Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 15.


__ADS_3

Episode sebelumnya.


"**Wen Huo Long!. Semoga kita dapat berjumpa kembali. Salam dari ku Zhuge Liying pendekar bertopeng!". Teriak Dia diatas atap sana untuk menyampaikan salam kepada semua orang.


" Semoga kita dapat berjumpa kembali, dan biarkan takdir yang mempertemukan kita!". Teriak Zhuge Liying yang sudah menghilang dari pandangan. Namun suara teriakannya itu masih terdengar jelas di telinga.


" kau dan aku akan berjumpa kembali. Karna takdir sudah mempertemukan mu dengan diriku di tempat ini, dan takdirlah yang telah menuntun mu datang ke Dao Bao Hu untuk bertemu dengan ku". Kata syahdu dari Huo Long dibawah sinar rembulan.


" Ku tunggu kedatangan mu Zhuge Liying*! ".


***


Di sudut yang lain. Menyebrang ke Negeri Yuan.


Kota (Ji) kota besar yang berbatasan langsung dengan kedua Negeri hebat ini.


Di tengah kegelapan malam kota Ji. Di saat seluruh masyarakat tengah tertidur lelap di rumah mereka masing-masing.


Salah satu langit-langit rumah (Atap).


Angin malam ini bertiup cukup kencang hingga membuat jubah seseorang yang sedang berdiri disana pun terbang menyapu udara.


Sosok hitam yang nantinya akan di kenal dengan nama Mao Hei'an itu tengah berdiri memandang sinar Rembulan.


Wajahnya di tutupi kain hitam dan hanya meninggalkan kedua matanya yang tidak tertutup oleh kain.


Hijau menyala. Kedua bola mata itu memandang dan menyorot tajam pada Sang Rembulan. Lalu diantara ikat pinggang nya ada sebuah pedang panjang yang masih terbungkus. Namun Dia menggenggam erat ujung gagangnya.


**Ini terlihat seakan-akan Dia akan menyerang. Namun siapa yang Dia tuju?. Lalu Apa maksud dari kemunculan Sosok yang berkain hitam itu?.


Tek... Tek***... ??????????????????????.


__________________________*****_________________.


Keesokan harinya. Pagi hari yang indah di Negeri Ming. Susana pasar yang ramai dan sibuk.


Di kedai sayuran.


"*Mari nyonya!." Kata seorang oedagang sayur yang berjualan di pasar ini. "Sayuran ini baru saja di petik dari kebun dan masih sangat segar". Tuturnya yang menjajakan barang dagangannya kepada para warga yang berlalu-lalang itu.


" Mari Nyonya mampirlah!".


Salah satu toko penjual barang-barang antik.


"Di jual!. Dijual!. Barang-barang antik yang murah harganya!". Berteriak dari pedagang yang lainnya. " Ayo di beli!. Di beli!. Harga murah tidak akan membuat mantan marah.!" Mencoba menerik pembeli dengan teriakan itu. "Ayo dibeli! Di beli!."


Di kedai makanan siapa saji.


"Masih hangat!. Masih hangat!". Teriak Sang penjual di depan kedai makanannya yang adalah seorang wanita cukup dewasa. " Mie panjang dengan daging cincang diatasnya". Teriaknya dengan semangat. "Ayo mampir!. Tuan. Nyonya!". Menawari beberapa orang berlalu-lalang lalang melewati kedainya.


" Tidak.". Tolak santai dari orang-orang tersebut. Melewati begitu saja kedai makanan tersebut.


"Ayo!. Ayo!. Di coba. Di coba!". Katanya yang semakin semangat saja walau belum ada satu pun orang yang berkunjung ke kedai makanannya. Namun Nyonya ini tidak mau putus asa untuk tetap berteriak menawarkan makanan yang di sajikan di kedainya.


Walau dirinya sudah tidak muda lagi. Namun tubuhnya yang mulai muncul keriput itu masih tetap bergerak dengan lincah kesana kemari tanpa lelah dan letih. Dia sangat bersemangat untuk terus menjalankan usaha keluarganya ini*.


*Di sudut berbeda. Tinggalkan sejenak penjualan yang sangat bersemangat itu.


Di tengah keramaian orang yang ada di pasar. Tepatnya ketika kedua langkah dari dua orang gadia muda yang baru saja memasuki pasar.


Dia Zhuge Liying yang sedang berjalan santai menikmati pagi dengan teman sebaya nya yang bernama Yue Ti. Keduanya baru saja tiba di kota ini dan pagi ini baik Zhuge Liying atau Yue Yi ingin menikmati pagi pertama mereka dengan berjalan-jalan santai di pasar tradisional ini.


Berjalan santai beriringan seraya mengobrol melepas kejenuhan*.


" Ying'er!. Kau pergi kemana saja kemarin?". Tanya Yue Yi untuk mengawali perbincangan di pagi hari ini.


Liying diam belum menanggapi apa-apa.

__ADS_1


"Pasti kemarin kau habis membunuh seseorang?". Lancutnya berkata.


Berjalan kaki di tengah-tengah keributan *pasar dan mampir sejenak menghentikan langkah di salah satu kedai yang menjual pernak pernik aksesoris untuk wanita.


Di lihat-lihat barang-barang yang di jajakan disana*.


" Mari Nona!." Sambut dengan sopan dari Sang penjual ketika Zhuge Liying dan Yue Yi datang untuk singgah di kedainya.


" Di pilih-pilih!." Kedua tangannya mengulur menunjukan barang-barang dagangannya kepada dua orang gadis muda ini.


"Semuanya asli di buat di kota ini". Lanjutnya berkata.


Liyin dan Yue Yi melihat-lihat beberapa baranga dan menyentuhnya satu persatu. Di pilih-pilih oleh keduanya dan pilihan jatuh pada.


" Ingin yang mana, Nona?". Tanya penjual kepada kedua orang gadia yang sedang singgah itu.


"Maap tuan!. Kami tidak jadi beli". Jawab Liying. Namun tidak ada yang Dia pilih diantara banyaknya pilihan.


" He?". Tidak jadi beli. Pikir penjual tersebut yang bingung dan terkejut bahwa kedua gadis yang berpenampilan seperti pendekar ini ternyata hanya mampir dan singgah saja. Tidak ada yang di beli oleh mereka.


Mungkin belum rezeki. Pikirnya dengan iklas ketika Zhuge Liying dan Yue Yi yang telah beranjak pergi dari kedainya.


Di lanjut kembali berolahraga paginya.


"Kak Ying'er!. Cepat jawab pertanyaan ku kemarin kau pergi kemana?". Tanya adik Yi yang penasaran.


Liyinga masih belum memberi tanggapan dna jawabannya. Dia masih asyik berjalan dengan menikmati pemandangan pasar yang ramai itu.


"Pasti kemarin kau habis membunuh seseorang kembali?". Lanjutnya berucap sambil mengikuti kemana lanakah Liying berjalan.


" Ya. Jika kau sudah tahu mengapa kau bertanya?". Jawabnya. Akhirnya Liying yang acuh ini mulai berbicara.


"Hm?. Karna aku ingin hanya ingin memastikannya saja benar tidak kemarin kau membunuh seseorang!". Katanya yang santai untuk mengajak Liying untuk berbicara.


Liying menggeleng kan kepalanya saat mendengar arah pembicaraan ini.


" Siapa Dia?. Apakah Dia Chen Min Sang ahli racun yang terkenal itu? ". Tanya adik Yi yang sangat penasaran ini.


Langkahnya itu sangat bersemangat ketika Dirinya terus mengikuti kemana Liying pergi saat keduanya yang sangat menikmati kebisingan pasar ini.


" Iya. Aku benar!". Singkat saja jawabnya.


"Oh!." Simak adik Yi yang menganggutkan kepalanya secara perlahan.


*Dingin, acuh dan tidak banyak bicara itu lah sifat sesungguhnya Zhuge Liying. Dia tidak suka banyak basa basi atau banyak mengeluarkan kata ketika Dia sedang berbicara.


Liying berpikir lebih baik Dia banya bertarung dan mengasah kekuatannya dari pada Dia banyak bicara yang hanya akan banyak menimbulkan masalah*.


Masih berjalan kaki. Namun rasa lapar pun mulai menerjang diri mereka di tengah perjalanan menelusuri pasar ini.


"Kak Ying'er. Aku lapar!". Keluh adik Yi yang telah berhenti melangkah. Dia pun sedikit tertinggal di belakang sana.


Liying pun menghentikan langkah nya. Dia berbalik badan memandang Yue Yi yang berada di belakangnya. Yue Yi nampaknya sudah sangat kelelahan akibat rasa lapar ini hingga kedua kakinya itu tidak kuat lagi untuk melangkah.


" Da Jie!". Merengeknya pada Liying. Wajahnya memelas meminta belas kasihan dari Zhuge Liying yang dingin itu, dan Liying pun memandang Iba adik seperguruannya itu.


"*Ayo!. Ayo!. Yang hangat!. Yang hangat!". Teriakan dari seorang pedagang yang sepertinya berjualan makanan.


Teriakan ini terdengar hingga ketelinga Liying*.


" Sepertinya disana ada yang berjualan Mie hangat! ". Menunjuk kearah yang di dengarnya. " Ayo kita pergi kesana untuk mengisi kelaparan ini!". Pinta Liying yang mengajak Yue Yi untuk pergi sarapan di kedai makanan yang sepertinya jarak kedai itu tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


"Baik. Ayo kita makan Mie panjang yang hangat!". Jawabnya dengan bersemangat. Seperti dirongan tenaga ajakan Liying ini menambah tenaga untuk bisa berjalan Kembali.


Yue Yi berjalan Kembali seperti sebelumnya. Dia tidak lagi mengeluh rasa laparnya itu, sebaliknya Dia berjalan dengan lebih semangat dari sebelumnya.


Apa mungkin karana ingin makan jadi Yue Yi lebih bersemangat berjalannya?.

__ADS_1


***


Sampailah keduanya di kedai makanan sip saji yang terkenal turun temurun itu. Penjualnya seorang wanita yang cukup dewasa. Namun tetap terlihat awet muda. Di kedai ini menjajakan Mie panjang yang masih hangat.


Siapa pun yang mampir ke kedai ini pasti Dia akan ketagihan dengan cita rasa Mie panjang tersebut.


" Nyonya!. Bawakan kami dua mangkuk Mie panjang hangatnya!". Kata Yue Yi dengan semangat ketika Dia yang baru saja tiba disana dan Dia segera memesan makanan kepada Sang penjual.


"Baik Nona!". Sambut gembira dari Nyonya penjual itu ketika kedainya di datangi dua orang gadis yang akan makan di tempat nya dan di tambah salah satu gadis tersebut telah memesan makanan.


Liying dan Yue Yi telah duduk di kursi panjang yang berada disana. Pandangn awas pun di pancarkan Liying ketika duduk disana.


Kedua matanya itu menatap tajam keseluruh arah, di perhatikannya satu persatu orang-orang berlalu-lalang di tempat itu dan di tambah orang-orang yang sedang makan di kedai itu nampak terlihat aneh dan misterius di pandangannya.


Beberapa pelanggan disana mayoritas adalah seorang laki-laki yang berpenampilan seperti pendekar dengan wajah sangar dan banya luka di bagian wajah mereka. Nampak sangat terkesan sekali mereka adalah seorang pendekar bayaran.


Selama menunggu makanan di sajikan Liying menatapi mereka satu persatu Dia menaruh curiga kepada orang yang duduk di sudut lain sana. Matanya memberi pandangan tajam kepada orang-orang tersebut dan sebaliknya orang-orang itu pun memandang tajam Zhuge Liying dan Yue Yi ini.


Mungkin mereka berpikir bahwa Zhuge Liying dan temannya itu adalah pendatang baru di kota ini. Jadi mereka sangat mengawasi gerak gerik Liying dan Yue Yi.


"Siap!. Dua mangkuk Mie panjang hangat telah siap untuk disantap". Ungkap kehangatan dari Nyonya penjual itu.


Dengan kegembiran hati Nyonya itu pun menyanjikan kedua mangkuk yang berisikan Mie panjang hangat kepada Liying dan Yue Yi yang telah menunggu itu.


" Selamat menikmati, Nona-nona cantik." Ungkap nya kepada Liying dan Yue Yi.


"Terima kasih, Nyonya". Sambut Yue Yi dengan senang ketika satu mangkuk penuh perisikan Mie panjang hangat telah mendarat dihadapan nya.


Liying masih saja memandang orang-orang yang aneh itu. Namun akhirnya Dia tersadar kembali satu mangkuk Mie panjang tersebut telah berada dihadapan nya itu.


" Hm!. Terima kasih Nyonya ". Katanya kepada Nyonya penjual itu.


Setelah menyajikan, Nyonya penjual itu pergi dari hadapan Liying dan Yue Yi. Dia membiarkan kedua untuk menikmati kenikmatan Mie buatan nya itu.


Sebelum makan berdo'a terlebih dahulu. Liyin dan Yue Yi memajatkan do'a.


Kedua mata mereka terpejam dengan sepasang sumpit yang telah mereka genggam.


Do'a pun selesai.


" Selamat makan!". Kata kedunya dengan gembira.


Disantap lah Mie panjang hangat tersebut. Di tengah ke nikmatan menyantap Mie tiba-tiba sesuatu telah mengganggu ke nikmatan ini.


*Dari sudut sana.


"Jangan pergi!. Ku mohon jangan pergi!". Merintih terdengar suara itu.


" Jika kau pergi bagaimana dengan anak yang ku kandung ini?." Kata-kata itu sangat meminta.


"Ah!. Aku tidak peduli!". Membentak.


Kata-kata ini telah mengganggu pendengaran Liying yang tajam itu.


Memang siapa yang tengah merintih itu?. Mengapa terdengar pula suara yang sedang membentak?. Apa yang sedang terjadi di sudut sana?.


Ini mengganggu pendengaran Liying.


Bersambung.


Apa yang terjadi?.


Next Episode.


Jangan lupa Like+Coment.


Jika suka favorit+Vote.

__ADS_1


Salam hangat dari ku*.


__ADS_2