
Episode 37
"Bangun-bangun...Sya...udah sampe...bangun Sayang..." terdengar suara Bang Bayu membangunkanku dan menggoyang-goyangkan tubuhku.
"Haa...eh, iya Bang...aku ketiduran...hehe..." jawabku.
"Pulas sekali tidurnya...yaudah jangan tidur lagi, bentar lagi pesawat mendarat, itu sabuk udah abang pakein, barusan aja pengumumannya..." ujar Bang Bayu.
"Iya Bang, makasih ya Sayang..." jawabku dan aku mengelus pipi Bang Bayu, aku semakin nyaman berada di sampingnya, ingin rasanya aku selalu bersamanya.
Tidak lama setelah itu, kamipun sampai di Bandara Internasional Istanbul Turki, setelah turun kami segera menuju Mushola Bandara untuk Sholat Subuh, perjalanan kami dari Indonesia ke Turki hampir 24jam, dan setelah sholat kamipun sarapan.
"Wah, baru ini aku bingung memilih makanan...hehe..."ujarku malu.
"Jangan minta nasi uduk ya Dek, gak ada disini...hahaha..." sahut Bang Richi bercanda.
"Nasi liwet sih rencananya Bang...kalo gak nasi rendang...hahaha..." jawabku balik becanda.
Kamipun makan pilav, masakan khas Turki, setelah itu kami memesan Taksi Online dan langsung menuju Hotel yang sudah kami pesan saat di Indonesia.
"Bang, berarti disini bahasa inggris juga dipake orang yaa..." ucapku pada Bang Bayu, mendengar Bang Richi berbincang-bincang dengan supir taksi yang mengantarkan kami.
"Ya iya lah, kan bahasa internasional..." jawab Bang Bayu.
"Kalo supir taksi disini, gak seperti kita di Indonesia Sya, kalo kita kan modal SIM aja beres...kalo disini, mesti bisa bahasa inggris, dan itu dites sama perusahaan taksinya..." sambung Kak Rahmi.
"Oohh begitu...abisnya aku baru kali ini sih keluar negeri, ya seenggaknya pernah sih ke Malaysia beberapa kali, tapi bahasanya saja aja sama kita...hehe..." jawabku.
"Eh kayanya itu deh Hotelnya...wah lebih megah dari yang di foto..." tiba-tiba Kak Rahmi menunjuk keluar, dan benar saja, taksi kami masuk ke Hotel tersebut.
"Oke Sir, Thanks so much..." ucap Bang Richi kepada supir taksi.
Kamipun langsung menuju Lobby Hotel...setelah itu kami langsung menuju Kamar Hotel kami, yang letaknya di lantai paling atas...Kamar kami bersebelahan, dan diluar jendela nampak indah pemandangan laut Kota Istanbul...
"Subhanallah...indahnya pemandangannya Bang..." ujarku.
"Iya Sayang...indah sekali...tapi masih kalah indahnya..." jawab Bang Bayu.
"Kalah sama daerah mana Bang?" tanyaku penasaran.
"Kalah indah sama paras wajahmu Sayang..." jawab Bang Bayu.
"Iihh...Abang ini..." aku tersipu malu, wajahku memerah.
"Hmmm...jadi makin gemes deehh..." ujar Bang Bayu mencubit pipiku.
"Aaahhh....sakit Sayang..." sambungku.
"Maaf ya Sayang...hehehe...bentar...ada apa ini..." Bang Bayu memegang keningku dan mendekatkan wajahnya seolah melihat sesuatu.
"Apaan Bang..." tanyaku penasaran.
"Muach..." Bang Bayu justru malah menciumku.
"Hmmm...Sayang..." lagi-lagi wajahku memerah.
__ADS_1
Bang Bayupun memeluk erat tubuhku, aku merasakan kehangatan tubuhnya, aku menikmati pelukannya...
"Yaa Allah, betapa bahagianya hatiku saat ini..." ujarku dalam hati.
"Sayang...apa Kamu siap?" bisik Bang Bayu.
"Siap apa Bang?" tanyaku balik.
"Siap untuk menjadi istri sholeha..." jawab Bang Bayu berbisik lagi.
"InsyaAllah Bang..." jawabku.
Bang Bayupun kembali mengecup keningku, diangkatnya tubuhku yang memang mungil jika dibandingkan badan Bang Bayu, digendongnya aku masuk kedalam kamar, dan direbahkannya aku di atas kasur.
"Bang, tunggu..." ujarku.
"Kenapa Sayang?" tanya Bang Bayu.
"Aku takut..." jawabku.
"Takut apa?" tanyanya lagi.
"Takut sakit..." jawabku jujur.
"Gak kok, cuma sakit sedikit, dan hanya sebentar sakitnya..." ujar Bang Bayu.
Bang Bayupun membuka jilbabku, dan kembali Bang Bayu mengecup keningku, bahkan ke leherku, dan terus kebagian tubuhku, perlahan dibukanya pakaianku, aku hanya bisa pasrah, jujur saja, aku menikmatinya, ini hal yang sangat fantastis dalam hidupku, aku menikmati setiap permainan Bang Bayu, sampai waktunya tiba, Bang Bayupun melepas semua pakaianku, dan diapun melepas pakaiannya.
"Ya Allah...kuatkan aku..." ujarku dalam hati.
Aku sangat menikmatinya, Bang Bayu sangat paham dengan kekhawatiranku, dia bermain dengan sangat lembut, sampai akupun tidak merasakan sakit meskipun telah terjadi robekan didalam daerah pribadiku.
"Dek bangun Sayang...sudah jam 4 nih, ayo tahajjud Sayang..." terdengar Bang Bayu membangunkanku.
"Maaf Bang, aku ketiduran, soalnya aku capek banget, lemes Bang...maaf ya Bang..." jawabku terbangun sambil mengusap mataku.
"Gak apa-apa Sayang...justru abang sangat puas...makasih ya Sayang..." ujar Bang Bayu yang langsung mengecup keningku.
"Yaudah mandi yuk..." ajak Bang Bayu.
Kamipun mandi bersama, baru kali ini aku mandi bersama, jangankan dengan lelaki, dengan perempuanpun tidak pernah...dan setelahnya kamipun tahajjud berjamaah, tadarus berdua, sampai waktu subuh, Bang Bayupun Sholat ke Masjid Hotel.
"Assalamu'alaikum...Sayang..." terdengar suara Bang Bayu dari luar kamar kami yang sengaja aku kunci saat Bang Bayu ke Masjid.
"Wa'alaikumussalam...bentar Bang..." aku segera melepas mukenahku dan mengganti dengan jilbab, kemudian membuka pintu tanpa aku keluar, karena aku tidak bercadar.
"Kata resepsionis tadi sarapan bisa diambil sendiri di bawah, yuk, Bang Richi udah juga lagi siap-siap itu..." ajak Bang Bayu.
"Oke Bang, bentar aku pakai niqob dulu..." jawabku.
"Bang Richi udah belom..." tanya Bang Bayu mengetuk kamar Bang Richi.
"Bentar, lanjut aja jalan duluan pelan-pelan..." jawab Bang Richi dari dalam.
Kamipun berjalan ke bawah, dan baru saja kami mau masuk lift, kami dipanggil Bang Richi.
__ADS_1
"Dek bentar...bareng dong..." panggil Bang Richi.
Betapa kagetnya aku ketika melihat Bang Richi menggandeng seorang wanita berniqob.
"Haaa...siapa itu Bang? Kak Rahmi kan?" tanyaku.
"Hehe...siapa lagi coba..." jawab Bang Richi.
"Cocok gak Dek?" tanya Kak Rahmi.
"Cocok banget, cantiiiiiiik banget..." jawabku.
"Alhamdulillah...akukan pernah bilang dulu di Rumah Sakit, Kakak akan berusaha belajar lebih baik, dan akan belajar dengan Kamu Dek..." ucap Kak Rahmi.
Betapa bahagianya aku, langsung aku peluk Kak Rahmi.
"Yaa Allah...cantiknya Kakak Iparku, bersyukur deh Bang...dapet Bidadari dari Syurga begini..." ujarku.
"Iya dong, istri siapa dulu...ehm ehm...hehe..." sahut Bang Richi.
Kamipun lanjut ke Cafe Hotel untuk sarapan.
"MasyaAllah...indahnya Cafe disini, Syar'i, gak kaya di negara kita, yang masyaAllah, ada jual minuman alkohol juga, pake orgen dangdutan juga..." ujarku.
"Disini Syariat Islam dijaga Dek...kalo kita meskipun islam mayoritas, tapi kurang memegang teguh hukum dalam islam..." balas Bang Richi.
"Yaudah ayo dimakan, jangan dilihat-lihat saja..." ajak Kak Rahmi.
Setelah kami makan, kami berkeliling Kota Istanbul, sampai sore, dan kami kembali ke Hotel kami.
"MasyaAllah...capek banget ya Bang..." ucapku ketika sudah sampai kamar lagi.
"Iya Dek, capek banget...tapi seru kan..." jawab Bang Bayu.
"Iya seru banget..." ujarku lagi.
"Yaudah bersih-bersih yuk...udah mau Maghrib nih..." ajak Bang Bayu.
Lagi-lagi kami mandi berdua...setelah mandi, kami Sholat berjamaah di Masjid Hotel, dan makan malam setelah Isya...
"Udah mau tidur ya Sayang?" tanya Bang Bayu.
"Belom Bang, lagi nulis bentar..." jawabku yang sedang menulis pengalamanku di buku catatan pribadiku.
"Oohh...yaudah, lanjut deh..." ujar Bang Bayu.
Aku merasakan hal yang tidak baik dengan jawaban lanjut dari Bang Bayu, aku langsung menutup bukuku, dan menjumpai Bang Bayu yang sudah rebahan di atas kasur.
"Emang kenapa Sayang..." ujarku merayu Bang Bayu.
"Gak apa-apa kok...cuma..." Bang Bayu menghentikan ucapannya dan langsung menarikku dan mencium bibirku.
Akupun paham apa yang diinginkan suamiku, inilah ibadahku sebagai seorang istri.
Bersambung...
__ADS_1
Nantikan Episode berikutnya yang tidak kalah menarik...
Jangan lupa dukung Karya kami dengan berikan Like, Komen, dan Vote nya ya Readers...😉🌹🌹🌹