
Episode 11
Teeeet...teeeet....teeeeeeeeeet......Bunyi Bel Sekolah terdengar jelas. Seperti biasanya, Senin pagi kami melaksanakan Upacara Bendera.
Saat Bendera Merah Putih sedang dinaikan, kamipun bersemangat mengiringinya dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya...Tiba-tiba.
"Tolong..........ada yang pingsan...!!!" teriak seorang Siswi dari belakang.
Segera Petugas UKS menghampiri Siswi yang pingsan dan membawanya keruang UKS serta memberi pertolongan.
"Siapa sih itu yang pingsan..." tanya seorang Siswi padaku, dan terdengar memang itu yang sedang dibahas para Siswa Siswi.
"Gak tau juga sih...kan kita baris di depan, gak kelihatan deh..." jawabku.
"Perhatiaaaannn...!!! Semua Siswa Siwi....!!! Harap Tenang, kita sedang Upacara Bendera, kalian malah berisik karena satu masalah...bisa kalian bayangkan bagaimana masalah dan ancaman yang dihadapi para Pahlawan kita dulu saat memperjuangkan kemerdekaan...??? dan tidak ada satupun yang terganggu dengan masalah itu saat Upacara Kemerdekaan Indonesia...!!! Bisa tenang? kalo tidak bisa, bubar saja kalian, kalo bisa tenang, Upacara kita lanjut...!!!" ujar Bapak Kepala Sekolah dengan tegas untuk menenangkan kami.
Sontak semua Siswa Siswi terdiam dan Upacara kembali dilanjutkan sampai selesai.
***
"Raisya...tunggu...kita mesti ke UKS sekarang Sya..." terdengar suara Siska teriak memanggilku.
"Eh, ada apa emangnya Sis?" tanyaku santai.
"Nita...yang pingsan tadi itu Nita Sya..." jawab Siska.
"Astaghfirullah...Nita...serius Kamu Sis?" akupun terkejut dan seolah tidak percaya.
"Beneran Raisya, masa aku bohong sih, ini masalah darurat juga ah...Ayooo......." jawab Siska.
Kami segera ke UKS, dan benar yang dikatakan Siska, ternyata Nita pingsan dan belum sadarkan diri sampai sekarang.
"Astaghfirullah...itu dia gak sadar juga Kak, kenapa gak telpon Ambulance aja, atau dibawa ke Klinik..." tanyaku cemas.
"Iya dek, kami juga maunya begitu, tapi kami harus izin ke Guru Pembina UKS dulu...makanya kami tunggu selesai Upacara...kalo udah izin, Ambulance Sekolah baru bisa jalan..." jawab Kakak Seniorku yang menjadi petugas UKS.
"Yaudah Kak, tolong segera minta izin Kak, biar aku yang tunggin Nita disini...tolong Kak..." mintaku pada mereka, dan mereka segera berlari ke Kantor Majelis Guru.
Tidak lama setelah itu Supir Ambulance Sekolahpun tiba diiringi Guru Pembina dan Petugas UKS, dan Nita segera dibawa ke Klinik terdekat.
"Aku boleh ikut Buk ? dia sahabat dekatku Buk..." ucapku meminta izin.
"Kalian disini saja, sekarang kembali ke kelas masing-masing dan berdo'a agar keadaannya baik-baik saja." jawab Guru Pembina UKS.
__ADS_1
Kamipun masuk kelas dengan rasa cemas campur kecewa karena tidak boleh ikut.
***
"Kalian kenapa? kok murung sih..." tiba-tiba Wahyu datang menghampiri kami yang sedang duduk di taman Sekolah saat jam istirahat.
"Eh Wahyu, Nita Yu...ternyata Nita yang pingsan tadi, dan sekarang dibawa ke Klinik, gak tau gimana keadaannya sekarang, kami gak boleh ikut..." jawab Siska, sedangkan aku masih terdiam berdo'a dalam hati.
"Astaghfirullah...pantesan Three Angle kok cuma berdua, karena penasaran, makanya aku kesini..." lanjut Wahyu, dan kami tetap diam
"Yaudah kalian sabar, mungkin sebentar lagi Nita balik, dan kondisinya sehat...kita banyak berdo'a aja..." ujar Wahyu lagi berusaha menenangkan kami.
"Ini salahku...aku yang salah..." ucapku pelan.
"Looh, kok Kamu yang salah Sya, bukan Raisya, bukan Kamu yang salah...dan tidak ada yang salah dalam hal ini...ini namanya musibah, kan Kamu yang sering nasehati aku..." jawab Siska.
"Kamu gak tau Sis...tadi pagi itu Nita udah ajak aku sarapan karena dia gak sempat sarapan tadi di rumah...tapi aku malah gak denger ajakan Nita...ini jelas salah aku Siska..." lanjutku.
"Raisya Salsabila...denger aku, Kamu gak salah...dan gak ada yang bersalah dalam hal ini...ini musibah, walaupun kalian jadi sarapan tadi, kalo emang udah takdirnya Nita pingsan, ya ada aja penyebabnya yang di kehendaki Allah..." lanjut Siska.
"Siska bener Sya...Kamu jangan nyalahin diri sendiri...bukannya Kamu juga yang nasehatin dan semangatin aku waktu kecelakaan, dan aku sekarang ikhlas dengan ketetapan Allah kalo kakiku harus patah begini...sekarang kenapa seolah-olah Kamu yang ingkar dengan Takdir Allah...?" sambung Wahyu yang benar-benar menusuk rasanya di hatiku.
"Astaghfirullah...kalian benar...maafin aku yaa...aku terlalu sayang sama Nita, sampe-sampe aku kebawa emosionalku begini...semenjak aku kenal Kamu dan Nita, aku udah anggep kalian kaya saudaraku sendiri Sis, udah kaya bagian dalam hidup aku Sis...mungkin disitu Allah mau mengujiku...Kalian bener...Ampuni Hamba Ya Allah..." ujarku sambil menangis, dan Siska langsung memelukku dengan erat.
***
"Siska...Kamu udah dapet kabar tentang Nita?" ujarku segera menghampiri Siska saat dia keluar dari kelasnya, karena kami bertiga berbeda kelas.
"Belom Sya, kita tanya ke Guru yuk..." jawab Siska, dan kami segera ke Ruang Guru untuk menanyakan kondisi Nita.
"Tadi kami gak jadi ke Klinik Sehat Bersama, karena sedang banyak pasien, akhirnya kami membawa Nita ke RSUD, dan kami sudah hubungi orang tuanya." jawab Guru Pembina UKS.
Setelah berpamitan dengan Guru di Kantor, kami segera keluar menunggu Mang Odi.
"Duh Mang Odi lama siihh, udah di telponin juga..." ujarku.
"Sabar Sya, barusan aja Kamu telpon, masa mau langsung sampai..." jawab Siska dan aku hanya diam.
"Siska, Raisya, kalian mau jenguk Nita? hmmm aku boleh ikut gak? kalo keberatan ya gak usah..." tiba-tiba Wahyu datang.
"Boleh gak apa-apa..." jawabku.
Akhirnya Mang Odi sampai, dan kami segera ke RSUD.
__ADS_1
"Buk, Pasien Pelajar atas nama Nita Anggraini yang masuk tadi pagi sekarang dimana ya buk?" tanyaku pada petugas Resepsionis Rumah Sakit.
"Oh iya dek, tadi sudah dipindahkan ke Kamar Rawat Inap VIP III di sebelah sana..." jawab petugas dan menunjuki kami arah ke tempat Nita dirawat.
"Baik, makasih Buk..." jawabku, dan kami segera keruangan Nita.
"Assalamu'alaikum..." ucapku sambil mengetuk pintu.
"Wa'alaikumussalam...Eh Raisya, Nita...mari masuk...nah itu ada Nak Wahyu juga, sini masuk..." sambut Tante Tari mamanya Nita.
"Maaf Tante, kami baru bisa kesini, gak dapet izin dari sekolah..." ujarku.
"Gak apa-apa Nak...Tante ngerti kok...tadi pihak sekolah telpon Tante, makanya Tante langsung kesini, malahan Om belum tau, tapi biarin ajalah, nanti malah gak fokus kerjanya.. " jawab Tante Tari.
"Terus gimana kata Dokter Tante? apa Nita emang lagi sakit?" tanyaku.
"Emang Nita gak cerita? sebelum pergi kemping kemaren emang Nita udah mulai gak enak badan, dan waktu pulang kemping, sakitnya makin jadi..." jawab Tante Tari.
"Laahh, dia gak pernah cerita kalo lagi sakit Tante...bahkan didepan kami, dia selalu ceria...emang Nita sakit apa Tante?" lanjutku.
"Waktu Nita pulang dari kampung pas liburan kemarin, Nita kena Tifus Nak, dan sempat dirawat, emang dia selalu melarang Tante buat kabarin ke kalian, tapi Tante Fikir dia yang akan cerita ke kalian..." jawab Tante Tari.
"Astaghfirullah...kenapa Kamu malah sembunyiin sakitmu sih Nitaa...." ujarku, dan tidak terasa air mataku mengalir.
"Eh, Kalian disini...udah dari tadi...?" tiba-tiba Nita siuman dan melihat kami.
"Alhamdulillah...akhirnya Kamu siuman Nit...Siska panggil perawat cepat..." ucapku bahagia sambil menyeka air mataku yang telah mengalir deras.
"Kamu kenapa nangis Sya?" tanya Nita.
"Gak apa-apa kok, yaudah Kamu istirahat dulu ya, sebentar lagi perawat datang." jawabku.
"Iya Nak, dari tadi Kamu pingsan, baru siuman sekarang, lebih baik Kamu jangan banyak bicara dulu, istirahat lah dulu Nak...." ujar Tante Tari.
"Iya Ma, tapi aku haus baget rasanya Ma..." jawab Nita.
Ketika aku akan mengambilkan air, Dokter dan Perawat datang dan segera memeriksa keadaan Nita.
"Alhamdulillah kondisi Nita sudah lebih baik, dan insyaAllah besok pagi sudah boleh pulang, yang penting jangan sampai Nita kecapekan yaa..." jawab Dokter.
Bersambung...
Nantikan Episode berikutnya dan jangan lupa Like, Komentar, dan Vote nya ya Readers...🌹🌹🌹
__ADS_1