Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 18.


__ADS_3

Di episode sebelumnya.


Wen Huo Long menyamar sebagai sosok berpakaian hitam dan di sertai dengan cadar tipis berwarna senada. Dia sengaja menyamar untuk memberi serangan diam-diam terhadap Zhuge Liying dan temannya yang bernama Yue Yi, ketika kedua nya yang masih berjalan-jalan santai di tengah-tengah keramaian pasar.


****_____________******________*******________


**Tidak ku sangka aku berjumpa dengan Wen Huo Long untuk yang kedua kalinya di tempat ini. Dia laki-laki dewasa yang berjubahkan sutra yang ku temui malam itu.


Malam dimana aku yang tidak sengaja datang ke kedimannya, tetapi di pertemuan kali ini dia ingin Apa?. Untuk Apa dia menemui ku dengan menyamar seperti ini**?.


*******


Di sisi berbeda Pavilium Dao Bao Hu kediaman pribadi Yu (Kakak kedua).


Di saat sinar mentari yang mulai meninggi ini, Yu lebih memilih untuk berdiam diri didalam kamar dan berbaring santai di atas ranjang tempat tidur nya yang hangat dan nyaman.


Tubuh mungilnya masih tertutup tebalnya selimut dan kakak pertama (Yang Leng) yang datang berkunjung pun duduk di ujung ranjangnya untuk menemani Yu yang masih memejamkan kedua matanya itu.


"Bagaimana keadaan mu saudaraku?. Apa kau sudah membaik?". Tanya Kakak pertama ketika Dia yang terduduk mendampingi Yu yang masih terbaring disana.


" Jika ingin membuka mata mu, maka bukalah mata mu!". Lanjutnya berkata santai kepada Yu.


Adik kedua yang masih memejamkan matanya itu tiba-tiba menjawab seruan Yang Leng.


"Astaga kau ini!". Bicaranya dalam diam.


" Ist."Berdesis bibirnya. "Astaga!. Mengapa kau mengganggu ku seperti ini?". Lanjutnya berkata dengan kesal dan malas ketika Yang Leng yang tengah mengganggu nya itu.


***Kedua mata ku telah terbuka ternyata kakak pertama telah duduk di samping ku, aku terduduk dengan sedikit kesal karna dia yang telah membangunkan ku dari tidur ku ini.


Selimut hangat masih menutupi kedua kaki ku. Ku pandang dia lalu ku berkata kepada nya***.


" Bagaimana kau bisa tahu bahwa aku tidak tertidur?". Lanjut ku dengan berbincang kecil dengan nya.


"Jika kau tertidur di ranjang maka nama mu bukanlah Yu, melainkan Liu." Kata Yang Leng.

__ADS_1


"Karna kau terbiasa tertidur dengan buku-buku mu, bukan dengan selimut ini, dan kau tertidur di atas kursi bukan di kasur ini." Katanya lebih lanjut seperti seseorang yang sudah sangat mengenal Yu lebih dari Siapa pun.


"*Iya. Kau benar". **Sahut ku untuk membenarkan perkataannya. Aku menganggutkan kepala dan berpikir.


Bahwa benar yang dikatakannya, karna aku tidak terbiasa tertidur di atas ranjang tidur ku, dan aku tidak pernah menutupi tubuh ku dengan selimut tebal ini. Aku hanya memejamkan kedua mata ku di atas kursi dengan banyaknya buku-buku tebal yang menemani ku di kala tidur***.


" Lalu bagaimana dengan luka mu, Apa sudah lebih baik?". Lanjutnya bertanya khawatir lagi.


**Tek.


Kakak pertama terbangun dari duduknya, lalu melangkah menuju sebuah meja kayu yang erukuran kecil yang terletak di sudut sana.


Dia pun terduduk di antara kursi kecil nya, lalu di tuangkannya air dari dalam sebuah teko kecil (Tempat menyimpan air minum), kedalam sebuah cangkir kecil yang ada disana.


Ser.


Secangkir air pun telah kakak pertama tuangkan, lalu Yang Leng beranjak bangun dari kursi itu dan segera pergi menuju Yu kembali dengan secangkir gelas kecil di tangan kirinya**.


"Minumlah!". Menyodorkan cangkir itu kepada Yu, dan pintanya untuk di minum oleh Yu." Agar kondisi mu cepat stabil, dan tenagamu cepat pulih kembali. " Lanjutnya berkata.


Setelah ku minum air nya cangkirnya pun masih ku genggam di kedua tangan ku lalu ku letakkan di atas kedua kakiku yang menekuk menyilang, dan seiringan dengan itu kakak pertama kembali duduk di ranjang ku posisinya tepat di hadapan ku***.


" Bagaimana dengan tubuh mu, Apa masih terasa lemas?". Melanjutkan kembali perbincangan santai ini dengan pandangan yang saling menatap.


"Sudan tidak apa-apa, tetapi masih terasa sakit di bagian sini!". ***Tutur ku untuk menjawab pertanyaan nya.


Aku menunjukkan dimana bagian yang masih terasa sakit. Aku mengelus-elus bagian leher kiri ku karna bagian ini yang masih terasa berat dan sangat sakit.


Karna semua orang tahu bahkan kakak pertama lu tahu bahwa kemarin malam leherku ini baru saja terkena luka sayatan ujung pedang dari seorang pendekar bertopeng yang menyusup masuk kedalam Dao Bao Hu.


Pendekar itu sangat marah ketika aku tanpa seizinnya menggenggam pedangnya. Mungkin itu yang membuatnya marah.


Jadi di genggam pedang nya itu lalu di arah kan ujung pedang itu tepat mengenai leher ku, dan Sssst. Sayatan kecil menggores pada permukaan halus kulit ku.


Sangat tajam pedang itu hingga sayatan kecil saja dapat membuat ku tidak sadarkan diri di malam itu, dan harus terbaling lemas tidak bertenaga di atas ranjang seperti sekarang ini***.

__ADS_1


" Baiklah. Jika begitu istirahatlah dengan benar! ". Tutur Yang Leng. "segeralah pulihkan tenaga mu dan baru setelah itu kau dapat berlatih kembali dengan kami". Katanya lebih lanjut dengan memberi nasihat dan semangat terhadap Yu.


Ketika keduanya yang masih asyik berbincang tiba-tiba seorang murid lain datang kedalam kamar, lalu duduk tersungkur tepat dihadapan keduanya.


" ***Senior Yu, senior Yang!". Katanya menyapa. "Tuan Wen memanggil para senior untuk datang menemui nya di ruanga rapat pribadi". Lanjutnya untuk menyampaikan pesan. " Ini perintah dari tuan Wen sendiri! ".


Wajahnya tertunduk dengan tangan kanan menekuk mengalingkan wajahnya. Dia duduk tersungkur di atas lantai kamar dan tepat di bawah hadapan Yu dan Yang***.


"Baiklah kami akan pergi kesana menemui paman Guru!". Singkat saja dari Yang.


" Baik!". Sahut patuh murid laki-laki tersebut.


Tek.


Dirinya segera berdiri lalu melangkah beberapa langkah kebelakang, tanpa berbicara dia pun mulai pergi dari dalam ruangan.


"Bersiaplah!". Bertutur pada Yu. " Paman Guru telah memanggil kita!". Beranjak bangun dari ranjang. "Aku dahulu pergi kesana dan segeralah menyusul!". Ungkap nya lebih lanjut.


" Iya. Baiklah ". ***Sahut ku paham dengan maksud nya.


Dia bergegas pergi dan meninggalkan ku seorang diri lagi di tempat sepi ini. Namun biasrkan saja tidak usah berpikir jauh lebih baik aku beranjak dari ranjang ku ini, dan segera pergi karna paman Guru telah memanggil.


******_______,


Di ruangan pribadinya. Wen Huo Long telah menunggu disana dengan duo orang gadis yang menemani dirinya.


Bersambung.


Siapa kah dua orang gadis tersebu?, dan Apa yang membuat Wen Huo Long memanggil para murid senior Dao Bao Hu?.


Next Episode***.


Jangan lupa Like+Coment.


Jika suka favorit+Vote.

__ADS_1


Salam hangat dari ku.


__ADS_2