
Episode 34
Waktu berjalan terasa cepat hari ini...para tamupun sudah pulang dan tidak ada yang datang lagi, Band Nasyid sudah membereskan alat musiknya, dan keluarga sudah mulai makan bersama.
"Kamu mau kemana Nak? gak ikut makan?" tanya Papa ketika aku meninggalkan keluarga.
"Gak Pa, aku lagi gak enak makan, setelah keram tadi gak enak aja rasanya." jawabku.
"Bayu, belikan istrimu sesuatu yang membuatnya enak makan sana..." ucap Om Niko.
"Gak usah Om..." jawabku.
"Haa...Om??? panggil Papa juga dong, masa Om sih...haha..." ujar Papaku.
"Ehh..iya...Papa...hehe...maaf...hehe..." jawabku salah tingkah.
"Yaudah kita keluar yuk Sya..." ajak Bang Bayu.
"Hmmm...baiklah...ayo..." jawabku.
Kamipun pergi keluar dengan Motor Ninja Bang Bayu mencari angin segar, sekaligus makan malam.
"Dek...dimakan itu...kok dilihat saja..." sapa Bang Bayu.
"Hmm...iya Bang...aku masih canggung aja...soalnya ini dinner perdanaku sama laki-laki...hehe...maaf ya Bang..." jawabku.
"Oohh...begitu yaa...oke deh, kalo begitu...buka mulut ya...aaaaaaa......" Bang Bayu langsung menyodorkan Nasi Goreng Hijau kesukaanku, hendak menyuapiku.
"Hmm...Abang, aku suap sendiri aja..." jawabku malu.
"Gak mau, suap dulu yang ini, baru nanti makan sendiri..." rayu Bang Bayu.
Akupun membuka mulutku dan meneripa suapan dari Bang Bayu.
"Ya Allah...dibalik sikap juteknya selama ini, ternyata ada sisi romantisnya juga...Terima Kasih Ya Allah...Engkau telah berikan aku suami yang baik seperti ini..." ucapku dalam hati.
"Loh, kunyah dong Sayang, masa melamun aja..." ujar Bang Bayu memecah lamunanku.
"Haa...iya Bang, aku kunyah kok...hehe..." jawabku salah tingkah.
"Iya iya aja...tapi nasi nya gak berkurang...haha..." ucap Bang Bayu.
"Iya Abang, ini aku makan...aamm...." jawabku lagi sambil menyuap.
"Tunggu, diam sebentar...kalo makan pelan-pelan dong Sayang..." ujar Bang Bayu yang tiba-tiba menyeka mulutku dengan tisu.
"Hehe...iya Bang..." jawabku.
__ADS_1
"Semangat banget sih ya, soalnya makan sama Pangeran dari Syurga...haha..." ujar Bang Bayu dengan PD-nya.
"Iya.hehe..." jawabku singkat.
"Yaudah yuk cepet habisin, udah malem banget nih..." ucap Bang Bayu.
Selesai makan, kami tidak langsung pulang, Bang Bayu mengajakku jalan-jalan sebentar berputar mengelilingi Kota, menikmati pemandangan malam di Kota kami yang jujur saja, tidak pernah aku alami sebelumnya.
"Ternyata Kota kita indah juga kalo malam ya Bang, banyak tempat duduk santai, dengan lampu-lampu hias di pepohonan dan jalan-jalan...indah sekali..." ucapku.
"Iya dong, oh ya emang Kamu belum pernah keluar malam ya Dek?" tanya Bang Bayu.
"Belum Bang...mana boleh aku keluar malam-malam..." jawabku.
"Alhamdulillah..." sahut Bang Bayu.
"Kok Alhamdulillah Bang?" tanyaku heran.
"Ya bagus dong, berarti Kamu tidak pernah tau bagaimana jahatnya kehidupan malam..." jawab Bang Bayu.
"Jahat? maksudnya Bang?" tanyaku lagi makin penasaran.
"Duuhh...Bidadariku ini polos banget ya...hehe..." ucap Bang Bayu.
Bang Bayupun mengambil tanganku dan meletakkan di perutnya, sontak aku kaget karena aku belum pernah memeluk lelaki.
"Kenapa? belum pernah meluk cowok ya...hehe..." ucap Bang Bayu.
Bang Bayu tidak menjawab, hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya saja.
"Jadi gimana pertanyaanku tadi Bang? jahat gimana maksudnya?" tanyaku makin penasaran.
"Di kehidupan malam, banyak wanita nakal yang sengaja duduk di cafe-cafe pinggir jalan tadi, untuk mencari laki-laki yang mau menggodanya, dan mereka biasanya akan melakukan hal-hal terlarang..." jawab Bang Bayu.
"Astaghfirullah...berzina gitu maksudnya Bang?" tanyaku lagi semakin penasaran.
"Ya begitulah Dek...kasihan mereka, karena lemahnya Iman dan Ilmu Agama mereka, dengan mudahnya mereka menjual dirinya dan bergelimang dalam kemaksiatan." jawab Bang Bayu.
"Kok mau aja ya Bang...padahal kalo dilihat dari sisi duniawinya, kan rugi, masa mau-maunya badannya dijamah orang gak dikenal begitu...hmmm..." ujarku lagi.
"Ya kan mereka dibayar Dek...demi sedikit rupiah, Imannya digadaikan..." jawab Bang Bayu.
"Haa...dibayar...masa sih Bang...Astaghfirullah...emang Malaikat bisa dibayar apa...parah banget..." ucapku sedikit ragu.
"Emang begitu Dek...makanya tadi Abang bersyukur Kamu gak kenal dunia malam..." lanjut Bang Bayu.
"Kok Abang tau? Abang pernah bekecimpung ya?" tanyaku lagi.
__ADS_1
"Haa...hmmmm...udahlah jangan dibahas lagi..." jawab Bang Bayu.
Aku langsung melepaskan pelukanku dan menggeser badanku kebelakang.
"Jawab dulu pertanyaanku...jujur..." paksaku.
"Abang memang pernah bergaul dalam kehidupan malam, tapi tidak pernah melakukan hal itu dengan wanita manapun..." jawab Bang Bayu.
"Bohong, gak mungkin...kan Abang yang bilang tadi..." ucapku tidak percaya.
"Sumpah Dek...gak pernah..." ujar Bang Bayu berusaha meyakinkanku.
"Terus ngapain aja Abang sama wanita-wanita itu?" tanyaku lagi.
"Abang gak bergaul sama wanita-wanita...Abang cuma nongkrong sama teman-teman cowok..." jawab Bang Bayu.
"Haaa...Abang bergaulnya sama cowok? Abang Gay?" tanyaku lagi.
"Astaghfirullah...enggak lah...Abang Normal...maksudnya itu nakalnya Abang dulu itu gak main cewek, tapi sama temen cowok itu ya melakukan hal kenakalan para cowok..." jawab Bang Bayu.
"Kenakalan para cowok apaan Bang?" tanyaku lagi makin penasaran.
"Duh masa sih Abang harus buka aib sendiri?" ujar Bang Bayu.
"Ini bukan buka aib, tapi ini masalah kejujuran suami ke istrinya...aku gak kenal masa lalumu Bang, wajarkan aku harus tau..." jawabku.
"Oke, tapi aku harap Kamu gak marah ya Dek, dan jangan berfikir yang negatif ke Abang, karena Abang udah gak melakukan hal itu lagi...janji?" balas Bang Bayu, dan aku mengangguk setuju.
"Abang sama teman-teman dulu pakai narkoba, sabu, ganja, terus minuman keras juga...tapi itu dulu...puas udah tau masa lalu gelap Abang?" ujar Bang Bayu.
"Iya aku udah puas...makasih ya Bang udah mau jujur...aku percaya kok Abang pasti bisa berubah...dan buat Abang tau, seorang pendosa yang bertaubat kepada Allah dengan sungguh-sungguh bertaubat, itu bukan cuma Allah ampuni dosanya, tapi juga Allah ganti keburukannya tadi dengan kebaikan, bahkan Allah jadikan dia orang yang spesial di sisi Allah...aku yakin Abang dijadikan orang spesial sama Allah...buktinya Abang sudah dijauhkan Allah dari masa lalu Abang yang begitu, dan dihindari dari zina, dengan cara Allah persatukan kita...MasyaAllah...bersyukur aku Bang, bisa menjadi wanita yang diamanahi Allah buat Abang..." jawabku panjang lebar, dan akupun kembali memeluk erat suamiku tercinta.
Malam itu kami berkeliling Kota seperti layaknya sepasang muda mudi yang sedang pacaran...ya, kami memang pacaran, tetapi kami pacaran yang Halal, pacaran yang sudah diikat dengan pernikahan yang sah...pacaran yang tidak mendatangkan murka Allah, justru pacaran yang mendatangkan kasih sayang Allah...
Janji Allah subhanawata'ala, kepada lelaki dan wanita beriman, Allah berikan kasih sayang kepada mereka berdua karena ketaatannya kepada Allah ta'ala...
Alhamdulillah...ini hari yang sangat menggembirakan hatiku...
Kamipun kembali ke rumah, dan kami melihat semua keluarga sudah terlelap, wajar saja karena sekarang sudah menunjukan pukul 01.25 WIB.
"Wah udah pada tidur Bang, kita kemaleman...hehe..." ucapku.
"Gak apa-apa, maklum aja, mereka kecapekan...sekarang kita ke kamar yuk..." ajak Bang Bayu.
Kamipun ke kamar dan saat itu aku menjadi takut, apa yang harus aku sampaikan ke suamiku? Aku takut dia kecewa, aku takut dia tidak bisa menerima kenyataan...Ya Allah bantu aku...
Bersambung...
__ADS_1
Nantikan Episode berikutnya yang lebih menarik lagi...
Jangan lupa untuk terus mendukung Karya kami dengan memberikan Like, Komentar, dan Vote di setiap Episodenya ya Readers...😊😊😊🌹🌹🌹