
**Malam hari.
Sekarang langit senja telah berganti menjadi langit malam. Sinar mentari memudar ditelan gelapnya sinar bulan.
Dao Bao Hu. Di tengah gelapnya malam ini, semua mutid telah berada kamarnya masing-masing melepas penat setelah menjalani rutinitas.
Hening dan sunyi hampir mencapai tengah malam. Semuanya mulai melelapkan kedua mata. Namun tiba-tiba ketenangan ini terusik oleh teriakan keras dari luar sana**.
"Huo Long!". Berteriak memanggil seseorang yang ada di Dao Bao Hu. Teriaknya dari atas atap salah satu kamar. " Huo Long! ". Terus menerus meneriaki nama itu.
Dia yang adalah seorang laki-laki telah duduk tersungkur di atas genting, dengan tangan kanan nya yang menggenggam erat kepala pedan dan sedangkan mata pedangnya tertancap diantara beberapa genting.
" Huo Long keluar kau!. Jangan jadi pengecut dalam selimut murid-murid mu!. Keluarlah kalau keu berani!. Jangan jadikan Si Liu itu sebagai senjatamu untuk membunuh putra ku. Keluar kau hadapi aku secara langsung!." Teriakan dengan nada tinggi.
Berteriak tanpa henti seperti suaranya tidak ada habisnya. Dari kata-kata yang terucap dan teriakan yang hanya memanggil satu nama, yaitu Huo Long. Seperti nya Dia sangat menaruh dendam kepada orang yang bernama Huo Long itu.
Karna tidak mungkin seseorang sampai nekat di malam yang sangat dingin ini datang bertamu ketempat orang dengan marah-marah seperti itu. Pasti ada maksud terpendam dari kedatangannya ini.
***Memangnya siapa orang yang benama Huo Long itu?. Mengapa nama tersebut membuat Laki-laki yang sedang berdiri di atas atap ini begitu sangat marah*?.
(Huo Long yang lain dan tidak bukan Dia adalah**...?).
Namun orang yang di maksud pun telah hadir disana. Kepalanya menanggah keatas lalu bertolak pinggang, dan melihat bahwa ada seseorang yang sejak tadi berteriak dari atas atap itu.
" Ada urusan apa kau datang kemari?. Mengapa kau berteriak seperti itu disana?. Apa kau tidak bisa membicarakannya dengan baik-baik dengan?." Kata Huo Long yang meneriaki Laki-laki yang dikenal dengan nama Chen Tong itu. Dia lah yang sejak tadi berteriak memanggil-manggil Huo Long.
Ceeh.
Melempar Salivahnya ke kiri dengan sangat sombong. Chen Tong menolak mentah-mentah tawaran baik dari Huo Long tersebut.
"Jangan banyak basa basi lagi kau . Cepat katakan dimana Liu yang telah membunuh putraku itu!". Pinta Dia dengan angkuh tidak beradab.
Dia berteriak dari atas atap itu, dan Hub. Meloncat untuk turun ke bawah lalu, Cling. Chen Tong mengangkat pedangnya dan diayunkan olehnya lalu diarahkan tepat kepada Huo Long yang sekarang telah berdiri dihadapan nya.
**H.
Satu langkah kebelakang, Huo Long menghindar dari ayunya pedang itu.
Cling!.
Nmun diayunkan kembali pedang itu. Hub. Di merunduk cepat lalu melangkah kembali kebelakang untuk menggelak dari serangan yang kedua ini.
"Dia merunduk ini kesempatanku!." Tutur Chen Tong di dalam hati.
Ya!.
Diputar dengan cepat pedangnya sampai 360 Derajat, hingga disaat tubuh Huo Long kembali tegak lurus Dia akan terkuncin dengan serangan mengejutkan ini.
__ADS_1
klek.
Benar saja**.
Ujung mata pedang tersebut tepat berada di teguk Huo Long, jika ayunannya tidak berhenti disana maka sedikit lagi saja bagian tersebut dapat terpenggal oleh ganasnya pedang Chen Tong tersebut.
"Kau tidak bisa lagi menghindar dari ku!". Cuapnya terdengar begitu seram.
" Cepat!. Panggil Liu kemari!. Atau kepala mu yang akan ku tebas!". Ancaman Chen Tong kepada Huo Long dengan ujung pedang nya menempel tepat di kulitnya.
Glek!.
Ditelan berat-berat Salivahnya. Huo Long hanya bisa pasrah disaat Dia yang sedang disandra itu. Kali ini Dia tidak ingin membuat kributan di Dao Bao Hu hanya karna satu orang yang seperti Chen Tong ini.
"Cepat panggil Dia!". Kata Chen Tong menggeretak. Namun Huo Long tak bergeming dengan gertakan tersebut dan sebaiknya Dia tersenyum simpul ketika Chen Tong menggeretak dirinya.
**Ya.
Daranglah kakak pertama Yu dengan melayang diudara dan membuat serangan kepada Chen Tong dari arah lain.
Cling.
Sebuah pedang mengayun cepat, lalu ujung mata pedangnya menggentak dan menyingkirkan pedang Chen Tong dari teguk Huo Long.
Tidak mau kalah.
Ssstttt
" Paman kau tidak apa-apa? ". Kata Kakak pertama yang telah berdiri di depan Huo Long untuk menjadi perisainya.
Pedang kakak pertama lah yang sekarang sedang beradu diudara dengan pedang Chen Tong.
" Aku tidak apa-apa". Sahut Huo Long dari belakang kakak pertama.
" Leng Yang!.Ternyata kau ingin melawanku." Ucap Chen Tong ketika mata pedangnya itu terhadang oleh pedang milik kakak pertama.
Cling...! Cling!.
Serangan cepat Chen Tong, tetapi kakak pertama tidak mau kalah darinya. Sssst. Cling.
Dengan gerakan cepat Kakak pertama memblok semua serangan Chen Tong itu.
Keduanya saling beradu pedang satu sama lain, dan keduanya memang sangat terkenal seantero Negeri sebagai pendekar pedang yang sangat hebat.
***Cling... Cling... Cling*...
Ayunan nya semakin cepat, Kakak pertama memberi perlawanan yang sengit untuk Chen Tong. Namun Chen Tong tidak mau kalah dari kakak pertama, Dia terus membalikan semua serangan dari Yang Leng dengan begitu cepat.
Suasana pertarungan ini semakin astyik dan memanas saja hingga ketiga murid senior lainnya datang**.
" *Paman Guru!". Sebut secara bersama-sama oleh murid senior yang baru saja tiba disana.
__ADS_1
Dia kakak kedua (Yu), adik ketiga (Liu) dan adik keempat (Zhao Yi*). Ketiganya datang secara bersamaan karna mendengar keributan yang ada di area luar ini.
"Panman kau tidak apa-apa?". Ucap Yu, Liu dan Zhao, yang menanyai Huo Long sesaat setibanya mereka disana, dan Huo Long segera menjawab " Iya. Aku baik-baik saja".
"Hentikan pertarungan nya!". Ujar Liu berteriak kepada Kakak pertama dan Chen Tong yang sedang bertarung itu.
Teriakan Liu sangat ajaib sekali mendengar teriakannya lalu mereka berdua menyudahi perkelahiannya.
" Oh, Ruoanya kau Liu!". Ucap Chen Tong, seperti seseorang yang baru saja menemukan apa yang selama ini Dia cari. "Akhirnya kau datang juga. Liu!". Tuturnya sangat serius ketika matanya melihat kearah Liu yang berdiri disana.
Kakak pertama yang berdiri disana tepat di hadapan Chen Tong menolehlan kepalanya lalu membalikkan badannya kebelakang untuk melihat Liu yang berada disana.
" Aku sudah lama menunggumu!". Chen Tong datang menghampiri Liu." karna aku ingin membalaskan dendam putraku yang kau bunuh itu!". Katanya lebih lanjut sambil berjalan mengitari Liu.
"Apa yang ingin kau lakukan pada Liu!". Yu meneriaki dari sudut lain dengan cemas. " Liu!. Awas serangan pedangnya!". Teriak khawatir dari Zhao Yi yang berada bersamaan dengan Yu dan Huo Long itu.
"Tapi, putramu Si Chen Min itu di bunuh oleh pendekar bertopeng. Dia lah yang telah membunuh putra mu". Kata Liu untuk menjelaskan kepada Chen Tong yang terus saja mengitari dirinya, dan dengan ujung mata pedangnya menggoras diatas tanah.
" Ah!...Aku tidak percaya dengan kata-kata mu. Karna mata-mata ku mengatakan bahwa kau yang telah membunuh putra ku, Chen Min! ".Tegasnya menolak penjelasan dari Liu. Wajahnya yang ganas itu mendekat pada Liu, Dia memandang tajam kedua mata Liu yang tengah terpojok itu.
" Sudah ku katakan aku tidak pernah membunuh putra mu, pendekar bertopeng lah yang telah membunuhnya!". Kesalnya karna Chen Tong yang sama sekali tidak mempercayai dirinya.
"Oh, Aku tidak percaya!".
Sudah di jelaskan. Namun Chen Tong masih kekeh dan bersikeras bahwa Liu lah yang telah membunuh putra nya yang bernama Chen Min itu.
Semua orang yang telah berada disana pun memperhatikan perdebatan mereka berdua dari sudut yang berbeda.
*Tek. Tek. Tek.
Chen Tong berjalan beberapa langkah kebelakang untuk menjauh dari Liu. Apa yang sedang Dia pikirkan?. Mengapa Dia melangkah mundur kebelakang?. Ingin apa Dia*?.
**Ujung mata pedang nya menggores ditanah, dan membuat garis tegak lurus di permukaan tanah yang datar ini.
Semua pasang mata memperhatikan sikap anehnya itu**. Apa Dia ingin memberi serangan cepat secara tiba-tiba kembali?. **Semuanya dibuat menebak-nebak olehnya.
POSISI NYA SEKARANG SUDAH JAUH DARI LIU**.
" Siapa pun yang telah membunuh putra ku". Menguat genggaman tangannya pada gagang pedang. " Maka Dia harus menerima pembalasan ku ini!".
Yaaaaaa!!!!!". Berlari Ia, sambil berteriak sekeras-kerasnya, diangkatnya pedang itu lalu mengayun cepat tepat kepada Liu, dan ???????.
*Bersambung.
Apa yang terjadi*?.
***Apa Liu terkena serangan itu ?.
Jangn lupa Like+coment.
jika suka Vote + favorit.
__ADS_1
Salam hangat dari Author***.