Zhuge Liying.

Zhuge Liying.
Eps 12.


__ADS_3

Di episode sebelumnya.


****Telah terjadi keributan di Dao Bao Hu yang di sebabkan oleh seseorang yang bernama Chen Tong itu, Dia ingin menyerang Liu karna menurut kabar burung yang di dengar Chen Tong bahwa Liu telah membunuh putra nya yang bernama Chen Min.


Jadi Chen Tong datang untuk membalaskan dendam Chen Min yang telah tiada itu. Namun ketika hendak menyerang tiba-tiba serangannya dihadang oleh pendekar bertopeng yang juga tiba disana**.


***


Diatas atap.


Cling!. Hadang!!!.


Kedua pedang mereka saling menghadang dengan tatapan keduanya memandang tajam satu sama lain.


Hhhccc. Ya.


Membuang serangan. Kedua pedang sudah terpisah lalu Chen Tong dan pendekar bertopeng terpeleset mundur kebelakang.


Pedekar bertopeng putih tersebut Mengatur nafas. Tidak ingin banyak membuang waktu dan tenaga lagi. ***Sssssttt. Diangkat pedangnya itu lalu diayunkan secara Zig-zag.


Yaaaaa!. Suara berteriak dan Tek... Tek... Tek... berlari cepat dengan keseimbangan penuh melaju kedepan.


Yaaaaa!!!. Teriak Chen Tong yang tidak mau kalah juga. Pendekar bertopeng berlari menujunya untuk memberi serangan balik, maka dengan senang hati Chen Tong pun akan melayaninya.


Chen Tong pun mengangkat pedangnya dan mengayunkannya dan.


Yyyaaa. Berlarian diatas atap.


Cling.


Kedua pedang saling beradu kembali.


Lalu bagian tengah pedangnya bertabrakan dan Duph...


Mereka berdua terpental cepat kembali kebelakang.


Krekk.


Kedua kaki mencoba untuk berhenti mendadak dan menahan tubuh mereka agar tidak jatuh dari atas atap**.


"Ukhh*". *Gumam Chen Tong saat Dia yang terpeleset kebelakang karna jurus pedang yang digunakannya terhadang dan bertabrakan dengan jurus pedang Si pendekar bertopeng*.


Tubuhnya hampir saja jatuh jika saja kedua kakinya tidak saling berkerja sama untuk menahan tubuhnya yang telah berdiri di ujung atap, maka Dia akan jatuh hanya dengan satu langkah lagi kebelakang**.


" Ek hm!". Pendekar bertopeng m**enelan** berat-berat Salivahnya ketika tubuhnya yang membungkuk, kaki kanan menekuk kedepan lalu yang kiri menekuk kebelakang dan Pedangnya menancap diatas atap. Di genggamnya erat-erat kepala pedangnya.


Dia menjadikan pedang itu sebagai penopang tubuhnya agar tidak jatuh ketanah saat Dia yang terpeleset kebelakang akibat jurus pedang nya sama imbang dengan jurus Chen Tong.


"S*al". Kesalnya ketika jurusnya itu dapat di patahkan oleh jurus pedang orang lain. "" Ternyata Dia kuat juga." Bergumam Dia disana.


"Jadi kau kuat juga, Ya". Kata Pendekar bertopeng. Tidak mau dianggap lemah Dia berusaha untuk berdiri tegap kembali.


Chen Tong yang ada disana mendengar kata-kata itu Dia melihat Sang pembunuh putranya telah bangkit dan berdiri kembali.


Tidak mau kalah dari pendekar bertopen. Chen Tong pun segera menguatkat kedua kaki nya lalu berusaha untuk berdiri dengan sisah tenaganya itu.

__ADS_1


H. Membanting nafas. Pendekar bertopeng telah bangkit tenanganya pun telah pulih. Sekali serangan lagi musuh dapat di lumpuhkan karna Chen Tong yang terlihat sudah tidak bertenaga itu.


Tek.


Tidak pakai pikir panjang lagi tangan mencabut dengan kasar pedang yang menancap itu.


**Aku marah. Aku kesal. Mengapa jurusku harus seimbang dengan penjahat murahan itu?.


Mengangkat kembali tangan kiri ini dan Sssst di ambil pedang yang ada di sambing kanan ikat pinggang. Sekarang pedangku ada dua buah dan dari keduanya yang ada ditangan kiriku ini sangatlah Istimewah.


*Pedang ini berwarna Emas lalu di padu padankan dengan warna perak di bagian tengahnya, dan di bagian kepalanya berwarna abu-abu dengan bentuk kepala naga. Dari ujung kepala hingga ujung mata pedang di hiasi oleh sisik-sisik naga. Inilah pedang Shi Wang Ku***.


" Hukf". Chen Tong menelan salivahnya dengan berat ketika Dia tahu bahwa pendekar bertopeng itu ternyata memiliki satu pedang lain. Pedang itu sangat berbeda dari segi ukuran dan coraknya. Jika di lihat lebih lama lagi, itu adalah pedang legenda dari Negeri sebrang. Namanya pedang **Shi Wang.


Sepertinya Chen Tong sedikit cemas karna dari sorot mata nya yang memandang sejuta takut ketika melihat pedang yang Kedua itu.


Namun sedikit pun tekatnya tidak goyah. Walau Si pendekar bertopeng itu sekarang memiliki dua pedang, tetapi dendam putranya tetap menggebuh**.


"Jika Dia memiliki dua pedang, maka aku memiliki sejuta dendam. Yaaaaaaaaaaaa!".


Chen Tong berteriak dengan keras lalu berlari cepat menuju pendekar bertopeng, kali ini dengan tersishnya tenaga Chen Tong ingin membuat serangan mengejutkan kepada Pendekar bertopeng yang telah membunuh putra nya itu.


Namun Pendekar bertopeng tidak akan berdiam diri seperti patung di pusat kota. Dia telah siap di segala kondisi. Tubuhnya sedikit membungkuk dengan kedua pedang yang menjuntai kebelakang. Kuda-kuda telah di pasang dan tenaga pun telah putih seperti semula.


Lalu.


***Cling.


Kedua mata pedangnya di kibaskan dan di adu membuat simbol X dan Dumh. Cahaya terang berwarna putih terpancar dari kedua pedang yang saling beradu itu.


Sinarnya mengarah cepet kepada Chen Tong.


Tek.


Chen Tong sudah tidak sadarkan diri. Namun tiba-tiba datang lah sesosok misterius berjubah hitam dan bertopeng hitam pula.


Hub. Huk*.


Makhluk misterius itu terbang melayang dan menangkap tubuh Chen Tong yang terlempar kebelakang itu.


Tek.


Kali ini sosok tersebut mendarat diatas atap. Dia berdiri gagah diujung sana dengan kedua tangan yang menggendong tubuh Chen Tong dengan keadaan Dia yang sudah tidak sadarkan diri itu**.


"Ha. Sudah lama kita tidak berjumpa". Tutur Sosok misterius berjubah hitam tersebut.


" Siapa kau?". Cuap Pendekar bertopeng. "Apakah kau mengenalku?". Tanyanya dengan keras kepada sosok tersebut.


" Sepertinya kau lupa padaku?". Kata Sosok misterius itu di ujung sana.


"Siapa kau?. Aku tidak mengenalmu?. Buka topeng mu!. Mari kita bertarung satu lawan satu!".Katanya dengan jawaban yang menantang untuk bertarung One by One.


*Tidak peduli siapa Dirinya?. Faktanya Dia telah menyelamatkan penjahat murahan itu (Chen Tong) dari serangan ku tadi. Itu berarti Dia juga adalah sampah masyarakat yang harus aku musnakan dari Negeri ini.


Amarah dan emosi ku masih memuncak karna penjahat murahan itu belum musnah seutuhnya dari Negeri ini, dan ditambah ada satu lagi sampah masyarakat yang harus ku musnahkan.

__ADS_1


Pergelangan tangan ku kuatkan diangkat tegak lurus kedua pedang ini lalu simbol X ku tunjukan dan Ssssreek. Cling.


Beradu kembali kedua pedang ini hingga cahaya putih kembali menyilauka mata dan di arahkan oleh ku kepada kedua penjahat yang menyusahkan itu*.


**Hub. Meloncat ke udara.


Sosok itu menghindar dari kekuatan pendekar bertopeng dengan meloncat menggunakan ilmu peringan tubuh. Dia pun melayang diudara dengan kedua tangan yang masih membawa tubuh Chen Tong tersebut.


Dan Dwaaarrr...


*Suara dentuban keras terdengar akibat ledakan diudara. Itu adalah kekuatan hebat yang di hasilkan oleh kedua pedang Sang pendekar bertopeng, kekuatan itu tepat mengenai sebuah pohon besar yang ada di Dao Bao Hu.


Seharusnya serangan yang Istimewah itu di tunjukan kepada sosok berjubah hitam. Namun serangannya meleset mengenai pohon karna sosok tersebut dapat menghindari serangan***.


"Ternyata kau seudah semakin tumbuh". Kata Pendekar berjubah hitam diatas sebatang pohon yang ada disana. " Tidak kusangka kekuatan mu semakin hebat saja". Tuturnya diatas sana.


*Aku menanggahkan kepala ku keatas dan memandang Dia yang ada di sana. Rupanya serangan ku tadi tidak mengenai Dia. Ternyata Dia penjahat murahan yang cukup hebat juga karna dapat menghindar dari serangan ku yang sehebag tadi.


Namun aku kesal!. Aku sangat kesal!. Mengapa di serangan kedua aku tidak juga bisa mengenainya?. Apa akurasi ku kurang, hingga Dia dapat lolos semudah itu?.


Ah!. Tidak peduli sehebat apa Dia?. Dia tetaplah musuhku dan sampah masyarakat Negeri ini.


Hub.


Aku meloncat meringankan tubuhku untuk sampai kepadanya dan seiringan dengan itu, ku ayunkan kembali kedua pedang ini.


Cling.


Tepat di hadapannya*.


Sang pendekar bertopeng kembali membuat serangan secara tiba-tiba dan Cepat. Namun sosok yang dianggapnya sebagai penjahat murahan itu tidak mau diam dan terpaku saja diatas sana.


Sebelum serangan itu sampai kepadanya.


*Ssst. Dicabut pedangnya secara tiba-tiba dan cepat dari pinggang kanannya dan " Cling ". Dia mengayunkan pedang lalu membalikkan serangan dari Sang pendekar bertopeng putih itu.


Hukb.


Sekarang seperti boomerang Serang itu berbalik cepat kepada ku. " Aaa!". Aku terlempar kebelakang dan melayang diudara seperti kertas yang sedang tersapu oleh angin tak tahu kemana arahnya*.


Serangan itu telah berbalik kepada majikannya sendiri dan seperti kilat yang menyambar di langit. Secara tidak kasat mata Sosok hitam tersebut menghilang dari sana dan tidak ada satu pun yang melihat kemana Dia pergi.


Tubuh itu masih melayang disana dengan kedua mata yang sudah terpejam. Mungkin karna terkena serangannya sendiri.


**Hukb.


Seseorang meloncat dari bawah ingin hati membantu pendekar bertopeng yang terluka itu.


Bersambung.


Pertayaannya Siapa yang meloncat itu?.


Tunggu Next Episode.


Jangan lupa Like+Coment.

__ADS_1


jika suka Vote+favorit.


Salam hangat dari ku**.


__ADS_2