
Cerita pun kita lanjut kan.
_____
Thek!
"Apa itu? Apakah ini adalah ingin dari Zhuge Liying?" (Berbicara sendiri di dalam batin).
**
"Guru!" Teriak Liu, sambil berlari cepat menuju Zhuge Liying yang berdiri di sudut dinding sana.
Keempat laki-laki itu pun datang dengan tergesah-gesah menuju Zhuge Liying. Dari raut wajah mereka terpancar Expresi bahwa mereka semua sangat mengkhawatirkan kondisi guru nya itu, yaitu Zhuge Liying.
"Eh?" Liying pun sedikit melangkah mundur kebelakang untuk menjauh dari mereka itu, karena dirinya yang sebenarnya tidak mengenal para laki-laki tampan itu.
Iti semua karena Liying yang sekarang bukan lah Zhuge Liying yang sesungguhnya. Yang berada di dalam raga itu adalah jiwa baru dari seorang gadis belia berwajah sama, dari masa depan.
"Guru!"
"Apakah guru tidak apa-apa?" Liu segera bertanya cepat.
"Kemana saja guru pergi? Kami semua mengkhawatirkan guru, karena anda yang tidak ada di dalam kamar anda tadi!" Kata cemasnya kepada Zhuge Liying.
Liu pun berdiri tepat menghadap langsung Zhuge Liying yang sepertinya nampak sangat kebingungan itu.
Aku harus jawab Apa? Aku tidak sama sekali mengenal dia dan mereka. Semuanya nampak asing di mata ku, akan tetapi semua orang-orang ini adalah para pria-pria tampan sangat gagah. Pria idaman aku banget!
Tersenyum. Liying pun hanya dapat menunjukan senyuman kecil nya itu kepada Liu yang sekarang sedang beridri didepan nya ini.
"Aku tidak apa-apa." Terpatah-patah kata ku ini.
"Kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku seperti ini lagi!" Kata ku dengan gugup.
Aku ini tidak pandai berbicara atau berkata-kata dihadapan banyak orang, terutama di hadapan para pria tampan. Aku akan merasa canggung dan gugup jika mereka terus memandangi ku seperti ini.
"Da Jie!" Sebut Yue Yi.
Gadis yang bernama Yue Yi ini menyentuh bahu kanan ku, sontak saja aku cukup terkejut dengan sentuhannya itu. Aku pun melihat sedikit kepada nya. Ku pandangi dia dengan tatapan mata yang sewajarnya.
"Iya!" Jawab ku mencoba untuk tenang.
"Apakah Da Jie tidak apa-apa? Apa perlu aku mengantar mu ke dalam kamar mu?" Ucapnya kepada ku dengan lembut dan sopan.
Aku pun diam ketika dia berkata, lalu aku berpikir bahwa. Jika akau berada di dalam kamar, itu berarti aku tidak perlu banyak berintraksi dengan orang-orang ini, dan akan lebih mudah bagiku untuk beradaptasi dengan raga baru ku ini.
"Iya!" Jawab ku.
Tidak perlu pikir panjang lagi, aku lebih memilih untuk menjawab "Iya". Dan memilih untuk cepat-cepat pergi meninggalkan tempat ini.
__ADS_1
" Iya!"
"Aku masih merasakan lelah di tubuh ku ini, dan aku ingin segera beristrirahat di kamar ku". Pinta ku.
" Bolehkah aku pergi cepat ke kamar ku?" Pinta kua memelas padanya.
"Iya! Tentu saja." Jawab Yue Yi.
"Kau harus beristrirahat dengan cukup, agar tenagamu cepat kembali pulih". Ungkap Yue Yi kepada Zhuge Liying.
" Guru tidak apa-apa bukan?" Zhao Yi bertanya pada Zhuge Liying.
"Apakah guru membutuhkan ku, untuk menyembuhkan luka guru!" Menawarkan diri.
Dia menanyakan Apakah Liying membutuhkan dirinya, dan Zhao Yi sebagai tabip dia pun menawari dirinya untuk bisa membantu gurunya itu.
Jika dia seorang laki-laki yang menawari dirinya sendiri untuk bisa mengobatiku, maka aku ingin mengatakan "Iya aku mau!" Namun kalau aku menerima tawaran kebaikan nya, maka nantinya dia akan tahu bahwa aku ini bukan Zhuge Liying yang sesungguhnya. Jadi!
"Tidak! Tidak!"
"Tidak usah! Aku bisa sendiri".
" Terima kasih atas tawaran mu itu. Murid Zhao! " Ucap ku dengan segera, dan langsung saja menolak tawaran tersebut tanpa pikir panjang lagi.
"Hm!"
"Baiklah Guru!" Jawab singkat Zhao Yi. Dia pun menganggutkan kepalanya sambil otaknya berpikir.
" Baiklah Yi'er. Apakah aku bisa cepat kembali ke dalam kamar ku! " Pintaku padanya.
Ku tunjukan wajah memelas ini, agar dia yang satu ini percaya bahwa aku ini memang benar-benar sakit.
Kedua tangan kupun melilpat dan memohon padanya, agar Yue Yi ini mau mengantarku ke kamar ku, karena aku yang tidak tahu jalan dan dimana letak kamar Zhuge Liying ini berada.
"Mari!" Jawab nya.
Yue Yi pun mulai melangkah dan menuntunku menuju kamar ku. Dia pergi berjalan menuju r
arah jam satu, atau lebih tepatnya ke arah kanan.
"Mari semuanya!" Tersenyum ku kepada para pria-pria tampan ini. Sambil aku yang berjalan melewati mereka itu.
"Hm. Sampai jumpa guru!" Kata mereka, sambil melempar senyuman kecil nya kepada ku, ketika aku yang melangkah mewati mereka itu.
____***
Sudah beberapa langkah menjauh.
Langkah kaki ini pun menulusuri lorong perguruan ini. Begitu luas dan juga bagus. Ku pandangi langit-langit nya, dan ku lihat seluruh interior bangunan nya. Begitu nyata dan asli.
__ADS_1
Ternyata aku yang datang dari masa depan ini, benar-benar melintasi dimensi waktu untuk kembali kepada Zaman ini. Zaman yang masih terjaga ke asliannya itu.
Wow! Takjub ku ketika kedua mata ini yang memandang keseluruh wilayah.
Kedua mata ku ini berkedip sangat perlahan. Sambil terus berjalan kedua mata pun tidak ingin terpejam karena begitu takjub akan detail setiap ukiran dinding yang ada ini.
"Murid Zhuge!" Suara berat terdengar, dan dia pun menyapa dan memanggil nama Zhuge Liying.
"Ayah!" Sebut secara cepat Yue Yi. Langkah kaki nya pun langsung berhenti mendadak disana ketika seorang yang di panggil oleh nya ayah itu, berdiri tepat di depan mereka tersebut.
Aku masih berjalan dengan mata ku yang memandang kelangit-langit atas.
"Da Jie!" Menarik tangan.
Yue Yi tiba-tiba menarik tangan ku. Otomatis pun aku berhenti mendadak disini.
"Ada Apa?" Bertanya cepat pada nya.
Wajahnya itu seperti nya sedang cepas, seakan-akan dia ini sedang melihat sesuatu yang sangat menyeramkan.
"Itu!" Menunjuk ke sana.
Ku ikuti arah jari telunjuknya menunjuk itu. Ku aling kan pandangan ini kearah itu, dan ternyata di depan kami ini sudah ada seorang laki-laki dewasa yang sedang berdiri gagah disana.
Aku tidak tahu siapa dia itu?
"Hm?" Bergumam ku ke bingungan.
Kedua mata ku membulat besar, ketika melihat tubuhnya yang besar dan gagah. Postur tubuhnya begitu tinggi dan wajah nya sangat lah terlihat begitu galak, dengan adanya bulu-bulu tipis di janggutnya.
"Murid Zhuge!" Tegurnya kembali, sambil berdiri bertolak pinggang.
"Khm!" Ku telan berat-berat Salivah ku ini. Suaranya begitu berat dan sangat lah menakutkan. Siapa kah pria dewasa ini?
Mengapa aku merasa takut ketika melihat wajahnya itu? Sebenarnya Siapa dia? Apa hubungan dia dengan raga Zhuge Liying ini?
"Ayah!" Ucap Yue Yi. Dia pun memanggil pria dewasa ini dengan sebutan ayah. Apakah dia benar-benar ayah Yue Yi ini?
_____ Bersambung.
Apakah benar pria dewasa yang berpenampilan galak itu adalah Ayah dari Yue Yi?
Penasaran!
Next Episode.
Jangan lupa Like+Coment.
Kalau suka Vote+Favorit
__ADS_1
Salam hangat dari ku ini.
Pendekar Perbatasan.