
Di episode sebelumnya.
Zhuge Liying baru saja membunuh seorang laki-laki yang mengaku-ngaku sebagai pendekar. Dia membunuh laki-laki itu tepat di hadapan banyak orang dan di depan mata istrinya yang tengah hamil besar itu.
**********__________________
Setelah ini Zhuge Liying dan Yue Yi akan melanjutkan langkah nya kemana. Namun sebelum Liying beranjak lebih jauh lagi dari tempat tersebut, seorang teman yang adalah adik seperguruannya yaitu Yue Yi merengek kesal padanya.
"Da Jie!". Panggilnya pada Liying. " Yang besar saja, itu adalah persediaan kita yang terakhir. Jika kau memberikannya kepada orang lalin, lalu bagaimana dengan kita?". Lanjutnya merengek pada Zhuge Liying. Namun Liying telah berjalan jauh kedepan, sedang kan dirinya sendiri masih berada di belakangnya.
Zhuge Liying tidak sedikit pun dia menoleh kebelakang dia tetap fokus pada pandangannya yaitu kedepan, tetapi tidak seperti Yue Yi yang sesekali menoleh kebelakang dan menunjuk-nunjuk ke tempat dimana Liying nemberikan sisa persediaan trakhir mereka kepada wanita yang tengah hamil besar itu.
"Zhuge Liying, tunggu!". Panggilnya kembali kepada dia yang telah melangkah jauh disana. " Itu koin emas kita yang terakhir, bagaimana dengan kita besok?. Kita akan makan Apa?, dan nanti malam kita akan tinggal dimana?".
" Da Jie!". Rengeknya. Langkahnya sesekali terhenti akibat dia yang tidak mengiklaskan barang persediaan terakhir mereka diberikan kepada wanita tersebut.
Dia meneriakai terus menerus gadis yang sangat acuh tersebut dan Liying pun tidak sekali pun dia menggubris ocehan Yue Yi itu.
Hingga karna telah bosan dengan teriakan dan omong kosongnya itu Liying pun akhirnya menghentikan langkahnya di depan sana dengan keadaan Yue Yi yang cukup tertinggal di belakang.
"Apa?". Katanya ketika berbalik badan kebelakang dan menapaki bahwa Yue Yi yang tertinggal di belakang.
" Ying'er!". Masih merengek walau Liying telah berhenti melangkah dan dia sendiri telah berdiri dihadapan nya.
"Apa?". Kesal. Singkat saja menjawab. " Mengapa kau memberikan bekal trakhir kita kepada wanjta itu?, sedang kan diri kita sendiri adalah pendatang baru di kota ini dan bagaimana kita tinggal nanti jika kau memberikan bekal itu?". Lanjut Yue Yi berkata.
Temannya itu merengek di hadapan nya dan itu memang benar bahwa kantung kecil berwarna coklat tersebut adalah bekal trakhir mereka. Namun Liying memberikan jawabannya. Dia berkata.
"Jika dengan mememberikan itu aku dapat menghidupi kehidupan seorang janda, maka aku akan memberikannya dengan ikhlas. Dari pada aku harus memberikan milik ku kepada laki-laki pengecut seperti dia, yang tidak pernah menghormati seorang wanita." katanya dengan serius.
Kata-katanya bermakna besar hingga Yue Yi pun di buat siam dengan kalimat tersebut. Dia terdiam sejenak disana sedang kan Zhuge Liying telah melanjutkan perjalanannya, tetapi tidak perlu waktu lama untuk Yue Yi tersadar kembali dan akhirnya dia melangkah kembali mengejar pendekar dengan dua buah pedang itu.
*****_______________
Langkah pun telah di lanjutkan, tetepi kedua nya pun di kejutkan kembali dengan hadirnya sosok misterius berjubah hitam yang hadir secara tiba-tiba dan membuat langkah kedua harus terhenti disana.
"Hebtikan langkah kalian!". Terdengan teriakan suara berat dari sosok hitam tersebut.
__ADS_1
Suara seperti seorang laki-laki, tetapi tidak di ketahui jelas identitasnya siapa?. Karna dia yang menutupi wajahnya dengan sehelai kain hitam tipis dan hanya menyisahkan kedua bola matanya yang besar saja.
" Astaga! ". Jerit Yue Yi. " Datang dari mana kau?, mengapa tiba-tiba muncul di hadapan kami?. Siapa kau?". Lanjutnya bertanya cepat.
Liying memandangi sosok tersebut dengan serius. Sorot mata nya begitu tajam kepada sosok yang baru saja tiba itu. Zhuge Liying sedang menduga-duga siapakah Dia yang ada di balik jubah hitam tersebut?.
Ssss. Dicabutnya sebuah pedang yang berada di pinggul kanannya.
"Katakan dari mana kalian berasal?". Katanya dengan keras lalu mengarahkan ujung mata pedangnya itu tepat di hadapan Zhuge Liying.
Mengacung dan tepat tegak lurus di depan pelupuk mata Zhuge Liying.
" Ying'er!". Yue Yi berteriak cemas. Matanya membulat besar ketika untuk tajam mata pedang itu akan mengenai Zhuge Liying.
Namun Zhuge Liying terdiam sejenak disana. Apa yang sedang dia pikirkan disaat situasi seperti ini?.
******Mungkin tidak ada jalan lain selain cara ini!.
Ssst. Di cabut pedanga milik nya itu, lalu Cling!. Mengadukannya pada pedang sosok tersebut.
Krek. Kedua pedang mengadu di udara dan membuat tanda X. Karna kedua pedang ini yang saling menahan satu sama lain.
Zhuge Liying tidak ingin kalah dari sosok yang berwajahkan cadar tersebut dan sosok itu pun tidak mau kalah dari gadis asik dari lain tersebut.
Keduanya masih beradu hebat disana hingga akhirnya Zhuge Liying memikih untuk mengakhiri ini semua***.
"Kau kalah!". *Kata cepat darinya.
Cling!. Secepat gerakan pedangnya, dan **Sssst. Melesat seperti bayangan berdiri tegap di depan, tubuh sedikit membungkuk dengan pedang mengacung kebelakang mata mentorot tajam kedepan, dan.
Krek!. Terbelah menjadi dua.
Bruk, dan berjatuhan di tanah**.
Hub. Liying berbalik badan lalu merobek cadar hitam yang menutup itu dengan ujung tajam mata pedangnya. Akhirnya terlihat wajah yang bersembunyi di balik cadar tersebut*.
Siapa dia yang ada dibalik ini semua?.
__ADS_1
Jawabnya.
Yue Yi mendekat pada sosok tersebut yang telah terlihat wajahnya itu.
Siapa kah dia?.
" Ternyata seorang pria!". Ungkap adik Yi. "Siapa kau?". Lanjutnya mengajukan pertanyaan cepat.
" Wen Huo Long! ". Sebut Liying yang berucap, ketika dia memandang sosok tersebut yang ternyata seseorang itu yang dia kenal.
" Ada alasan Apa kau datang menemui ku?". Lanjutnya bertanya dengan pedangnya yang masih mengacung tegap lurus di pelupuk mata itu.
"Ying'er, Kau mengenalnya?". Adik Yi bertanya cepat pada Liying, yang ternyata mengenal laki-laki tersebut.
Wen Huo Long tidak menjawab, dia diam tidak ada jawaban yang ada dia hanya memandang pasrah ketika dia yang terpojok ini.
" Cepat katakan!". Paksa Liying. "Ada keperluan Apa kau menemuiku sejauh ini?!". Meneriaki. " Cepat katakan!". Lanjutnya untuk memaksa agar laki-laki dari Dao Bao Hu mau berucap.
"Kau memang patung batu yang bisu!". Kesal, dan akhirnya, **Sssst. *Liying menyerah diturunkan pedangnya itu lalu dimasukkan nya kembali kepada tempatnya, dan Liying berbalik badan ingin pergi karna percuma menanyai sebuah pertanyaan pada sebuah patung batu yang bisu.
Itu tidak akan mungkin dan hanya akan menjadi sebuah omong kosong saja.
Tuk. Tuk.
Dua langkah maju kedepan lalu Yue Yi tanpa berbicara mengikuti Liying yang ingin pergi.
Tunggu!. Panggil Huo Long
Disaat terakhir akhirnya dia mau membuka mulutnya itu.
Bersambung*
Apa akan di katakannya?, dan Apa alasannya menemui Zhuge Liying?.
Next Episode.
Jangan lupa Like+Coment.
__ADS_1
kalau suka favorit+Vote.
salam hangat dari ku**.