"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Nita Kembali Sekolah


__ADS_3

Episode 12


"Nitaa.....!!!" aku berteriak bahagia ketika melihat Nita yang sudah bisa kembali ke Sekolah setelah 3 hari istirahat di rumah setelah pingsan Senin kemarin.


"Haaiii...Raisya, Siska..." jawab Nita melambaikan tangan.


"Gimana keadaanmu Nit? apa udah baikan?" tanyaku saat telah sampai didekat Nita.


"Alhamdulillah...berkat Do'a kalian..." jawab Nita.


"Kamu kenapa gak pernah bilang kalo Kamu Tifus sih Nita..." tanyaku.


"Apa Kamu gak anggap kami, sampe-sampe Kamu ada masalah dipendam sendiri." sambung Siska.


"Hmm...bukan begitu Sis, Sya...tapi...aku gak mau kalian cemas, aku gak apa-apa kok..." jawab Nita.


"Kamu pingsan pas upacara Kamu bilang gak apa-apa? Kamu pernah dirawat waktu liburan, Kamu juga bilang gak apa-apa? kami cemas setengah mati pas tau Kamu yang pingsan kemarin Nita..." ucap Siska.


"Maaf ya teman-teman...aku cuma gak mau kalian cemas...aku paham gimana kalian, kalo kalian tau aku sakit, kalian bakal perlakukan aku berlebihan, waktu SMP kita jatoh aja, kalian mencemaskan aku lebih dari diri kalian sendiri yang padahal kalian juga luka-luka...aku gak mau kalian malah sakit karena mencemaskan aku...aku sayang kalian...kalian sahabat terbaikku...maafin aku Sya, Sis..." Nita berkata sambil berlinangan air mata.


Kamipun memeluk Nita dengan deraian air mata, kami saling menyayangi seperti layaknya saudara, bahkan lebih.


"Hmmm...kami juga sayang sama Kamu Nit...udah...gak ada lagi kesedihan dan air mata...sekarang kita rayakan kesembuhan Nita, dan sebagai permintaan maaf kami, karena kemarin gak bisa jenguk kamu ke rumah...nanti jam istirahat kita makan-makan di kantin, aku yang traktir..." ucapku menyemangati kedua sahabatku.


"Boleeehhh...." jawab mereka kompak.


Kamipun segera ke kelas masing-masing karena Bel tanda masuk jam pelajaran pertama telah berbunyi, dan sesuai janji, kami berkumpul di kantin saat jam istirahat.


"Nita, Kamu sudah sehat?" tiba-tiba Wahyu mendekati kami.


"Alhamdulillah Yu..." jawab Nita singkat.


"Alhamdulillah...beruntung banget Kamu punya sahabat seperti Raisya dan Siska lho Nit, mereka yang maksa guru untuk langsung bawa Kamu ke Rumah Sakit, mereka yang sangat khawatirin Kamu Nit..." ucap Wahyu.


"Iya Yu, aku tau, aku sangat beruntung...makanya tanda Syukur aku kepada Allah, aku berjanji pada diriku, akan berusaha sekuat tenagaku untuk menjadi sahabat terbaik untuk mereka..." jawabku sambil merangkul aku dan Siska.


"Yaudah, kami makan dulu yaa..." sambung Siska.


"Eehh, iya...aku juga mau makan kok, mau pesen makanan dulu, oh ya gimana kalo kita bareng makannya, aku bayar sendiri kok...haha..." lanjut Wahyu.


Jujur aja aku masih risih kalo deket cowok, tapi gimana mau nolak, gak enak sama teman-teman, akhirnya akupun mengangguk.


"Oh iya, aku denger-denger yang kecelakaan sama aku itu siswa sini juga yaa..." tanya Wahyu memecah keheningan kami saat makan.


"Hmm...kayanya iya deh, tapi gak tau juga...ya kan teman-teman..." jawabku cepat, dan untungnya mereka paham maksudku.


"Hehe, iya kami juga gak tau..." sambung Siska.

__ADS_1


"Oohh...dikirain kenal...kasihan juga dia, gara-gara kecerobohan aku, dia yang jadi korban, mana sekarang kabarnya dia masih koma." ujar Wahyu.


"Haaa...koma...?" ucapku dalam hati, dan aku lihat kedua sahabatkupun terkejut.


"Parah banget berarti yaa...dimana rawatnya?" tanya Nita.


"Ya dia dipindahin ke Rumah Sakit besar di Jakarta, tapi gak tau juga sih..." jawab Wahyu.


"Astaghfirullah...kasian banget..." ucapku.


***


"Eh Raisya, kok Kak Bayu parah banget yaa..." ucap Nita


"Gak tau juga sih, tapi mungkin sama-sama kebut..." jawabku.


Kami sampai di parkiran sekolah dan ternyata Mang Odi sudah menunggu.


"Udah lama Mang?" tanyaku.


"Gak kok Non, sekitar 5 menitan lah..." jawab Mang Odi.


"Oohh...maaf ya Mang, kami jalannya sambil ngobrol sih...hehe..." ucapku dan kami segera naik mobil.


Setelah mengantar kedua temanku yang memang searah, akupun masuk rumah dan rebahan di kasurku...


"Siapa..." tanyaku.


"Ini Bibi Non..." jawab orang itu yang rupanya Bi Ayu.


"Masuk Bi..." sahutku.


"Lhoo, Non Raisya kenapa, kok sedih begitu sih...coba cerita ke Bibi...


"Gak apa-apa kok Bi, aku kecapekan aja..." jawabku.


"Jangan bohongin Bibi, Bibi itu tau banget sama Non dari Non Raisya masih Bayi, pasti Non lagi banyak masalah yaa...kalo Non butuh tempat cerita, ya Bibi siap..." ujar Bi Ayu.


"Iya Bi, aku cuma kasihan aja sama teman-temanku...Nita ternyata Tifus, ada 2 lagi temanku kecelakaan parah, yang satu patah tulang, yang satu koma." jawabku.


"Astaghfirullah...kasihan banget temannya Non yaa...tapi mungkin ada maksud lain yang direncanakan Allah untuk mereka Non...Non ini terlalu baik sama teman, kepedulian Non tinggi, dari dulu...Pacar Non Raisya pasti beruntung..." ujar Bi Ayu.


"Haaa....pacar....??? gak salah Bi...???" tanyaku heran.


"Laah, kok salah, emang salah ya kalo Bibi tanya begitu, soalnyakan Non Raisya udah gede, anak sepantaran Non Raisya lagi jamannya pacaran sekarang ini..." ujar Bibi Ayu.


"Waduuhh, gak deh Bi...Raisya gak mau pacaran...pertama dosa, kedua buang waktu, ketiga sia-sia..." jawabku.

__ADS_1


"Lhoo, kok sia-sia Non?" tanya Bibi Ayu.


"Iya lah, belom tentu jadi jodohkan...sama aja kita jagain jodoh orang...hahaha..." jawabku tertawa.


"Lah, iya ya Non...jagain jodoh orang...hahaha...ada-ada aja istilahnya Non..." ujar Bi Ayu.


"Yee, itumah udah istilah lama kali Bi..." jawabku.


"Ya maklum Non, Bibi kurang gaul...hehe...ya lagian baguslah kalo Non Raisya gak mau pacaran, gak bagus soalnya...mending Non Raisya gapai cita-cita Non, terus bahagiain orang tua..." lanjut Bi Ayu.


"Iya Bi aku juga berfikir begitu...oh iya Bi, aku laper nih, Bibi laper gak?" tanyaku.


"Bibi udah masak Non, silahkan makan dulu Non..." jawab Bi Ayu.


"Tapi aku lagi pengen makan mie rebus pake telor Bi...trus juga lagi males makan sendiri...gimana kalo kita masak mie bareng, terus nanti kita makan bareng Bi...?" pintaku.


"Duuhh, gimanya Non, kalo masak barengnya gak masalah, tapi makan bareng ini, Bibi belom laper Non..." jawab Bi Ayu.


"Hmm...Bibi ikut makan sama aku yaa...Please...." aku mencoba merayu Bibi Ayu.


"Oke deh Non, yang penting Non Raisya seneng, Bibi juga ikut seneng..." jawab Bibi Ayu.


Akupun masak dan makan bersama Bibi, sambil berbincang-bincang masalah apapun yang terlintas di fikiran kami ketika itu.


"Oh ya Bi, Mama sama Papa ngapain sih ke Jakarta?" tanyaku ketika kami sedang duduk karena kekenyangan.


"Wah gak tau juga ya Non, soalnya Tuan waktu itu telpon Nyonya, abis itu Nyonya langsung beres-beres dan titip pesan gitu aja." jawab Bi Ayu.


"Kok aneh ya, biasanya kalo ada acara, Mama pasti ajak aku, seenggaknya bilang langsung ke aku..." ucapku dalam hati.


"Lhoo...kok ngelamun Non..." tanya Bi Ayu yang dari tadi memperhatikanku.


"Eehh,....gak kok Bi, hmmmm......kalo baliknya kapan kira-kira Bi? Mama ada cerita gak?" tanyaku lagi.


"Kata Nyonya sih paling lama tiga hari Non...ya mungkin besok pulang kok Non..." jawab Bi Ayu.


"Hmmm....kangen......" ucapku pelan.


"Sabar ya Non, Tuan sama Nyonya cuma 3 hari kok." lanjut Bi Ayu.


"Hmmm...iya Bi, aku mau istirahat dulu ya Bi, makasih ya Bi udah mau temenin aku makan." ucapku bahagia.


"Iya Non, Bibi juga harus lanjutin kerjaan...permisi Non." Ujar Bi Ayu dan langsung meninggalkanku.


Bersambung...


Nantikan Episode berikutnya, dan jangan lupa Like, Komen, dan Vote nya ya Readers...😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2