"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Desi


__ADS_3

Episode 16


POV Raisya


"Nita...Siska..." aku memanggil kedua temanku saat keluar kelas.


"Ehh Raiysa...pas banget, kami baru mau ke tempat Kamu..." jawab Siska.


"Yaudah, kita ke kantin yuk..." ajakku.


"Capcuss..." balas Nita.


Kamipun memesan makanan dan asyik berbincang-bincang...saat kami sedang asyik, tiba-tiba Bayu lagi-lagi muncul di depan kami.


"Hai Ladies..." Sapa Bayu.


"Orang Islam bukan sih?" tanyaku.


"Wah, Islam dong...masa bukan..." jawab Bayu.


"Orang Islam itu kalo ketemu ucap salam..." lanjutku datar.


"Hehe...iya iya...Assalamu'alaikum Bidadari...Haaha..." ucap Bayu lagi.


"Iihh...ngapain juga pake tambahan belakangnya..." jawabku.


"Hehe...iya deh...maaf...yaudah jawab dong salamnya..." ujar Bayu.


"Wa'alaikumussalam..." jawab kami.


"Aku ikut makan disini yaa..." pinta Bayu.


"Disana masih kosong kok..." ucapku sambil menunjuk meja yang lain.


"Hmm...yaudah deh, aku di meja ini aja..." ucap Bayu sambil pindah ke meja yang persis sebelah meja kami.


"Huufftt...terserah deh..." jawabku pelan.


Bayu selalu membuat perbincangan selama kami makan, tapi hanya teman-temanku yang menanggapi, sedangkan aku hanya diam fokus dengan makananku.

__ADS_1


Selesai kami makan, Bayupun segera berjalan ke kasir untuk membayar semua belanjaan kami.


"Eh kok jadi Kamu yang bayarin...?" tanyaku.


"Ya gak apa-apalah, sekali-sekali aja kok, anggep aja ucapan terima kasih karena selama ini Kamu banyak bantu aku..." ucap Bayu.


"Makasih Kak..." ujar Siska dan Nita berbarengan.


"Hmmm....Makasih deh...tapi saya minta banget untuk gak suka nimbrung sama kami...aku takut terjadi fitnah..." ucapku.


"Hmmm...gimana yaa...yaa liat nanti deh, gimana suka-suka aku aja..." jawab Bayu.


Bayupun segera meninggalkan kami dan balik ke kelasnya, dan kamipun hendak berjalan ke arah kelas, tiba-tiba...


"Heh anak baru...tunggu..." seseorang memanggil kami dan menahan pundakku.


"Eh, iya Kakak...Kakak panggil kami? ada yang bisa kami bantu Kak...???" ucapku pada 3 orang Kakak Kelasku.


"Halaaah, gak usah sok ramah deh kalian..." ucap Siswi yang memegang bahuku tadi.


"Lah, kan kita sesama Manusia, bahkan sesama Siswi SMA sini kan, sudah sewajarnya aku ramah kepada semua orang di Sekolah ini...emang ada apa Kak?" tanyaku tetap tenang, walaupun dalam hatiku berkata tidak enak, mesti ada hal aneh lagi nih...fikirku dalam hati.


"Maaf ya Kak, pernyataan Kakak keliru...kami gak pernah deketin Kak Bayu, yang ada juga dia yang dateng tiba-tiba terus di tempat kami...jadi budayakan untuk mencari kebenarannya dulu sebelum bertindak, nanti Kamunya jadi malu sendiri Kak..." lanjutku dengan tetap tenang...


"Bodo amat lah pokoknya kalian mesti inget kata-kata gue dan jangan sampe kalian deket-deket Bayu lagi...ngerti kalian..." ujar Desi.


Kamipun hanya memangguk dan ketiga Siswi tadi langsung pergi meninggalkan kami...


***


Bel panjang pun berbunyi pertanda waktu pulang sudah tiba, aku segera ke kelas teman-temanku dan kamipun berjalan bersama menuju parkiran Sekolah.


"Eh ketemu lagi, supir Kamu udah dateng belom Sya?" sapa Bayu yang sudah duluan sampai di Parkiran.


"Belom..." jawabku singkat.


"Hmmm....lagi-lagi jutek gitu jawabnya...gak asyik nih..." lanjut Bayu.


"Gak kok, biasa aja...cuma kan aku udah bilang, aku gak suka aja ketemu laki-laki yang bukan mahromku." jawabku.

__ADS_1


"Hmmm....iya deehh....mau barengan gak nih?" Bayu mengajak kami untuk diantar olehnya, karena semenjak kecelakaan dan motornya hancur, dia selalu mengendarai Mobil.


"Makasih deh, gak usah..." jawabku singkat.


Tiba-tiba...


"Nah kan kalian, masih aja nge-ganjen yaa, mau gue bilang berapa kali, jangan deketin pacar gue..." ucap Desi datang dan berdiri di hadapan kami.


"Eh Des, Kamu apa-apain sih, main nyosor aja...kaya soang aja..." ucap Bayu.


"Iihh, sayang, masa aku dibilang soang siihh...kan aku pacar Kamu, emang Kamu mau pacarannya sama soang..." jawab Desi, dan kamipun berusaha menahan tawa kami.


"Iihh tu kan sayang, Kamu sih, aku jadi diketawain bocah ganjen ini tuuhh..." lanjut Desi lagi manja.


"Yee, salah Kamu, lagian main nyosor aja..." jawab Bayu.


"Lagian Kamu itu ya, gak bisa ya jaga perasaan aku, Kamu itu pacar aku, masa Kamu deket-deket cewek ini, mana pake ajak pulang bareng lagi...apa Kamu udah gak anggep aku lagi? aku cemburu tau gak...dan gak pantes banget Kamu anterin orang ini pulang sayang, justru yang mesti Kamu anter itu aku..." ucap Desi.


"Lah, kan Kamu bawa motor, kalo aku anter Kamu, masa motor Kamu tinggal disini?" jawab Bayu santai, dan lagi-lagi kami hampir tertawa mendengar jawaban Bayu yang seolah-olah gak peduli dengan pacarnya.


"Iihh...yaudah aku pulang sendiri, tapi yang jadi masalahnya itu mereka ini...ngapain sih mereka itu deket-deket Kamu terus...gak tau malu banget, kaya cewek gak laku sampe ngejar-ngejar pacar orang..." ucap Desi menyindir kami.


"Apa Kamu bilang, sini mulut Kamu aku tampar sini...!!!" Siska yang memang rada jagoan pun terpancing emosinya dan menarik kerah baju Desi.


"Heh, udah udah...Istighfar Siska...Kalo orang begitu jangan dilawan..." ucapku, dan aku berusaha menahan Siska.


"Tuh kan sayang, mereka tampang aja cupu, tapi bar-bar lho sayang...jangan mau deket mereka..." ucap Desi lagi.


"Udah Desi, aku tau Kamu cemburu, tapi itu gak wajar...mereka ini bukan siapa-siapa aku, mereka cuma tiga orang adek kelas kita yang udah selamatkan nyawa aku waktu kecelakaan, wajar aku berbuat baik sama mereka, sebagai balas jasa..." ucap Bayu.


"Halaah, paling mereka sengaja pura-pura nolongin biar Kamu perhatian sama dia...atau kalo gak mau minta bayaran...hahaha..." ledek Desi.


"Maaf ya, kami bukan penyelamat, kami cuma berusaha membatu sesama manusia dengan ikhlas dan tanpa kami meminta balasan, kalo uang yang Anda bahas, mohon maaf, kami gak butuh uang Anda...Permisi, silahkan kalian selesaikan masalah kalian ini, ini bukan urusan aku, dan satu lagi...jangan pernah bilang kami mendekati pacar Anda, karena kami perempuan yang terhormat, kami senantiasa menjaga diri kami dari yang bukan mahrom kami, justru pacar Anda yang selalu datang dimana kami duduk, ingat, kami bukan seperti Anda, yang gampang dibawa, diajak jalan, bersentuhan, padahal itu semua DOSA BESAR...!!!" ujarku dengan penuh kekesalan tapi tetap berusaha tenang.


"Apa Kamu bilang, jadi Kamu fikir aku ini murahan...awas Kamu yaa...." ucap Desi dengan kesal, dan nampak dari wajah Desi serta Bayu, merasa tertampar dengan kata-kataku.


"Udah Des, jangan bikin malu ahh, biarin aja mereka pergi..." Bayu menahan Desi, dan kamipun berjalan meninggalkan mereka berdua.


Bersambung...

__ADS_1


Nantikan Episode berikutnya, dan jangan lupa Like, Komen, dan Vote nya ya Readers...😊😊😊


__ADS_2