
Episode 4
Tok tok tok...
"Ya masuk..." ujarku sambil segera memakai jilbabku yang memang semenjak Aqil Baligh belum pernah aku buka jika di depan lelaki yang bukan mahromku.
"Assalamu'alaikum...Mbak, Ibu Jihan kita pindahkan ke kamar Rawat Inap dulu ya untuk malam ini..." ujar seorang Perawat yang masuk.
"Wa'alaikumussalam...baik silahkan..." jawabku cepat.
Perawatpun menyiapkan kelengkapan Mama, infus, oksigen dan lainnya karena memang fisik Mama sedikit lemah dari dulu, dan petugas segera memindahkan ke kamar Rawat Inap...
Setiba di depan kamar VIP, Mama dimasukan ke kamar dan diperiksa lagi oleh Petugas, sementara aku terdiam mendengar suara Azan Ashar.
"Mama, aku ke Musholla dulu ya, udah Azan..." ujarku ke Mama.
"Iya Nak, nanti segera balik ya, bantu Mama tayamum..." jawab Mama yang hanya bisa terbaring.
Aku mengangguk dan berbalik badan meninggalkan Mama.
***
"Raisya..." panggil seorang yang suaranya aku kenal.
"Eh Om Niko...apa kabar Om, lama gak ketemu...Om tugas di RS ini...?" ujarku kepada Dokter Niko sahabat kecil Papaku.
"Iya Sya, tapi Om juga baru sampe di Indonesia, ada acara di luar negeri kemarin...oh ya kamu kenapa disini?" tanya Om Niko.
"Mama jatuh pas keluar kamar mandi Om, sekarang di ruang Rawat Inap VIP I, soalnya luka di kepala Mama lumayan parah dan sempat pingsan." jawabku cemas.
"Astaghfirullahal'azhim...yaudah setelah Sholat kita kesana yaa..." lanjut Om Niko sambil membuka sepatunya dan segera berwudhu'.
Setelah Sholat Ashar berjamaah, kami segera menuju kamar Mama, dan Mamapun Sholat setelah aku bantu tayamum, sedangkan Om Niko diluar menunggu mama Sholat sibuk memainkan HP nya.
"Masuk Om, Mama udah selesai Sholat..." aku memanggil Om Niko.
"Oh, iya Sya..." jawab Om Niko.
"Ya Allah...Jihan, itu darah di infusmu mulai naik, jangan banyak gerak yaa...terutama kepalamu...bawa tenang aja, bawa dzikir..." lanjut Om Niko menasehati Mama sambil memperbaiki Infus Mama.
"Hehe, iya Mas Niko, kan tadi Sholat, ya nanti Sholat nya gerak tanganku dikit-dikit aja deh..." jawab Mama.
"Oh iya Mas, jangan hubungi Bang Rizki ya Mas, beliau lagi meeting penting soalnya..." lanjut Mama.
"Ooh, paling udah selesailah Jihan, udah sore begini..." jawab Om Niko.
__ADS_1
Selang beberapa menit, terdengar ketukan pintu kamar kami.
Tok Tok Tok...
"Assalamu'alaikum..." ujar seseorang dari luar yang sangat akrab suaranya bagiku...lelaki yang sangat aku cintai, dialah cinta pertamaku...ya, dia Papaku...
"Wa'alaikumussalam Papa, bentar..." sahutku segera menghampiri Papa yang sengaja tidak langsung membuka pintu, karena Papa bersama Mang Odi, dan Papa takut kalau aku sedang tidak berhijab.
"Haaahh, lama banget Kamu Ki...kasihan Istrimu tuh..." sahut Om Niko menyambut Papa.
"Macet Ko, biasalah jam pulang kantor...Thanks ya udah ngabarin aku, kalo Kamu gak ngabarin aku, seisi rumah bakal pura-pura gak terjadi apa-apa sampe aku pulang sendiri..." jawab Papa ngelirik aku dan aku langsung ketawa kecil.
"Sayang, jangan kebiasaan begitu dong, kalo ada apa-apa, cepet telpon aku..." ucap Papa cemas dan langsung duduk di sebelah tempat tidur Mama.
"Gak apa-apa kok sayang, aku baik-baik aja...kan ada Allah yang senantiasa menjaga Hamba-Nya yang sedang dalam kesusahan, Allah sedang menguji aku saat ini, bersabar atau mengeluh..." jawab Mama menenangkan Papa.
"Rizki, Jihan, Raisya, aku balik ke ruanganku dulu ya, takut ada pasien mendadak nanti..." ujar Om Niko.
"Oke sobat, Thanks yaa..." jawab Papa.
"Non Raisya, ini baju gantinya tadi disiapin Bi Ayu..." ujar Mang Odi memberikan kantong berisi baju untukku.
"Makasih Mang..." jawabku cepat, dan aku langsung mengganti baju seragam sekolahku dengan baju yang dibawakan Mang Odi.
"Kamu pulang aja Nak...Istirahat...biar Mamamu Papa yang tungguin disini..." ujar Papa.
"Iya Bang, Abang pulang ya sayang...aku gak apa-apa kok..." sambung Mama.
"Yaudah aku temenin sampe Isya disini, sambil aku selesaikan beberapa berkas..." jawab Papa.
"Di rumah aja Bang, kalo Abang pulang malem, nanti kecapekan gak fokus nyetir, kalo sekarangkan bisa beriringan sama Mang Odi..." lanjut Mama.
"Ga kok, nanti kalo aku kecapekan, kan bisa pake Taxi...mobil disini mah insyaAllah aman..." Papa tetap menolak pulang.
"Yaudah saya balik ya Tuan, Nyonya, Non...Assalamu'alaikum..." ujar Mang Odi pamit.
"Wa'alaikumussalam..." jawab kami serentak.
Papapun melanjutkan kerjaan kantornya tadi sedangkan aku duduk disebelah Mama yang sesekali meringis kesakitan...
"Nyut nyutan ya Ma..." tanyaku.
"Sedikit Nak, tapi gak apa-apa kok...ssttt...nanti Papa denger malah gak jadi kerja..." jawab Mama sedikit berbisik, dan akupun mengangguk.
***
__ADS_1
Semalaman aku tidak bisa tidur melihat Mama yang saat tidurpun masih meringis sakit, sedangkan Papa karena kecapekan akhirnya tertidur di depan laptopnya dan segera aku baringkan di sofa tempat Papa bekerja tadi, sedangkan kerjaan Papapun aku coba save dan mematikankan laptop Papa.
Tiba tiba...
"Ya Allah...Sakiiitt...." Mama sedikit berteriak menahan rasa sakit di kepalanya yang memang robeknya lumayan dalam dan panjang.
"Ya Allah, Mama, gak apa-apakan Ma...tenang Ma, aku panggilin Perawat yaa..." aku menghampiri Mama.
"Gak usah Nak, udah gak sakit, emang nyerinya hilang timbul dari tadi, cuma yang barusan sakit banget..." jawab Mama, dan kemudian tertidur lagi.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 03.00 dini hari.
Aku yang dari tadi tidak tidurpun mulai merasakan kantuk...tetapi karena khawatir kebablasan Sholat Subuh, akupun segera ke kamar mandi, bersih bersihkan badan, cuci muka, dan berwudhu'...
Akupun segera melaksanakan Sholat Sunnah, ya kalau dibilang Tahajjud, akukan belum tidur, walaupun ada beberapa pendapat ulama yang membolehkan Tahajjud walaupun belum tidur, akan tetapi saat ini aku Sholat Hajat.
Aku berusaha Sholat dengan tenang dan khusyu', setelah selesai 8 rakaat, akupun berdo'a bermunajat kepada Allah Dzat yang memberikan penyakit dan yang menyembuhkan...tak terasa air mata berlinang berdo'a kepada Allah untuk menjaga melindungi dan menyembuhkan Mama, serta menjaga kami semua dari musibah.
Allahu Akbar Allahu Akbar...!!!
Aku terkejut dengan suara alarm Aplikasi Jadwal Sholat di HP Papa yang sengaja disetel bunyi azannya 10 menit sebelum waktunya, agar ada waktu untuk bisa bersiap siap. aku melihat jam ternyata sudah pukul 04.20 berarti benar 10 menit lagi Subuh.
Aku segera membangunkan Papa, dan Papapun bersih-bersih, dan kami segera ke Musholla.
Paginya, Papa segera ke Kantor karena akan meeting di Kantor membahas hasil meeting dengan investor kemarin, sedangkan aku tetap menemani Mama.
"Assalamu'alaikum...Tante...Raisya..." suara ketokan pintu terdengar jelas.
"Wa'alaikumussalam...yaa masuk aja..." jawabku yang aku yakin siapa yang mengetok pintu...jelas itu suara kedua gadis cantik yang selalu berada dimana aku berada...ya mereka sahabatku Siska dan Nita.
Mereka langsung masuk dan memberikan buah-buahan untuk Mama dan membelikan aku dan Mama Bubur Ayam kesukaanku...
"Nih makan dulu Sya, kamu pasti laper..." Ujar Siska.
"Waduuhh nak, kok repot repot siihh..." ucap Mama.
"Tau nih, kaya disini gak ada yang jual makanan aja...tapi makasih, yaa...tau aja aku lapar...hahaha...." aku melanjutkan sambil tertawa.
"Mama makan duluan yaa, aku suapin..." ucapku ke Mama.
"Gak usah nak, kan Rumah Sakit juga siapin makanan buat pasien...bentar lagi juga dateng..." jawab Mama.
Benar saja, Petugas tiba tiba datang dan membawakan makanan dan beberapa obat Mama, serta menjelaskan aturan konsumsinya, aku mendengarkan dengan baik walaupun tetap saja sama dengan aturan minum obat tadi malam, tapi begitulah cara kita menghormati sesama.
Nita meminta agar dia saja yang menyuapi Mama, agar aku bisa langsung makan. Setelah kami makan, kami pun berbincang-bincang sambil sesekali bercanda, penuh tawa dan kegembiraan.
__ADS_1
Bersambung...
Nantikan Episode selanjutnya, dan jagan lupa Like Komen dan Vote nya ya Readers...❤