
Episode sekarang.
Yang, Yu, Liu dan Zhao, masih belum setuju dengan keputusan guru mereka, yang ingin menjadikan Zhuge Liying menjadi guru baru di Dao Bao Hu.
________________,,_________________
"Paman guru!. Kami masih belum bisa setuju dengan keputusan mu ini, untuk menjadikan dia sebagai guru baru di Dao Bao Hu!". Kata kakak pertama tegas pada guru Wen.
" Apa alasan kalian untuk tidak setuju dengan ke putusan ku ini?". Berbalik bertanya dari Wen Huo Long kepada keempat muris senior nya.
"Dia adalah orang asing!". Yu menyahuti. Dia memberi pendapatnya kepada guru Wen. " Kita tidak tahu siapa dia?. Darimana asalnya kita pun tidak tahu?". Lanjutnya memberi alasan.
"Mungin saja dia mata-mata yang di kirim musuh untuk memata-matai Negeri kita ini!". Kata Zhao Yi, yang menyambung penolakan Yu tadi.
Yang, Yu, dan Zhao Yi masih berdebat dengan Web Huo Long. Ketiga laki-laki ini menolak keras keputusan guru mereka. Namun Liu nampaknya berpendapat berbeda.
Sesungguhnya dia tidak berbicara dan tidak memberikan pendapatnya. Liu saja berdiri diam disana dan memandangi terus wajah ayu Zhuge Liying. Sesekali Liu melempar senyuman kecil pada Liying sebagai tanda salam penyambutan darinya.
Dari caranya ini, nampak benar Liu sudah sangat setuju bahwa Zhuge Liying menjadi guru baru mereka.
Liying sendiri masih memandangi keempat laki-laki yang belum sama sekali di kenal nya. Di pandangi wajah mereka satu persatu sebagai pengingat bahwa mereka tengah menolak dirinya.
***Aku paham penolakan mereka itu. Wajar adanya penolakan karna dalam situasi ini aku adalah pemain baru. Jadi wajar saja mereka menaruh curiga dan kewaspadaan lebih terhadap ku.
Akan ku ingin wajah-wajah ini yang tengah menolak keberadaan ku ini***.
Liying memandang tajam Yang, Yu, Liu, Zhao. Namun disisi lain dari Liying. Yue Yi tengah gelisa gundah gulana.
Dia yang tengah berdiri di samping kiri Liying pun terlihat sangat gelisah, dia sangat takut dengan situasi seperti ini.
Mereka semua oara murid-murid dari tuan yang baik itu telah menolak keberadaan dirinya dan juga Zhuge Liying. Yue Yi tidak akan menyangka penolakanlah yang di dapat olehnya dan juga Zhuge Liying setibanya mereka disana.
"Sudahlah!. Ini sudah menjadi keputusan ku. Kalian semua harus mematuhinya!". Tegas Wen kepada semua murid nya, tepat di hadapan Zhuge Liying dan Yue Yi. " Mengerti tidak!". Lanjutnya dengan nada tinggi.
"Tapi paman!". Kata Yang, yang masih bisa berbicara.
Wajah Yang, Yu, dan Zhao memelas tidak benar-benar terima dengan keputusan ini.
" Sudah!." Pertegas nya. "Tidak usah pakai tapi-tapi!. Keputusan ku telah bulat tidak bisa di rubah lagi!". Kekeh Wen itu. " Paham kalian!". Terus menekan keempat-empat nya.
"Ya. Paman guru!". Lemas saja. Sahut bersamaan Yang, Yu, dan Zhao.
" Baik pama guru! ". Menyambut dengan gembira oleh Liu.
Tidak seperti lainnya yang cukup tidak terima dengan kemunculan Zhuge Liying ini, Liu berbanding terbalik dia menerima Zhuge Liying dengan lapang dada. Diantara semuanya Dia lah yang sangat antusias menerima Zhuge Liying dan sangat menyambutnya di Dao Bao Hu ini.
__ADS_1
Situasi ruangan yang pengap ini sangat begitu panas. Ada dua kubu yang saling bertolak belakang. Zhuge Liying sebagai kubu pendatang baru yang ditolak keras oleh kubu lama yaitu para murid senior Dao Bao Hu.
Namun kemungkinan seiring dengan berjalannya waktu mereka pun akan bisa menerima kehadiran Zhuge Liying dengan baik.
Wen Huo Long yakin bahwa Zhuge Liying bisa mendidik murid-murid nya, dan dia pun yakin bahwa Yang, Yu, Liu, Zhao dan seluruh murid-murid yang lainnya akan menerima Zhuge Liying menjadi guru mereka.
Ini adalah keyakinan seorang guru pada guru yang lainnya.
________________________,,,_________________
**Rungan telah sepi. Keempat laki-laki besar itu telah pergi meninggalkan ruangan tersebut, dan begitu pula dengan Zhuge Liying dan Yue Yi yang juga telah pergi meninggalkan ruangan.
Sekarang hanya tinggal Wen Huo Long seorang yang berada di ruangan yang pengap itu.
Tuk. Tuk.
Langkahnya menuju ke sudut jendela yang ada di sana. Di berdiri dari balik jendela dan memandang luas ke luar sana.
Di pandanginya sekeliling Dao Bao Hu. Dia melihat semua murid nya tengah berlatih ilmu bela diri di ujung sana. Di lihatnya itu dan teringat kembali olehnya kejadian pagi ini.
Ketika pedang Liying yang membentang tegak lurus tepat di depan wajahnya. Saat itu dia mencoba untuk menyerang Zhuge Liying dengan sebuah penyamaran, dia menyamar sebagai sosok hitam bercadar hitam pula.
Namun sayang penyamaran nya itu gagal. Dia ketahuan oleh Zhuge Liying, dan salah satu pedangnya pun patah terbelah dua saat berduel dengan pedang milik Zhuge Liying.
Sedikit pengingat.
***Cling. Melesat cepat ayunan pedang itu, dan Tek. Beberapa langkah maju kedepan melewati Wen Huo Long.
Bruk. Jatuh kedua bagiannya ketanah.
Ssst. Berbalik badan dengan cepat seperti badai, dan Dum. Pedang itu mengarah tegak lurus pada Wen Huo Long yang saat itu wajahnya masih tertutup cadar.
Wesss. Terbuka cadar tersebut dengan ujung mata pedangnya, dna terlihat lah oleh mata. Bahwa itu adalah Wen Huo Long yang menyamar dari balik cadar hitam tersebut*****.
_________________.
"Ternyata kau sudah tumbuh dewasa!". Kata lembutnya sambil memandang luas kedepan.
" Ying Xue!. Ternyata kau menurunkan semua kekuatan mu pada nya." Lanjutnya yang mengingat sesuatu.
"*Sama seperti diri mu, dia pun sangat berani. Tidak pernah takut pada siapa pun. Namun Dia sangat dingin, tidak seperti diri mu yang begitu lembut".
___________________Flash Back On.
DUA PULUH TAHUN YANG LALU.
Ketika itu usia Wen Huo Long masih sangat muda, dan dia pun masih menjadi sosok murid yang sangat di segani. Saat usianya ini Wen Huo Long masih mengenakan jubah kebesaran Detective Dao Bao Hu.
Tidak seperti sekarang yang sudah tua dan berumur. Dahulu dia di kenal sebagai Detective yang sangat berbakat.
__ADS_1
Dia seorang pendekar muda yang sangat ahli dengan jurus pedang nya. Salah seorang murid hebat yang selalu menerima tugas di luar kota.
Lalu kali ini Wen Huo Long muda menerima tugas di perbatasan dua Negeri, lebih tepatnya dia sedang bertugas di kota Ji.
Salah satu kota besar di Ibu Kota Negeri Ming. Kota ini berada di bagian Utara dari Ibu Kota.
Namun Wen Huo Long sedang tidak ada di kota tersebut melainkan dia berada di tempat lain.
" **H.H.H.H.".
Larinya menulusuri semak-semak belukar di tengah-tengah hutan.
"Krek. Krek".
Di pijakinya ranting-ranting kayu yang kering itu.
" H.H.H.!".
Terus berlari kedepan seperti sedang menghindari sesuatu yang ada di belakang.
"Hub!".
Di loncatinya sebuah batang kayu yang telah lapuk di atas tanah.
" H. H. H.!"
Lalu berlari kembali dengan kencang, dan dengan memegangi bagian bahu kanannya yang nampaknya tengah terluka.
Ssst.
Sesekali dia menoleh kebelakang untuk memastikan sesuatu yang ada di belakang sana.
Seperti nya Wen Huo Long muda ini tengah di kejar-kejar oleh musuh, dan dari bahu kanannya itu telah terluka terkena serangan musuh.
Namun mengapa dia lebih memilih untuk melarikan diri ke hutan lindung yang lebat ini?.
Ini akan membuat dirinya lebih berbahaya. Karna di tengah-tengah hutan sudah pasti banyak hewan-hewan buas yang siap menerkam dirinya kapan pun.
Kemungkinan hidupnya akan sangat tipis. Karna luka di bahu kanannya itu, dan di tambah dengan situasi di tengah-tengah hutan seperti ini.
Akankah Wen Huo Long muda ini dapat lolos dari hutan ini?. Dalat kah dia menemukan jalan keluarnya?. Lalu selamatkah Dia?.
Bersambung.
Next Episode.
Jangan lupa Like+Coment.
Jika suka favorit+Vote.
__ADS_1
Salam hangat dari ku**.