Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 5. Berpintah dimensi.


__ADS_3

Episode sebelumnya.


Aku terjatuh di dalam kamar mandi, dan pingsan tidak sadarkan diri di sana. Namun suara aneh dan misterius telah membangunkan ku.


Secara tidak terduga sosok itu yang bernama Zhuge Liying meminta ku untuk meminjamkan Jiwa ini kepadanya.


Tanpa penjelasan jelas darinya aku pun segera menolak tawaran aneh tersebut. Dia kira mudah saja meminjam Jiwa seseorang. Disaat aku sendiri saja sedang susah dengan hidup ku ini.


Namun Zhuge Liying itu sangat bersikeras, dia mengganggap bahwa aku adalah titisan dirinya di masa depan, jadi dengan sesuka hatinya saja Dia masuk kedalam raga ku tanpa permisi.


Hingga aku terpejam kembali ketika pertemuan kami di antara dua dimensi itu.


" Hei! Zhuge Liying!" Berteriak keras. Namun tersamar suaranya akibat topeng wajah yang di gunakan.


"Jangan diam seperti itu! Angkat pedang mu! Zhuge Liying!"


Orang itu berdiri gagah diatas tumpukan daun-daun kering kecoklatan. Di tambah dengan genggaman tangan nya yang memegang sebuah pedang berukuran panjang 1 meter, dengan motif polos berwarna perak.


"Apa? Siapa yang sedang berkata itu?" Terdengar jawaban suara terkejut dari seorang wanita yang di panggil Zhuge Liying tersebut.


Suara teriakan keras mengguncang telinga ku, menembus cepat hingga ke sanubari.


"Apa yang di katakan suara itu? Nama siapa yang disebutnya? Aku Chen He, bukan Zhuge Liying! Bukan kah itu nama dari wanita yang berpakaian aneh yang ku temui tadi?"


"Bangun kau Zhuge Liying!"


Terdengar kembali teriakan itu, suaranya semakin keras saja. Hingga sekarang mata ku terbuka akibat keributan itu.


Kcling.


Sinar mentari menyorot tepat kepada ku, tepat di saat kedua mata ini terbuka. Tangan kiri menekuk kedalam dan mencoba untuk menghalangi sinar mentari yang mencolok itu.


Perlahan-lahan awalnya sedikit kabur. Namun lambat waktu semuanya mulai terlihat jelas.


"Apa ini? Dimana aku?Mengapa aku di kelilingi pohon-pohon bambu?" Memandang ke seluruh penjuru.


" Dan Apa ini?" Terkejut melihat kedua tangan ini yang sedang menggenggam dua buah benda tajam. " Apa yang sedang ku pegang ini?"


Apa ini? Bukankah ini sebuah senjata tajam yang seharusnya tidak di genggam oleh sembarang orang?” Aku benar-benar berkata terkejut ketika kedua mata ku melihat seoasang pedang ini.


**Brak. Di lempar ketanah.


Karna takut, ku buang saja ke tanah benda yang ku genggam tadi**.


"Dimana aku?. Seingat ku, tadi akau berada di rumah bibi, lalu terpeleset dan jatuh ke kamar mandi." Mengingat-ingat.


"Lalu di dalam mimpi aku di datangi wanita cantik yang wajahnya serupa dengan ku, dan dia mengatakan ingin meminjam jiwa ku, karna aku adalah titisnya di masa depan." Kata ku untuk mencoba mengingat semuanya.


"Namun mengapa aku bisa berada di tempat seperti ini, dan pakaian ku!".Memandang aneh pakaian yang sedang di pakai sendiri.


" Kenapa berubah menjadi seperti Dia, wanita yang ku temui di mimpi ku tadi?"


***Di saat raga Liying yang berjiwakan Chen He itu sedang bingung dengan penyesuaian ini. Di sisi berbeda, Dia yang sedang berdiri disana, Xiang An memandang bosan tingkah Liying tersebut.


Cukup aneh baginya ketika dirinya dengan mata kepalanya sendiri melihat Zhuge Liying yang ada di sana itu, membuang kedua pedangnya sendiri ke tanah***.


"Sandiwara apa yang ingin Dia mainkan untuk mengecohku?" Pikir Xiang An, ketika di depan matanya Zhuge Liying sedang bersikap bingung dengan dirinya sendiri.


" Tetapi aku tidak sebodoh itu, untuk bisa kalah. Hanya dengan sandiwara murahan itu." Memandang malas.


"Hei Tuan. Tuan yang ada disana?" Panggilan Liying kepada Xiang An.


" Sandiwara apa itu?" Namun Xiang An menerka panggilan Liying. "Kenapa Dia memanggilku dengan sebutan Tuan? Apa maksudnya?"Cukup terheran dari sikap yang di tunjukan Xiang An.


Krek. Krek.


(Suara daun-daun yang telah kering terpijak oleh kaki).


Aku mencoba melangkah untuk mendekati seseorang yang berdiri di sana. Aku ingin mendapatkan sedikit informasi darinya, karna nampaknya Dia adalah orang pribumi pasti banyak tahu tentang tempat ini.

__ADS_1


" Tuan aku ingin bertanya pada mu? Sepertinya aku tersesat di sini, apa kau bisa menunjukan dimana jalan keluar pada ku?". Kata ku, sambil berjalan kaki tanpa alas menuju seseorang yang berjubah hitam yang berdiri diam disana.


"Oh. Jadi kau tersesat! Tipu muslihat yang cukup hebat, tetapi aku bukan orang yang sebodoh itu, yang dapat kau tipu dengan Sandiwara murahan mu ini". Tanggapan serius Xiang An.


**Liying yang berjiwakan Chen He itu mempercayai Xiang An yang berdiri disana. Dia masih berjalan untuk mendekati Xiang An.


Namun Xiang An menanggapinya dengan berbeda. Karna Liying adalah musuhnya dan Dia tidak tahu bahwa jiwa Zhuge Liying telah berbeda, jadi Dia memandang serius Liying yang mendekat itu**.


" Mendekatlah!. Labih dekat lagi!". Sangat meminta dalam batinnya. "Ayo!. Datanglah ke dalam perangkap ku, dasar b*doh!". Katanya tersamar dalam topeng wajah.


Tuk.


Liying telah mendekat tanpa ada senjata di kedua tangannya. Sedangkan Xiang An menguatkan pergelangan tangannya, lalu di genggam itu dengan kuat pedang tajam di tangan kirinya.


" Hanya beberapa langkah lagi!." Sebut Dia dengan gembira. Walau tertutup topeng, tetapi kedua mata itu menyorot tajam pada Liying.


Tatapan nya tajam seperti Singa yang siap menerkam mangsa.


Hanya tinggal beberapa langkah lagi.


"Tuan apa kau tahu tempat apa ini?" Tanya ku dengan begitu polos, ketika aku yang terus berjalan mendekati seseorang yang ada disana.


Jika ditanya apa yang kurasakan. Maka jawabannya aku bingung. **Bingung harus berbuat apa? Lalu mengapa aku harus berada di tempat seperti ini? dan berpakaian seperti putri raja saja.


Namun kepada perasaan ku, aku tidak asing dengan tempat yang tidak ku kenal ini, pohon-pohon bambu yang tinggi menjulang dan hamparan daun-daun kering yang berserakan itu, seperti nya aku memang tahu tempat apa ini?. Aku pernah melihat nya, tetapi dimana?


Tuk. Tuk.


Sudah mendekat.


Kedua tangan telah erang menggenggam pedang. Waktu yang sempurna ini tidak boleh di sia-siakan.


Xiang An sudah mengambil ancang-ancang dan siap untuk menerkam. Dua langkah terakhir.


" Yaaa!!!!"


Cling. Mengayun pedangnya kepada mangsa yang di burunya**.


Kepala Liying merunduk untuk menghindar dari serangan, Liying membungkuk tepat di bawah ayunan pedang Xiang An, dan.


Duk. Tinju.


Tangan kanannya mengepal bulat, lalu dengan kekuatan penuh Dia meninju bagian perut Xiang An, ketika Liying yang telah tepat berada di bawah derajad dengan Xiang An, dan Tinju keras itu tepat mengenai perutnya.


Bluk...


Terlempar dan terhempas ke belakang. Tubuh Xiang An berguling-guling di tanah dan menjauh dari Liying.


Lalu pedang itu terlepas dari tangannya, dan terbuang jauh dari Xiang An.


" S*al!. Ini hanya tipuan!" Menggerutu kesal. Tidak mau di anggap kalah Xiang An segera bangun dan bangkit kembali tanpa rasa sakit.


Aku akan menyesal selamanya, jika aku harus kalah darinya.


Ungkapan nya di dalam batin.


"Masih berani bangun juga kau!." Liying berkata. Kedua saling berhadapan menatap tajam satu sama lain.


"Aku tahu apa yang kau pikir kam. Kau kira dengan membuang kedua pedang ku tadi aku akan lemah tak berdaya. Ah!. Itu hanya sandiwara ku untuk melabui mu. Xiang An!." Jelasnya dengan Sombong.


Liying sedikit merunduk, membungkukkan sebagian tubuhnya, lalu membentangkan kedua tangan nya, dan seperti anjing yang langsung datang jika majikanya memanggil. Maka dengan sedikit melafal mantra di bibir, kedua pedang yang berada jauh di belakang. **Terangkat, lalu melayang di udara, dan melesat kembali kepada genggaman Liying.


Kedua pedang pun telah tergenggam kembali, setelah sebelumnya tanpa alasan Liying harus membuangnya ke tanah.


"Dasar jiwah bodoh, menggenggam pedang saja kau tidak bisa. Kau membuat ku mau dengan Xiang An**!". kesal Liying, yang berbicara di dalam Hatinya sendiri.


Xiang An melihat itu. Dia melihat kedua pedang Zhuge Liying telah kembali padanya. " Ilmu pengendali pedang!". Tuturnya dengan suara pelan.


Pikirnya fokus pada Liying, Dia berjaga-jaga bisa saja dengan kembali nya kedua pedang itu, Zhuge Liying akan medah membuat serangan balik kepada nya.

__ADS_1


Kedua mata yang terhalang topeng wajah pun, melihat ke seluruh penjuru area. Xiang An mencari dimana pedang nya terjatuh tadi.


"Disana?". Kata cepat nya, setelah mengetahui dimana pedangnya berada. Ada di sudut sebelah sana, letaknya agak jauh dari posisi Xiang An berdiri.


Seperti tahu apa yang sedang di pikirkan Xiang An.


Dum.


Tangan Liying yang menggenggam erat pedang mengayun ke arah yang dituju Xiang An yaitu pedangnya, dan.


Dhor...


Pedang itu hancur lebur menjadi debu, tepat di hadapan mata Xiang An.


Pedang sudah hancur dan kini Xiang An tidak memiliki apa-apa.


" Kau ini memang pintar. Pengendali sekaligus penghancur!". Kata Xiang An. "Pantas saja Para petinggi Negeri ini sangat mengagumi mu. Dimana-mana nama zhuge liying di elu-elukan. Ternyata kau memang hebat juga". Tutur Xiang An lebih lanjut.


" Banyak basa basi kau!". Liying berkata dengan kesal. Ya!. Tubuhnya telah mengambil ancang-ancang dengan kedua pedang yang telah siapa fi tangan, lalu.


"Yaaa!!!." Berteriak, dan.


Cling...


Pedang itu mengayun. Namun disaat ayunan pertama, mengapa tiba-tiba keluar kabut asap tebal mengepung seluruh tempat.


Pandangan pun menjadi kabur, dan tidak bisa bisa melihat apa pun, lalu yang terlihat hanya kabut tebal yang mengepung.


"Ya!. Ya!."


Zhuge Liying mengayunkan kedua pedangnya dengan cepat agar bisa menciptakan suasana angin yang kencang dan membuat kabut-kabut ini menghilang.


Sesaat kemudian usahanya tidak sia-sia para kumpulan asap ini pun menghilang. Namun Liying di buat terkejut ketika melihat ini. (Apa itu?). Xiang An telah menghilang dari pandangan.


"S*al! Kemana Dia?". Sebutnya dengan kesal. " Menyebalkan!". Menggerutu menyalahkan diri sendiri. "Ini semua karna kau!". Menyalahkan, dan.


**Cling.


Sekejap mata, dengan kekuatan membelah diri. Tiba-tiba Liying membelah dirinya menjadi Dua.


Hk.


Nafas Lega dari Jiwa yang lain, ketika Liying yang telah memisahkan dirinya**.


" Dasar bodoh!". Menyalahkan dirinya ini.


"Hei!". Mengangkat telutjuk." Siapa yang kau anggap bodoh?. Bukankah kau sendiri yang masuk kedalam jiwa ku?". Tegur kesal raga yang telah terbelah itu.


"Jika kau terus saja menyalahkan ku seperti itu, maka aku tidak akan mau menolong mu lagi!" . Kata Liying yang lain, atau lebih tepatnya Dia adalah Jiwa Chen He yang di masukkan kedalam raga Zhuge Liying.


"Hm!" Bergumam kesal. "Menyebalkan!" Dicampur kesal sambil memandang ke arah lain dan kedua tangan yang bertolak pinggang.


" Ya. Maap kan aku karna sudah mengatai mu, Bodoh!" Ungkapan yang cenderung agak kesal. "He." Chen He membuat senyum simpul, saat Dia melihat Liying yang tergambar sangat kesal itu.


Keduanya saling berhadapan, **wajah mereka begitu mirip dan juga pakaian nya. Jika ada orang lain yang mereka berdua maka akan dianggap seperti anak kembar. Namun keduanya bukan lah anak kembar, melaninkan *Satu Raga dengan Jiwa.


Liying yang berjiwakan Roh, dan Chen He yang beraga asli**.


Saling diam tida ada kata-kata*.


" Tunggu!" Namun kembali berbicara, kali ini Chen He yang memulai pembicaraan.


"Tunggu!. Aku ingin tahu jelas mengapa jiwa ku ini bisa ada di ragamu, lalu mengapa kau bisa membelah menjadi Dua, dan tempat apa ini?". Kata Chen He dengan banyak pertanyaan nya.


" Kau harus jelaskan dulu pada ku. Jika tidak akan membrontak dan membunuh raga mu ini!". Mengancam darinya.


"Iya!. Iya.! Baiklah"Tanggapan kesal dari Liying.


" Ini semua terjadi satu tahun yang lalu ketika aku baru tiba di kota ini!"

__ADS_1


Kata nya untuk memulai kisah.


Bersambung.


__ADS_2