"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Mama Kecelakaan


__ADS_3

Episode 3


"Makasih ya semuanya...mampir dulu gak...?" tanya Bayu.


"Gak usah, kami langsung balik aja..." jawabku tersenyum.


Melihat senyumku, Bayupun senyum balik dan kamipun langsung berangkat.


Sepanjang jalan aku terbayang senyuman Bayu yang jujur saja, makin terlihat gantengnya...


"Duuhh aku mikir apaan siihh...seumur-umur gak pernah deket cowok juga, ngapain juga mesti kebayang orang itu teruss...inget Raisya, fokus jadi anak sholeha yang bakal bahagian orang tua, jangan aneh-aneh..." ujarku dalam hati...


Tiba tiba...


"Hooyy...mikirin apa hayoo...Hahaha..." Siska dan Nita serentak mengejutkan aku yang sedang merenung...ternyata mereka dari tadi perhatikan aku, waduh jadi malu deh.


"Iihh apaan siihh, siapa yang bengong, cuma kecapekan aja kok..." jawabku mengelak.


"Helleehh...bengong begitu sambil senyum senyum...mikirin siapa hayoo...Kak Bayu yaa...ciyee ciyee..." lanjut Nita ngejek aku.


"Apaan sihh Nit, kaga aahh..." jawabku dengan muka memerah menahan malu.


Kedua sahabatku langsung tertawa serentak, sedangkan Mamang Odi cuma tersenyum melihat keakraban kami yang dari dulu ya memang beginilah, selalu happy dan penuh tawa.


***


Kriiing....kriiing.....


Tiba tiba HP Mang Odi berbunyi....


"Assalamu'alaikum, iya Nyonya..." ujar Mang Odi mengangkat telpon yang ternyata dari Mamaku sambil menepikan mobil.


"Baik Nyonya, Wa'alaikumussalam..." lanjut Mang Odi.


"Non Raisya, kata Nyonya kita mampir ke pasar dulu ya jemput Bibi..." Kata Mang Odi.


"Iya Mang, eh tapi...bukannya Bibi Ayu lagi gak enak badan ya Mang?" tanyaku penasaran.


"Tadi kayanya sih udah mendingan Non..." lanjut Mang Odi sambil melanjutkan mengendarai mobil menuju Pasar.


***


"Bi Ayu..." aku teriak memanggil Bibi.


"Bibi bukannya lagi sakit, kok dipaksain sih bi, bukannya istirahat dulu..." lanjutku.


"Waahh Non Raisya, gak apa-apa kok Non, udah mendingan kok, tadi udah minum obat." jawab Bi Ayu.


"Eehh eneng-eneng gelis Non Nita sama Non Siska juga ikut, masuk sekolah tempat Non Raisya juga yaa...bagus laahh..." ujar Bi Ayu kepada dua sahabatku.

__ADS_1


"Hehe iya Bibi...dimana ada Raisya, disitu harus ada kami berdua...Hahaha..." jawab Siska sambil tertawa.


"Ayo naik Bi..." sahut Mang Odi setelah memasukan belanjaan kedalam bagasi belakang mobil.


***


"Assalamu'alaikum Mama...kami pulang..." sahutku saat memasuki rumah.


"Mamamu kemana Sya, kok gak kedengeran suaranya..." tanya Nita.


"Gak tau nih, tadi aja nelpon Mang Odi dari telpon rumah, masa sekarang gak di rumah, lagian mau kemana juga Mama siang panas begini..." jawabku sedikit heran sambil berjalan keliling rumah.


"Astaghfirullahal'azhim...Nyonyaa...!!! " teriak Bibi Ayu membuat kami semua kaget dan berlari ke tempat Bibi.


"Astaghfirullahal'azhim...Mama...Mama kenapa Ma... !!! " aku menangis histeris melihat Mamaku tergeletak dengan kepala berdarah di depan pintu kamar mandi dapur.


"Mang Odiii....!!! Panggil Ambulance cepet Maaaang..." aku berteriak memanggil Mang Odi yang tidak tahu dimana...


"Kelamaan Raisya, kita aja yang anter Mamamu ke Rumah Sakit..." ujar Siska cemas.


"Iya bener, aku cari Mang Odi dulu." lanjut Nita yang langsung berlari.


Akupun hanya bisa menangis cemas melihat keadaan Mama, sambil menutupi luka di kepala Mama dengan tanganku.


"Ya Allah...Nyonya... kenapa bisa begini...ayo Non kita bawa ke IGD sekarang, mobil udah siap..." Mang Odi berlari cemas, dan kamipun mengangkat Mama kedalam Mobil.


***


"Ya Allah...sembuhkan mama, kenapa Mama bisa jatoh begitu Ya Allah..." ucapku sambil menangis.


"Sabar Sya, Allah pasti jaga Mamamu, Tante Jihan orang yang baik..." Nita berusaha menenangkanku.


"Petugas pasti menyelesaikan pekerjaannya dengan baik kok Sya..." timpal Siska sambil memelukku.


"Iya, bantu do'anya ya teman-teman..." jawabku, mereka mengangguk dan memelukku lebih kuat untuk menenangkanku.


***


"Gimana keadaan Mama saya Dok..." aku segera menghampiri Dokter yang keluar dari IGD.


"Kondisi Mama Mbak gak apa-apa, cuma luka dibagian kepalanya, dan sudah kami jahit...sepertinya terbentur benda keras seperti sudut meja atau yang lainnya...jika dalam beberapa waktu kedepan Mama Kamu gak muntah, insyaAllah gak ada masalah serius...sekarang Mamamu masih belum sadarkan diri..." jawab Dokter menjelaskan.


"Boleh kami masuk Dok?" tanyaku lagi sambil menangis mendengar penjelasan Dokter.


"Silahkan, tapi harap jangan berisik ya, takut mengganggu pasien lainnya..." jawab Dokter tersenyum.


Setiba kami di dalam ternyata Mama siuman dan langsung diperiksa oleh Perawat yang piket saat itu.


"Gimana Mama saya buk?" tanyaku.

__ADS_1


"Alhamdulillah Ibu Mbak baik baik saja, dan baru saja siuman...mari Mba saya permisi dulu..." jawab Perawat tadi dan berlalu meninggalkan kami.


"Ya Allah, Mama kenapa bisa jatoh Ma..." tanyaku kepada Mama sambil menyeka air mataku.


"Gak apa-apa Nak, Mama tadi kepeleset pas keluar WC Nak, gak masalah kok...Aduhh..." jawab Mama dan tiba-tiba mengaduh memegang kepalanya yang terluka.


"Jangan Ma, itu perban di kepala Mama..." ujarku menahan tangan Mama.


"Oh iya, aku lupa kabarin Papa, sebentar ya Ma..." lanjutku.


"Jangan Nak, Papamu hari ini ada meeting penting sama salah satu Investor dari luar negeri...Mama gak masalah kok..." Mama menahan aku untuk tidak memeberi tahu papa.


"Iya Ma..." jawabku.


***


"Assalamu'alaikum..." terdengar suara salam dari balik pintu yang ternyata itu orang tua Siska.


"Wa'alaikumussalam...Eeeh Om, Tante, kok tau kami disini..." tanyaku menyambut orang tua Siska.


"Iya tadi Siska telpon kami, katanya Mamamu jatoh di kamar mandi, makanya kami langsung kesini..." jawab Tante Bella Mamanya Siska yang langsung menuju tempat Mamaku.


"Makasih ya Bella, udah jenguk kami, mana repot-repot segala pake bawa macem-macem gitu..." ucap Mama ke Tante Bella.


"Gak kok Mbak, biasa aja...jangan kaya orang lain dong..." hibur Tante Bella tersenyum.


"Assalamu'alaikum..." terdengar lagi suara dari pintu yang ternyata orang tua Nita.


"Wa'alaikumussalam...Eehh Om Joni, Tante Tari...mari masuk Om, Tante, ada Om Fredi dan Tante Bella juga..." jawabku menyambut orang tua Nita.


"Iya Nak, tadi Nita telpon kami, terus kami langsung kesini deh...kami liat Mamamu dulu ya Nak..." lanjut Tante Tari menuju ke tempat Mama dan Tante Bella.


"Eehh Tari juga kesini...apa kabar Kamu Tari...lama gak ketemu nih, terakhir acara reunian 6 bulan yang lalu, kalo waktu Wisuda anak kita, Kamu lagi di luar negeri, gak ketemu deh..." ujar Mama menyambut Mamanya Nita yang juga teman SMA Mama dulu.


"Hehe, iya Jihan, eh Kamu kenapa bisa begni sih, pas aku denger dari Nita, aku langsung kaget, buru-buru deh kesini..." jawab Tante Tari.


"Biasalah Tari, namanya musibah, ada-ada aja...hehehe, tapi aku udah gak apa-apa kok..." ujar Mama.


"Oh Iya, Bang Rizki mana Mbak Jihan...? soalnya saya tadi gak masuk kantor, karena ada tugas luar, jadi gak ketemu Bang Rizki..." tanya Om Fredi Papanya Siska yang merupakan Manager di Perusahaan Papaku.


Mama hanya diam karena tidak mau Papa tahu, sebab khawatir Papa menjadi cemas.


"Papa belum aku kasih tau Om...dan akupun masih ragu mau telpon Papa, takut ganggu meeting papa..." jawabku cepat.


"Oohh, investor yang dari luar negeri itu yaa...hmmm...dari Kuliah dulu Om kenal Papamu Sya, Beliau orang hebat, Om sebagai juniornya di kampus, banyak ambil ilmu dari Papamu..." lanjut Om Fredi padaku.


"Hehe, iya Om..." lanjutku.


Setelah beberapa waktu mengobrol, kedua sahabatku diajak pulang orang tua mereka masing-masing, dan tinggalah kami berdua di sini, dan mungkin akan menginap disini semalam, karena kata Dokter kepala Mama tidak boleh banyak bergerak setidaknya dalam 24 jam ini, khawatir Mama pusing atau malah muntah, mendengar penjelasan Dokter begitu aku sedikit cemas, tapi kemudian Dokter menyampaikan kalau kemungkinan bahayanya relatif kecil, tapi kita jaga-jaga saja, dan akhirnya akupun tenang.

__ADS_1


Bersambung...


Nantikan Episode selanjutnya...jangan lupa Like Komen dan Vote nya ya Readers...😉


__ADS_2