"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Damai dan Menjadi Sahabat


__ADS_3

Episode 31


"Eh Sya, Kamu yakin Wahyu itu serius sama Nita? kok Abang agak sedikit ragu ya...apa dia cuma mau cari pelampiasan?" tiba-tiba Bang Richi bertanya dan menepikan mobil.


"Kok Abang merasa begitu?" tanyaku heran.


"Kan dia suka sama Kamu, dan Nita itu sahabat Kamu, bisa aja dia cuma mengalihkan hatinya ke Nita buat pelampiasan karena gak bisa dapetin Kamu..." jawab Bang Richi.


"Gak tau juga sih, tapi kenapa Bang Richi gak bilang tadi pas di rumah Nita?" tanyaku lagi.


"Ya gak mungkin lah Dek, apa kata Papa Mamanya Nita kalo sampe tau Wahyu suka sama Kamu..." jawab Bang Richi lagi.


"Hehe...iya juga yaa...yaudah, kita temui Wahyu aja yuk..." ajakku.


"Ayo, biar Abang yang ngomong, Kamu di mobil aja nanti yaa..." ucap Bang Richi, dan aku mengangguk.


Kamipun memutar balik mobil dan melaju ke rumah Wahyu.


"Assalamu'alaikum...Wahyu..." sapa Bang Richi.


"Wa'laikumussalam...eh Bang Richi...masuk Bang..." jawab Wahyu.


"Enggak Yu, Abang cuma mau ngobrol bentar, tapi jangan disini, kita ke kafe yuk, nanti abang anterin lagi." ajak Bang Richi yang malah mengajak Wahyu keluar karena melihat ada orang tua Wahyu dan tidak mungkin berbicara dekat mereka.


Setiba di Kafe...


"Ada apa Bang Richi sama Raisya mengajak aku kesini?" tanya Wahyu.


"Jadi begini...to the point aja ya...Abang tau, Kamu berusaha untuk move on dari Raisya, tapi apa Kamu serius untuk memilih Nita? secara Nita itu sahabat Raisya...apa ini bukan cara Kamu melampiaskan kekecewaan Kamu saja? maaf Abang bukan mau su'uzhon, tapi gimanapun juga, temannya adik Abang itu Abang anggep adik sendiri..." ucap Bang Richi menjelaskan dengan sangat berterus terang.


"Astaghfirullah...kok Abang malah berfikiran begitu Bang? aku berani sumpah Bang, aku gak berniat begitu...apa cara buat aku buktiin ke kalian atas ketulusanku?" jawab Wahyu.


"Gak perlu, Abang cuma mau memastikan saja...kalo sampe Kamu kecewain Nita, bukan orang tua Nita aja yang bakal Kamu hadapi, tapi Abang juga...paham Kamu..." ucap Bang Richi menegaskan.

__ADS_1


"Iya Bang, InsyaAllah aku akan jaga Nita sebaik mungkin..." jawab Wahyu.


"Alhamdulillah...yaudah itu pesanannya sambil dimakan, malah didiemin...jangan kaku gitu, Abang gak makan orang kok...hahaha..." ujar Bang Richi memecah ketegangan.


"Iya Bang...hehe..." jawab Bayu masih sedikit grogi.


"Nanti abis nikah Kamu langsung kerja apa tetap Kuliah?" tanya Bang Richi lagi.


"Mungkin aku kuliah sambil kerja Bang..." jawab Wahyu.


"Mau kerja apaan Kamu? kan belom punya pengalaman?" tanya Bang Richi lagi.


"Ya nanti dicari Bang...emang Bayu gimana Sya?" ucap Wahyu yang malah bertanya padaku.


"Kami setelah menikah tetap lanjutkan Kuliah..." jawabku, sedangkan Bayu akan mendalami ilmu agamanya di pesantren tempat teman Bang Richi.


"Subhanallah, serius banget Bayu, hebat kalian..." ucap Wahyu.


"Gimana kalo Kamu kerja di tempat Abang? nanti Abang bantu bilang ke Papa...tapi Kamu siap kerja berat gak?" tanya Bang Richi.


"Iya dong Dek, kalo ada orang berniat baik, kenapa gak kita bantu?" jawab Bang Richi.


"Serius Bang? mau Bang, seberat apapun pekerjaannya, kalo buat kewajiban, insyaAllah akan aku jalani Bang." ucap Wahyu.


"Serius dong, masa bercanda...besok Abang kabari Kamu, kalo diizinkan Papa, nanti Kamu bisa langsung kerja, kan lumayan buat modal nikah..." ujar Bang Richi lagi.


"Baik Bang, makasih banyak ya Bang..." sahut Wahyu bahagia.


"Ya sama-sama...yaudah ayo habisin, abis ini kita pulang..." jawab Bang Richi.


Saat kami hendak memasuki mobil, tiba-tiba Bayu datang...


"Raisya...!!! Bang Richi...!!!" Bayu berteriak memanggil kami.

__ADS_1


"Eh Bayu...kok disini..." jawab Bang Richi.


"Justru aku yang mau bertanya Bang, kenapa kalian disini, mana sama Wahyu lagi, apa maksudnya ini?" tanya Bayu.


"Ini gak seperti yang Kamu fikir...aku cuma..." jawab Wahyu yang terhenti karena dibantah langsung.


"Diam...!!! aku gak bicara sama Kamu..." bantah Bayu.


"Bang, Kamu apa-apaan sih, malu tau marah-marah di tempat umum begini..." ujarku.


"Aku tau, tapi ini apa-apaan coba, Kamu itu calon istriku, kok malah bisa-bisanya jalan sama dia..." jawab Bayu.


"Hey, Bayu...Abang tau Kamu cemburu...tapi Kamu perlu perbaiki sikap Kamu, hargai aku Abangnya Raisya...main marah-marah aja...aku gak mungkin jerumusin adikku...paham Kamu...denger dulu penjelasannya...kalo Kamu main emosi aja, bisa-bisa kacau rumah tangga kalian nanti, jangan sampe Abang denger Kamu emosian begini lagi nanti kalo udah nikah, habis Kamu sama Abang..." ucap Bang Richi mulai kesal.


"Mmm...maaf Bang...aku karena gak terima aja, soalnya asal Abang tau Wahyu ini dari dulu mengincar Raisya..." ujar Bayu.


"Tau kok, makanya denger dulu...lagian kalo mereka mau macem-macem juga, kan ada Abang, gak mungkin dong...jadi sekarang mau denger ceritanya gak nih?" ujar Bang Richi bertanya ke Bayu.


"Iya Bang..." jawab Bayu.


"Ceritain Dek...Abang capek kebanyakan ngomong...hehe..." perintah Bang Richi, dan akupun menceritakan semuanya, Bayupun terdiam merasa bersalah karena sudah salah paham.


"Maaf ya Yu...tadi udah salah paham..." ucap Bayu.


"Iya, gak apa-apa...aku maklum kok...sekarang udah jelas permasalahannya, dan gak ada lagi yang perlu kita ributin lagi...mulai sekarang, apa kita bisa jadi sahabat? ujar Wahyu menjulurkan tangannya hendak berjabat tangan dengan Bayu.


"Iya Yu...mulai sekarang kita bukan saingan, tapi sahabat...hahaha...." jawab Bayu, dan mereka berdua bersalaman bahkan berpelukan tanda persahabatan, kamipun pulang dan Wahyu diantar oleh Bayu kerumahnya.


Aku bersyukur permasalahan Bayu dan Wahyu sudah selesai, bahkan mereka sudah akrab...hal yang tidak pernah terfikirkan olehku, saat dua orang yang mati-matian mengejar cintaku, justru kini bisa akrab dan bersahabat...


Aku bersyukur karena Bayu telah dipilih Allah untukku, dan aku juga bersyukur karena Wahyu bisa mengalah dan memilih untuk move on dariku, bahkan aku bersyukur akhirnya Wahyu memilih wanita yang tepat, yaitu Nita...karena Nita memang lebih cocok dengan Wahyu menurutku, karena mereka punya banyak kesamaan...dan yang aku salut, sikap Bang Richi yang tegas tapi santai, dan pintar untuk meyakinkan mereka berdua, jika tidak karena Bang Richi, entah sampai kapan Wahyu dan Bayu akan terus menyimpan kebencian di hati mereka masing-masing.


Alhamdulillah...aku sangat bahagia hari ini...sesampai di rumah akupun langsung ke kamarku untuk bersih-bersih serta istirahat sejenak sambil menunggu waktu Ashar, karena aku merasa lelah setelah menjalani akhir pekanku yang penuh kebahagiaan ini.

__ADS_1


Bersambung...


Nantikan Episode Berikutnya...dan jangan lupa Like, Komen, dan Vote nya Ya Readers...🌹🌹🌹😉?


__ADS_2