"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Pulang Ke Indonesia


__ADS_3

Episode 39


Pagi ini di hari Jum'at...Bang Bayu dan Bang Richi sudah siap-siap untuk Jum'atan...


Setelah Sarapan, kami Sholat Dhuha, dan langsung ke Masjid yang sudah kami rencanakan kemarin...


Aku dan Kak Rahmipun menunggu di Cafe Mr.Hassan, sekali-sekali kami main ke pantai, karena memang Masjid dan Cafe berada di pinggir pantai.


"Puas-puasin dulu Dek...lusa kita balik lho...hahaha..." ujar Kak Rahmi.


"Iya Kak...foto-foto yuk..." ajakku.


Kami asyik berfoto ria, bermain di pantai, menikmati indahnya pemandangan laut dan langit yang sangat fantastik bagi kami sambil kami menunggu Pangeran kami sedang Ibadah Jum'at.


Selesai Bang Bayu dan Bang Richi Sholat mereka langsung menemui kami.


"Gimana, udah puas?" tanya Bang Richi.


"Sangat puas Bang...malah laper sekarang nih...hahaha..." jawabku.


"Yaudah kita cari restoran yuk..." ajak Kak Rahmi.


Saat kami hendak berjalan...


"Assalamu'alaikum Akhy Richi..." sapa Mr.Hassan.


"Wa'alaikumussalam...MasyaAllah...Syaikh Hassan...i'm so sorry, i don't know if You are an 'ulama..." jawab Bang Richi.


"No...no...no problem...we are the same people of prophet Muhammad Shallallahu 'alaihi wasalam..." ujar Mr.Hassan.


"Are You happy here brother and sister?" tanya Mr.Hassan lagi.


"Sure...We very very very happy...but, we have to back tomorrow..." jawab Bang Richi.


"Back to Indonesia?" tanya Mr.Hassan lagi.


"Yes...we hope, you can visit us in Indonesia..." jawab Bang Richi.


"InshaAllah...hehe..." balas Mr.Hassan.


"Ahaa...how about tonight we have dinner at my house? please..." lanjut Mr.Hassan lagi.


"Gimana Dek? kita diundang makan malam di rumah beliau?" tanya Bang Richi.


"Yaahh...gimana, terserah Abang..." jawabku.


"Menurutmu Bay?" tanya Bang Richi lagi ke Bang Bayu.


"Sami'na Wa Atho'na aja Bang...haha...gak apa-apalah...memenuhi hajat saudara muslim..." ujar Bang Bayu.


"Kalo Kamu Yank?" tanya Bang Richi ke Kak Rahmi.


"Pas jawaban Bayu..." jawab Kak Rahmi.


"Okey Syaikh Hassan...we accept your invitation..." ujar Bang Richi kepada Mr.Hassan.

__ADS_1


"Alhamdulillah...Barakallahu fiikum..." jawab Mr.Hassan penuh bahagia.


Setelah makan malam dan sholat Isya, kami diantar pulang ke Hotel oleh Mr.Hassan.


"Thanks so much Syaikh...Jazakallah khoiron katsiron..." ujar Bang Richi, dan Mr.Hassanpun pulang.


"Besok kita udah persiapan nih...pagi kita cari oleh-oleh dulu ya Bang..." ajakku.


"Boleh...besok kita ke pusat oleh-oleh disini..." jawab Bang Richi.


***


Besoknya di Pusat oleh-oleh Istanbul...


"Waahh...itu hiasannya bagus-bagus banget...cocok buat oleh-oleh...Bang...beli ini yaa..." ujarku merayu suamiku.


"Boleh dengan syarat..." jawab Bang Bayu.


"Haaa...buat istripun bersyarat...yaudah apaan syaratnya..." tanyaku.


"Kiss me please...hahaha..." ujar Bang Bayu.


"Iiihhh...gak malu...nanti ah..." jawabku.


"Iya, becanda doang kok Sayang...hahaha..." ujar Bang Bayu lagi sambil mencubit hidungku dari balik cadarku.


Setelah kami berkeliling mencari oleh-oleh, kamipun langsung balik ke Hotel karena harus packing barang-barang.


"Waahh...kalo abegeh mah banyak oleh-oleh nya yaa...hahahaa..." ujar Kak Rahmi bercanda.


"Kalian atur sajalah...kami laki-laki tau kelar aja...kami kebawah dulu yaa...ada yang mau dicari sebentar..." ujar Bang Richi yang langsung membawa Bang Bayu keluar Hotel.


"Hmm...dasar lah...tau beres aja terus...hahaha..." ujarku.


"Ya begitulah laki-laki Sya....hehe..." jawab Kak Rahmi.


Kamipun melanjutkan beres-beres...


***


"Assalamu'alaikum Mama...Papa..." sapa kami serentak saat tiba di rumah.


"Alhamdulillah kalian sampai dengan selamat...gimana disana...asyik gak...?" tanya Mama.


"Wahh seru banget Ma..." jawabku.


"Kemarin aja, gak mau ikut...hahaha..." ledek Bang Richi.


"Bukan gak mau, tapi minta persetujuan Bebebku dong...hahaha..." jawabku beralasan.


"Yaudah, yang penting kalian udah selamat sampai rumah...bersih-bersih lagi sana, istirahat...pasti capek kan seharian lebih di pesawat...." ujar Papa.


"Iya Pa....mau selonjoran dulu aahh..." jawab Bang Richi.


Bang Richi dan Kak Rahmipun masuk kamar, sedangkan aku dan Bang Bayu masih duduk di ruang tengah.

__ADS_1


"Jadi kamu tetap memutuskan untuk ke pesantren Bayu?" tanya Papa.


"InsyaAllah Pa...aku mau memperkuat agama dulu...mungkin gak sampai bertahun-tahun seperti santri umum...aku mau memperbaiki diri dulu saja Pa..." jawab Bang Bayu.


"Yaudaha gak apa-apa...nanti buat kelanjutannya apa rencanamu?" tanya Papa.


"Belum tau sih Pa..." jawab Bang Bayu.


"Nanti Papa bicarakan sama Richi deh..." ujar Papa.


"Bang Richi sih udah punya rencana Pa..." sambungku.


"Rencana apa?" tanya Papa lagi.


"Ya Bang Bayu mau diajarin mengelola salah satu pabrik..." jawabku.


"Bagus itu...kamu siap mempelajarinya Bay?" tanya Papa.


"InsyaAllah Pa...jujur saja aku merasa gak enak sebenarnya Pa, aku menikahi anak Papa, tapi kondisinya aku belum punya kerja...maaf ya Pa..." jawab Bang Bayu.


"Hahaha...Kamu itu ngomong apa sih Bay...Papamu itu sama Papa, udah sahabatan dari kami masih ingusan, kami udah kaya saudara...susah Dia, susahnya aku, senang Dia, senangnya aku...dan nikahnya kalian itu atas kesepakatan kami, Papa gak pernah membahas masalah mapan gak Kamu, sudah mandiri apa belom, dan sebagainya...kalo Papa mempermasalahkan itu, gak bakalan mau Papa jadi wali nikah kalian kan...lagiankan Alhamdulillah Papa ini punya perusahaan, jadi wajar kalo Papa wariskan ya ke anak menantu Papa dong...jadi jangan pernah berfikiran begitu ya Nak..." ujar Papa.


"Iya Pa...maafin Bayu Pa..." jawab Bang Bayu.


Aku bahagia sekali mendengar perkataan Papaku, dan aku langsung memeluk Papaku.


"Makasih ya Papaku Sayang...Papa pokoknya is the best deh..." ucapku memeluk Papa.


"Hmmm...lagi begini aja, Papa Sayang...haha..." ledek Papa.


"Iihh gak kok Pa...aku emang sayaaaaang banget sama Papa..." jawabku.


Kamipun tertawa bersama...


"Apaan sih itu rame banget, sampe kagak jadi merem ini mata...haha..." sapa Bang Richi yanng datang bersama Kak Rahmi.


"Biasa nih Chi, adekmu...lagi senengnya aja, papa sayang...haha..." jawab Papa lagi bercanda.


"Iihh...beneran sayang kok..." jawabku.


"Hahaha....namanya juga Raisya...hahaha" sambung Bang Richi ikutan meledekku.


"Iihh...kaaannn dua lawan satu...Mama...aku dibully Papa sama Abang...huuu..." rengekku ke Mama.


"Aduuhh...anak Mama...kasihan...sini peluk Mama Nak...hehe..." jawab Mama.


"Beginilah Kami Nak, jangan dianggep serius yaa...dari dulu udah begini...becandaan terus...hehe...Rahmi sama Bayu nanti juga biasa dengan kebiasaan ini..." ujar Papa.


Bang Bayu dan Kak Rahmi haya tertawa melihat tingkah kami yang selalu bercanda kalau sudah namanya kumpul-kumpul.


Bersambung...


Nantikan Episode berikutnya...


Jangan lupa dukung karya kami dengan Like, Komen, dan Vote ya readers...😉🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2