"Kebetulan Apa Takdir...?"

"Kebetulan Apa Takdir...?"
Akhirnya Jujur Juga


__ADS_3

Episode 35


Aku beranikan diriku untuk melangkah kedalam kamar kami, setiba di dalam, aku teringat sesuatu.


"Bang...maaf, aku lupa, aku belum sholat sunnah yang rutin aku amalkan setiap mau tidur, izinkan aku ibadah sebentar ya Bang..." ucapku mencoba cari alasan.


"Boleh, tapi jangan lama-lama ya..." jawab Bang Bayu.


"Kenapa emangnya Bang?" tanyaku.


"Masa gak paham sih, kita kan udah suami istri..." jawab Bang Bayu.


"Terus...???" aku pura-pura gak ngerti, padahal aku mau melihat apa niat Bang Bayu sebenarnya.


"Hmmm...yaudah aku ikut deh...aku juga mau sholat dulu..." jawab Bang Bayu mengalihkan pertanyaanku.


Aku segera keluar kamar berpura-pura hendak sholat di ruang sholat rumah, sedangkan Bang Bayu tetap di kamar, Bang Bayupun sholat sunnah, setelah selesai 4 rakaat, beliau lanjut dengan tadarus Al-Qur'an, sampai akhirnya Bang Bayu mengantuk.


"Dek, Abang udah ngantuk nih...tidur yuk..." ajak Bang Bayu memanggilku di luar.


"Yaudah, ayo Bang..." jawabku.


Akupun pura-pura tidur, langsung mengambil selimut dan membaringkan badanku di atas kasur. Jujur saja, aku sangat takut malam itu, yang pertama karena aku belum pernah berdua dengan lelaki di dalam kamar, yang kedua karena aku belum siap untuk melayani suami, yang ketiga karena aku khawatir suamiku marah karena aku sedang halangan di malam pertama kami.


"Kamu udah tidur Dek?" tanya Bang Bayu suamiku.


Aku tidak menjawab, dan tetap berpura-pura tidur.


"Kamu tau gak, bagaimana salah satu kriteria istri sholeha? dan apa tugas-tugasnya?" tanya Bang Bayu lagi.


Akupun masih tidak menjawab dan tetap memejamkan mataku berpura-pura tidur.

__ADS_1


"Kamu tau gak, kalo surga istri itu terletak dalam ridhonya suami?" tanya Bang Bayu lagi.


Kali ini aku gak sanggup mendiamkan, aku takut Allah murka, aku takut suamiku tidak ridho dan Allahpun tidak ridho kepadaku, dengan berat hati dan dengan gugup aku mencoba menjelaskan kepada suamiku, dan keringat mulai mengalir di keningku.


"Mmm...maaf Bang, aku ta...tau hal itu semua...ta...tapi Bang...ak....aku...mmmm...be...belum bisa Bang....ma...maaf Bang..." jawabku dengan penuh cemas jika nanti suamiku marah.


"Kenapa emangnya Dek?" tanya Bang Bayu lagi.


"Mmm...gimana yaa...aku gak mau Abang berdosa, dan aku gak mau aku dilaknat Allah..." jawabku lagi.


"Kok gitu Dek? emangnya nikah kita gak sah ya?" tanya Bang Bayu lagi.


"Bukan gak sah Bang...tapi Abang tau gak hal-hal yang dilarang oleh pasangan suami istri?" ucapku berbalik tanya.


"Banyak kalo yang dilarang mah..." jawab Bang Bayu.


"Maksudnya urusan diranjang Bang..." ujarku.


"Haa...kok bisa tau Bang? tau dari siapa?" tanyaku penasaran.


"Dokter Rahmi yang bilang tadi, beliau kasih tau abang, agar abang gak memintanya kepadamu, karena kalo abang minta, Kamu gak mau memenuhi permintaan abang, Allah dan Malaikat melaknat Kamu, dan kalo Kamu terima, kita berdua berdosa..." jawab Bang Bayu.


"Loh, kalo Abang tau kenapa Abang tanya ke aku seolah-olah Abang ingin melakukannya?" tanyaku lagi.


"Abang sengaja, biar Kamu cerita jujur ke abang, kalo gak gitu, Kamu pasti bakal tetap diam, pura-pura tidur, makanya tadi abang sengaja ajak Kamu keluar, jalan-jalan habisin waktu, biar sampe rumah kita tinggal istirahat aja..." jawab Bang Bayu.


"Astaghfirullah al-'azhim...ampuni Hamba Yaa Allah...maafin aku ya Bang...aku salah karena gak cerita jujur ke Abang, aku salah karena belum bisa melaksanakan kewajibanku sebagai istri di malam pertama kita...maafin aku Bang, jangan sampe Kamu gak ridhoi aku di hari pertama kita...aku gak mau jadi istri durhaka Bang..." ujarku, dan tanpa terasa air mataku jatuh membasahi pipiku.


"Sayang, Kamu gak salah...Kamu pasti juga gak akan mau hal ini terjadi, segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah...Allah yang kehendaki Kamu haid di hari pertama kita, dan pasti ada maksud baik Allah dibalik ini...mungkin Allah mau melihat kesungguhan abang menikahimu, bukan karena keterpaksaan atas perjodohan kita, bukan karena nafsu syahwat, tetapi karena ketulusan cinta yang didasari dengan keimanan kepada Allah tabaraka wata'ala...Abang ikhlas Dek, abang ridho dengan keadaan ini...abang bukan lelaki bejat yang hanya mau menyalurkan nafsu syahwat...tetapi abang memerima ini karena ingin mencari keridhoan Allah ta'ala..." jawab Bang Bayu.


"Alhamdulillah Yaa Allah...terima kasih ya Bang atas pengertian dan ridhonya Bang...aku takut Allah dan Malaikat melaknatku karena hal ini...sekali lagi makasih ya Bang..." ujarku.

__ADS_1


"Iya Sayang, sama-sama...tapi abang mau minta satu hal sama Kamu..." lanjut Bang Bayu.


"Apa itu Bang? selagi itu tidak melanggar perintah Allah dan demi mendapat ridho Abang dan ridho Allah, insyaAllah aku lakukan." jawabku.


"Abang mau mendengar dari mulut Kamu langsung, bagaimana perasaanmu ke abang, dan bagaimana pendapatmu dengan pernikahan kita." ujar Bang Bayu.


"Hmmm...gimana yaa...hehe..." aku ragu dan malu untuk mengungkapkannya.


"Yaudah, kalo gak mau jujur, ya abang gak jadi deh ridhoin Kamu." ujar Bang Bayu mengancam.


"Iihh kok Abang jahat sih....emang Abang mau kalo istrinya masuk neraka?" jawabku.


"Ya gak lah, makanya jujur...hehe..." ujar Bang Bayu lagi merayuku.


"Oke...jujur aja...aku emang juga punya perasaan yang sama dengan Abang dari waktu kita SMA, tapi aku takut kalo syetan malah menjerumuskan kita ke hal-hal yang haram, makanya aku gak mau mengungkapkannya..." jawabku.


"Maksudnya perasaan sama gimana nih, jelas-jelas dong...hehe..." Bang Bayu merayu lagi.


"Iihh kan udah jelas...aku juga cinta sama Abang...puas?" ujarku menjelaskan.


"Alhamdulillah...jelas...hehe...nah gimana dengan pernikahan kita? kan seharusnya Kamu bisa fokus kuliah, bisa kumpul teman-temanmu, dan sebagainya, sedangkan sekarang gak bisa...gimana dong?" tanya Bang Bayu lagi.


"No problem, i'm very happy...aku justru sangat bersyukur kepada Allah subhanawata'ala karena sudah dijodohkan dengan lelaki yang aku cinta...dan bagiku menikah usia muda itu baik, karena bisa terhindar dari fitnah-firnah di akhir zaman...selain itu, dengan kita menikah maka setiap pahala dari amal kita dilipat gandakan...dan bagiku sahabat itu tetaplah sahabat, dan keluarga ya keluarga, ada porsinya masing-masing, disaat aku bisa jumpa sahabatku, dan diizinkan suami, maka aku kumpul sama mereka, tetapi jika aku gak ada waktu luang, ya gak kumpul...gitu aja...dan kalo dibandingkan mana yang prioritas, aku tetap prioritaskan keluarga dong..." ujarku panjang lebar menjelaskan.


"Alhamdulillah...abang bersyukur banget bisa dipertemukan sama Bidadari seperti Kamu Dek...Kamu memang benar-benar istri dari Syurga...terima kasih ya Sayang..." jawab Bang Bayu.


"Sama-sama Abang Sayang..." jawabku.


Bang Bayupun tersenyum bahagia ketika aku sebut sayang, dan aku langsung dipeluk oleh Bang Bayu...jujur aku menikmati pelukannya, merasakan hangat tubuhnya, merasakan degupan jantungnya yang semakin kencang, dan aku merasakan ketulusan cintanya...Alhamdulillah Yaa Allah...


Bersambung...

__ADS_1


Nantikan Episode berikutnya yang gak kalah menarik...jangan lupa dukung karya kami dengan memberi Like, Komentar, dan Vote ya readers...😉🌹


__ADS_2