"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Awal Sekolah


__ADS_3

Episode 9


Tuuuut.....tuuuuuut.......tuuuuuuuut....


"Assalamu'alaikum...lama bener angkat telpon aja Neng..." aku menelpon Siska.


"Wa'alaikumussalam Raisya...tadi abis dari WC lhoo...sabar Neng...haha..." jawab Siska.


"Iihh, pantesan bau...Hahaha..." jawabku bercanda.


"Apaan siihh Sya...peka banget berarti hidung Kamu, perlu di service pake tonjok aku tuh...hahaha..." ujar Siska.


"Aduuhh atuutt...Haha...Eh serius nih, besok mau bareng gak berangkatnya?" tanyaku.


"Hmmm...gimana yaa...aku sih mau aja, tapi tadi kata Mamaku, Mama mau anterin aku, secara besok hari pertama...jadi yaa gitu deh..." jawab Siska.


"Oohh yaudah, namanya juga orang tua, Mamaku juga besok itu mau ikut anter ke sekolah katanya, makanya aku tanya Kamu...soalnya Papa sama Mang Odi besok tukeran mobil, mobil Papa mau dibawa Mang Odi ke bengkel, Kamu tau sendiri mobil Papaku kecil...tapi kalo Kamu ikut, gak jadi tukeran mobil, gitu maksudnya Sis..." jelasku.


"Hmmm...ya Sya, aku dianter Papa Mama dulu deh, besok-besok aja bareng Kamunya...gak apa-apa yaa...jangan ditolak nanti kalo aku minta bareng...hehe..." lanjut Siska.


"Ya, gak boleh ikut...hahaha...ya boleh dong Siska..." jawabku becanda...


"Eh iya, Nita gimana katanya yaa, kita sambung tiga yaa..." lanjutku dan langsung menelpon Nita.


"Iya Sya, ada apa..." suara Nita bertanya.


"Salam dulu kek Neng...main tanya aja...emang perlu ada alesan ya kalo mau telpon sahabat...hahaha..." jawabku.


"Eehh iya...hehe...Assalamu'alaikum Raisya..." ujar Nita.


"Buat Raisya aja, aku gimana...?" sambung Siska.


"Eh sambung sama Siska juga toh, gak ngeh aku...haha...yaudah sekalian juga itu tadi...


"Wa'alaikumussalam...." jawabku dan Siksa hampir serentak.


"Nita, besok Kamu kesekolah sama siapa?" tanya Siska.


"Mama mau nganterin katanya, hari pertama soalnya...hehehe...jangan dibilang anak mami yaa...haha..." jawab Nita.


"Yaudah sih, kalo dibilang anak mami juga, kita bertiga sama berarti, sama-sama anak mami, karena aku sama Siska juga bakal dianter Mama Papa...hahaha..." jawabku.


"Iya Nit, Mamaku ngebet mau anterin aku pokoknya...hehe..." sambung Siska, dan kamipun tertawa bersama, dan berbincang-bincang membayangkan bagaimana kira-kira rasanya jadi anak SMA.

__ADS_1


***


Teeet...teeet...teeet...bel pun berbunyi tanda masuknya waktu PBM sekolah yang dimulai dengan Upacara Bendera khusus setiap Senin. Kami segera berbaris dengan rapi dan mengikuti Upacara Bendera dengan baik sampai selesai.


Selesai Upacara Bendera, semua siswa siswi memasuki kelasnya masing-masing, kecuali kami siswa siswi kelas X, karena kami mesti melalui tahap awal beradaptasi dengan lingkungan baru, yang disebut MPLS, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, yang mana merupakan pengganti kegiatan MOS...


Kami dikumpulkan di Lapangan Bola Kaki Sekolah, berbaris dengan rapi, diberi sambutan oleh Kepala Sekolah, dan pengarahan bagaimana selama MPLS oleh Ketua OSIS SMA kami.


"Yaahh, kita gak pake MOS lagi sekarang..." ucap Siska saat kami istirahat.


"Iya nih, kita kenal karena satu regu pas MOS SMP, eehh SMA kita gak pake MOS..." sambung Nita.


"Yaudah, ada sisi positifnyakan, kalo MOS biasanya kan banyak terjadi bully, pelecehan, dll..." jawabku.


"Iya sih, tapi kalo MOS-kan ada lomba-lomba kaya SMP dulu, kalo MPLS-kan gak ada..." lanjut Siska.


"Yaah, gak seru..." ucap Nita.


"Yaudah kita jalani aja..." jawabku.


"Iya dong, masa gak dijalani, libur gitu...hahaha..." lanjut Siska.


"Aku malah gak sabar nunggu hari Jum'at..." ucap Nita.


"Emang Kamu mau Jum'atan Nit?" tanya Siska dengan polosnya.


"Oh iya...hahaha..." lanjut Siska santai.


"Kalo aku malah gak sabar mau......" ucapku.


"Mau apa Sya...?" tanya Siska serius.


"Mau ke WC...tunggu bentar yaa...Hahaha..." lanjutku tertawa sambil berlari kecil meninggalkan mereka.


"Kami tunggu di kantin ya Sya...!!!" ucap Nita sedikit berteriak dan aku memberi isyarat setuju.


***


Kamis Siang.


"Anak-anak semua, seperti yang telah diumumkan di hari pertama kalian MPLS kemarin, besok kita akan kemping selama 3 hari, Jum'at Sabtu dan Minggu...Maka kalian akan dibentuk regu-regu, kami sudah menghitung jumlah kalian, baik laki-laki dan perempuan, maka setiap regu berisi 7 orang, dan agar kalian bisa kompak, maka kalian dipersilahkan memilih sendiri teman satu regu kalian, dan silahkan berkumpul dengan teman regunya, tulis nama anggota regu, dan pilih ketua regu, setelah itu kalin berembuk membagi tugas untuk membawa alat-alat yang dibutuhkan seperti alat masak dan alat cuci dan lain-lain yang dirasa perlu, kalau untuk tenda, dan perlengkapannya, sudah disediakan sekolah...Bapak kasih waktu 30 menit untuk menyelesaikannya, dan harap bergerak tanpa membuat kehebohan, karena kakak kelas kalian masih belajar...dimulai dari...Sekarang...!!!" ujar Kepala Sekolah kami menjelaskan persiapan kemping besok.


Kami bertiga langsung berfikir, siapa 4 orang lagi yang mau gabung sama kami, akhirnya kami melihat teman SMP kami ada 2 orang yang sedang bingung juga mencari teman.

__ADS_1


"Nindy, Rahma...sini..." akupun memanggil mereka.


"Eehh Raisya, kami baru berdua nih, kami gabung yaa..." Nindy menyahut.


"Iya Ndy, justru karena itu aku panggil Kamu... berarti 2 orang lagi nih..." jawabku.


"Hai teman, kami belum dapet regu nih, regu kalian sudah cukup belum?" dua orang siswi mendekati kami.


"Waahh, Alhamdulillah...boleh-boleh...berarti kita pas 7 orang..." jawabku.


"Alhamdulillah...oh ya kenalkan namaku Indah, dan ini temanku Ranti..." ujar siswi itu yang ternyata bernama Indah.


"Ya...salam kenal, aku Raisya, ini Siska, Nita, Nindy, dan Rahma..." sambutku sambil mengenalkan teman yang lain dan kamipun saling bersalaman.


"Oke, kalo gitu siapa diantara kita yang siap jadi Ketua Regu?" tanyaku.


"Jujur aja Sya, kalo kami berdua gak deh, lagian kan kami gabung sama kalian, kami ngikut aja yaa...hehe..." jawab Ranti temannya Indah yang juga jadi teman kami juga sekarang.


"Gak ada Sya..." sambung Nita.


"Laahh gimana ceritanya gak ada ketua coba..." jawabku.


"Maksudnya gak ada yang lain Sya, udah bulet deh Votingnya, ya ke Kamu Raisya...gimana teman-teman, setuju gak?" sambung Siska.


"Setuju...!!!" jawab mereka serentak.


"Eeehhh...gak bisa begitu dong, ini bukan Pemilu atau Pilkada...masa pake Voting sih..." aku mencoba menghindar karena memang aku gak berniat untuk jadi ketua regu.


"Bukan Pilkada sih, tapi Pilkere...pilih ketua regu...hahaha..." ujar Siska.


"Hahaha...Bisa aja Siska...Yudah Sya, kami setuju semua kok..." sambung Rahma.


"Astaghfirullah...aku dapet tanggung jawab berat lagi...pokoknya kita kerja sama yaa...aku gak sanggup tanggung beban sendiri lhoo..." ujarku.


"Tenang aja Sya...ibarat kata pepatah, berat sama dipikul, ringan Kamu jinjing sendiri...hahaha..." jawab Siska bercanda.


"Dasar Kamu Siska...yaudah, sekarang kita tulis nama-nama kita, terus kita serahin, dan abis itu kita kumpul lagi ya, buat bagi tugas bawa alat yaa..." ucapku.


"Siap Ketua..." jawab mereka.


"Iihh apaan siihh...." jawabku risih dipanggil begitu, dan kamipun tertawa semua.


Selesai kami berembuk berbagi tugas, kamipun duduk-duduk di taman sambil berkenalan lebih dekat dengan kedua teman baru kami.

__ADS_1


Bersambung...


Nantikan Episode berikutnya, dan jangan lupa dukung Novel ini ya, dengan Like, Komentar, dan Vote nya ya Readers...🌹🌹🌹


__ADS_2