
Episode sebelumnya.
****Identitas pendekar bertopeng telah di ketahui, ternyata Dia adalah seorang wanita cantik. Namun Dia sangat lah dingin dan acuh kepada pria.
Sekarang Dia sedang marah kepada Yu dari Dao Bao Hu karna Yu memegang salah satu pedangnya yang terlepas tadi****.
***
"Cepat katakan dimana pedang ku yang lainnya!". Teriaknya yang mengancam dengan ujung mata pedangnya yang akan menyayat kulitku.
" Ekh!". *Aku membulatkan mataku, lalu cemas, terdiam dan hanya bisa menelan salivah saat bagian tajam itu menggores di kulitku yang sensitif ini.
"**Yu!". Teriak teman-teman ku yang lain. Mereka memandang ku dengan cemas dan khawatir***.
" Pendekar!." Kata kakak pertama secara lembut. " Ku mohon Lepaskan pedang mu dari dari adik kedua!". Pintanya secara baik-baik.
"Iya. Kasihani lah Dia. Jangan kau bunuh Dia. Yu orang yang sangat baik, Dia bukan lah penjahat yang akan mencuri pedang mu. " Kata Liu perlahan-lahan untuk meminta pengertian dari pendekar itu.
"Bohong!". Menentang. " Cepat katakan dimana pedang ku yang lainnya! ".Berteriak keras kepada semuanya dan ujung mata pedangnya pun semakin di tekan olehnya.
**Teriakannya itu semakin membuatku taku, sesekali aku terpejam saat Dia yang membentakku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa karna aku yang telah tersudut ini dengan ujung mata pedang Dia yang hampir menusuk ini.
Teman-teman ku pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tidak bisa membantuku atau menyelamatkan ku**.
" Baik pendekar ". Sebut Zhao Yi. " Bagaimana kita bicarakan ini secara baik-baik." Pinta kepada pendekar tersebut dengan sopan. "Kami tahu saat pertarungan tadi kedua pedang mu terjatuh dan terlepas dari tangan mu." Berkata tenang dan mencoba untuk memberi penjelasan kepada pendekar yang sangat pemarah ini.
Kedua tangannya mengulur kedepan meminta agar Sang pendekar untuk bisa berpikir tenang, karna semuanya tahu bahkan pedang itu pun tahu bahwa kedua pedangnya jatuh ketika pertarungan tadi.
"Mungkin saja pedang mu yang lain nya jatuh di tempat yang berbeda, karna Yu hanya menemukan ini tadi disana." Kata Zhao Yi lebih lanjut.
"Di saat pedang ini di temukan Yu atau pun kami tidak menemukan pedang yang lain selain yang ini". Tuturnya dengan sopan. Penjelasannya pun di simak oleh Sang pendekar. Namun Dia masih tetap diam dengan respon tatapannya yang dingin kepada semuanya.
" Iya". Liu menyahut saja di tengah-tengah penjelasan ini. " Aku dan Yu hanya menemukan yang berwarna Emas ini saja. Tidak ada yang lain disana selain pedang yang satu ini". Jelasnya sambil menunjuk-nunjuk pedang yang tengah meruncing tersebut.
Walau tengah terpojok Yu memandang senang kepada tiga teman yang sudah dianggapnya saudara itu.
"Terima kasih Liu, adik keempat, dan kakak pertama". Memandangi wajah mereka satu oersatu.
*Mungkin kata-kata ini yang bisa ku ucapkan untuk kalian, tetapi sayang sekali aku tidak bisa mengatakannya. Ingin sekali ku katakan ini.
Namun kata-kata ku tersangkut diantara kerongkongan dan pita suara sulit sekali terucap mungkin karna ujung mata pedang ini yang terus menekan ku, hingga kata-kata ku hanya bisa ku ucap dan ku telan sendiri*.
" Ah!". Marahnya. Walau sudah di berikan penjelasan. Namun tetap saja Dia masih marah.
(Apa pedang itu sangat berarti baginya, hingga Dia harus semarah ini sampai-sampai penjelasan dari orang pun Dia tidak mau dengar?.)
"Cepat katakan dimana pedang ku yang lainnya!". Kata-kata itu terus diulangi nya, dan di tekan terus di setip katanya.
Sret.
Di sayatnya kulit yang sensitif ini.
**Tidak mau menunggu lagi. Kesabarannya telah habis akhirnya Dia menyayat dan memberi goresan kecil pada leher dengan kulit yang sensitif itu.
Yu!". Teriak semuanya dan dibuat memandang ngeri dengan ujung mata pedang itu yang akhirnya menyayat di leher Yu.
Walau itu hanya goresan kecil di ujung mata pedang, tetapi dari sedikit goresan ini banyak mengeluarkan cairan merah pekat yang masih segar.
__ADS_1
Cairan merah yang tidak berbau itu mengalir deras diujung pedang lalu menetes dan mewarnai tanah**.
*Aku sudah tidak bisa mengeluarkan suara kembali, karna goresan kecil yang diberikan olehnya tepat mengenai pita suara ku.
Walau ini hanya goresan kecil saja. Namun membuatku terdiam seperti patung batu yang keras. Aku hanya bisa melihat tatapan matanya yang sangat marah kepada ku.
Apa karna pedang yang lain itu sampai-sampai aku di buatnya seperti ini?.
Ini terasa kaku. Aku tidak lagi bisa menggerakkan tubuhku, semua sistem syaraf ku seakan berhenti berkerja semua. Aku sedikit melirik kebawah dan ternyata cairan merah yang keluar dari kulitku begitu deras. Pantas saja ini membuatku sangat lemas*.
"Yu!". Liu melirih dan memandang sedih kepada Yu. " Kakak kedua!". Melihat pilu dari Adik keempat. "Adik!". Tidak bisa berbuat apa-apa, hanya diam dan menahan tangis lalu membenci diri sendiri karna tidak bisa menyelamatkan Yu dari tangan Sang pendekar.
" Apa ini pedang mu?". Kata Huo Long yang secara tiba-tiba.
Dia pun datang dan hadir di tengah-tengah kesedihan ini, di tangannya Dia membawa sebuah pedang berwarna perak terang dengan gagang pedang yang berbentuk kepala burung.
Apakah ini pedang yang dicari-cari oleh Sang pendekar?.
Kata-kata ini terdengar hingga menembus gendang telinga. Pendekar wanita itu segera menoleh dan memandang siapa yang berkata itu.
Lalu pendekar wanita itu pun melepaskan ujung mata pedangnya yang mengenai leher Yu.
***Bruk.
Yu ambruk jatuh tersungkur ditanah tubuhnya lemas karna terlalu banyak mengeluarkan darah.
"Yu!". Teriak ketiga saudara seperguruannya secara kompak. Ketiganya pun langsung duduk tersengkur mengitari Yu***.
Telah dilihat oleh pendekar wanita ini seorang laki-laki dewasa sedang mengulurkan kedua tangannya dan diatas tangannya itu ada sebuah pedang berwarna perak terang.
"Iya. Ini milikku!". Akuannya yang begitu jujur. Berdiri berhadapan langsung dan saling memandang satu sama lain.
lalu diambil cepat pedang yang ada diatas kedua tangan itu.
" Mengapa pedang ku sampai bisa di tangan mu, Tuan?". Tanyanya heran. Namun tetap tegas di setiap intonasi katanya.
"Ku temukan ini disana. Pedang ini jatuh terpisah dari pedang mu yang itu." Kata Huo Long yang menjelaskan.
Ketika Dia yang sedang menyimak dan Huo Long yang sedang menjelaskan, tiba-tiba saja ketiga murid Dao Bao Hu tersebut berteriak secara kompak.
"Yu!." Cemas Liu. "Kakak!". Teriak Zhao Yi. " Adik!". Sebut Yang Leng yang meneriaki langit.
Kondisi Yu cukup parah, dari goresan kecil itu Dia harus banyak mengeluarkan banyak darah hingga Yu pun tidak sadarkan diri. Kedua matanya telah terpejam erat dengan detak jantung dan sistem syaraf nadinya telah lemah, tidak berfungsi dengan normal.
Keadaan ini membuat ketiga saudara seperguruannya bersedih, cemas dan khawatir seakan-akan Yu akan pergi meninggalkan mereka.
"Dasar payah!". Gumam kesal dari pendekar wanita itu ketika melihat tiga orang laki-laki yang menangis lemah disana tepat di hadapan nya.
" Ambil ini!". Dia melemparkan sebuah kantung kain kecil berwarna merah kepada tiga orang laki-laki yang sedang berduka itu.
"Untuk apa ini?". Tanya Zhao Yi yang mendapatkan bungkusan kecil tersebut. Dia pun membuka kantung kecil tersebut. Lalu dilihat olehnya apa yang ada didalamnya.
Ternyata itu adalah kantung yang berisikan berbagai jenis rempah atau obat-obat herbal untuk pengubatan.
Zhao Yi bertanya. Namun tidak ada jawaban dari pendekar tersebut.
Setelah melempar dan mendapatkan kembali kedua pedang nya. Pendekar yang belum fdi ketahui namanya ini tidak ingin mau berlama-lama di Dao Bao Hu.
__ADS_1
" Apa ini untuk mengobati luka Kakak Yu? ". Gumamnya.
Zhao Yi memang pandai dalam hal ilmu pengobatan jadi hanya dengan melihatnya saja Dia pun seudah paham apa maksud pemberian kantung kecil tersebut.
Tetutama kantung kecil tersebut berisikan banyak tanaman-tanamn herbal.
" Hub!". Dia meloncat dan meringankan tubuhnya keudara. Dia pun berpijak pada salah satu atap disana.
"Apa kau putri Ying Xue?". Teriak Huo Long ketika pendekar tersebut yang telah berada diatas atap.
Sebelum pendekar yang belum diketahui namanya itu pergi menoleh sejenak kebelakang dan memandang kearah bawah lagi.
" Bagaimana bisa Tuan mengenal nama itu?". Tanyanya yang berteriak dari sana.
"Saya ***mengenalinya dari pedang Bacon yang kau pegang itu!". Huo Long menjawabnya dari bawah sana.
" Sebenarnya siapa Tuan?. Bagaimana bisa Tuan mengetahui nama pedang yang ku miliki ini?". Tetiaknya yang menyahut dari atas sana.
"Aku Wen Huo Long". Jawabnya dengan menyebutkan nama aslinya
" Oh!. Ternyata kau orang nya!". Sebut pendekar itu yang sepertinya Dia sangat mengenali nama ini.
Huo Long memandangi pendekar wanita ini dari bawah sini. Dia nampak memandang berbeda pendekar tersebut, pandangannya seperti seseorang yang sedang merindukan sesuatu dan akhirnya dapat berjumpa kembali.
"Baiklah. Perjumpaan kita sampai disini saja" Tetiaknya. "Lain waktu kita akan berjumpa kembali. Tuan Wen!". Menatap serius Huo Long dari atas sana.
Hub. Di meloncat keatas atap yang lain.
" Salam dari ku, Zhuge Liying! ". Teriaknya yang sudah menghilang dari pandangan.
" Zhuge Liying! ". Sebut Huo Long dengan begitu serius. " Nama yang indah. Seperti Ying Xue!". Katanya yang terdengar merindukan sesuatu.
"Takdir telah membawamu ke tempat ini, dan ini akan menjadi pertemuan pertama kita".
Batin Huo Long.
Pendekar bertopeng telah pergi dan kini Semuanya telah tahu siapa Identitas dirinya yang sebenernya. Namnya adalah Zhuge Liying.
****
Diatas atap-atap rumah warga.
Liying tengah mempijaki setiap atap dengan langkahnya yang cepat.
" Ya. Ini pertemuan pertama kita, dan awal dari takdir."
"Ibu!. Aku telah datang ketempat ini, dan aku pun telah memenuhi janjiku sebagai seorang pendekar!".
Dia berlari disaat. Dilompati satu persatu atap-atap rumah warga. Di bawah sinar rembulan Dia pun berlari membelah gelapnya malam.
" Tunggu kedatangan ku. Wen Huo Long! ".
Bersambung.
Tunggu Next Episode*.
Jangan lupa Like+coment.
__ADS_1
jika suka Vote+favorit.
Salam hangat dari ku**.