"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Mulai Saling Mencintai


__ADS_3

Episode 25


Sesuai janji, pagi-pagi aku sudah berkemas, mandi dan menyiapkan beberapa perlengkapan...selesai sarapan dengan keluarga, akupun menunggu Kak Rahmi, dan benar saja...tidak lama aku menunggu Kak Rahmi sampai.


"Assalamu'alaikum...wah udah siap nih Sya..." sapa Kak Rahmi.


"Iya dong Kak...langsung yuk..." ajakku.


"Oke...sana pamitan dulu..." ucap Kak Rahmi.


Setelah kami berpamitan, kami langsung meluncur ke Pantai di daerah kami, meskipun tidak terlalu jauh dari kota, tetapi lumayan memakan waktu, sekitar 1 jam kami di perjalanan.


Sesampai di Pantai kami bermain bercanda tawa, melepaskan beban-beban fikiran dan hati yang dipikul beberapa hari kemarin...


"Benar kata Kak Rahmi, serasa plong semuanya Kak..." ucapku.


"Masalah Bayu hilangkan Sya..." sambung Nita, dan kamipun tertawa.


"Semua masalah rasanya plong..." ucap Siska.


"Iya dong, Kakak kalo udah bete, capek kerja, selalu kesini buat refreshing...eh udah mau Zhuhur, istirahat dulu yuk...abis Sholat baru kita makan..." ujar Kak Rahmi.


Kamipun kembali ke Saung tempat kami meletakkan barang-barang kami, saat kami sedang istirahat, tiba-tiba ada lelaki mengagetkan kami dari arah belakang.


"Hooyy...enaknya main-main sampe gak tau Abangnya ngikutin...hahaha..." ternyata lelaki itu Bang Richi.


"Iihh...beneran nyusul si Abang mah...ganggu aja siihh..." jawabku.


"Laahh, suka-suka Abang dong, kan gak ganggu kalian...weekk..." balas Bang Richi.


"Yaudah gak apa-apa, sini ikut ngemil..." ajak Kak Rahmi.


"Asyiikk...tuuhh Rahmi aja ngijinin...hahaha..." lanjut Bang Richi.


"Iya deh, sini Abangku sayang...sini sini sini...hahaha..." ujarku ngejek.


Kamipun bersiap-siap untuk Sholat Zhuhur.


"Abis Sholat kita makan ya, ajak aja Richi juga, gak apa-apa..." ucap Kak Rahmi.


***


"Makasih ya Kak, hari ini aku merasa sangat-sangat bahagia..." ucapku saat Kak Rahmi mengantar aku pulang.


"Ya, sama-sama Sya...salam buat Papa Mama Kamu ya...Oh ya Abangmu tadi kok belom sampe?" tanya Kak Rahmi.


"Gak tau Kak, mungkin mampir kemana dulu kali...kayanya mulai perhatiin Abangku nih...asyiik..." jawabku sambil tertawa.


"Iihh apaan sih Raisya, biasa aja kok...hehe..." jawab Kak Rahmi dengan muka yang mulai memerah karena malu.


"Yaudah sih Kak, gak apa-apa, aku sangat setuju...senang banget aku kalo Kak Rahmi jadi Kakak iparku." lanjutku.


"Kami baru kenal kok Sya..." ucap Kak Rahmi lagi.


"Gak apa-apa Kak, lebih cepat lebih baik, kalo masalah gimana Bang Richi, aku menjamin dia orangnya baik, asyik, penyayang, romantis..." lanjutku.


"Ehm...ada yang gosipin Abang nih..." tiba-tiba Bang Richi muncul.


"Iihh Abang kaya jelangkung aja sih, datang gak dijemput, pulang gak dianter...tiba-tiba hilang, tiba-tiba muncul lagi...haha..." ucapku kaget.


"Biarin...walaupun jelangkung, yang penting ganteng kan...hahaha..." jawab Bang Richi, kami bertigapun tertawa.


"Eh iya, aku pamit ya, udah sore, besok mau kerja lagi..." ucap Kak Rahmi berpamitan.


"Iya kak...hati-hati ya..." jawabku.


"Tunggu...maaf nih sebelumnya, boleh gak aku minta nomor WA Kamu, kalo boleh...hehe..." ucap Bang Richi menahan Kak Rahmi.


"Boleh...save aja...08********** itu nomor HP sekalian Whatsapp kok..." jawab Kak Rahmi.


"Makasih ya...nanti aku chat biar Kamu save juga nomor aku." lanjut Bang Richi.


"Iya sama-sama..." jawab Kak Rahmi lagi.


"Ehm ehm...ada yang lupain aku nih...." ujarku tersenyum.


"Hahaha...anak kecil diem..." ujar Bang Richi.


"Gak lupa kok Sya...masa Kakak lupa sama adeknya..." sambung Kak Rahmi.


"Kakak Ipar maksudnya yaa Kak..." jawabku.


"Yaudah aku balik ya, Assalamu'alaikum." ucap Kak Rahmi yang tersipu malu.


"Wa'alaikumussalam...hati-hati yaa..." jawabku dan Bang Richi.


***


"Hooyy...serius amat...yang lagi kasmaran...hahaha..." ucapku mengejutkan Bang Richi.


"Iihh...apaan sihh bocah...sok tau sama kasmaran nih..." jawab Bang Richi.


"Udah gede tau...huuu....eh iya Bang, aku serius nih, gimana menurut Abang tetang Kak Rahmi?" tanyaku.


"Hmmm...orangnya asyik, ceria, tenang, dan cerdas...ini emang lagi chattingan sama Rahmi...hehehe..." jawab Bang Richi.


"Tuh kan bener...haha...gak apa-apa sih Bang, segerakan..." lanjutku.


"Segerakan? apanya?" tanya Bang Richi.


"Lamar dong Bang...masa mau pacaran lagi....Nikah dulu baru dipacarin...pacaran yang halal..." jawabku.


"InsyaAllah Dek, Abang mesti izin Mama Papa dulu...lagian Abang belom kerja juga, mau kasih nafkah apaan coba..." ucap Bang Richi.


"Mulai Senin besok Kamu diterima di Perusahaan Papa...selamat bekerja..." tiba-tiba Papa dan Mama datang, ternyata mereka berdua telah mendengar perbincangan kami dari tadi.


"Haa...serius Pa? Makasih ya Pa..." jawab Bang Richi.


"Sama-sama Nak, lagian kalo Kamu gak dilatih dari sekarang, siapa yang akan jadi penerus Perusahaan kita Nak..." ucap Papa lagi.


"Baik Pa, aku bakal belajar menjalani Perusahaan Papa, mulai dari titik paling bawah." lanjut Bang Richi.

__ADS_1


"Berarti Kamu mau jadi Cleaning Service?" tanya Papa.


Kami semua tercengang mendengar perkataan Papa.


"Hmm...kalo emang posisi itu yang Papa perintahkan, aku laksanakan Pa..." jawab Bang Richi.


"Kamu gak malu?" tanya Papa lagi.


"Buat apa aku malu? toh semua kita sama derajatnya di sisi Allah, kecuali yang bertaqwa..." jawab Bang Richi.


"Oke sip, Senin besok Kamu ke Kantor Papa, mulai dari Cleaning Service..." ucap Papa.


"Pa, apa gak keterlaluan itu?" kata Mama.


"Gak apa-apa Ma..." jawab Bang Richi.


"Tuh, yang menjalaninya aja gak masalah..." sambung Papa.


"Terserah Papa ajalah, jangan lama-lama." ucap Mama dan langsung masuk ke rumah.


"Papa, Abang, ini serius???" tanyaku juga.


"Iya lah Dek, Abang serius mau bekerja, dan Abang akan buktiin, Abang akan taklukan Rahmi untuk jadi istri Abang..." jawab Bang Richi.


"Bagus, Papa setuju..." sambung Papa.


***


Hari ini Bang Richi pertama kali bekerja di Kantor Papa. Pulang sekolah, aku minta anter Mang Odi untuk ke Kantor Papa, dan aku terkejut melihat Bang Richi, benar perkataan Papa, Bang Richi sedang membersihkan Ruang Lobby Kantor, berderai air mataku melihat perjuangan Abang buat menggapai cintanya.


"Mang, aku gak jadi masuk, kita pulang aja yuk..." ucapku, dan kamipun pulang, dan aku langsung merebahkan badanku di kasurku, sambil mengirim pesan whatsapp.


"Assalamu'alaikum Kak Rahmi, maaf kalo ganggu...Kak, aku mau tanya serius...tapi Kakak jawab dengan jujur, boleh kak?" tanyaku via pesan whatsapp.


Tidak lama setelah itu, Kak Rahmi membalas pesanku.


"Wa'alaikumussalam...maaf Sya agak telat balesnya, Kakak tadi ada pasien...mau tanya apa Sya? insyaAllah Kakak jawab jujur, emang Kakak pernah bohong?" balas Kak Rahmi.


"Bagaimana Bang Richi menurut Kakak? dan kalo boleh tau, apa Kakak ada rasa sama Bang Richi?" tanyaku.


"Hmmm...pertanyaan yang berat Sya...tapi kao emang Kakak harus jujur, Kakak sepertinya mulai nyaman dengan Abangmu Sya...hehe...maaf..." balas Kak Rahmi.


"Alhamdulillah...gak perlu maaf Kak...itu baik...karena Abang Richipun merasakan yang sama...dan sekarang Abang Richi sedang belajar mengelola Perusahaan Papa dari bawah, untuk persiapan kedepan..." jawabku.


"MasyaAllah...maksudnya Sya?" tanya Kak Rahmi.


"Abang kerja di Perusahaan Papaku, mulai dari paling bawah, sekarang Cleaning Service, nanti dinaikan sama Papa sedikit demi sedikit..." jawabku.


"Ya Allah...Abangmu sangat serius dan bersungguh-sungguh berarti...Kakakpun mau belajar lebih baik InsyaAllah..." balas Kak Rahmi.


"Jangan bilang-bilang ya Kak, kalo aku yang kasih bocoran tentang Abang..." jawabku.


"Oke Dek..." balas Kak Rahmi.


Bersambung...


Nantikan Episode berikutnya dan jangan lupa Like Komen dan Vote nya yaa Readers...🌹🌹🌹


Episode 25


Sesuai janji, pagi-pagi aku sudah berkemas, mandi dan menyiapkan beberapa perlengkapan...selesai sarapan dengan keluarga, akupun menunggu Kak Rahmi, dan benar saja...tidak lama aku menunggu Kak Rahmi sampai.


"Assalamu'alaikum...wah udah siap nih Sya..." sapa Kak Rahmi.


"Iya dong Kak...langsung yuk..." ajakku.


"Oke...sana pamitan dulu..." ucap Kak Rahmi.


Setelah kami berpamitan, kami langsung meluncur ke Pantai di daerah kami, meskipun tidak terlalu jauh dari kota, tetapi lumayan memakan waktu, sekitar 1 jam kami di perjalanan.


Sesampai di Pantai kami bermain bercanda tawa, melepaskan beban-beban fikiran dan hati yang dipikul beberapa hari kemarin...


"Benar kata Kak Rahmi, serasa plong semuanya Kak..." ucapku.


"Masalah Bayu hilangkan Sya..." sambung Nita, dan kamipun tertawa.


"Semua masalah rasanya plong..." ucap Siska.


"Iya dong, Kakak kalo udah bete, capek kerja, selalu kesini buat refreshing...eh udah mau Zhuhur, istirahat dulu yuk...abis Sholat baru kita makan..." ujar Kak Rahmi.


Kamipun kembali ke Saung tempat kami meletakkan barang-barang kami, saat kami sedang istirahat, tiba-tiba ada lelaki mengagetkan kami dari arah belakang.


"Hooyy...enaknya main-main sampe gak tau Abangnya ngikutin...hahaha..." ternyata lelaki itu Bang Richi.


"Iihh...beneran nyusul si Abang mah...ganggu aja siihh..." jawabku.


"Laahh, suka-suka Abang dong, kan gak ganggu kalian...weekk..." balas Bang Richi.


"Yaudah gak apa-apa, sini ikut ngemil..." ajak Kak Rahmi.


"Asyiikk...tuuhh Rahmi aja ngijinin...hahaha..." lanjut Bang Richi.


"Iya deh, sini Abangku sayang...sini sini sini...hahaha..." ujarku ngejek.


Kamipun bersiap-siap untuk Sholat Zhuhur.


"Abis Sholat kita makan ya, ajak aja Richi juga, gak apa-apa..." ucap Kak Rahmi.


***


"Makasih ya Kak, hari ini aku merasa sangat-sangat bahagia..." ucapku saat Kak Rahmi mengantar aku pulang.


"Ya, sama-sama Sya...salam buat Papa Mama Kamu ya...Oh ya Abangmu tadi kok belom sampe?" tanya Kak Rahmi.


"Gak tau Kak, mungkin mampir kemana dulu kali...kayanya mulai perhatiin Abangku nih...asyiik..." jawabku sambil tertawa.


"Iihh apaan sih Raisya, biasa aja kok...hehe..." jawab Kak Rahmi dengan muka yang mulai memerah karena malu.


"Yaudah sih Kak, gak apa-apa, aku sangat setuju...senang banget aku kalo Kak Rahmi jadi Kakak iparku." lanjutku.


"Kami baru kenal kok Sya..." ucap Kak Rahmi lagi.

__ADS_1


"Gak apa-apa Kak, lebih cepat lebih baik, kalo masalah gimana Bang Richi, aku menjamin dia orangnya baik, asyik, penyayang, romantis..." lanjutku.


"Ehm...ada yang gosipin Abang nih..." tiba-tiba Bang Richi muncul.


"Iihh Abang kaya jelangkung aja sih, datang gak dijemput, pulang gak dianter...tiba-tiba hilang, tiba-tiba muncul lagi...haha..." ucapku kaget.


"Biarin...walaupun jelangkung, yang penting ganteng kan...hahaha..." jawab Bang Richi, kami bertigapun tertawa.


"Eh iya, aku pamit ya, udah sore, besok mau kerja lagi..." ucap Kak Rahmi berpamitan.


"Iya kak...hati-hati ya..." jawabku.


"Tunggu...maaf nih sebelumnya, boleh gak aku minta nomor WA Kamu, kalo boleh...hehe..." ucap Bang Richi menahan Kak Rahmi.


"Boleh...save aja...08********** itu nomor HP sekalian Whatsapp kok..." jawab Kak Rahmi.


"Makasih ya...nanti aku chat biar Kamu save juga nomor aku." lanjut Bang Richi.


"Iya sama-sama..." jawab Kak Rahmi lagi.


"Ehm ehm...ada yang lupain aku nih...." ujarku tersenyum.


"Hahaha...anak kecil diem..." ujar Bang Richi.


"Gak lupa kok Sya...masa Kakak lupa sama adeknya..." sambung Kak Rahmi.


"Kakak Ipar maksudnya yaa Kak..." jawabku.


"Yaudah aku balik ya, Assalamu'alaikum." ucap Kak Rahmi yang tersipu malu.


"Wa'alaikumussalam...hati-hati yaa..." jawabku dan Bang Richi.


***


"Hooyy...serius amat...yang lagi kasmaran...hahaha..." ucapku mengejutkan Bang Richi.


"Iihh...apaan sihh bocah...sok tau sama kasmaran nih..." jawab Bang Richi.


"Udah gede tau...huuu....eh iya Bang, aku serius nih, gimana menurut Abang tetang Kak Rahmi?" tanyaku.


"Hmmm...orangnya asyik, ceria, tenang, dan cerdas...ini emang lagi chattingan sama Rahmi...hehehe..." jawab Bang Richi.


"Tuh kan bener...haha...gak apa-apa sih Bang, segerakan..." lanjutku.


"Segerakan? apanya?" tanya Bang Richi.


"Lamar dong Bang...masa mau pacaran lagi....Nikah dulu baru dipacarin...pacaran yang halal..." jawabku.


"InsyaAllah Dek, Abang mesti izin Mama Papa dulu...lagian Abang belom kerja juga, mau kasih nafkah apaan coba..." ucap Bang Richi.


"Mulai Senin besok Kamu diterima di Perusahaan Papa...selamat bekerja..." tiba-tiba Papa dan Mama datang, ternyata mereka berdua telah mendengar perbincangan kami dari tadi.


"Haa...serius Pa? Makasih ya Pa..." jawab Bang Richi.


"Sama-sama Nak, lagian kalo Kamu gak dilatih dari sekarang, siapa yang akan jadi penerus Perusahaan kita Nak..." ucap Papa lagi.


"Baik Pa, aku bakal belajar menjalani Perusahaan Papa, mulai dari titik paling bawah." lanjut Bang Richi.


"Berarti Kamu mau jadi Cleaning Service?" tanya Papa.


Kami semua tercengang mendengar perkataan Papa.


"Hmm...kalo emang posisi itu yang Papa perintahkan, aku laksanakan Pa..." jawab Bang Richi.


"Kamu gak malu?" tanya Papa lagi.


"Buat apa aku malu? toh semua kita sama derajatnya di sisi Allah, kecuali yang bertaqwa..." jawab Bang Richi.


"Oke sip, Senin besok Kamu ke Kantor Papa, mulai dari Cleaning Service..." ucap Papa.


"Pa, apa gak keterlaluan itu?" kata Mama.


"Gak apa-apa Ma..." jawab Bang Richi.


"Tuh, yang menjalaninya aja gak masalah..." sambung Papa.


"Terserah Papa ajalah, jangan lama-lama." ucap Mama dan langsung masuk ke rumah.


"Papa, Abang, ini serius???" tanyaku juga.


"Iya lah Dek, Abang serius mau bekerja, dan Abang akan buktiin, Abang akan taklukan Rahmi untuk jadi istri Abang..." jawab Bang Richi.


"Bagus, Papa setuju..." sambung Papa.


***


Hari ini Bang Richi pertama kali bekerja di Kantor Papa. Pulang sekolah, aku minta anter Mang Odi untuk ke Kantor Papa, dan aku terkejut melihat Bang Richi, benar perkataan Papa, Bang Richi sedang membersihkan Ruang Lobby Kantor, berderai air mataku melihat perjuangan Abang buat menggapai cintanya.


"Mang, aku gak jadi masuk, kita pulang aja yuk..." ucapku, dan kamipun pulang, dan aku langsung merebahkan badanku di kasurku, sambil mengirim pesan whatsapp.


"Assalamu'alaikum Kak Rahmi, maaf kalo ganggu...Kak, aku mau tanya serius...tapi Kakak jawab dengan jujur, boleh kak?" tanyaku via pesan whatsapp.


Tidak lama setelah itu, Kak Rahmi membalas pesanku.


"Wa'alaikumussalam...maaf Sya agak telat balesnya, Kakak tadi ada pasien...mau tanya apa Sya? insyaAllah Kakak jawab jujur, emang Kakak pernah bohong?" balas Kak Rahmi.


"Bagaimana Bang Richi menurut Kakak? dan kalo boleh tau, apa Kakak ada rasa sama Bang Richi?" tanyaku.


"Hmmm...pertanyaan yang berat Sya...tapi kao emang Kakak harus jujur, Kakak sepertinya mulai nyaman dengan Abangmu Sya...hehe...maaf..." balas Kak Rahmi.


"Alhamdulillah...gak perlu maaf Kak...itu baik...karena Abang Richipun merasakan yang sama...dan sekarang Abang Richi sedang belajar mengelola Perusahaan Papa dari bawah, untuk persiapan kedepan..." jawabku.


"MasyaAllah...maksudnya Sya?" tanya Kak Rahmi.


"Abang kerja di Perusahaan Papaku, mulai dari paling bawah, sekarang Cleaning Service, nanti dinaikan sama Papa sedikit demi sedikit..." jawabku.


"Ya Allah...Abangmu sangat serius dan bersungguh-sungguh berarti...Kakakpun mau belajar lebih baik InsyaAllah..." balas Kak Rahmi.


"Jangan bilang-bilang ya Kak, kalo aku yang kasih bocoran tentang Abang..." jawabku.


"Oke Dek..." balas Kak Rahmi.

__ADS_1


Bersambung...


Nantikan Episode berikutnya dan jangan lupa Like Komen dan Vote nya yaa Readers...🌹🌹🌹


__ADS_2