
Episode 17
Hari ini adalah hari aku menerima Rapor Ujian Semester 2, dimana hari inilah penentuan kami naik kelas XI atau tidak. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, hari demi hari aku jalani dengan penuh semangat, walaupun terkadang ujian dan rintangan terus berdatangan silih berganti, berusaha membuat aku jatuh dalam keterpurukan, atau berbuat kesalahan, bahkan mungkin terbawa hawa nafsu, tapi semua itu aku lawan dengan sekuat tenagaku, dan berkat support dari kedua sahabat baikku, Nita dan Siska.
Dan seperti hari-hari sebelumnya, selalu saja ada orang yang membuat aku tidak nyaman, Wahyu yang hari-hari berusaha mencari perhatian padaku, ada juga Bayu yang selalu tiba-tiba muncul menggodaku, dan pastinya kalo Bayu sudah muncul, disusul oleh Desi yang selalu marah-marah dan cemburu tidak karuan.
Begitu juga hari ini, dimana hati ini ingin merasakan kebahagiaan melihat hasil jerih payahku selama setahun dan ingin memberikan Hadiah terbaik untuk Mama yang juga hadir, justru malah datang seorang yang selalu suka mencari masalah denganku.
"Heh junior gatel...sini lo..." lagi-lagi Desi memanggilku dengan sebutan yang tidak enak, untung saja Mamaku masih di kantin, sedangkan aku tidak ikutan ke kantin.
"Anda bicara dengan siapa?" jawabku berusaha tenang.
"Halaaahh, jangan pura-pura budeg deh, nanti beneran budeg baru tau rasa Lo..." ujar Desi.
"Maaf, bukannya Anda yang berbicara tidak dengan alamat jelas? apa Anda selama sebelas tahun sekolah tidak belajar etika?" jawabku mulai kesal.
"Apa Lo bilang...? Gue gak beretika...? berani Lo ya bilang gue gak beretika...mentang-mentang mau naik kelas terus Lo merasa udah senior dan bisa ngelawan gue? kalo Lo naik kelas dua, gue kelas tiga dong, gue tetep senior Elo..." ucap Desi.
"Oohh, udah pasti naik kelas toh, selamet yaa...udah tau duluan hasil ujian sebelum terima rapor..." jawabku santai, tetapi aku yakin sangat membuat Desi jengkel.
"Uuugghhh....awas Kamu yaa..." Ucap Desi yang segera pergi karena Bel sudah berbunyi.
Kamipun berbaris sesuai kelas masing-masing, dan Orang Tua Siswa yang hadirpun duduk di tempat yang sudah disediakan. Setelah pembukaan oleh MC, dan pembacaan Tilawah Qur'an oleh salah satu Siswa, kamipun mendengarkan Kata Sambutan dari Kepala Sekolah, dan tibalah waktu yang ditunggu-tunggu, pengumuman Juara Kelas dari tiap-tiap kelas.
"Alhamdulillah...Selamat ya Sya, lagi-lagi Kamu Number One..." ucap Nita.
"Ya Nit, sama-sama, Selamat juga ya, Kamu juga Number One sekarang..." jawabku.
"Iya Sya, kan kita beda kelas, kalo kelas yang sama, waahh kalah aku...hehehe..." ucap Nita lagi...
"Belom tentu Nit..." jawabku.
__ADS_1
"Tapi Siska juga keren sekarang yaa, udah masuk tiga besar, ya walaupun juara tiga, tapi jauh lebih baik..." lanjut Nita.
"Iya...nanti kita ucapin selamat ke Siska, jauh banget sih dia disana..." ucapku menunjuk Nita yang barisan kelasnya berjarak beberapa kelas dari kami, sedangkan aku dan Nita bersebelahan.
"Iya Sya...papa mamanya pasti bangga banget...siapa dulu gurunya...Raisya...hahaha..." ujar Nita.
"Aahh apaan coba, prestasi itu bukan karena siapa-siapa, tapi emang dari diri sendiri, adapun orang lain, itu cuma pendukung aja..." jawabku santai.
"Eh Sya...bener lho, Kak Bayu Juara Satu juga...pinter juga dia..." ucap Nita lagi.
"Hmm...iya..." jawabku singkat.
Siswa Siswi mulai berisik saling berbincang, ada yang saling memuji, ucap selamat, dan sebagainya, tiba-tiba MC yang merupakan Wakil Kepala Sekolah kami kembali melanjutkan pengumuman.
"Anak-anak sekalian harap tenang...ini belum selesai...ada satu lagi yang belum diumumkan...Juara Umum Sekolah kita..." Ucap MC, dan semua Siswa Siswi langsung kembali diam dan fokus.
"Mau tau siapa Juara Umum di Sekolah kita?" tanya MC dengan semangat.
"Juara Umum di Sekolah kita, dengan Nilai Rata-rata paling tinggi diantara para Juara, adalah............Hmmmmmm, tunggu dulu deh, kalo tahun kemarin dipegang oleh Bayu sewaktu kelas X, sekarang Bayu udah di kelas XI apakah masih jadi Juara Umum?" ucap MC.
Para Siswa Siswi ada yang menjawab iya, dan ada yang menjawab tidak.
"Oke baik, langsung saja kita dengarkan, dan teruntuk anak kami yang namanya disebut, harap maju bersama Orang Tuanya ke depan untuk mendapatkan Medali dan Piala bergilir SMA kita......Dan Juara Umum untuk Tahun ini diraih oleh......RAISYA SALSABILA dan kelas X.1..............Kepada Raisya dan Orang Tua Raisya, silahkan maju kedepan...." ucap MC mengumumkan Namaku sebagai juara umum.
Tidak terasa air mata menetes seolah tidak percaya dengan apa yang diumumkan MC, perjuangan tahun ini berbuah hasil yang sangat memuaskan, memberikan Hadiah terbaik untuk Mama. Dengan segera aku dan Mamaku maju kedepan panggung, dimana Kepala Sekolah, Wakil, beserta para Majelis Guru duduk di sana, dan akupun diberikan Medali plus Piala bergilir Juara Umum SMA kami serta beberapakali Foto bersama para Guru dan Mamaku.
Setelah penutupan, para siswa siswi diminta masuk ke dalam kelas masing-masing untuk menerima rapor.
"Selamat ya Nak, mama bangga sekali sama Kamu, pertahankan ya Nak..." ucap Mamaku ketika kami berjalan ke ruang kelas.
Selesai menerima rapor, Mamaku langsung minta diantar oleh Mang Odi karena aku dan kedua sahabatku harus kembali melanjutkan kegiatan di kelas masing-masing.
__ADS_1
"Hati-hpati ya Ma, Mang..." ucapku melepas kepergian Mama, dan Mamapun tersenyum melambaikan tangan.
"Selamat ya Sya...Kamu berhasil mengalahkan aku..." ucap Bayu yang tiba-tiba muncul lagi di dekatku.
"Sama-sama...oh ya, maaf ya...aku harap kedepannya aku gak digangguin terus seperti ini...aku gak mau terjadi fitnah...." ucapku.
"Tenang aja, Kamu gak akan diganggu lagi kok, dengan syarat jangan keganjenan lagi abis ini, apalagi coba-coba rebur pacarku." ucap Desi yang tiba-tiba muncul.
"Maaf ya Kak, sekali lagi aku pastikan kalo aku gak pernah caper sama Bayu...nih di depan orangnya, silahkan tanya sendiri..." jawabku tegas, dan akupun berjalan meninggalkan mereka.
"Heh, tunggu..." ucap Desi yang langsung menarik jilbabku hingga hampir terlepas.
"Astaghfirullah..." ucapku menahan jibabku, dan memperbaikinya dengan cepat.
"Desi...!!! Kamu jangan keterlaluan...Kamu ini kenapa sih, berapa kali harus aku bilang, aku dan Raisya gak ada hubungan apa-apa, kami hanya sekedar kenal, dan akupun memang sengaja mendekati Raisya untuk banyak belajar jadi lebih baik, aku banyak belajar dari dia, dari akhlaqnya, tata bahasanya, dan ketaatannya...jadi gak pantas Kamu perlakukan dia seperti ini, kalo Kamu begini namanya bukan cemburu, tapi Kamu itu iri hasad dengki...itu jelas Dosa Besar..." ujar Bayu yang justru membuat aku tercengang.
"Memang kalian pacaran itu bukan dosa?" fikirku.
"Kok Kamu malah belain dia sih sayang, apa lebihnya dia dari aku, lihat penampilannya, jilbab gede banget kaya emak-emak, baju longgar bener begitu, culun banget tau...lihat aku pacarmu, udah cantik, seksi, style moderen, tajir lagi..." jawab Desi yang justru buat aku menahan tawa.
"Maaf, Anda boleh hina aku, tapi jangan jilbab dan pakaian longgarku, karena ini Syariat Agama...Allah sendiri yang perintahkan...dan justru untuk memuliakan wanita...memang Anda fikir jika terbuka itu lebih moderen? justru Islam mengajarkan Menutup Aurat itu yang lebih moderen, sebab menjaga diri wanita itu dari yang tidak halal baginya...kalo keterbukaan itu suatu kemajuan, maka binatang lebih maju karena memang sangat terbuka..." ujarku membalas Desi.
Merekapun terdiam lagi-lagi tertampar dengan kata-kataku.
"Rasiya...!!! Ditungguin juga dibawah, ayo ke kantin..." panggil Nita yang muncul dengan Siska.
"Oke..." jawabku.
"Aku pamit dulu ya, Assalamu'alaikum..." lanjutku lagi berpamitan.
Bersambung...
__ADS_1
Nantikan Episode Selanjutnya, dan jangan lupa Like, Komen, dan Vote nya ya Readers...🌹🌹🌹