"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Luruskan Niat Hijrahmu


__ADS_3

Episode 21


Malamnya, Kak Bayu mengirim pesan Whatsapp ke Nomorku...


"Assalamu'alaikum...maaf kalo mengganggu...aku hanya mau minta maaf sama Kamu, karena kejadian yang tadi pagi...ini salahku, karena aku memutuskan hubungan kami secara tiba-tiba, dia tidak terima dan justru malah menyalahkan Kamu, tapi insyaAllah setelah ini kejadian seperti tadi tidak terulang lagi...aku sudah jelaskan alasanku kenapa memutuskannya, dan gak ada kaitannya sama Kamu sama sekali...aku saat ini sedang belajar untuk menjadi anak baik, hamba yang taat, yang tidak pacaran, dan belajar untuk menunggu jodohku sampai siap untuk menikah nanti...walaupun aku gak tau, apakah aku mampu atau tidak, tapi aku akan tetap berusaha...bahkan bacaan sholatpun aku banyak lupa...do'akan aku agar bisa hijrah ya Sya...sekali lagi maaf atas kejadian tadi..." ujar Bayu dalam pesan Whatsappnya.


Aku berfikir untuk tidak membalas pesannya, tapi hatiku merasa aku harus membalasnya, memberikan support atas niat baiknya...Akhirnya aku putuskan untuk membalas pesannya...walaupun sekedar untuk mensupport hijrahnya.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuhu...MasyaAllah Tabarakallah...semoga Allah subhanawata'ala memberikan Kamu kemudahan untuk bisa berubah menjadi yang lebih baik...untuk kejadian tadi siang, Alhamdulillah sudah aku lupakan...aku mengerti posisi kalian masing-masing, pasti sangat sulit, makanya aku gak mau terlalu dalam mencampurinya dan aku biarkan kalian selesaikan berdua...Oh iya, untuk masalah bacaan Sholat, nanti aku kirimin video tuntunan Sholat Lengkap, disitu ada tulisan arabnya, tulisan latinnya, dan ada artinya, serta audio bacaannya jelas banget, jadi Kamu bisa pelajari bacaan Sholat dengan mudah, yang terpenting kesungguhan untuk Hijrah...semangat yaa..." jawabku membalas pesan Bayu.


"Alhamdulillah, boleh-boleh...makasih yaa, aku emang butuh tu kayanya video tuntunan Sholatnya...sekali lagi makasih yaa, aku janji, akan berusaha sekuat tenagaku, untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi...dan akan menghindari yang namanya pacaran lagi...aku mau langsung nikah aja nanti sama jodohku...bantu do'a yaa..." balas Bayu lagi.


"Semoga Allah mudahkan usahamu...Aamiin..." balasku.


"Oh ya, maaf ya...mungkin pertanyaanku agak konyol, tapi jujur saja, aku mau Kamu jawab dengan hati yang paling dalam...kalo sekiranya nanti aku sudah bisa jadi orang taat, sudah selesai sekolah, atau mungkin sudah bekerja, apa Kamu mau menjadi pendampingku? karena jujur saja, Kamu motivasi hijrahku...aku mulai ada rasa sama Kamu semenjak Kamu sering nasehati aku...maaf kalo aku salah..." balas Bayu lagi.


Kali ini aku benar-benar tidak bisa berfikir jernih, jika aku katakan tidak, mungkin dia akan kecewa dan tidak jadi untuk berhijrah, jika aku katakan mau, aku tidak bisa menjamin masa depan, lagi pula walaupun dia ganteng, tinggi, cerdas, dan masih banyak lagilah kelebihan dia, tapi aku sampai detik ini tidak ada rasa sama dia, atau mungkin lebih baik disebut belum ada rasa sama dia...


Aku tidak membalas pesan Whatsapp Bayu yang terakhir, aku segera berwudhu' dan aku laksanakan Sholat serta meminta kepada Allah, apa jawaban yang terbaik untuk menjawab pertanyaan Bayu, yang bisa membuat dia tenang dan tetap bisa bersungguh-sungguh untuk hijrah, karena aku tidak mau menjadi penggagal hijrahnya Bayu...setelah aku berdo'a, akupun kembali ambil HP dan buka Whatsapp, ternyata Bayu kirim pesan lagi.


"Raisya...??? kenapa tidak dijawab??? maaf ya kalo aku terlalu lancang, aku hanya mau tau tanggapan Kamu saja...tapi yaudah, gak usah dibahas lagi..." balasan pesan Bayu.


"Maaf ya, tadi aku abis Sholat Sunnah, khawatir kemalaman jadi ngantuk dan gak sempat Sholat Sunnah...untuk pertanyaan Kamu, mohon maaf sebelumnya, aku belum bisa berikan jawabannya untuk saat ini, karena kita semua tidak ada yang tau apa yang akan terjadi besok, aku harap Kamu mengerti...tapi yang pasti, Kamu harus tetap semangat untuk hijrah, dan luruskan niatmu, jangan karena aku, tapi karena Allah...dengan Kamu dapatkan Allah, insyaAllah apa yang Kamu impikan akan terwujud dengan caranya Allah..." balasku, dan aku berharap jawaban itu membuat Bayu tidak patah semangat.


"Oke Raisya, makasih ya atas jawaban dan support nya...aku janji akan berusaha luruskan niatku, semata-mata karena Allah...udah dulu ya, sudah malam...takut ganggu istirahat Kamu, Assalammu'alaikum..." balas Bayu lagi.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuhu..." jawabku mengakhiri pesan.

__ADS_1


Jujur saja, pertanyaan Bayu membuat aku susah tidur, aku terbayang-bayang isi pertanyaan Bayu yang sangat menantang bagiku, aku butuh teman curhat saat ini, tapi kalo aku hubungi Siska atau Nita, aku takut mengganggu mereka, karena sekarang sudah jam sepuluh malam, akhirnya aku putuskan untuk segera kembali Sholat, mengaji, dan berdzikir sambil rebahan dikasur sampai akhirnya akupun tertidur.


***


Keesokan harinya, aku ajak teman-teman untuk kumpul ditaman...aku ceritakan kepada mereka pesan Bayu tadi malam...


"Seriusan Kamu Sya? dia suka sama Kamu?" tanya Nita pura-pura tidak percaya, padahal dia sudah tau.


"Makanya aku bingung...tapi masa sih kalian belum tau? kan kalian yang bilang sendiri...nih denger..." jawabku, dan memberikan rekaman audio kemarin kepada mereka.


"Iihh kok Kamu rekam sih Sya..." ucar Siska.


"Biarin, kalo aku gak rekam, kalian gak bakalan mau ceritain lah..." Jawabku.


"Hehehe...iya Sya...maaf yaa...emang Kak Bayu pernah bilang begitu sama kami...tapi kami gak mau cerita sama Kamu dulu, biar Kamu gak baper terus suka juga sama dia...hahaha...." ucap Siska mengejekku.


Semenjak aku mengetahui perasan Bayu terhadapku, aku menjadi lebih berhati-hati jika bertemu Bayu, aku jadi lebih sering menunduk jika melihat dia, meskipun aku sambil membimbing dia dalam mempelajari masalah agama, aku hanya tidak mau syetan bermain saat itu.


Berbulan-bulan kami menjalani waktu seperti ini, saling menjaga diri, saling menjaga pandangan, sampai tibalah di akhir semester genap, saat Bayu selesai menghadapi Ujian Akhir, tepat sehari sebelum anak kelas XII libur panjang kelulusan, aku termenung sendiri di taman, entah kenapa aku mulai merasakan hal yang lain dengan Bayu, sejauh ini aku mengenal dia, membantu dia untuk belajar Sholat, meskipun menjaga diri untuk tidak bersentuhan dan tidak menatapnya.


"Sebentar lagi Bayu akan lulus dan tidak lagi di SMA ini, kenapa aku merasa takut tidak bisa bertemu lagi dengannya, apa ini namanya aku mulai mencintanya??? Astaghfirullah...kenapa aku begini...aku gak boleh begini, gak ada kata cinta sebelum halal..." ujarku dalam hati, dan tidak terasa air mataku berlinang


"Assalamu'alaikum...maaf ganggu..." tiba-tiba Bayu datang.


"Wa'alaikumussalam...eh Bayu, iya ada apa?" jawabku kaku sambil menyeka air mataku.


"Kamu kenapa? kok nangis?" tanya Bayu.

__ADS_1


"Gak apa-apa...Kamu mau ngapain emang? gak enak kita berdua aja..." jawabku.


"Hmmm...sebenernya aku mau bicara penting...tapi yaudahlah..." ucap Bayu sambil membalik badan.


"Tunggu...silahkan sampaikan sekarang...dengan ringkas dan jelas...biar gak terlalu lama...karena besok kita gak bertemu lagi..." jawabku menahan Bayu.


"Baik...pertama, aku mau kasih kabar gembira, Alhamdulillah aku lulus tes Online untuk lanjutkan Kuliah di Mesir, aku dapat izin dari Orang Tuaku untuk mendalami Ilmu Agama disana...kedua, aku mau mengucapkan terima kasih karena setahun ini Kamu sudah banyak mengajariku banyak hal...ketiga, aku mau bertanya lagi, apakah kalau nanti aku sudah kembali ke Indonesia, aku bisa bertemu Kamu lagi dan bagaimana pertanyaanku dulu?" ujar Bayu.


Akupun bimbang dengan keadaan ini, aku berat untuk melepaskannya, tapi aku bukan siapa-siapa dan aku tidak boleh seperti ini, ini salah dalam Agama...


"Alhamdulillah, semoga Kamu bisa menyelesaikan pendidikan disana dengan lancar...nanti kalo sudah pulang ke Indonesia, insyaAllah kita bisa bertemu lagi, jika Allah memang menghendaki kita bertemu..." jawabku dengan berat hati, dan air matakupun berlinang, tetapi aku berusaha sembunyikan dari Bayu.


"Oh iya, aku berangkatnya nanti kalo sudah selesai Wisuda SMA, jadi masih lumayan lama lah disini, walaupun gak ke Sekolah...kalo Kamu kenapa-napa, Kamu bisa hubungi aku..." ucap Bayu lagi.


"InsyaAllah..." jawabku.


Bayupun berpaling meninggalkanku, semakin terasa sesak di dadaku mendengar Bayu akan pergi jauh...tiba-tiba kedua sahabatku datang dan memelukku, ternyata dari tadi mereka mengintip kami.


"Sabar ya Raisya Sayang, kami mengerti perasaanmu, tapi bukankah ini yang Kamu mau? menjalani kehidupan sesuai dengan aturan Allah? Kamu harus kuat melepaskannya..." ujar Nita.


"Benar Sya, jika Allah memang takdirkan kalian berjodoh, pasti nanti bertemu juga...kan Kamu yang ajari kami begitu?" sambung Siska.


"Lagian Kamu gak sendirian kok, masih ada kami menemani Kamu disaat suka maupun duka..." lajut Nita.


"Iya teman-teman...terima kasih banyak ya, kalian selalu ada disaat aku memang membutuhkan kalian..." jawabku dengan berderaian air mata...kami bertigapun berpelukan.


Bersambung...

__ADS_1


Nantikan Episode berikutnya, jangan lupa Like Komen dan Vote nya ya Readers...🌹🌹🌹


__ADS_2