"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Salah Paham


__ADS_3

Episode 24


Beberapa hari berlalu, aku semakin merasakan gundah dalam hatiku...aku berharap bisa bertemu Bayu meski hanya sekali lagi...akhirnya aku dengar pengumuman kalo besok adalah Hari Wisuda dan Perpisahan, berarti Bayu akan hadir....betapa senangnya hatiku mendengar berita ini.


Pagi-pagi aku sudah sampai di sekolah, sedang asyik duduk di taman, aku dikagetkan oleh dua sahabatku Nita dan Siska.


"Hooyy...pagi bener Sya...kayanya lagi nunggu seseorang nih...ehm ehm..." ejek Nita.


"Iya nih, yang mau ketemu terakhir kali sama Babang..." sambung Siska.


"Iihh apaan sih kalian ini...kalo cuma mau ngejek biarin aku sendiri aja deh..." jawabku kesel.


"Hahaha...berjanda Neng..." ujar mereka.


"Becanda kali...hahaha..." sahutku.


"Eh makan yuk, laper nih..." ajak Siska.


"Hmmm...kalo gak makan, ya molor...begitu aja terus Sis...hahaha..." balas Nita.


"Yaudah yuk..." ujarku.


Sampai di Kantin aku berhenti, aku ragu untuk masuk, aku gak percaya dengan apa yang aku lihat...Bayu sedang makan dengan Desi yang jelas-jelas mantannya, meskipun mereka ditemani beberapa teman yang lain, tapi aku merasakan sesak di dada ketika melihat mereka berdua tertawa ria.


"Sya...Kamu kenapa?" tanya Nita.


Akupun tidak bisa menjawab, hanya menunjuk kearah mereka, dan segera aku berbalik badan dan pergi meninggalkan mereka, aku kembali ke taman, bercucuran air mataku mengingat kejadian tadi...


Meskipun aku memang tidak mau berpacaran, aku menjaga diri dari yang bukan mahromku, tapi aku hanya manusia biasa, anak remaja yang masih labil, aku belum bisa mengatur perasaanku, dan aku rasa memiliki rasa cinta itu adalah sesuatu yang normal...


Aku belum bisa sempurna seperti Sayyidah 'Aisyah, belum bisa setegar Sayyidah Fathimah, belum bisa seikhlas Sayyidah 'Atikah, mereka jelas bergelar Radhiyallahu'anha, orang-orang yang memang sudah sempurna Iman, Amal, dan Akhlaqnya, sudah dapatkan Ridho Allah, nah aku? jauh dari itu semua...


Lama aku duduk sendiri di taman merenung sendiri, merasakan sakit di hatiku, sampai akhirnya aku tidak sadarkan diri.


***


"Dimana aku...?" ucapku ketika terbangun.


"Kamu tadi pingsan di taman Sekolah, Kamu kenapa Sya?" tanya Bayu yang ternyata menemaniku saat pingsan.


"Aku dimana? siapa yang bawa aku kesini? dimana Nita dan Siska? kenapa Kamu disini?" ujarku.


"Tenang, jangan banyak ngomong dulu...Kita di Rumah Sakit, tadi Nita dan Siska yang angkat Kamu ke mobilku, mana mungkin aku pegang Kamu...itu Nita sama Siska diluar..." ucap Bayu.

__ADS_1


"Buat apa Kamu disini? sana temani Desi, nanti dia kesepian..." ujarku sambil memalingkan mukaku.


"Ha...??? maksud Kamu apa Sya?" tanya Bayu.


"Udahlah jangan pura-pura, Kamu emang cocok sama Desi, bisa makan bareng, tertawa bareng teman-teman kalian..." ucapku lagi.


Dalam hati aku berfikir, kenapa aku berkata begitu, kalau aku begini justru membuat Bayu tau bagaimana perasaanku padanya...


"Oohh...jadi benar kata Nita dan Siska, Kamu cemburu melihat kami di Kantin tadi..." ujar Bayu.


"Gak, jangan kepedean, siapa yang cemburu, toh kita gak ada hubungan apa-apa selain teman..." jawabku.


"Oh gitu...oke deh, aku pergi yaa...tapi sebelumnya, perlu Kamu tau, yang pertama, aku gak ada hubungan apa-apa sama Desi, tadi aku sedang bersama teman-teman, eh dia dan teman-temannya pun ikut nimbrung, yaudah fikirku ini terakhir kali, lagian juga gak ngapa-ngapain... kedua, aku akan tetap menunggu Kamu selesai sekolah, dan siap untuk mendampingiku... ketiga, aku sangat senang karena aku sudah tau perasaanmu kepadaku...terima kasih Raisya, tunggu aku kembali...Sampai jumpa beberapa tahun lagi...Assalamu'alaikum..." ujar Bayu.


Akupun menangis mendengar kata-kata Bayu, aku tidak bisa menahannya lagi, aku sangat menyesal karena sudah salah paham, aku sangat ingin bertemu sekali lagi, dan tidak menyia-nyiakan waktu pertemuan itu.


Nita dan Siskapun masuk.


"Sya, kenapa Kamu biarin Bayu pergi...?" tanya Nita.


"Aku salah Nit, aku menyesal...aku salah paham..." jawabku sambil menangis.


"Yasudah, jangan menangis lagi...sabar ya Sya..." ujar Siska.


***


"Raisya, kamu kenapa bisa sampe pingsan tadi?" tanya Kak Rahmi begitu melihat kami keluar dari rumah sakit.


"Gak apa-apa Kak, cuma kecapekan aja mungkin..." jawabku


"Orang tuamu tau?" tanya Kak Rahmi lagi.


"Gak Kak, jangan sampe tau ya Kak..." jawabku lagi.


"Yaudah, abis ini kita ke kafe sebelah dulu yuk sambil nanti Kakak anter kalian pulang.


"Baik Kak." jawabku.


"Nita, tadi Mang Odi nelpon ya?" tanyaku ke Nita saat melihat riwayat telpon dari Mang Odi.


"Iya Sya, tadi karena aku takut makanya aku cuma bilang kami lagi ada kegiatan di sekolah..." jawab Nita.


"Hmmm...Alhamdulillah..." ucapku.

__ADS_1


"Yuk jalan..." ajak Kak Rahmi tiba-tiba keluar dari ruangannya.


Kamipun diajak Kak Rahmi makan di Kafe dekat Rumah Sakit.


"Coba cerita jujur sama Kakak, Kamu kenapa Sya? Kakak ini Dokter, meskipun ini gak ada kaitannya sama Bedah, tapi Kakak mempelajari bahasa tubuh seseorang, Kamu pasti bukan kecapekan, tapi karena ada sesuatu hal yang dipendam dalam fikiran dan hati...cerita aja, anggap aku ini Kakakmu, siapa tahu setelah itu Kamu bisa enakan..." ucap Kak Rahmi.


Akhirnya aku menceritakan tetang kejadian yang aku alami tadi, mulai dari aku yang memang merindukannya, saat ketemu aku malah salah paham, sampai aku pingsan dan sadar kembali.


"Ooohh jadi itu masalahnya...sekarang, Kamu tenangkan fikiranmu, mungkin Kamu bisa normal lagi dengan sedikit refreshing, dan mencoba untuk melupakan kejadian itu, Kakak yakin Kamu bisa Raisya, Kamu anak hebat...oh iya, gimana kalo besok kita jalan-jalan ke Pantai? numpung besok tanggal merah, biar Kakak jemput Kalian, dan minta izin sama orang tua kalian...gimana?" ajak Kak Rahmi.


"Boleh Kak, jalan-jalan....asyiikk...." ujar Siska.


"Dasar Kamu Sis...hahaha..." sambung Nita.


Kamipun tertawa bersama...setelah makan kami diantar Kak Rahmi ke rumah masing-masing sekalian meminta izin untuk besok, sampai terakhir di rumahku, aku segera turun dan memanggil Mama dan Bang Richi...


"Ma, Bang, besok aku mau diajak Kak Rahmi jalan-jalan ke pantai, boleh gak?" tanyaku.


"Iya Tante, tadi aku ketemu Raisya, terus kami makan-makan, dan karena besok tanggal merah, aku rencana mau refreshing, ya sekalian aja aku ajak Raisya dan teman-temannya biar seru, dari pada aku sendiri...boleh Tante?" tanya Kak Rahmi.


"Boleh kok Nak, kalo Nak Rahmi yang ajak, insyaAllah Tante percaya...hehe...eh ayo masuk dulu..." ucap Mama dan Kak Rahmipun masuk, Bi Ayu segera membuatkan minum dan menyajikan beberapa kue.


"Silahkan dicicipi Nak Rahmi..." ucap Mama.


"Iya Tante..." jawab Kak Rahmi.


"Emang mau jalan kemana sih Sya? Abang gak diajak nih...lagi galau nih..." sambung Bang Richi.


"Iihh apaan sih Bang, ini acara khusus cewek, yang merasa cowok dilarang ikut...weeek...." jawabku.


"Uuhh awas aja, Abang susul besok..." ucap Bang Richi lagi.


"Kalo mau nyusul ya silahkan...tapi jangan ganggu acara kami...ya kan Kak...hahaha...." jawabku lagi.


Mama dan Kak Rahmi hanya tertawa melihat tingkah kami yang memang begini adanya...suka bercanda...apalagi memang sudah lama tidak bertemu.


"Yaudah, aku pamit dulu ya Tante, Richi, Raisya...sudah sore...besok Kakak jemput ya Sya...permisi...Assalamu'alaikum..." ucap Kak Rahmi berpamitan.


"Wa'alaikumussalam..." jawab kami serentak.


Kami mengantar Kak Rahmi sampai mobilnya keluar gerbang rumah kami.


Bersambung...

__ADS_1


Nantikan Episode berikutnya, dan jangan lupa Like, Komen dan Vote nya yaa Readers...🌹🌹🌹


__ADS_2