Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 27.


__ADS_3

Di sebelumnya.


Dengan mimik wajah kebingungan entah tahu harus Apa?. Raga Zhuge Liying yang telah berisi jiwa Hwang Chen He itu berjalan menuju ke arah gerbang perguruan nya, dan sambil bibirnya bergumam tidak jelas.


Yue Yi yang sedang khawatir bercampur aduk dengan kegelisahan akhirnya dia dapat bernafas lega, ketika kedua matanya itu melihwat kembali Zhuge Liying yang sejak tadi dirinya cemaskan.


__________,,,______


Tidak pikir panjang lagi, Yue Yi langsung memeluk erat Zhuge Liying yang baru tiba itu.


"Dari mana saja kau? kau tahu tidak aku sangat mencemaskan dirimu? Kemana saja kau pergi?" Tutur Yue Yi dengan kesal ketika memberi pelukan erat kepada gadis bermarga Zhuge tersebut.


THEK.


Aku terdiam sejenak di dalam pelukan gadis ini. Dalam diam ku, aku bingung harus berbuat apa?. Jika saja aku berkata dan kata yang ku ucapkan salah, maka dia akan langsung mencurigai ku. Kalau aku bukan lah jiwa Zhuge Liying yang sesungguhnya.


Namun sebelum aku datang kesini, Zhuge Liying yang keras kepala itu sedikit memberi ku informasi tentang gadis ini, dan memberi tahuku jika bertemu dengannya aku harus berkata seperti ini.


"Yi'er!" Berkata sambil menepuk bahunya.


"Yi'er sudahlah! Aku sudah tidak apa-apa".


Ini kata-kata yang di pesan Zhuge Liying itu, untuk bisa ku katakan jika temannya yang bernama Yue Yi ini memeluk ku seperti ini.


" Benarkah?". Sahut cepatnya. Pelukan erat itu segera di lepaskan olehnya. Lalu memandang serius wajah yang tengah kebingungan itu.


"Sungguh, Da Jie tidak apa-apa?" Pandang cemas Yue Yi, dan tampaknya dia tidak mempercayai perkataan kakak pertama nya itu.


"Iya. Aku sudah lebih baik!" Aku pun berkata dan menjawabnya. Semoga saja kalimat ku ini tidak salah, dan tidak membuatnya curiga kepada ku.


Baik. Gadis mungil yang ada dihadapan ku ini, dan tengah memandang ku itu. Namanya adalah Yue Yi. Ku pandangi dia dan akan ku ingat dengan jelas wajahnya itu, agar nantinya aku tidak lupa dengan namanya.


Aku harus berhati-hati dengannya, karena jika aku lupa atau salah bertutur maka dia akan benar-benar curiga pada ku.


DHUM.


TUIBA-TIBA SESUATU YANG ANEH MUNCUL DALAM PIKIRAN KU.


"kau ini membuatku khawatir saja! Bagaimana jika ayah tahu tentang kepergian mu ini?. Aku harus menjawab Apa kepadanya?". Berkata dalam pikiran.


Itu kata dan kalimat yang terucap dalam otak dan pikiran kosong Yue Yi.


THEK.


" *Apa itu!" Bertanya-tanya ku.


Dia mengatakan sesuatu, tetapi bibirnya tetap diam. Namun aku bisa membaca isi pikirannya, yang mengungkapkan kata-kata cemas kepada ku.


Bingung ku dan heran ku. Kedua mata ku ini membuka lebar untuk mengexpresikan situasi ini*.


Perkataan itu dapat di baca dan di pahami oleh ku, tanpa perlu bibir Yue Yi berkata.


Ya. Yue Yi diam saja lalu tidak ada kalimat yang terucap, dan dia hanya bertutur kesal cemas di dalam pikirannya.


Bagaimana bisa aku membaca isi pikirannya itu?.


"Da Jie!" Sebut bibirnya seraya membangunkan Zhuge Liying yang sedang melamun itu.


Di gerakkan secara cepat tubuh mungil Zhuge Liying, karena dia yang diam dan melamun seperti itu.

__ADS_1


"Ah!" Tersadar cepat kembali.


"Apa kau mengatakan sesuatu?" Tanyanya dengan kondisi tersadar.


**Cut.


Ku cubit salah satu pipi ku dengan keras.


Aau!.


Ku berteriak karena sakit.


Ini bukan mimpi, ini adalah kenyataan, ketika di cubit ini terasa sakit, itu berarti baru saja aku membaca pikirannya.


Apakah ini adalah salah satu kekuatan yang di miliki Zhuge Liying?. Akan tetapi mengapa dia tidak menjelaskan nya tadi?. Bagaimana ini Hwang Chen He?. Apa kau bisa melakukan ini, jika memang Zhuge Liying ini benar-benar memiliki kekuatan pembaca pikiran?.


Habis lah kau. Kau akan bisa mendengar isi pikiran dari orang lain, dan membaca pikirannya!.


"Ah. Astaga!. Situasinya buruk sekali."


Ku sangat mencemaskan ini, tanpa ku sadari aku terdiam kembali dan dengan expresi wajah ku yang tampak sangat jelas sedang mencemaskan sesuatu**.


"Hei. Da Jie!." Telapak tangan Yue Yi melambai cepat dihadapan wajah ku.


"Apa tidak apa-apa?" Tanyanya kepada ku, karena aku yang melamun kembali.


THEK.


"Ah?"


"Iya. Aku tidak apa-apa". Tersadar ku kembali.


" Ayo Da Jie! Pasti semuanya telah menunggu mu!". Ajak Yue Yi kepada Zhuge Liying.


"Kau pergi sudah cukup lama, pasti semua orang telah mencemaskan dirimu".


" Mari kita temui mereka." Jaknya yang begitu memaksa.


Di genggamnya tangan kanan Zhuge Liying, lalu ditarik nya tubuh yang mungil itu.


"Ayo kita pergi!".


Mulai melangkah kedua kaki itu, dan mengajak pergi dari tempat tersebut.


Liying yang masih dengan kebingungan nya, nampak pasrah saja ketika Yue Yi yang menarik cepat tangan kanannya itu.


Di ikuti saja langkah Yue Yi yang mengajaknya untuk pergi, tanpa dia berkata. " Kau ingin mengajak ku mana?".


Liying tidak mengatakan nya, dia diam saja dan ikut saja alur dari kisah ini.


____________....


Kata orang perguruan Tian Kong ini sangat hebat. Semua pendekar-pendekar hebat dari perbatasan terlahir dari perguruan ini.


Dan itu memang benar. Ungkapan itu bukanlah Isapan jempol biasa. Memang benar perguruan ini sangat hebat, karena telah melahirkan pendekar hebat Zhuge Liying.


Tian Kong berada di kota Ji. Kota yang berbatasan langsung dengan Ming dan Yuan. Perguruan ini sangat luas mencakup seluruh areanya.


Perguruan ini memiliki tiga sesi pelajarannya. Sesi pertama untuk kelas pemula. Disini lah para pendekar-pendekar muda dilatih dan beri pelajaran ilmu bela diri dasar.

__ADS_1


Lalu sesi area kedua, tempat ini mencakup para pendekar muda kelas tengah atau para pemula yang telah naik tingkat. Ilmu bela diri nya mulai mahir dari pada para pemula di sesi pertama tadi.


Dan ketiga sesi kelas atas. Jika Zhuge Liying masih berada di sana dan berlatih sebagai murid disana maka di sesi inilah Zhuge Liying berada, dan bersama dengan Yue Yi teman semasa kecilnya itu.


______________...


Di ruangan pertemuan pribadi. Di sini lah tempat dimana para tamu-tamu Tian Kong berada.


Di dalam ruangan yang luas itu, sudah ada Yang, Leng, Yu, Liu dan Zhao Yi dari Dao Bao Hu.


Mereka sedang berkumpul dalam satu ruangan, dengan keadaan Liu yang tidak mau diam, mondar-mandir kesana kemari, dengan kondisi kepalanya yang terikat perban putih, tampak seperti seseorang yang sedang terluka, karena ada beberapa bagian yang di perban putih selain yang ada di kepalanya


Yang Leng yang tengah terduduk itu pun nampaknya sedikit terluka pula. Karena di ujung plipis matanya sedikit ada goresan kecil, dan bibirnya pun terlihat membengkak memar, seakan-akan dia terlihat seperti seseorang yang habis berkelahi.


Dia pun yang sedang terduduk itu bingung lalu menggeleng-geleng kepalanya, karena malu melihat Liu yang tidak bisa diam itu.


Yu dan Zhao Yi pun terlihat terluka. Namun tidak separah Liu dan Yang Leng. Mereka berdua hanya terlihat ada sedikit memar diantara kedua mata mereka. Nampak membiru di mata kanan Zhao Yi, dan memar di mata kiri Yu.


"Kemana pergi nya Zhuge Liying itu?. Dia membuat ku cemas! Bukan kah kondisinya belum membaik?." Mondar-mandir nya sambil bibirnya bergumam dan mengoceh cepat.


"Bagaimana ini saudara ku?". Mendekat kepada Yu, yang terduduk di kursi yang berada di samping kakak pertama itu.


" Jika paman guru tersadar, dan mengetahui bahwa Zhuge Liying menghilang, maka habislah kita!"


"Kita semua akan terkena amarahnya nanti.!" Cemas nya yang membuat ketidak nyamanan bagi semua orang.


Ha!. Tepuk dahi.


Yu, dan Yang membuang nafas mereka panjang-panjang dan menepuk dahi. Mereka tidak habis pikir, bahwa tidak di Dao Bao Hu atau di Tian Kong ini LIu akan membuat keributan seperti itu.


Dia memang tidak bisa diam, atau sedikit pun menutup kata-katanya yang omong kosong itu. Liu terus saja mengoceh tanpa tersaring terlebih dahulu, tanpa memperdulikan orang yang ada di sekitar nya merasa nyaman atau tidak.


"Apa kita harus membuat rencana untuk menutupi ini dari paman guru?" Terbangun dia dengan cepat, dan mencari segera mungkin sebuah ide.


Otaknya yang penuh dengan strategi itu, mencoba untuk berpikir keras untuk mencari sebuah rencana , agar bisa menutupi kehilangan Zhuge Liying tersebut dari paman guru mereka yaitu Wen Huo Long.


"Aku tidak ingin paman guru memarahi ku, karena tidak bisa menjaga guru Zhuge dengan baik". Keluhnya kepada saudara-saudara nya.


" Tuan Liu, tidak perlu membuat rencana apa-apa. Aku telah membawa Zhuge Liying Kembali! " Tutur kalimat ini dari Yue Yi, yang baru saja tiba di ruangan tersebut dan beserta dengan Zhuge Liying.


Semua mendengar, dan semua orang pun terkejut. Keempat murid dari Dao Bao Hu itu langsung menoleh dan meluhat kesudut pintu masuk. Di lihat oleh Yang, Yu, Liu dan Zhao Yi, guru mereka Zhuge Liying telah bersama dengan Nona Yue Yi.


*Apa reaksi mereka kali ini setelah mendapati Zhuge Liying yang telah kembali ke perguruan?


Dan bagaimana dengan nasib Jiwa Hwang Chen He yang sekarang telah berada di dalam raga Zhuge Liying itu?


Mampukah dia bertahan, dan akan semua orang menyadari bahwa dia bukan lah Zhuge Liying?.


Next Episode.


Bersambung sampai disini dulu.


JANGAN LUPA LIKE+COMENT.


JIKA SUKA VOTE+FAVORIT.


SALAM HANGAT DARI KU.


#PENDEKAR PERBATASAN*.

__ADS_1


__ADS_2