"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Mama Pulang


__ADS_3

Episode 6


Tok tok tok...


"Assalamu'alaikum..." terdengar suara Papa dari luar kamar.


"Wa'alaikumussalam...iya Pa, masuk saja..." jawabku cepat.


"Alhamdulillah Papa bisa cepat meninggalkan kantor, gimana kata Dokter, kita sudah boleh pulang ?" tanya Papa.


"InsyaAllah Bang, tapi tunggu dulu, jangan buru-buru dong, selesaikan dulu Administrasinya, dan akukan perlu diperiksa dulu satu kali lagi." jawab Mama sambil tersenyum melihat tingkah Papa yang mau segera pulang.


Papapun segera ke Ruang Administrasi untuk menyelesaikan pembayaran biaya pengobatan dan rawat inap Mama, sedangkan kami tetap disini membereskan barang-barang kami dan memasukan kedalam koper.


***


POV Rizki (Papa Raisya)


"Rizki...tunggu..." terdengar suara yang tidak asing bagiku.


"Eh ya Niko, kenapa Ko ?" tanyaku kepada orang yang memanggilku dan ternyata itu Dokter Niko, sahabatku.


"Gimana kondisi istrimu, kalian sudah boleh pulang hari ini ?" tanya Niko.


"Alhamdulillah, tapi belum jadi diperiksa akhir...eh Kamu sibuk gak malam ini, main ke rumahku ya, ajak istrimu juga, kita makan malam di rumahku, gimana ?" ujarku mengundang Niko.


"Boleh, lagian ada yang mau aku bahas juga sama kamu, penting..." Niko terima undanganku.


"Bahas apaan, kalo masalah kedokteran aku gak paham, tapi kalo herbal, sini aku jelasin...hahaha..." jawabku bercanda.


"Bukan itu, tapi...ya nantilah, kalo sekarang dibahas, apa yang mau kita obrolin nanti malam...ya kan...haha..." jawab Niko membalas candaku.


"Haha...iya iya...yaudah aku ke kamar dulu ya, kasian Raisya beres-beres, ya ada temennya sih, tapi masa mau angkat koper..." aku hendak kembali ke kamar.


"Yaudah, kita bareng aja, sekalian aku anter ke parkiran, numpung lagi gak ada pasien." ujar Niko, dan kamipun berjalan menuju kamar.


***


POV Raisya


Tok tok tok...


"Assalamu'alaikum, Raisya...Papa sama Om Niko nih, udah selesai belum beres-beresnya..." teriak Papa memanggilku, sengaja agar aku segera menggunakan jilbab.


"Wa'alaikumussalam...udah Pa, tinggal masukin mobil aja, terus ya tunggu Buk Dokter Cantik...eehh...Dokter Rahmi maksudku...hehe..." jawabku sambil membuka pintu.


"Dokter Rahmi tadi lagi siapin berkasnya, mungkin sebentar lagi kesini..." Om Niko menjelaskan.


"Assalamu'alaikum..." benar saja, Dokter Rahmi tiba.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam..." jawab kami serentak.


"Masuk Rahmi..." sambut Om Niko.


"Iya, eh ada Pak Niko disini..." jawab Dokter Rahmi melihat Om Niko.


"Iya Mi, kami sahabat dari kecil, kenalkan namanya Rizki, suami dari pasien." ucap Om Niko menjelaskan.


"Dia Papaku Kak Rahmi...hehe..." sahutku cepat.


"Oohh, Papanya Raisya, salam kenal Pak..." sapa Dokter Rahmi dengan ramah sambil merapatkan kedua tangannya di depan dada.


"Iya, saya Papanya Raisya, Jihan ini istri saya..." jelas Papa... "Raisya, kok panggil Kakak ke Dokter Rahmi Nak, Buk Dokter kek gitu." Papa heran.


"Iya Pa, tapi Kak Rahmi yang minta, biar akrab...iyakan Kak..." jawabku sambil melirik Dokter Rahmi, dan beliau tersenyum dan mengangguk.


"Dokter Rahmi gak mau dipanggil Ibuk, maklum siihh, Dokter Rahmi masih muda Ki, hehe... Kalo gak salah sepantaran anakmu si Richi deh." lanjut Om Niko.


"Haa, 27 tahun...? sudah jadi Dokter Spesialis... ? Cerdas sekali...9 tahun selesai..." Papa terkejut.


"Alhamdulillah Pak...Allah bantu semua urusan perkuliahan saya sampai Wisuda Dokter Spesialis, dan langsung di terima di Rumah Sakit ini, ya baru sekitar 4 bulan ini." jawab Dokter Rahmi.


"Ya tapi gak karena itu juga lah Pak Niko, ya emang mau akrab aja sama Raisya, anak yang baik, cerdas dan taat, selalu tutup aurat, saya lihat banget waktu kami mau masuk kamar Raisya buru-buru pakai jilbabnya, saya yakin karena dia khawatir jika yang masuk adalah laki-laki, disitu saya salutnya...siapa tau bisa jadi motivator buat saya, agar bisa makin taat kepada Allah, hehe." ujar Dokter Rahmi sambil melihat aku, sedangkan aku hanya menunduk malu, karena terlalu banyak pujian dari Dokter Rahmi.


Dokter Rahmi segera memeriksa kondisi Mama, dan Alhamdulillah Mama justru semakin baikan, dan kamipun dipersilahkan pulang, begitu juga kedua sahabatku yang langsung berpamitan untuk pulang.


***


"Wa'alaikumussalam...iya Non...sebentar..." terdengar suara Bi Ayu menjawab dari dalam.


"Waaahh...Alhamdulillah...Nyonya sudah boleh pulang...maaf Nyonya, Tuan, Non, tadi Bibi di dapur, Mang Odi lagi di kebun belakang, makanya pintu Bibi kunci..." jawab Bibi Ayu.


"Gak apa-apa Bi, makasih ya udah jaga rumah dengan sangat baik...lagian juga saya salah Bi, bel rumah belum juga diganti, nanti deh saya beli baru lagi" jawab Papa.


"Mari Nyonya saya bantu..." Bibi Ayu menuntun Mama ke kamar.


***


Setelah bersih-bersih badan akupun rebahan di kasurku yang dari kemarin tidak aku jumpai, sambil rebahan akupun buka laptopku dan memulai kebiasaanku, membaca komik online.


Centing centing...bunyi pesan Whatsapp di HPku.


"Waahh....Alhamdulillah...aku diterima...ada Siska dan Nita juga...Alhamdulillah...Waahh, teman SMPku banyak juga yang masuk sana...Nindy, Wahyu, Della, Rahma, Joni, Dedet, waahh, inimah rasa masih SMP, kawan lama juga ketemunya...haha..." aku tertawa sendiri membaca pesan Pengumuman Calon Siswa yang Lulus Pendaftaran dan Informasi Jadwal Daftar Ulang dari SMA tempat aku mendaftar. Segera aku telpon dua sahabatku.


"Assalamu'alaikum, Siska, Nita...udah pada buka WA belom...Alhamdulillah kita lulus...nanti kita daftar ulangnya barengan yaa..." ucapku dengan menggunakan Videocall sambung 3 dengan kedua sahabatku.


"Wa'alaikumussalam...Alhamdulillah...oke deh...tapi jemput yaa...hahaha...." jawab Nita.


"Aku juga dong Sya, sekalian lewat...haha...oh ya, Mamamu gimana Sya ?" sambung Siska.

__ADS_1


"Alhamdulillah udah jauh lebih baik kok, mungkin masih istirahat sekarang..." jawabku.


"Besok deh aku kesana sama Mama Papa..." lanjut Nita.


"Jam berapa...? Aku juga aahh, coba aku ajak Mama Papaku dulu..." ucap Siska.


"Ditunggu yaa...Bye..." jawabku, dan kami mengakhiri Videocall kami.


***


Keesokan Harinya...


Ting tong...bel rumahku yang baru digantipun berbunyi, dan Bi Ayu langsung berlari membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum...Bi Ayu, kami kesini lagi...ketemu lagi deehh...hehehe..." sapa Nita.


"Wa'alaikumussalam...Eh iya Non Nita, Non Siska, sama orang tua nya juga...waahh....mari masuk Pak Buk..." Bi Ayu mempersilahkan masuk.


"Tunggu sebentar ya Pak, Buk, Non, Bibi panggil Non Raisya dulu..." Bi Ayu segera kekamarku dan memanggilku, akupun segera menemui mereka.


"Eeehh, Om Tante, semua nya...udah lama sampe.?" sambutku.


"Gak kok Sya, kami baru sampe, mana Mamamu Sya ?" tanya Tante Tari Mamanya Nita.


"Ada di kamar kok Tante, aku panggilin ya..." jawabku.


"Bibi aja Non, sambil Bibi bikin minum..." sahut Bi Ayu, dan aku mengangguk mengiyakan.


"Papamu mana Sya? ada di rumahkan?" tanya Om Fredi Papanya Siska


"Ada Om, tadi abis Sholat Subuh Papa ketiduran di Ruang Sholat sana, lagian semalam ngobrol lama banget sama Om Niko, gak tau tuh bahas apaan, aku gak boleh ikutan...bikin penasaran aja..." jawabku dengan sedikit merungut.


"Oohh, namanya urusan orang tua, ya anak gak boleh ikut lah, nanti kalo jadi orang tua juga Kamu bakalan paham Sya..." lanjut Om Fredi.


Tidak lama setelah itu Mamaku datang dengan dipapah oleh Bibi Ayu, dan Bibi Ayu segera menyipakan minuman dan cemilan, kamipun berbincang-bincang sambil sekali-sekali bercanda dan tertawa.


"Ehm ehm...asyik bener ngobrolnya sampe ketawa gitu, sampe aku gak diajak..." terdengar suara Papa yang berjalan dari arah Ruangan Sholat rumah kami.


"Naahh bangun juga Bang Rizki, kata Raisya Abang kecapekan, makanya gak dibangunin." sambut Om Fredi.


"Iya nih, biasalah, banyak kerjaan." jawab Papa.


"Kerjaan kok sama Om Niko, kan beda jurusan, lagian kalo Papa kerja di rumah, akukan selalu temenin, ini malah gak boleh ikutan...hmmm..." aku menyambung dengan muka cemberut.


"Iihh....anak gadis Papa ini, Kamu belom boleh tau dulu urusan yang satu ini...nanti Kamu bakal tau sendiri kok..." jawab Papa merayuku dan mengelus kepalaku.


Akupun mengajak kedua sahabatku main ke taman belakang, sedangkan orang tua kami masing-masing kami biarkan berbincang ria di dalam rumah.


Bersambung...

__ADS_1


Nantikan episode selanjutnya, dan jangan lupa dukung Novel ini dengan Like, Komentar, dan Vote nya yaa Readers...🌹🌹🌹


__ADS_2