Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 9.


__ADS_3

Di episode yang lalu.


**Ketika pendekar bertopeng baru saja menyelesaikan pengobatannya, tiba-tiba seseorang ingin menyerangnya.


Liu yang hadir disana pun melihat orang itu. Dia mengenali wajahnya, Liu memnggilnya dengan nama Chen Min.***


***


"Hei Chen Min, tunggu kau!. Jangan lari seperti pengecut!. Jika berani, ayo kita berduel satu lawan satu di tempat ini!". Tantang daei Liu yang berteriak di belakang. Sedangkan pria muda yang bernama Chen Min itu melayang cepat di depan.


Sesekali Chen Min menoleh kebelakang hanya untuk memastikan posisi dirinya telah jauh dari Liu yang sejak tadi terus saja mengejar dirinya.


" Jika kau berani maka kejar aku dan tanggkap aku!". Chen Min berbalik menantang Liu. Dia melihat kebelakang dengan raut wajahnya yang tersenyum seakan meledek kepada Liu, dan sambil berayun dari satu batang bambu ke batang bambu yang lain.


**Ssst... Ssst...


Aku pun tidak mau kalah dari si pecundang itu. Aku terus mempijaki batang-batang bambu ini untuk bisa mengejar dirinya.


Kedua kaki ku ini terus terus berayun kesana kemari seperti seekor tupai yang meloncati setiap dahan-dahan pohon**.


Di udara Kedua orang yang sakti ini saling mengejar, Liu mengejar Chen Min terus menerus tanpa henti walau melayang di udara, dan sedangkan Chen Min mencoba untuk berlari menjauhi Liu yang ada di belakang nya.


Namun ketika mereka yang sedang sibuk pertarung tanpa gaya gravitasi itu. Tibalah Pendekar bertopeng di lokasi tersebut.


Dia baru tiba di hutan bambu itu, tetap kondisi pohon-pohon bambu yang telah hancur lebur membuat Dia terkejut bukan main.


"Apa yang telah terjadi di tempat ini?."


Tangan kanannya menggenggam sebongkah debu yang telah tersebar di tanah itu. "Siapa yang telah melakukam ini?". Terheran Dia. Karna Dia tahu dengan jelas bahwa disini adalah surganya pohon-pohon bambu yang tumbuh lebat.


Namun kini sebagian dari tanaman icon kota ini telah menghilang melebur menjadi debu tidak berbekas, atau istilah lainnya Sebagian dari hutan ini telah menggundul.


Pendekar ini terdiam untuk sejenak, Dia paham bahwa yang melakukan ini bukanlah orang biasa. Pasti dalang dari penyerangan di pasar dengan kejadian yang ada di hutan orang yang sama.


Karna dari beberapa tumpukan demu Dia menemukam jarum yang serupa dengan yang ada di pasar tadi.


Di ambil salah satu jarum tersebut, dan ternyata memang benar ini jarum yang sama. Pikir pendekar bertopeng tersebut.


" Kemana kau pergi?". Memandang serius keseluruh penjuru.


**Hub.


Dia meloncat keatas lalu,Ssst melayang-layang ringan di awang dan melesat mengejar Dia yang ingin dirinya beri pelajaran itu.


***


Di lain tempat. Tepi sungai di pinggir hutan, tetapi masih jauh dari pemukiman penduduk.


Di tempat itu dengan hamparan ilalang yang tumbuh menjulang tinggi, dan angin tepi sungai yang menghembus kencang.

__ADS_1


Liu dan Chen Min berdiri saling berhadapan, tatapan keduanya begitu tajam dan sangat serius. Terlihat diantara keduanya saling menaruh dendam satu sama lain**.


"Hei Chen Min!". Kata Liu sangat keras. " Dimana lagi jarum beracunmu itu?". Teriak Dia meminta kepada Chen Min itu, seraya dirinya yang bertolak pinggang Seakan-akan memang ingin menantang Chen Min untuk bertarung.


"Jadi hanya itu jarum beracun yang kau miliki!". Mempertanyakan dengan sombong.


" Kau Liu!." Sahut Chen Min teramat marah sampai-sampai jari telunjuknya itu mengacung kedepan. "Beraninya kau menantangku!". Kata Chen Min sambil membulatkan kedua matanya.


Liu memandang wajah Chen Min yang sudah kesal itu, lalu Dia pun mengambil ancang-ancang dalam posisi siap. Kuda-kuda telah di pasang walau tanpa senjata. Namun Dirinya yakin bahwa Ia dapat mengalahkan Chen Min itu dengan tangan kosong.


" Jadi kau menantangku, Ya!". Kesalnya. "Baiklah. Terima ini!".


Ssst. Tiba-tiba bermunculan beberapa jarum dari jari jemarinya.


**Hhh... Aaa...!


Dilemparkan jarum-jarum itu dengan cepat kepada Liu yang berdiri disana, dan betapa kencangnya hembusan angin jarum-jarum itu melesat cepat lalu mengarah tepat kedepan.


Liu telah siap. Namun.


Cling.! Cling!. Cling!.


Sebuah pedang mengayun lalu mengarahkan semua jarum-jarum tersebut ke arah lain lebih tepatnya menhelam kedalam sungai.


Itu kedua pedagang dari pendekar bertopeng. pedang-pedang itu mengayun cepat membalikan serangan, dan Dwaaarrrr.


Suara ledakan kencang pun terdengar di tepi sungai. Burrrr!. Air sungai meluap keudara akibat ledakan tersebut. Seperti hujan di siang hari, air sungai ini keluar membasahi bumi**.


Ini akibat dari jarum-jarum beracun yang di miliki Chen Min tersebut.


Suara panggilan itu terdengar di telinga nya. Pendekar bertopeng itu menolehkan sedikit wajahnya kebelakang untuk melirik seseorang yang telah menyebut namanya tadi.


" Hei Kau!". Teriak Dia kedepan setelah melirik kebelakang. "Ini pasti berbutan kau!. Pasti dirimu yang telah menyerang masyarakat di kerajaan ini dengan racun murahan mu itu!". Tuturnya sangat kesal ketika Dia yang akhirnya dapat memandang langsung seseorang yang selama ini meresahkan masyarakat.


" Hei!". Menjawab kesal, telunjuknya mengacung kedepan. *Mungkin Chen Min tidak terima bahwa jarum-jarum nya itu murahan.


"Kau berkata apa tadi?. Racun ku murahan?. Jaga bicaramu !". Unkap Chen Min berteriak keras pada Pendekar yang mengenakan topeng tersebut. " Kau tidak tahu siapa aku ini?. Aku adalah Chen Min Sang ahli Racun*!". Tuturnya sangat sombong. "Ha!. Ha!." Tawanya dengan sombong.


"Masih bisa kau tertawa!". Cuap serius Sang pendekar. Telinganya terasa panas ketika mendengar perkataan itu, dan kemarahannya pun hampir mencapai pada puncak karna tawa yang sombong yang seakan-akan tidak pernah memiliki salah itu.


Tidak ingin ada lagi sampah masyarakat di kerajaan ini, pendekar bertopeng tersebut menggeramkan Kedua tangannya dan mengeratkan pegangannya pada kedua kepala pedang miliknya.


" *Siapa pun nama mu itu. Terima serangan ku ini!". Yaaaaaa!!!!!!!.


*Berteriak, lalu kedua kaki di hentakkan cepat ke tanah, dan berlari cepat menuju sasarannya itu, yang lain dan tidak bukan adalah Chen Min.


Cling...Cling...


Mengayun Cepat kedua-duanya.

__ADS_1


Suaranya begitu keras ditambah dengan amarah yang memuncak. Ayunan kedua pedang itu tepat mengenai tubuh Chen Min. Chen Min tidak tapat menghindar dari serangan itu.


Hingga setelah kedua pedang itu mengayun dan mengenai tubuh Chen Min. Pendekar bertopeng pun berdiri beberapa langkah membelakangi Chen Min.


Tubuhnya membungkuk, dengan kaki kiri menekuk kebelakang lalu kaki kanan menekuk kedepan, dan kedua mata pedangnya yang menancap ke tanah.


Dan setelah itu terdengar.


*Dwaaaarrrrrrr!!!!.


Dentuman keras terdengar seantero Negeri, dengan cahaya merah menyala terang dan kumpulan asap tebal menyertai suara ledakan ini***.


"Aaaaa!!!". Teriak Liu dari ujung sana. Dia menutupi seluruh wajahnya dengan kedua tangan yang menekuk.


Nampaknya Dia sedikit di buat terkejut dengan kejadian ini. Tubuhnya merunduk di saat ledakan itu terjadi, dan ketika beberapa puing bebatuan merhamburan di udara lalu di sertai gumpalan-gumpalan asap mengepung dirinya.


Namun berbanding terbalik dengan Si pendekar bertopeng ini. Dari sorot mata yang terlihat dari sela-sela lubang topeng Dia memandang lega tanpa ada salah, setelah Dia menghabisi satu nyawa tanpa ampun. Karna baginya Laki-laki yang bernama Chen Min itu adalah sampah masyarakat yang seharusnya tidak ada di Negeri ini.


Tanpa memberi kata-kata. Tidak perlu basa basi setelah menghancurkan sampah masyarakat yang bernama Chen Min itu, Sang pendekar bertopeng itu segera meloncat terbang meninggalkan tempat kejadian tersebut.


" Pendekar bertopeng! ". Teriak Liu untuk memanggilnya. Namun nampaknya Dia terlambat, karna Pendekar bertopeng tersebut telah pergi dari sana.


Dia berdiri cepat untuk bisa memanggil Sang pendekar tersebut, tetapi apa boleh buat. Dia sudah terlambat. Sang pendekar telah pergi jauh tidak sempat Dia berkenalan dengan nya, atau pun mengucapkan terima kasih padanya.


\(**Flash Back Off**\).


" Jadi begitulah cerita singkatnya." Kata Liu mengakhiri cerita. "Akhirnya Chen Min yang sombong itu tiada di tangan pendekar yang bertopeng itu". Ucap nya lebih lanjut dengan rasa lega di hatinya.


Adik keempat dan kakak kedua yang sejak tadi menyimak pun duduk diam tercengang saat mendengar cerita tentang kehebatan Sang pendekar bertopeng tersebut dari mulut Liu iti sendiri.


***


***Tidak ada satu orang pun yang mengetahui siapa pendekar bertopeng itu?. Dia pria atau wanita tidak ada yang tahu?. Lalu dari mana asalnya dan siapa namanya tidak ada satu pun orang yang mengetahuinya.


Dia hadir di tengah-tengah masyarakat dengan misterius. Masyarakat mengetahui bahwa Dia mengenakan topeng berwarna putih yang bergambarkan hewan beruang, lalu pakaiannya pun berwarna serupa dengan topengnya dan rambutnya yang panjang terikat ke atas.


Di pinggangnya terselip sebuah ikat pinggang berwarna Emas dengan kedua pedang yang terjuntai di kiri dan kanannya.


Siapa kah pendekar bertopeng ini?.


???????????????????.


Bersambung.


Sampai disini dulu episode nya***.


Jangan lupa Like+coment.


kalau suka favorit+vote.

__ADS_1


Terima kasih.


Salam hangat dari ku.


__ADS_2