku ini miskin dan payah, tetapi aku sangat banyak memiliki kasih sayang dari kedua orang tua ku.
Apakah ini sebuah ke peruntungan yang tidak terduga? Atau mungkin Zhuge Liying sebenarnya menginginkan hal ini. Namun dirinya sendiri enggan mengungkapkan nya?
**
"Darimana saja kau? Apakah kau tidak merindukan guru mu ini? Sudah 7 tahun kau pergi. Apakah kau ingin pergi kembali meninggalkan ku?" Shangguan Yun bertanya cepat, sambil meluapkan semua emosinya.
Pelukannya sangat erat kepada Zhuge Liying, dan Liying yang berada dalam pelukan nyaman itu nampak sangat menerima dekapan hangat tersebut.
Tidak ada kata-kata yang dapat ku ucapkan. Sepertinya laki-laki tua ini memang sangat merindukan Zhuge Liying ini. Namun, Apa alasan Zhuge Liying itu pergi dari perguruan nya ini?
Thek. Melepaskan pelukan. Terlihat kedua mata Shangguan Yun berkaca-kaca, nampaknya memang jelas dia sangat merindukan murid kesayangan nya tersebut.
"Ayah!" akhirnya Yue Yi hadir di tengah-tengah mereka.
Dia berdiri tepat di tengah-tengah antar ayahnya dan juga Zhuge Liying itu.
"Apa yang ayah lakukan? Apakah ayah menangis?" Yue Yi langsung menegurnya dengan candaan.
"Tidak!" Shangguan Yun mengelaknya dengan cepat.
Lalu dengan cepat pula dia menghapus kristal-kristal bening yang tergenang di antara kedua mata indah nya itu.
"Siapa yang menangis? Ayah tidak menangis!" Membuang pandangan nya.
Shangguan Yun menyembunyikan wajah yang sedang menangis itu dari hadapan Yue Yi dan Zhuge Liying.
Dia merasa malu ketika tertangkap basah menangis seperti anak kecil dihadapan murid dan putrinya sendiri.
Aku menyimak mereka berdua. Sosok ayah yang tertangkap basah menangis seperti anak kecil oleh putrinya sendiri. Ini drama keluarga yang biasa ku lihat di acara televisi.
Terlihat jelas seorang ayah yang menaruh rindu pada anak nya sendiri, setelah putrinya itu pergi meninggalkan nya untuk waktu yang lama.
Tangisan yang di sembunyikan nya itu tergambar jelas bahwa dia sangat merindukan pitrinya ini.
Yue Yi kau beruntung memiliki ayah seperti dia. Ayah yang selalu merindukan anaknya dimana pun anaknya itu berada.
"Cukup!" Shangguan berkata kembali. Kata-katanya sekarang terdengar gagah kembali.
"Semangat jelaskan pada! Mengapa kau tidak memberitahukan kepada ayah mu ini, bahwa murid Zhuge pergi dari kamarnya?" bertanya keras, tapi masih dalam tahab kewajaran.
__ADS_1
"Iii...iii" Gugup. Yue Yi pun berkata dengan gugup ketika ayah nya itu mengajuka. pertanyaan tersebut.
"Iii-tu!" terpatah-patah kata-katanya.
Wajah ayaunya seketika berubah menjadi pucat kelabu. Yue Yi sendiri bingung haru menjelaskan apa kepada ayah nya itu?
Bagaimana bisa ayah mengetahui ini? Sedang kan diri ku sendiri menutup rapat-rapat kepergian Zhuge Liying tadi? ( Bergumam sendiri dalam hati).
"Kalau ayah tahu bahwa tadi Zhuge Liying pergi dari kamarnya tanpa sepengetahuan ku. Maka ayah akan sangat memarahi diriku ini." Cemas Yue Yi yang tidak terbatas dalam pikirannya ini.
"Apa yang harus aku lakukan?" Berpikir cemas dalam hatinya itu.
Terdiam. Yue Yi terdiam tidak ada kata-kata yang terucap dari bibir manis nya itu. Mungkin dia lebih memilih diam dari pada dia harus berkata. Karena jika saja dia salah menjelaskan maka akibatnya akan fatal bagi dirinya sendiri.
"Paman Guru!" kata Zhuge Liying, yang pelan tapi menyimpan banyak makna.
Aku yang sejak tadi diam tidak ingin terua-menerus diam. Maka dari itu aku harus berkata dan tidak akan membiarkan Yue Yi dimarahi oleh ayah nya itu.
"Iya!" Shangguan berkata singkat dan padat.
Kedua matanya merik pada gadis imut dan polos tersebut. Dia memandang Zhuge Liying yang berdiri sembunyi dari balik tubuh Yue Yi.
"Paman Guru! Jangan kau salahkan Yue Yi. Ini semua adalah kesalahan ku." Aku berkata malu-malu, tapi yakin dengan perkataan ini.
"Da Jie!" merih. Yue Yi melihat dan memandang langsung wajah Zhuge Liying.
Dia merasa bersalah dengan Da Jie nya itu. Karena dia tahu seharusnya dia lebih teliti lagi dalam menjaga rahasia ini.
Hm. Tersenyum kecil padanya. Aku paham dari tatapan mata nya yang sangat cemas itu. Dia sangat khawatir kepada ku. Kalau aku harus terkena marah dari paman guru ini.
Namun, yang salah adalah aku, jadi biarkan diri ku ini yang menyelesaikan semuanya.
Thek. Menyentuh bahunya. Aku maju perlahan kedepan, dan dengan berani menatap langsung kedua mata paman guru ini.
.... Shangguan Yun memandang wajah Zhuge Liying tersebut. Dia sangat menunggu-nunggu penjelasan dari Zhuge Liying itu.
Apa yang akan dikatakan Zhuge Liying kepada Shangguan Yun?
Apakah dia akan menjelaskan bahwa dirinya bukan lah Zhuge Liying yang sesungguhnya?
Penasaran!
Next Episode
Jangan lupa Like+Coment.
Kalau suka Vote+Favorit.
Salam kenal dari ku ini.
__ADS_1
Pendekar perbatasan.